SMAN 5 Samarinda Luncurkan SMALA-DIGI dan Rimba Etam

February 13, 2026 by  
Filed under Samarinda

Share this news

SAMARINDA – SMA Negeri 5 Samarinda meluncurkan aplikasi SMALA-DIGI (Digital Integration for Growth and Innovation), menghadirkan Sistem Informasi Pengaduan Sekolah, melakukan penanaman SMALA Rimba Etam, serta menggelar Pagelaran Seni Jelajah Nusantara II, Kamis (12/2/2026), sebagai langkah penguatan layanan berbasis digital dan lingkungan sekolah.

Plt. Kepala SMA Negeri 5 Samarinda, Ageng Tri Wahyuni, mengatakan peluncuran SMALA-DIGI menjadi bagian dari transformasi manajemen sekolah menuju sistem berbasis data dan real-time.

“SMALA-DIGI ini adalah aplikasi terintegrasi untuk mendukung pertumbuhan pelayanan dan inovasi guru. Manajemennya berbasis data dan sistemnya real-time online,” ujarnya.

Selain itu, SMA Negeri 5 Samarinda juga memperkenalkan Sistem Informasi Pengaduan Sekolah yang memungkinkan laporan disampaikan secara langsung melalui platform digital.

“Jumlah siswa kami lebih dari seribu. Tidak mudah mengelola secara manual. Melalui sistem ini, siswa bisa melaporkan kerusakan fasilitas seperti kipas angin, wifi, pintu, maupun persoalan lain termasuk perundungan. Penanganannya bisa lebih cepat dan terpantau,” jelasnya.

Menurut Ageng, digitalisasi ini bukan sekadar mengikuti tren, tetapi upaya membangun tata kelola sekolah yang lebih efisien dan terukur. Ia berharap SMA Negeri 5 ke depan dapat dikenal sebagai sekolah berbasis digital dengan sistem manajemen yang terdokumentasi dan berkelanjutan.

Selain penguatan sistem digital, sekolah juga meresmikan SMALA Rimba Etam, taman terbuka hijau yang ditanami lebih dari 200 bibit tanaman endemik Kalimantan pada tahap pertama, termasuk ulin dan tanaman buah lokal.

“Taman ini bukan hanya penghijauan, tetapi ruang belajar alternatif. Siswa bisa belajar, berdiskusi, hingga melakukan kegiatan seni dan teknologi dalam skala kelas di ruang terbuka,” katanya.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya menuju sekolah sehat, ramah anak, dan berwawasan lingkungan (Adiwiyata).

Rangkaian kegiatan turut diisi Pagelaran Seni Jelajah Nusantara II yang menampilkan karya siswa kelas XII sebagai bentuk implementasi hasil pembelajaran selama di bangku sekolah.

Ageng menambahkan, pengembangan sistem digital di SMAN 5 berangkat dari pengalaman dan risetnya saat menjadi guru kimia sejak 2018. Ia mengaku telah mengembangkan berbagai inovasi pembelajaran, mulai dari bahan ajar, video, strategi pembelajaran, hingga aplikasi jurnal mengajar dan tes daring.

“Bagi saya, pekerjaan guru itu investasi. Sistem yang kita bangun hari ini akan memudahkan pekerjaan secara terus-menerus dan meningkatkan kualitas pembelajaran,” tutupnya. (intan)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb

  • Pengunjung

    1432046
    Users Today : 1592
    Users Yesterday : 7966
    This Year : 368556
    Total Users : 1432046
    Total views : 12673790
    Who's Online : 31
    Your IP Address : 216.73.216.130
    Server Time : 2026-03-05