Antrean Kendaraan di Depan Sekolah Jadi Perhatian DPRD Samarinda

May 22, 2026 by  
Filed under DPRD Samarinda

Share this news

SAMARINDA – Kemacetan lalu lintas di sekitar kawasan sekolah saat jam masuk pagi kembali menjadi sorotan di Kota Samarinda. Kepadatan kendaraan dinilai sering mengganggu aktivitas pengguna jalan, khususnya di lokasi sekolah yang memiliki volume antar jemput pelajar cukup tinggi.

Anggota DPRD Kota Samarinda, Suparno, menilai minimnya fasilitas parkir menjadi salah satu penyebab utama terjadinya penumpukan kendaraan di area sekolah.

Menurutnya, banyak kendaraan milik orang tua siswa terpaksa berhenti di tepi jalan bahkan badan jalan karena area parkir yang tersedia belum memadai. Kondisi tersebut membuat arus kendaraan melambat, terutama pada jam sibuk di pagi hari.

“Kalau area parkir tidak diatur dengan baik, kendaraan pengantar siswa akan menumpuk di depan sekolah dan itu bisa memicu antrean panjang di jalan,” ujar Suparno, Jumat (22/5/26).

Ia mengatakan persoalan tersebut perlu ditangani melalui penataan lalu lintas yang lebih terkoordinasi antara sekolah dan pemerintah daerah. Salah satu langkah yang dinilai penting ialah pengaturan sistem parkir serta mekanisme antar jemput siswa agar tidak mengganggu arus kendaraan umum.

Menurutnya, kerja sama antara pihak sekolah dan pemerintah diperlukan supaya pengelolaan lalu lintas di kawasan pendidikan dapat berjalan lebih tertib.

“Perlu ada koordinasi yang lebih baik agar pengaturan kendaraan saat jam sekolah bisa lebih rapi dan tidak menghambat aktivitas masyarakat maupun pengguna jalan lainnya,” katanya.

Ia berharap langkah penataan tersebut dapat membantu mengurangi kemacetan di sekitar sekolah sekaligus menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat Samarinda. (yud)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb