Pemkab Kutai Barat Komitmen Pembangunan Dirasakan Seluruh Masyarakat

June 10, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

Share this news

SENDAWAR-Pemkab Kutai Barat (Kubar) menegaskan komitmennya untuk memastikan pembangunan daerah dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Kutai Barat (Kubar) Nanang Adriani saat membuka Musrenbang Tematik Kelompok Rentan dalam rangka penyusunan RKPD Kubar Tahun 2027, di Ruang Aula Lantai 2, Kantor BKAD Kubar, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan dihadiri, Plt Kepala BKAD Erik Victory, Kepala Dinas Sosial Adolfus Edhardus Pontus, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Gamas Laden, Wakil Ketua TP PKK Dewi Hairiah Nanang Adriani, jajaran perangkat daerah, camat serta perwakilan kelompok rentan yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun melalui Zoom.

Wabup menjelaskan Musrenbang Tematik merupakan tindak lanjut Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 000.8/726/SJ tanggal 27 Januari 2026 yang menekankan pentingnya perencanaan pembangunan daerah yang partisipatif, inklusif, dan berkeadilan.

Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada capaian fisik dan angka statistik semata, tetapi harus mampu menghadirkan keadilan sosial dan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.

“Prinsip yang diusung adalah Leave No One Behind, tidak boleh ada satu pun warga yang tertinggal, terpinggirkan, atau tidak mendapatkan ruang untuk menyampaikan aspirasinya dalam pembangunan daerah,”tegas Wabup.

Ia menilai keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, capaian indikator makro, maupun pembangunan infrastruktur fisik. Yang lebih penting adalah sejauh mana pembangunan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara merata.

Karena itu, pemerintah daerah harus mendengarkan kebutuhan masyarakat secara langsung agar program yang dirancang benar-benar tepat sasaran. Nanang mencontohkan masih adanya ketidaksesuaian antara program yang diberikan dengan kebutuhan warga di lapangan.

“Kalau masyarakat membutuhkan kopi, jangan diberi kacang tanah. Artinya kebutuhan masyarakat harus dipahami secara tepat agar pembangunan benar-benar berdampak,”ujarnya.

Melalui Musrenbang Tematik ini, Pemkab Kubar memberikan ruang khusus bagi perempuan, penyandang disabilitas, lansia, anak-anak, masyarakat adat, serta masyarakat miskin ekstrem untuk menyampaikan kebutuhan dan harapan mereka secara langsung kepada pemerintah.

 

Nanang juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan program pemberdayaan ekonomi perempuan, perlindungan perempuan dan anak, penyediaan fasilitas publik yang ramah disabilitas, peningkatan pelayanan bagi lansia, perlindungan sosial bagi masyarakat miskin ekstrem serta peningkatan akses pendidikan dan kesehatan.

“Suara yang disampaikan hari ini akan menjadi bagian penting dalam penyusunan RKPD Tahun 2027 sehingga pembangunan Kubar semakin inklusif, adil dan mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat tanpa terkecuali,”katanya.

Sementara itu, Sekretaris Bappedalitbang Kubar Florensius Steven menyampaikan bahwa Musrenbang Tematik merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya prinsip Leave No One Behind.

Menurutnya, pembangunan yang baik adalah pembangunan yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Karena itu, forum ini secara khusus disediakan bagi penyandang disabilitas, lansia, perempuan, anak dan kelompok rentan lainnya untuk menyampaikan aspirasi, kebutuhan, pengalaman maupun berbagai tantangan yang mereka hadapi.

“Melalui forum ini kami ingin mendengar langsung dari sumbernya, bukan sekadar menebak-nebak kebutuhan masyarakat. Setiap masukan yang disampaikan memiliki nilai penting dalam menyempurnakan perencanaan pembangunan daerah,”ujarnya. (yan/adv/diskominfo)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb