Petani-Nelayan Berau Unjuk Gigi di Penas KTNA

June 13, 2026 by  
Filed under Berau

Share this news

TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau siap menggebrak panggung Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) ke-17 di Kabupaten Gorontalo. Sebanyak 53 petani dan nelayan terbaik daerah dilepas Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, di Ruang Rapat Sangalaki, Kantor Bupati Berau, pada Rabu (10/6/2026).

Bukan sekadar ajang silaturahmi, misi kali ini berburu inovasi dan teknologi baru demi mendongkrak sektor pangan bumi Batiwakkal.

“Ini kesempatan yang sangat baik untuk belajar. Banyak inovasi yang bisa dilihat langsung dan mungkin dapat diterapkan di Berau untuk meningkatkan produktivitas masyarakat,” tegas Sri Juniarsih.

Selama gelaran berlangsung pada 20-25 Juni 2026, kontingen Berau akan mengikuti serangkaian agenda strategis, mulai dari temu usaha, pameran teknologi, gelar inovasi, hingga kunjungan lapangan.

Ada tiga target utama yang diusung oleh Pemkab Berau dalam ajang nasional ini, pertama mempelajari praktik terbaik (best practices) dari daerah lain untuk meningkatkan efisiensi dan hasil produksi lokal, membuka peluang kerja sama dan pertukaran informasi dengan pelaku usaha dari seluruh Indonesia dan mengenalkan potensi unggulan Berau, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga sektor pariwisatanya yang sudah mendunia.

Bupati juga berpesan agar ilmu yang didapat di Gorontalo nantinya tidak menguap begitu saja. Para peserta diwajibkan menjadi leader yang menularkan wawasan baru tersebut kepada kelompok tani dan nelayan lain saat kembali ke Berau.

Melalui langkah progresif ini, Pemkab Berau berharap sektor pertanian dan perikanan daerah dapat naik kelas lewat adopsi teknologi modern, sekaligus membuka keran kolaborasi baru yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat secara nyata.(Dy/Ok/ADV)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb