Festival Adat Bakudung Batiung Hidupkan Ekonomi Kampungdan Lestarikan Budaya

June 28, 2026 by  
Filed under Berau

Share this news

Wakil Bupati Berau, Gamalis

Tanjung Redeb – Di tengah pesatnya perkembangan pariwisata bahari di Kabupaten Berau, Pemerintah Kabupaten Berau mulai memberi perhatian lebih pada potensi wisata budaya. Kampung Tumbit Dayak dinilai memiliki modal besar untuk menjadi ikon wisata budaya yang mampu menarik wisatawan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen itu ditegaskan Wakil Bupati Berau, Gamalis, saat menghadiri Festival Adat Bakudung Batiung dan peringatan Hari Jadi ke-263 Kampung Tumbit Dayak, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kekayaan tradisi yang masih terjaga hingga kini merupakan aset yang tidak dimiliki semua daerah. Karena itu, pelestarian budaya harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar menjaga warisan leluhur.

“Budaya adalah identitas daerah. Kalau terus dijaga dan dikemas dengan baik, budaya bisa menjadi kekuatan ekonomi melalui sektor pariwisata,” ujarnya. Sabtu (27/06/2026)

Selama ini Berau lebih dikenal sebagai destinasi wisata bahari dengan gugusan pulau dan keindahan bawah lautnya. Namun, keberadaan kampung-kampung adat seperti Tumbit Dayak menjadi pelengkap yang mampu memperpanjang daya tarik wisata daerah.

Gamalis menilai Festival Bakudung Batiung menjadi contoh bagaimana tradisi dapat dikolaborasikan dengan kegiatan ekonomi masyarakat. Kehadiran puluhan pelaku UMKM dalam festival menunjukkan bahwa pelestarian budaya juga membuka peluang usaha bagi warga.

“Setiap festival berlangsung, produk-produk UMKM ikut terangkat. Pengunjung datang bukan hanya menyaksikan tradisi, tetapi juga membeli hasil karya masyarakat. Ini yang ingin terus kita dorong,” sebutnya.

Selain memberikan dampak ekonomi, Gamalis berharap festival budaya menjadi ruang edukasi bagi generasi muda agar tetap mengenal adat istiadat daerahnya di tengah derasnya pengaruh budaya luar dan perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, berbagai tradisi yang ditampilkan, mulai dari prosesi adat hingga ritual Panjat Piruaj yang menggambarkan hubungan harmonis masyarakat dengan alam, merupakan nilai-nilai lokal yang harus terus diwariskan.

“Kami ingin anak-anak muda bangga dengan budayanya sendiri. Jangan sampai tradisi yang sudah diwariskan ratusan tahun hilang karena tidak lagi dikenalkan kepada generasi berikutnya,” harapnya

Gamalis mengucapkan selamat ulang tahun ke-263 kepada Kampung Tumbit Dayak. Dengan status sebagai Kampung Mandiri, Gamalis optimistis Tumbit Dayak mampu terus berkembang melalui penguatan sektor budaya, pariwisata, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Pemerintah daerah akan terus mendukung setiap upaya pelestarian budaya yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Harapannya, Tumbit Dayak semakin dikenal, tidak hanya di Berau, tetapi juga di tingkat nasional,” pungkasnya. (Dy/Ok/Adv)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb