Kaltim Butuh Lapangan Kerja Baru

July 26, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

Share this news

Hetifah Sjaifudian

SAMARINDA – Kalimantan Timur dinilai perlu segera memperluas sumber-sumber pertumbuhan ekonomi dengan membuka lebih banyak lapangan kerja dan lapangan usaha baru. Ketergantungan terhadap sektor tertentu, terutama yang mulai mengalami penurunan penyerapan tenaga kerja, dinilai tidak lagi cukup untuk menjawab tantangan pembangunan daerah ke depan.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian mengatakan, Kaltim memiliki potensi besar di berbagai sektor nonpertambangan yang dapat dikembangkan untuk menciptakan peluang kerja baru. Menurutnya, langkah tersebut penting agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan mata pencaharian seiring perubahan struktur ekonomi daerah.

“Kalau Kaltim itu sebetulnya yang paling dibutuhkan adalah lapangan kerja dan lapangan usaha. Apalagi sekarang kita mengetahui mungkin di beberapa sektor mulai ada pengurangan kesempatan kerja,” kata Hetifah, Jumat (24/7/2026).

Ia menilai sektor pertanian, ketahanan pangan, peternakan, pariwisata hingga ekonomi kreatif masih menyimpan peluang besar untuk dikembangkan. Namun, potensi tersebut harus didukung dengan kebijakan yang tepat agar mampu menjadi penopang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Hal-hal terkait ketahanan pangan atau sektor pertanian juga memiliki potensi. Saya juga melihat peternakan pun sebetulnya banyak yang bisa diproduksi oleh Kaltim sendiri,” ujarnya.

Meski demikian, Hetifah mengingatkan proses peralihan tenaga kerja dari sektor pertambangan menuju sektor lain bukan perkara mudah. Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan strategi yang matang, termasuk peningkatan keterampilan masyarakat agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menyelaraskan dunia pendidikan dengan arah pembangunan ekonomi daerah. Menurutnya, program pendidikan harus mampu menghasilkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri sehingga lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha.

“Prodi-prodi apa yang sebenarnya harus dikembangkan di Kaltim juga harus disesuaikan dengan prospek ekonomi ke depan. Kalau memang prospeknya ke sektor tertentu, ya SDM-nya harus disiapkan dari sekarang supaya nanti mereka bisa berkontribusi di lapangan usaha dan lapangan kerja, bukan jadi penganggur,” tegasnya.

Hetifah menambahkan, keberadaan program pendidikan gratis semisal Gratispol menjadi trobosan yang baik bagi dunia pendidikan di Kaltim, namun tentunya perlu diiringi dengan kesiapan sektor industri dan dunia usaha agar lulusan memiliki ruang untuk berkarya setelah menyelesaikan pendidikan.

“Industri dan ekonominya harus disiapkan dari sekarang supaya nanti mereka yang sudah selesai sekolah atau kuliah bisa langsung terserap ataupun menciptakan lapangan kerja baru, misalnya di usaha kreatif, pariwisata, dan sektor-sektor lain yang masih menjanjikan,” ucapnya.

Menurut Hetifah, berbagai kebutuhan dan potensi tersebut nantinya juga dapat dipetakan lebih rinci melalui hasil Sensus Ekonomi 2026 yang saat ini tengah berjalan. Data tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk memperkuat ekonomi sekaligus memperluas kesempatan kerja di Kalimantan Timur.

“Nanti akan terlihat sektor mana yang masih prospektif, apa yang dibutuhkan masyarakat, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” pungkasnya. (ain)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb