Batik Itah Otur Juara, Motif Khas Kubar Didorong Jadi Identitas Daerah

August 13, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Share this news

SENDAWAR-Batik Itah Otur karya Hendra keluar sebagai terbaik pertama dalam Lomba Desain Batik Khas Kutai Barat (Kubar) 2026. Karya tersebut menyisihkan desain lainnya dalam ajang yang digelar Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kubar.

Posisi terbaik kedua diraih Batik Persatuan Budaya karya Laurensius Ding Lie. Sementara terbaik ketiga ditempati Batik Mekar Lestari karya Nabila Syofia Alatif. Tiga desain tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya menggali identitas dan kekayaan budaya Kubar melalui motif batik.

Penyerahan penghargaan dilakukan Ketua Dekranasda Kubar Maria Christina Frederick Edwin, disaksikan Asisten 2 Sekkab Kubar Ali Sadikin dan Plt Kepala Dinas Pariwisata Kubar Sumardi. Penghargaan diserahkan saat kegiatan Pelatihan Membatik di Sekretariat Dekranasda Kubar, Kelurahan Barong Tongkok, Kecamatan Barong Tongkok, Rabu (12/8/2026).

Ketua Dekranasda Kubar Maria Christina mengatakan, lomba tersebut bukan sekadar mencari desain terbaik. Lebih dari itu, kegiatan menjadi langkah awal untuk menggali motif yang mampu menggambarkan karakter, kekayaan budaya, alam dan potensi daerah.

“Kami ingin batik khas Kubar memiliki identitas yang kuat. Motif yang dihasilkan harus mampu bercerita tentang Kubar dan menjadi kebanggaan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Maria, desain-desain terbaik tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai karya lomba. Dekranasda akan mendorong agar motif yang telah dihasilkan dapat dikembangkan menjadi produk batik tulis yang memiliki nilai seni dan nilai jual.

“Jangan sampai berhenti hanya pada lomba. Kami berharap desain ini bisa dikembangkan, diproduksi dan dipasarkan sehingga memberikan dampak ekonomi bagi para pembatik dan masyarakat,”tegasnya.

Ia menambahkan, pengembangan batik khas Kubar juga menjadi bagian dari pelestarian identitas budaya. Karena itu, diperlukan dukungan berbagai pihak, mulai dari perajin, pemerintah, pelaku usaha, media hingga masyarakat sebagai pengguna produk lokal.

“Semakin banyak masyarakat bangga mengenakan batik tulis Kubar, semakin kuat pula identitas daerah yang kita bangun. Ini bukan hanya soal kain dan motif, tetapi juga tentang bagaimana budaya Kubar dikenal lebih luas,”pungkas Maria. (yan)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb