PT PAMA Lakukan Uji Kompetensi Keahlian Siswa SMK N 1 Sendawar

February 15, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

KUTAI BARAT – PT Pamapersada Nusantara Distrik BEKB ikut berkontribusi dalam pemenuhan kurikulum sekolah. SMK 1 Sendawar selaku afiliasi dari sekolah binaan PAMA BEKB melakukan uji kompetensi keahlian siswa sebelum masuk ujian sekolah. Pada agenda ini PAMA ikut melakukan penilaian Uji Kompetensi Keahlian (UKK).

Adapun jurusan yang diuji adalah jurusan otomatisasi dan tata kelola perkantoran, geologi pertambangan, akuntansi dan keuangan lembaga, serta teknik komputer jaringan dan telekomunikasi. Kegiatan uji kompetensi ini berlangsung 9-10  Februari 2026. Sebanyak 164 siswa mengikuti UKK.

Bayu Handoko selaku penguji jurusan otomasisasi dan tata kelola perkantoran dari Section  Head CSR PAMA menyampaikan, siswa perlu dibekali materi sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan Perusahaan. Uji kompetensi bisa dilakukan oleh perusahaan sehingga siswa mampu mengaplikasikan materi yang diterapkan sesuai dengan jurusan yang ada.

  1. Noor Tazeli selaku wakil kepala kurikulum di SMK N 1 Sendawar berterima kasih kepada perusahaan karena sudah membantu SMK Negeri 1 ini dalam proses pengujian uji kompetensi keahlian siswa.

“Sudah beberapa tahun PAMA selalu konsisten menjadi penguji di sekolah kami. Selama ini kami juga dibina melalui program-program pendidikan yang sudah dijalankan di sekolah kami oleh perusahaan, “ujarnya, Selasa (10/2/2026).

Ia berharap  bisa terus berlanjut sehingga keselarasan dunia pendidikan dengan kebutuhan perusahaan bisa dicapai bersama.

Adapun program ini merupakan salah satu program di bidang pendidikan di perusahaan dalam meningkatkan kemampuan dan pengetahuan siswa dalam dunia perusahaan dengan keselarasan ilmu perusahaan dengan kurikulum pendidikan sekolah. (arf).

Regenerasi Atlet Bridge SIWO PWI Kaltim

February 15, 2026 by  
Filed under Olahraga

SAMARINDA – Upaya memperkuat prestasi dan regenerasi atlet bridge di kalangan wartawan terus digencarkan. Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Kalimantan Timur menggelar Pelatihan Wartawan Cabang Olahraga Bridge di Gedung PWI Kaltim, Sabtu (14-15/2/2026).

Sebanyak 27 peserta dari sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Timur mengikuti pelatihan yang dirancang untuk mengenalkan olahraga bridge lebih luas di kalangan wartawan sekaligus menjaring bibit atlet yang diproyeksikan tampil pada ajang Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) maupun Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas).

Ketua SIWO PWI Kaltim, Didda Satriya, menyampaikan pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas sekaligus prestasi wartawan di cabang bridge.

Didda bersyukur kegiatan ini mendapat sambutan dari wartawan di kabupaten/kota dan mengirimkan wakilnya.

“Tujuannya pertama mengenalkan bridge di kalangan wartawan, kedua menyiapkan dan menjaring bibit atlet,” ujarnya.

Ia menambahkan, cabang bridge selalu dipertandingkan dalam Porwada dan Porwanas. Kalimantan Timur sendiri pernah meraih medali pada Porwanas di Jawa Timur yang menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi.

Sementara itu, Ketua PWI Kaltim, Abdurahman Amin, menjelaskan pelatihan bridge telah dirancang sejak beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari program organisasi.

“Porwada terakhir kita laksanakan di Bontang dan insya Allah pertengahan tahun ini akan kembali digelar di Balikpapan. Selama ini bridge belum sepenuhnya dipertandingkan secara resmi karena keterbatasan peserta. Harapannya, pada Porwada Balikpapan 2026, bridge sudah bisa dipertandingkan penuh,” jelasnya.

Menurutnya, pembinaan perlu dilakukan secara terstruktur, sekaligus menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup wartawan.

“Profesi wartawan identik dengan pola hidup kurang teratur. Melalui olahraga, kita ingin membangun kebiasaan sehat, menanamkan sportivitas, dan menjaga kebugaran,” tambahnya.

Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras menceritakan pengalamannya saat menjabat sebagai Ketua SIWO Kaltim menghadapi keterbatasan anggaran namun tetap mampu berprestasi.

“Saat itu kita tidak punya anggaran sama sekali. Tetapi dengan kebersamaan dan dukungan berbagai pihak, termasuk CSR, kita tetap berangkat dan bahkan meraih satu medali emas. Wartawan terbiasa hidup dalam tekanan, dan itu menjadi modal mental dalam bertanding,” tuturnya.

Ia  juga menekankan pentingnya regenerasi atlet. Meski peserta berusia 44 hingga 50 tahun masih aktif, pembinaan jangka panjang perlu melibatkan generasi muda. “Kami melihat sudah ada peserta usia 16 tahun. Ini langkah baik untuk regenerasi,” katanya.

Apresiasi juga datang dari Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Faisal. Ia menilai pelatihan ini bukan sekadar kegiatan olahraga, melainkan bagian dari pembudayaan olahraga di kalangan wartawan.

“Bridge memungkinkan atlet tetap kompetitif hingga usia matang. Senior dan junior bisa berjalan bersama. Yang muda membawa energi, yang senior membawa pengalaman,” ujarnya.

Ia berharap pasca-pelatihan, kegiatan dapat dilanjutkan dengan try out atau pertemuan rutin guna membangun kekompakan tim. Selain mengejar medali di Porwada dan Porwanas, menurutnya, olahraga juga penting untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup wartawan.

Dengan pelatihan ini, SIWO PWI Kaltim menargetkan lahirnya atlet-atlet bridge dari kalangan wartawan yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat regional maupun nasional. (intan)

Sehat dengan Khitan, 57 Anak Ikuti Khitan Massal di SMA Negeri 2 Samarinda

February 15, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA — SMA Negeri 2 Samarinda menggelar kegiatan bertajuk “Sehat dengan Khitan” dalam agenda The 5th SMADA Social Weekend, Sabtu (14/2/2026). Agenda ini sudah kelima kali diadakan untuk memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M. Sebanyak 57 peserta mengikuti khitan massal yang dipusatkan di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi rangkaian peringatan hari besar Islam, tetapi juga bagian dari pengabdian sosial sekolah kepada masyarakat. Melalui kolaborasi panitia, guru, pengurus Rohis, serta dukungan orang tua, kegiatan berjalan tertib dan penuh kekeluargaan.

Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Samarinda, Akhmad Wasis menegaskan, kegiatan tersebut bukan hanya bersifat seremonial, melainkan bagian dari ikhtiar membentuk generasi yang saleh, berakhlak, dan bertanggung jawab. Kesadaran menjalankan sunnah sejak dini dinilai penting, tidak hanya menyentuh aspek kesehatan fisik, tetapi juga pembinaan mental dan spiritual anak.

“Alhamdulillah, kegiatan ini dapat kembali terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak. Jika dalam pelaksanaannya masih terdapat kekurangan, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya.

Salah satu orang tua peserta, Mahrita Amini, mengaku mengetahui informasi khitan massal ini dari grup WhatsApp. Ia kemudian mendaftarkan putranya mengikuti kegiatan tersebut.

“Karena usia anak saya sudah sepuluh tahun, makanya saya daftarkan sunat ini,” ujarnya.

Mahrita berharap kegiatan sosial semacam ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.

“Harapannya semoga acara-acara seperti ini ke depannya bisa berlangsung lagi. Dan untuk anak saya, semoga setelah disunat bisa semakin dewasa,” tambahnya.

Suasana kegiatan tampak hangat. Sejumlah orang tua setia mendampingi putra-putra mereka sejak proses registrasi hingga tindakan khitan selesai. (intan)

Aisha Kamila Gaungkan Lagu Sunda Lewat Lomba Nyanyi Nasional 2026

February 14, 2026 by  
Filed under Profil

Mini album “Sosobatan” milik Aisha Kamila, sekaligus wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat terbaik mereka dalam membawakan lagu berbahasa Sunda.

Vivaorneo.com, Bandung – Industri musik Tanah Air kembali diramaikan dengan hadirnya Lomba Nyanyi Nasional bertajuk “Suaramu Jadi Juaranya”. Lomba nyanyi lagu berbahasa Sunda yang digagas oleh label TemanHebat Records bersama BelajarMusiks tersebut berkenaan dengan rilisnya mini album “Sosobatan” milik Aisha Kamila, sekaligus wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat terbaik mereka dalam membawakan lagu berbahasa Sunda.

Pendaftaran lomba resmi dibuka mulai 15 Februari 2026 dan pendaftarannya tidak dipungut biaya alias gratis. Peserta berusia 5–17 tahun dapat mengirimkan video bernyanyi lagu bebas ke nomor 081914577088 serta mengikuti akun Instagram @aishakamilasuperkids dan @lomba.nyanyi, dengan batas akhir pengiriman pada 30 Maret 2026.

Babak Grand Final akan digelar secara live melalui Instagram @lomba.nyanyi pada 5 April 2026. Para finalis wajib membawakan salah satu lagu dari album Sosobatan untuk memperebutkan total hadiah jutaan rupiah dan kesempatan rekaman eksklusif bersama label.

Setelah sukses meluncurkan mini album Sosobatan, Aisha Kamila kini bersiap menghadirkan video klip resmi yang memadukan kekayaan budaya Sunda dengan sentuhan modern yang chic dan relevan bagi generasi masa kini. Video klip tersebut tidak hanya menjadi pelengkap karya musiknya, tetapi juga dirancang sebagai media promosi budaya yang kuat secara visual.

Dengan konsep artistik yang kental nuansa Pasundan namun tetap segar dan stylish, video klip tersebut diharapkan mampu mempertegas pesan persahabatan dan identitas budaya yang terkandung dalam mini album tersebut. Perpaduan harmonis antara musik berkualitas dan estetika budaya Sunda akan menjadi suguhan istimewa yang sayang untuk dilewatkan.

Bagi Aisha Kamila, atau yang akrab disapa Neng Pasundan, merilis album berbahasa Sunda adalah kebanggaan yang tak terlukiskan. “Rasa bangganya luar biasa, bahkan sulit diungkapkan dengan kata-kata. Album ini adalah cara Aisha berkata, ‘Ini saya, Neng Pasundan’, dan saya bangga dengan jati diri saya,” ungkapnya penuh haru.

Di tengah dominasi lagu berbahasa Indonesia dan asing, Aisha justru merasa terpanggil untuk menghadirkan warna berbeda melalui bahasa daerah. Menurutnya, bahasa Sunda memiliki estetika yang lembut dan indah, serta dapat dikemas secara modern tanpa kehilangan ruh tradisinya. Melalui Sosobatan, ia ingin membuktikan bahwa lagu daerah tidak pernah kuno dan tetap relevan di telinga generasi muda.

Lewat ajang Lomba Nyanyi Nasional Bahasa Sunda, Aisha juga menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda agar tidak pernah merasa malu menggunakan bahasa daerah. “Bahasa daerah adalah kekayaan yang tidak dimiliki bangsa lain. Kalau bukan kita yang melestarikan lewat karya, siapa lagi?” ujarnya penuh semangat, mengajak anak-anak muda untuk tampil percaya diri.

Aisha juga menegaskan bahwa musik adalah bahasa universal yang mampu menjangkau berbagai kalangan tanpa batas. Ia berharap gerakan bersama melalui musik dapat membuat budaya Sunda tetap hidup dan berkembang di tengah arus globalisasi. Baginya, lomba tersebut bukan sekadar kompetisi, tetapi ajang silaturahmi untuk memperkuat akar budaya di mana pun berada.

Dukungan penuh juga datang dari sang ayah, Sendi Setia Permadie, yang merasa terharu melihat putrinya konsisten membawa identitas Sunda dalam setiap karya. “Di tengah gempuran budaya luar yang begitu kuat, melihat Aisha membawa misi melestarikan budaya Sunda adalah sebuah anugerah,” tuturnya bangga.

Sejak kecil, keluarga Aisha memang menanamkan nilai-nilai Sunda dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui bahasa maupun sikap. Fondasi tersebutlah yang membentuk Aisha menjadi pribadi modern yang tetap berakar kuat pada budaya asalnya, menjadikan musik sebagai jembatan antara tradisi dan masa depan.

Sementara itu, Rulli Aryanto selaku Produser Aisha Kamila dan pemilik TemanHebat Records bersama BelajarMusiks menjelaskan bahwa produksi album Sosobatan merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam mempromosikan karya lokal. Lomba nyanyi yang digelar menjadi program rutin yang terbukti efektif dalam memperkenalkan artis dan karya mereka ke masyarakat luas.

Menurutnya, peran industri musik dalam menjaga eksistensi bahasa daerah sangatlah penting, terutama di era digital saat sekarang ini. Bahasa adalah identitas, dan melalui lagu, bahasa ibu dapat diperkenalkan hingga ke panggung global tanpa harus menutup diri dari bahasa asing.

Rulli pun optimistis bahwa masyarakat Sunda di seluruh Indonesia akan memberikan dukungan penuh terhadap ajang tersebut. Dengan potensi besar dan kekayaan budaya yang luar biasa, ia meyakini bahwa musik dapat menjadi langkah nyata dalam mengangkat bahasa Sunda ke level yang lebih luas dan membanggakan.

“Jangan lewatkan kemeriahan Lomba Nyanyi Nasional Bahasa Sunda dan peluncuran video klip terbaru Aisha Kamila. Mari bersama-sama merayakan karya, budaya, dan semangat persahabatan dalam balutan musik Sunda yang modern dan membanggakan,” ujar Rulli. (Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

Link Album Sosobatan milik Aisha Kamila: https://www.youtube.com/playlist?list=PL0sHtBUBXtxv6cmqxRgvwdeUFOexjHS8M

 

MenPANRB Harap IKN Menjadi Pelopor Transformasi Birokrasi Pemerintah Masa Depan

February 14, 2026 by  
Filed under Nusantara

MenPANRB memberikan kuliah umum untuk ASN yang bekerja di IKN sekaligus melakukan kunjungan kerja untuk meninjau pembangunan IKN.

Vivaborneo.com, NUSANTARA – Sebagai ibu kota masa depan Indonesia, Ibu Kota Nusantara diproyeksikan menjadi contoh model birokrasi baru bagi generasi mendatang. Hal ini ditegaskan melalui kuliah umum Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB), Rini Widyantini, yang berlangsung di kawasan KIPP IKN pada Jumat (13/02/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah bertugas di Nusantara, mulai dari Otorita Ibu Kota Nusantara, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman hingga lembaga negara seperti Bank Indonesia.

Kuliah umum ini bertujuan memperkuat pemahaman ASN dalam mendorong transformasi birokrasi, dengan IKN sebagai percontohan sistem kerja pemerintahan yang modern dan adaptif. Dalam paparannya, Menteri PANRB menyampaikan arah reformasi birokrasi ke depan, penguatan manajemen ASN, pembentukan budaya kerja baru di ibu kota negara, serta diskusi terbuka terkait tantangan dan peluang reformasi birokrasi di Nusantara.

MenPANRB menegaskan pembangunan IKN bukan sekadar menghadirkan pusat pemerintahan baru, tetapi merancang ulang cara negara bekerja secara menyeluruh.

“Hari ini kita tidak hanya sedang membangun gedung, tapi kita sedang membangun generasi masa datang. IKN tidak hanya memindahkan pusat pemerintahan, tapi kita merancang cara baru negara itu bekerja. Kita mengulang cara baru kerja birokrasi, cara melayani masyarakat, dan cara pengambilan keputusan. Ini hanya bisa dibangun ketika kita menanamkan integritas dan budaya kerja yang baik,” ujar Rini.

Sementara itu, Sekretaris Otorita Ibu Kota Nusantara, Bimo Adi Nursanthyasto, menyampaikan bahwa agenda ini menjadi penguatan moral bagi ASN yang telah lebih dulu bekerja di Nusantara agar terus menjaga semangat pelayanan publik.

“Mudah-mudahan melalui nasihat dan arahan Ibu Menteri hari ini, kami mendapatkan kekuatan untuk terus bekerja sama dan berkolaborasi lintas kementerian dan lembaga. Karena ini kota baru dengan budaya kerja baru, kami yakin perhatian dan dukungan ini akan menjadi energi bagi kami semua yang bertugas di Nusantara,” ujarnya.

Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, Menteri PANRB juga meninjau langsung perkembangan pembangunan kawasan IKN beserta ekosistem pendukungnya, antara lain rumah susun ASN, Sekolah Taruna Nusantara, RSUP Kementerian Kesehatan, Istana Negara, hingga kawasan glamping.

Ke depan, IKN diharapkan menjadi laboratorium transformasi birokrasi Indonesia—tempat lahirnya tata kelola pemerintahan yang berintegritas, kolaboratif, dan berbasis digital. Dari Nusantara, praktik terbaik birokrasi masa depan diharapkan tumbuh dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia.(yul/hms-oikn)

« Previous PageNext Page »

  • vb