Jasa Raharja Dukung Peningkatan Keselamatan Berlalu Lintas

February 26, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

KUTAI BARAT – PT Jasa Raharja mendukung peningkatan keselamatan berlalu lintas. Salah satunya dengan meningkatkan keselamatan dan kelayakan operasional kendaraan angkutan umum melalui Ramp Check di wilayah Kabupaten Kutai Barat, Rabu (25/2/2026),

Kegiatan ini melibatkan unsur Dinas Perhubungan, Kepolisian, serta mitra terkait sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.

PT Jasa Raharja turut hadir melalui petugas Jasa Raharja, Imam Mukthar Rofik. Kehadiran Jasa Raharja merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pencegahan kecelakaan melalui pengawasan kelayakan kendaraan umum yang beroperasi di jalan raya.

Ramp Check dilakukan dengan memeriksa berbagai aspek teknis kendaraan, seperti kondisi rem, lampu, ban, kelengkapan surat-surat kendaraan, serta masa berlaku uji KIR. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan kendaraan angkutan umum dalam kondisi layak jalan sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jasa transportasi.

Imam Mukthar Rofik menyampaikan, kegiatan Ramp Check merupakan langkah preventif yang sangat penting dalam menciptakan budaya keselamatan berlalu lintas.

“Melalui kegiatan ini, kita bersama-sama memastikan kendaraan yang beroperasi benar-benar memenuhi standar keselamatan. Upaya pencegahan seperti ini sangat efektif dalam menekan potensi terjadinya kecelakaan,” ujarnya.

Jasa Raharja terus mendorong kolaborasi aktif bersama instansi terkait guna mendukung terwujudnya transportasi yang berkeselamatan di wilayah Kutai Barat dan sekitarnya. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas dapat diminimalisir serta keselamatan masyarakat semakin meningkat. (*)

“Harumnya” Mobil HARUM

February 26, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

HEBOH mobil dinas baru Gubernur Kaltim Haji Rudy Mas’ud (HARUM) semakin “harum.” Di jagad media sosial terus menjadi trending topik. Soalnya mobil dinas baru itu dibeli dengan harga selangit. Dikerok dari duit APBD 2025 sebesar Rp8,5 miliar.

Ada yang membandingkan dengan mobil Maung Garuda yang dipergunakan Presiden Prabowo Subianto. Mobil buatan PT Pindad itu harganya Rp1,2 miliar, jadi 7 kali lipat lebih murah dari mobil Gubernur Kaltim.

Gubernur Kaltim ketika memberi penjelasan kepada wartawan di DPRD Kaltim

Lebih heboh lagi karena penjelasan Gubernur simpang siur dengan pejabat lain, selain juga tidak sejalan dengan kebijakan pengematan dan punya persepsi beda dengan rakyat soal menafsirkan harga diri Kaltim, yang disebutnya “Marwah Kaltim.”

Gubernur memberikan penjelasan resmi kepada wartawan soal mobil itu seusai dia menghadiri Rapat Paripurna Ke-3 DPRD Kaltim Masa Sidang 1 Tahun 2026, Senin (23/2).

Mengawali penjelasannya, Gubernur mengingatkan para wartawan yang mengerubutinya. “Kita sedang berpuasa, tolong jangan terlalu banyak ghibahnya, nanti dosanya berlipat ganda,” katanya sangat religius.

Ghibah adalah tindakan membicarakan keburukan, aib atau kekurangan orang lain. Hukumnya dalam Islam haram dan sama dengan memakan daging saudaranya yang sudah mati.

Apakah yang digunjingkan para awak media atau netizen soal mobil mahal gubernur masuk dalam kategori ghibah? Silahkan masing-masing kita membahasnya. Kalau perlu kita tanya ke Komisi Fatma MUI. Apalagi ini bulan puasa.

Seperti yang sudah beredar, Pemprov Kaltim dalam APBD 2025 menyisihkan anggaran Rp8,5 miliar untuk pembelian satu mobil pimpinan. Mobil pimpinan yang dimaksud adalah mobil dinas untuk gubernur. Lalu berbagai pihak mengkritisi. Umumnya tidak setuju karena dianggap terlalu mahal dan mewah serta tidak sejalan dengan prinsif penghematan.

Tidak jelas mobil merk apa yang dibeli? Tapi yang pasti berkekuatan 3.000 cc. Ada yang menduga jenis mobilnya adalah Ranger Rover 3.0 Autobiography LWB. HARUM mengatakan, sesuai Permendagri No 7 Tahun 2006, kendaraan kepala daerah untuk sedan kelas 3.000 cc dan jeep 4.000 cc. “Kita mengadakan yang 3.000 CC,” katanya.

Jenis mobil Ranger Rover 3.0 yang diduga dibeli Pemprov Kaltim dengan harga Rp8,5 miliar

Soal harga, HARUM mengatakan dia tidak terlalu mengikuti. ““Ada rupa ada harga. Ada mutu, ada kualitas. Tapi saya tidak terlalu mengikuti soal harga,” begitu katanya.

Gubernur mengungkapkan, sampai hari ini (maksudnya: Senin, 23/2/2026) Pemprov Kaltim belum menyediakan mobil dinas untuk gubernur bertugas di wilayah Kaltim. Mobil yang dipergunakan dia saat ini adalah mobil pribadi. Kondisinya sudah hancur. “Tapi tidak ada masalah demi masyarakat Kaltim,” katanya merendah.

Tidak disinggung ke mana mobil dinas gubernur yang dipakai gubernur sebelumnya. Tapi memang ada fenomena di kalangan kepala daerah, tidak terlalu nyaman menggunakan mobil kepala daerah sebelumnya. Dengan berbagai alasan, maunya diganti yang baru. Mulai soal gengsi sampai hal berbau mistis.

JAGA MARWAHNYA KALTIM

Menurut HARUM, mobil Pemprov Kaltim yang dimaksud adanya di Jakarta. Untuk menunjang kegiatan kepala daerah di sana. Kaltim adalah Ibu Kota Nusantara. Kaltim adalah miniatur Indonesia. Tamu dari Kaltim bukan hanya kepala daerah se Indonesia, tapi juga global. “Masa iya kepala daerah pakai mobil sekadarnya.  Jaga dong marwahnya Kaltim, marwahnya masyarakat Kaltim,” ujarnya beralasan.

Penjelasan Gubernur ini bertolak belakang dengan keterangan Sekdaprov Sri Wahyuni sebelumnya. Sebab dia mengatakan kepada wartawan, Gubernur membutuhkan kendaraan yang andal di segala medan karena ingin menerobos medan Kaltim yang berat.

Dia sempat menggambarkan ngototnya Gubernur HARUM dalam mengunjungi daerah Kaltim yang medannya berat. Salah satunya dia sebut daerah Sotek, Bongan. Sampai harus ganti mobil. “Jadi itu yang menjadi pertimbangan perlunya mobil yang mampu di segala medan,” tegasnya.

Gara-gara penjelasan ini Sri Wahyuni di-bully netizen. “Sekdaprov itu orangnya cerdas. Tapi karena harus menjelaskan kebijakan yang tidak cerdas dari pimpinan, jadi penjelasannya tidak cerdas,” komentar Irwan Pecho, mantan anggota DPRI dapil Kaltim dari Partai Demokrat.

Hal yang tidak sinkron juga dari penjelasan Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud (HAMAS), yang juga kakak kandung HARUM.

Menurut HAMAS, pengadaan mobil dinas gubernur itu sudah melalui berbagai proses. Mulai analisis standar belanjanya, APIP dan BPK juga turun sampai penggunaan e-katalog.

“Tapi mobilnya ditaruh Jakarta Pak,” sela wartawan.

“Pakai di sinilah (di Kaltim),” jawab HAMAS.

“Tapi keterangan beliau untuk menjemput tamu di Jakarta,” kata wartawan lagi.

“Wah saya ngga tahu. Tapi kalau menjemput tamu, harusnya memang ada. Masa kalah dengan yang lain. Masa sewa,” jelasnya lagi.

Banyak yang meragukan alasan menjemput tamu IKN. Sebab urusan IKN adalah urusan pemerintah pusat. Tapi yang lebih kena, HARUM memang membutuhkan mobil yang berkelas wah di Jakarta. Sebab dia selain Gubernur Kaltim, juga dipercaya menjadi Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI). Jadi sering bertemu dengan pejabat pusat termasuk Presiden. Jadi dia terkesan memang butuh kendaraan yang menurutnya untuk menjaga “Marwah Kaltim.”

Soal marwah atau muru’ah itu, HARUM juga diserang warganet. Bang Eka di Instagram bilang, bagi seorang pemimpin Islam, marwah itu tidak dilihat dari penampilan. Dia menunjuk teladan yang diberikan Rasulullah atau sahabat Nabi, Umar bin Chatab. Dalam sejarah kepemimpinan mereka, wibawa atau marwah mereka lahir dari keadilan dan keberpihakan bukan dari penampilan.

Bang Eka mengingatkan, Kaltim yang kaya dengan sumber daya alamnya, penyangga IKN, tapi realitanya masih ada jalan kabupaten rusak bertahun-tahun, masih ada desa blank spot, ada sekolah minim fasilitas, masih ada kasus stunting,  dan kemiskinan di beberapa wilayah pedalaman. Lalu distribusi pendapatan belum merata. “Dengan kondisi seperti itu, malulah kita menuntut fasilitas yang maksimal,” tegasnya.

Hal yang sama juga diserang @zainoelariefin. Dia sempat menyebut “pembohong,” karena rancunya penjelasan. “Kalau mau angkat marwah Kaltim, buktikan dulu janji pendidikan gratisnya, buktikan dulu jalan rusak dibaikin, bukan beli mobil Rp8,5 miliar. Ini cacat berpikir,” tukasnya.

Belum lagi  selesai urusan mobil mahal Gubernur HARUM, terdengar lagi DPRD Kaltim dalam tahun anggaran 2026 juga menguras dana APBD Rp6,8 miliar untuk membeli kendaraan dinas. Kalau itu betul, maka sempurnalah sudah kelakuan yang tidak merakyat ini.

Jika HARUM masih ingin namanya tetap benar-benar harum, maka segeralah meminta maaf kepada rakyat. Kalau pembelian mobilnya masih bisa dibatalkan, lebih baik dibatalkan saja. Orang tahu HARUM punya kekayaan besar. Hebat dan harum jika mau mewakafkan dana pribadinya untuk membeli mobil operasional sendiri dalam menjalankan tugas kepala daerah. Itu amanah yang sempurna dan besar pahalanya.

“Kepada seluruh masyarakat Kaltim, mohon doa agar kita dikuatkan dalam menjaga amanah,” kata HARUM menutup penjelasan kepada wartawan. Dengan ikhlas saya ikut mengaminkan. Aamiiin.(*)

Jasa Raharja Gelar PPKL di SMA 1 Muara Badak

February 26, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

MUARA BADAK – Upaya menanamkan budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas sejak usia pelajar dilakukan komitmen PT Jasa Raharja pada kegiatan Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) di SMA 1 Muara Badak, Rabu (25/2/2026).  Kegiatan ini merupakan bagian dari dalam mendukung upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas, khususnya di kalangan generasi muda.

Kegiatan tersebut dihadiri petugas Jasa Raharja, Ikhsan Nur Abadi, yang memberikan sosialisasi mengenai pentingnya keselamatan berkendara, pemahaman aturan lalu lintas, serta risiko dan dampak kecelakaan. Para siswa juga diajak untuk lebih sadar akan pentingnya menggunakan helm standar, mematuhi rambu-rambu, serta tidak berkendara secara ugal-ugalan.

Ikhsan Nur Abadi menekankan, angka kecelakaan lalu lintas masih didominasi oleh usia produktif dan pelajar. Oleh karena itu, edukasi sejak dini menjadi langkah penting untuk membentuk karakter pengendara yang disiplin dan bertanggung jawab.

“Melalui kegiatan PPKL ini, kami berharap para siswa tidak hanya memahami aturan lalu lintas, tetapi juga menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan saat berkendara,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang melibatkan para siswa. Diharapkan melalui sosialisasi ini, para pelajar SMA 1 Muara Badak dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.

PT Jasa Raharja akan terus berkomitmen untuk hadir memberikan edukasi keselamatan di berbagai sekolah sebagai bentuk nyata dukungan terhadap terciptanya lalu lintas yang aman dan berkeselamatan. (*)

Usai Touring Indonesia -Mekkah, Om Daeng Jelajah Sulawesi Bersama Yamaha XMAX Techmax

February 26, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Sulawesi, Indonesia – Setelah sukses melakukan touring bersejarah dari Indonesia menuju Mekkah, Arab Saudi, menggunakan XMAX generasi pertama selama 7 bulan melintasi 12 negara sejauh lebih dari 27.000 kilometer, Anshar atau yang lebih akrab disapa Om Daeng kembali melanjutkan petualangan berkendaranya pasca tiba di tanah air

Jika sebelumnya ekspedisi lintas negara ditemani XMAX generasi pertama, maka kali ini Om Daeng menjelajahi kampung halamannya, Pulau Sulawesi, bersama Yamaha XMAX TECHMAX generasi terbaru dalam perjalanan bertajuk “Jelajah Sulawesi.” Touring ini berlangsung selama 25 hari, terhitung sejak 17 Januari hingga 13 Februari, dengan total jarak tempuh sekitar 6.000 kilometer dan melintasi 69 kabupaten maupun kota di Pulau tersebut.

Perjalanan ini sendiri dimulai dari Makassar dan menempuh rute panjang yang menghubungkan berbagai kota strategis di Sulawesi. Kota-kota tersebut meliputi Bulukumba, Bone, Malili, Kolaka, Kendari. Baubau, Morowali, Ampana, Luwuk Banggai, Gorontalo, Manado, Bitung, Palu, Mamuju, Pinrang dan Toraja. Sepanjang touring Om Daeng dihadapkan dengan beragam karakter jalan, mulai dari pesisir pantai, jalur antar kota, hingga medan pegunungan yang menantang.

Lebih dari sekadar touring, “Jelajah Sulawesi” juga membawa misi sosial yang kuat. Di setiap provinsi yang disinggahi, Om Daeng menyempatkan diri untuk berbagi kepada Yayasan dan Panti Asuhan. Beberapa aktivitas sosial yang dilakukan di antaranya seperti berbagi sembako di Yayasan Panti Asuhan di Baubau, berbagi sembako dan mainan anak-anak di Pondok Pesantren di Kotamobagu, berbagi sembako dan alat tulis di Yayasan Panti Asuhan di Kota Palu, dan berbagai aktivitas sosial lainnya. Selain itu, aktivitas touring ini juga menjadi momen dalam merajut tali persaudaraan yang lebih erat diantara biker MAXI Yamaha di Sulawesi.

“Kebahagiaan terbesar dalam perjalanan ini bukan hanya sampai tujuan dengan selamat dan menikmati keindahan alam Sulawesi yang mempesona, tapi bisa berbagi langsung dan melihat senyum anak-anak di setiap kota yang saya datangi serta bersilahturahmi dengan kawan-kawan sesama biker MAXI Yamaha. Alhamdulilah hampir di setiap kota, saya mendapat dukungan dan sambutan hangat yang luar biasa dari teman-teman komunitas,” ungkap Om Daeng.

Jalur Menantang Namun Indah

Tantangan terberat saat touring dirasakan Om Daeng kala melintasi Morowali menuju Luwuk Banggai di Sulawesi Tengah. Pasalnya jalur ini didominasi jalan pegunungan yang sempit, dengan tanjakan dan turunan panjang serta tikungan teknikal yang menguji konsentrasi.

“Di sini benar-benar menguji fokus dan stamina. Tapi XMAX TECHMAX terasa lebih ringan dan lincah saat harus bermain di tikungan pegunungan,” jelas Om Daeng.

Sementara untuk jalur paling indah, rute Amurang menuju Kotamobagu menjadi favorit. Perjalanan di sana menghadirkan keindahan alam khas Sulawesi Utara yang memadukan pesisir teluk yang tenang dengan pegunungan sejuk. Amurang (Minahasa Selatan) dikenal dengan panorama sunset di Bukit Sasayaban serta pantai berbatu yang eksotis, sementara Kotamobagu menawarkan lanskap dataran tinggi yang asri dan udara sejuk yang menyegarkan.

Performa XMAX TECHMAX

Dibandingkan generasi sebelumnya yang pernah menemaninya hingga ke Timur Tengah, Om Daeng merasakan peningkatan signifikan pada XMAX TECHMAX terbaru. Baik itu dari segi handling dan juga kelincahannya.

“Motor ini terasa lebih ramping, lebih lincah, dan lebih ringan. Handling jauh lebih enak, terutama untuk jalur pegunungan. Overall riding experience meningkat lebih baik,” cetus Om Daeng.

Fitur favorit lain yang dinilai Om Daeng sangat membantu perjalanannya selama touring jarak jauh ini adalah navigasi Garmin Street Cross yang telah terintegrasi di panel TFT meter. Selain itu, jok model Eropa dengan sandaran memberikan kenyamanan ekstra sehingga perjalanan ribuan kilometer tidak terasa melelahkan.

“Awalnya saya pikir (Navigasi) tidak terlalu terpakai. Tapi ternyata ketika saya coba sangat membantu dan petanya pun akurat, apalagi saat hujan saya tidak perlu mengeluarkan HP lagi. Model jok Eropa ini juga enak digunakan, ada lumbar support nya sehingga duduk lama tidak terasa pegal,” tambah Om Daeng.

Menuju NTT, Perjalanan Berlanjut

Setelah menuntaskan perjalanan mengelilingi Sulawesi, Om Daeng kini melanjutkan ekspedisinya ke Nusa Tenggara Timur. Ia dijadwalkan menyeberang dari Pelabuhan Bira, Sulawesi Selatan menuju Labuan Bajo untuk meneruskan misi eksplorasi dan berbagi. Semangat konsistensi, kepedulian sosial, serta ketangguhan berkendara menjadikan perjalanan ini bukan hanya tentang menaklukkan jarak, tetapi juga menghadirkan arti di setiap kilometer yang ditempuh oleh Om Daeng bersama skutik MAXI Yamaha. (*)

Integritas di Pers, Kedalaman di Spiritualitas, Ketangguhan di Alam

February 25, 2026 by  
Filed under Profile

Dar Edi Yoga

Jakarta – Lebih dari tiga dekade menapaki dunia pers, Dar Edi Yoga memaknai profesinya bukan sekadar ruang kerja, melainkan ruang kontemplasi. Baginya, menulis adalah cara merawat nurani sekaligus menjalin dialog dengan kehidupan. “Menulis bagi saya bukan sekadar profesi, tapi cara berdialog dengan kehidupan,” ujarnya, Rabu (24/2).

Pernyataan itu menggambarkan karakter Dar Edi yang tenang, reflektif, namun konsisten dalam pengabdian. Di dunia jurnalistik, rekam jejaknya terbilang panjang. Ia kini menjabat Wakil Ketua Dewan Pertimbangan SMSI Pusat, anggota Pokja Pendataan Dewan Pers, serta Wakil Sekretaris Jenderal Confederation of ASEAN Journalists (CAJ). Di internal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), ia pernah dipercaya sebagai Wakil Bendahara Umum PWI Pusat dan saat ini mengemban amanah sebagai Bendahara PWI Jaya periode 2023–2028.

Tak hanya itu, Dar Edi juga memimpin Askara.co sebagai Pemimpin Redaksi dan terpilih sebagai Ketua Umum Forum Pemred Media Siber Indonesia periode 2024–2029. Pada peringatan Hari Pers Nasional 2022, ia menerima penghargaan Pers Card Number One dari PWI Pusat. Penghargaan tersebut ia maknai sebagai tanggung jawab moral, bukan sekadar simbol prestise.

Kiprahnya juga menjangkau forum internasional. Empat kali menghadiri World Press Freedom Day di Seoul, Korea Selatan, ia membawa perspektif jurnalisme Indonesia ke panggung global. Namun, menurutnya, esensi jurnalisme tetap bertumpu pada integritas pribadi. “Yang terpenting adalah tetap jujur pada hati, bahkan ketika tidak ada yang melihat,” katanya.

Di luar aktivitas redaksional, Dar Edi dikenal aktif dalam pembinaan spiritual. Ia merupakan Master Sahaja Yoga sekaligus praktisi hipnoterapi. Pada periode 2004–2010, ia melatih tenaga dalam Rasa Jati dan bahkan dipercaya membimbing personel Detasemen Deteksi Paspampres serta Kolinlamil. Baginya, spiritualitas bukan sesuatu yang terpisah dari keseharian, melainkan kesadaran yang dihadirkan dalam setiap tindakan.

Kecintaannya terhadap alam tumbuh sejak masa sekolah. Ia mendirikan Elpala SMA 68 Jakarta dan aktif di komunitas Top Ranger and Mountain Pathfinder (TRAMP) sejak 1985. Ia juga pernah menjadi manajer pendakian empat puncak tertinggi dunia bagi pendaki tunadaksa asal Solo, Sabar Gorky. “Gunung mengajarkan kita rendah hati. Di sana, kita belajar bahwa hidup adalah tentang ketekunan,” tuturnya.

Dalam bidang sosial dan kebudayaan, Dar Edi turut menggagas Beranda Ruang Diskusi sebagai ruang temu lintas profesi dan gagasan. Ia juga terlibat dalam Vox Point Indonesia, FORMAS, PERWATUSI, serta saat ini menjabat Sekretaris Yayasan Gardu 08 Indonesia. Pada 4 Desember 2025, ia menginisiasi pagelaran sendratari di Gunung Padang sebagai bagian dari upaya merawat warisan sejarah dan budaya bangsa.

Sebagai umat Katolik, ia aktif dalam pelayanan pastoral di Keuskupan untuk umat Katolik di lingkungan TNI-Polri serta menjadi peserta SAGKI 2025. Pada era 1990-an, ia turut membangun komunitas Karyawan Muda Katolik di Gereja Katedral Jakarta dan Kelompok Meditasi Keluarga Kudus.

Di balik berbagai jabatan dan aktivitas tersebut, Dar Edi tetap memegang prinsip hidup sederhana. Ia menilai pengabdian bukan diukur dari banyaknya posisi, melainkan dari kedalaman kontribusi.

“Hidup bukan tentang seberapa banyak yang kita capai, tapi seberapa dalam kita memberi,” ucapnya.
Bagi Dar Edi Yoga, pengabdian adalah perjalanan panjang yang dijalani dalam kesunyian dan kesetiaan, jauh dari kegaduhan, namun sarat makna. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1599372
    Users Today : 6357
    Users Yesterday : 6385
    This Year : 535882
    Total Users : 1599372
    Total views : 13759187
    Who's Online : 72
    Your IP Address : 216.73.216.54
    Server Time : 2026-04-04