Langkah Cerdas PHM Berbuah Manis di Ajang Public Relations Indonesian Awards 2026

February 24, 2026 by  
Filed under Nusantara

Balikpapan — PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menorehkan prestasi di ajang kehumasan nasional dengan meraih dua penghargaan dalam puncak Public Relations Indonesia Awards 2026 (PRIA) yang digelar baru ini pada Februari 2026, di Yogyakarta.

Dalam ajang yang mempertemukan praktisi komunikasi dari berbagai sektor tersebut, PHM dinobatkan sebagai Silver Winner untuk Program Komik Pesut Mahakam pada kategori Program Komunikasi Social Responsibility (SR), subkategori Community Based Development. Selain itu, PHM juga membawa pulang penghargaan Bronze Winner pada kategori Sustainability Report.

Acara penganugerahan dibuka oleh Aria Nugrahadi yang hadir mewakili Sri Sultan Hamengku Buwono X. Mengusung tema “Merajut Narasi dan Menguatkan Reputasi untuk Negeri”, PRIA 2026 menekankan pentingnya komunikasi strategis dalam membangun kepercayaan publik di tengah era attention economy.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi pengakuan atas konsistensi perusahaan dalam mengembangkan program pelibatan dan pengembangan masyarakat (Community Involvement and Development/CID) yang inovatif dan berkelanjutan.

“Kami memandang program pelibatan masyarakat sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mendukung keberlanjutan operasi hulu migas sekaligus memperkuat reputasi perusahaan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Head of Communication Relations & CID PHM, Achmad Krisna Hadiyanto. Ia menilai penghargaan tersebut membuktikan bahwa strategi komunikasi perusahaan tidak hanya berorientasi pada pencitraan, tetapi juga pada dampak nyata dan keberlanjutan.

Program Komik Pesut Mahakam yang meraih Silver Award merupakan inisiatif edukasi lingkungan berbasis komunikasi kreatif. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga ekosistem Sungai Mahakam dan habitat pesut Mahakam sebagai satwa endemik Kalimantan Timur. Melalui pendekatan visual dan naratif yang ringan, pesan pelestarian lingkungan dapat diterima secara lebih luas oleh masyarakat.

Sementara itu, penghargaan Bronze untuk kategori Sustainability Report menjadi bentuk apresiasi atas komitmen PHM dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Laporan keberlanjutan yang disusun secara sistematis dan terukur tersebut mencerminkan kinerja perusahaan dalam pengelolaan aspek lingkungan, tanggung jawab sosial, serta tata kelola perusahaan yang baik.

Capaian di PRIA 2026 ini mempertegas posisi PHM sebagai perusahaan hulu migas yang tidak hanya berfokus pada target produksi, tetapi juga pada penguatan praktik keberlanjutan yang terintegrasi dalam operasional dan strategi komunikasi.

Sebagai anak usaha PT Pertamina Hulu Indonesia, PHM mengelola Wilayah Kerja Mahakam di Kalimantan Timur dengan mengedepankan prinsip ESG. Bersama SKK Migas dan entitas afiliasi lainnya, PHM terus mendorong inovasi dan penerapan teknologi guna menghasilkan energi yang selamat, efisien, andal, serta ramah lingkungan dalam mendukung ketahanan energi nasional. (JP*)

GratisPol 2026 Capai Dua Kali Lipat Penerima BKT Isran-Hadi

February 23, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Genap satu tahun kepemimpinan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud – Wakil Gubernur Seno Aji, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (ALIANSI GERAM) melakukan aksi demo di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Jalan Gajah Mada, Senin (23/2/2026).

Rudy Mas’ud yang menerima kehadiran mahasiswa secara langsung, sempat membandingkan program GratisPol Pendidikan yang akan berjalan di tahun kedua masa pemerintahannya, dengan Beasiswa Kalimantan Timur (BKT) era Isran Noor – Hadi Mulyadi.

Dengan setelan jas hitam, dari biru muda dan sepatu mengkilat, ia duduk bersila bersama mahasiswa, menciptakan suasana yang lebih akrab dan santai. Harum, sapaan akrab Rudy Mas’ud pun membuka perbincangan dengan menanyakan langsung data dan pengalaman mahasiswa terkait program beasiswa yang mereka terima.

“Adik-adik semua, ada yang punya data tentang berapa jumlah mahasiswa yang sudah mendapatkan manfaat Beasiswa Kaltim atau program GratisPol?,” tanyanya.

Sejumlah mahasiswa menyampaikan, banyak yang menerima bantuan GratisPol, dan mereka meminta transparansi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Karena beberapa kasus ditemukan mahasiswa yang dikabarkan tidak lolos seleksi meski memenuhi syarat administrasi.

Gubernur kemudian menjelaskan capaian program GratisPol secara rinci di tahun 2025, sekaligus membandingkan skala dan cakupan BKT era kepemimpinan Isran Noor – Hadi Mulyadi dengan program GratisPol yang akan berjalan di tahun kedua kepemimpinannya.

“Beasiswa Kaltim Tuntas tahun kedua (2020), tidak lebih dari 5.000 penerima. Sedangkan program GratisPol 2025, meski baru berjalan pertengahan tahun anggaran, menjangkau 24.890 mahasiswa,” bebernya.

Jika dilihat berdasarkan data dari Pemprov Kaltim, Beasiswa Kaltim Tuntas dan Stimulan di era Isran – Hadi selama lima tahun terakhir (2019-2023), menyalurkan total Rp1,01 triliun untuk 69.631 mahasiswa, dengan rincian BKT Tuntas Rp743,6 miliar (25.358 penerima) dan BKT Stimulan Rp268,6 miliar (44.273 penerima).

Adapun rincian program BKT Tuntas, antara lain; 2019 – Rp118.740.557.300 (3.978 penerima); 2020 – Rp115.926.751.755 (4.386 penerima); 2021- Rp107.292.222.010 (3.368 penerima); 2022 – Rp190.542.109.250 (6.556 penerima); 2023 – Rp211.104.226.755 (7.070 penerima).

Sementara rincian program BKT Stimulan, yakni; 2019 – Rp13.235.500.000 (2.320 penerima); 2020 – Rp21.058.400.000 (5.148 penerima); 2021 – Rp38.274.853.000 (5.899 penerima); 2022 – Rp73.543.060.000 (11.535 penerima); 2023 – Rp122.486.635.000 (19.371 penerima).

 

Ia kemudian memaparkan bahwa program GratisPol tahun 2026 menargetkan 158.981 mahasiswa dengan anggaran Rp1,38 triliun. Program ini mencakup mahasiswa S1 hingga S3, termasuk mereka yang berasal dari luar daerah maupun luar negeri, tanpa membeda-bedakan gender, agama, atau status ekonomi.

“Semua mahasiswa Kaltim yang memiliki KTP dan berdomisili minimal tiga tahun berhak mendapatkan bantuan ini,” bebernya.

Berdasarkan data Biro Kesra Setda Kaltim, rincian kebutuhan dan penerima manfaat program GratisPol di tahun 2026 adalah sebagai berikut:

– Mahasiswa S1: Rp1.181.973.000.000 (149.307 penerima);

– Mahasiswa S2–S3: Rp133.668.000.000 (7.449 mahasiswa);

– Mahasiswa Luar Kaltim: Rp12.870.000.000 (892 mahasiswa);

– Mahasiswa Luar Negeri: Rp14.844.500.000 (133 penerima);

– GratisPol Khusus: Rp34.506.000.000 (1.200 penerima).

“Itulah kami, dengan hari ini APBD kita yang turun Rp7 triliun. Dari Rp21 triliun menjadi Rp14,25 triliun, kami tetap prioritaskan untuk pendidikan adik-adik ini semuanya. Kita bayar langsung ke 52 kampus baik swasta maupun negeri. Kampus yang memberikan verifikasi. Jika tidak memenuhi persyaratan, maka tidak dihitung. Karena tentu kita juga ada syarat-syaratnya,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menekankan satu hal kepada seluruh mahasiswa, bahwa Pemprov Kaltim tidak pernah memutuskan secara sepihak terkait penerima program GratisPol.

Yang memutuskan penerima sepenuhnya adalah pihak kampus, setelah melalui proses evaluasi yang jelas dan transparan. Semua rektor dari universitas negeri maupun swasta akan menyampaikan hasil verifikasi secara resmi.

“Kaltim ini menjadi etalase Indonesia, ibukota Nusantara. Maka, pendidikanlah yang paling utama. Sebab yang mampu memutuskan rantai kemiskinan dan kemunduran, cuma pendidikan. Lebih dari itu enggak ada,” tutupnya. (*)

PDC Raih Bronze Winner di PRIA 2026

February 23, 2026 by  
Filed under Nusantara

Yogyakarta — PT Patra Drilling Contractor (PDC) meraih Bronze Winner pada Kategori Kanal Digital, Subkategori Media Sosial dalam ajang Public Relations Indonesia Awards (PRIA) 2026. Penghargaan tersebut diserahkan di Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta.

Partisipasi PDC dalam PRIA bukanlah yang pertama. Namun tahun ini menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya PDC meraih penghargaan di kategori media sosial. Prestasi ini mencerminkan konsistensi PDC dalam mengelola komunikasi digital secara strategis, terukur, dan berkelanjutan.

PRIA 2026 diikuti lebih dari 580 karya dari instansi pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, hingga lembaga pendidikan yang bersaing dalam 11 kategori. Ajang ini menjadi salah satu tolok ukur kredibel dalam menilai kinerja komunikasi dan kehumasan di Indonesia, dengan indikator penilaian meliputi inovasi, kreativitas, serta efektivitas strategi komunikasi.

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas komitmen PDC dalam menghadirkan komunikasi digital yang informatif, edukatif, dan relevan bagi para pemangku kepentingan.

Melalui pengelolaan media sosial—khususnya Instagram—PDC dinilai mampu memperkuat reputasi perusahaan, meningkatkan keterlibatan publik, serta menyampaikan informasi operasional dan program tanggung jawab sosial secara transparan.

Corporate Secretary PDC, Ani Aryani, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi tim dengan dukungan manajemen dalam memperkuat peran komunikasi PDC di ruang digital.

“Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus cerminan komitmen kami dalam membangun komunikasi yang transparan, informatif, dan bernilai. Media sosial kami tidak hanya menjadi sarana publikasi, tetapi juga ruang untuk memperkuat reputasi perusahaan serta menegaskan dedikasi kami terhadap keselamatan kerja, profesionalisme, dan keberlanjutan,” ujarnya.

Ani menambahkan, capaian ini menjadi motivasi bagi PDC untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan media sosial, sehingga lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan publik.

Ke depan, PDC akan terus mengembangkan strategi komunikasi digital melalui penguatan storytelling korporasi, optimalisasi pemanfaatan data analitik, serta peningkatan interaksi yang lebih aktif dan responsif.

Prestasi ini diharapkan semakin memperkuat reputasi PDC sebagai perusahaan jasa penunjang industri energi yang adaptif dalam komunikasi digital, sekaligus membangun hubungan yang transparan dan berdampak positif bagi para pemangku kepentingan. (*)

Menapaki Malam Ramadan di Islamic Center

February 23, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Masjid Islamic Centre Samarinda

SAMARINDA — Malam kelima Ramadan di Masjid Islamic Center Samarinda berlangsung khusyuk. Ribuan jamaah memadati area dalam dan pelataran masjid yang berdiri megah di tepi Sungai Mahakam tersebut.

Masjid yang dikenal sebagai salah satu ikon Kota Samarinda itu memiliki arsitektur bergaya Timur Tengah dengan kubah utama besar berwarna hijau kebiruan yang menjulang, dikelilingi menara tinggi yang terlihat dari berbagai sudut kota. Pilar-pilar kokoh serta ruang utama yang luas memberi kesan agung, namun tetap terbuka bagi siapa saja yang datang beribadah.

Diresmikan pada awal 2000-an, masjid ini dibangun sebagai pusat kegiatan keagamaan dan syiar Islam di Kalimantan Timur. Sejak itu, Islamic Center tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang pertemuan umat dalam berbagai momentum keislaman.

Di antara jamaah malam itu, Thalia (24), warga Samarinda Seberang, mengaku baru pertama kali melaksanakan tarawih di masjid tersebut. Ia sengaja datang untuk merasakan langsung suasana ibadah di lokasi yang selama ini hanya ia lihat dari kejauhan.

“Ingin merasakan suasana bertarawih di ikon Kota Samarinda. Sebelumnya belum pernah juga salat di sini, jadi ingin merasakan salat di masjid ini,” ujarnya usai salat.

Menurutnya, suasana tarawih terasa berbeda. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di ruang utama yang luas. Fasilitas kipas angin yang tersebar membuat jamaah tetap nyaman meski jumlahnya cukup banyak.

“Nyaman aja kok, banyak kipas juga jadi enggak gerah,” terangnya.

Tak hanya menjadi ruang spiritual, kawasan sekitar masjid juga hidup dengan aktivitas ekonomi Ramadan. Usai tarawih, jamaah berbaur di area bazar dan Pasar Ramadan yang menawarkan beragam jajanan. Thalia pun memanfaatkan momen tersebut untuk sekadar melihat-lihat dan membeli camilan. (intan)

Bubur Peca dan Rindu Ramadan Lama di Masjid Shiratal Mustaqiem

February 23, 2026 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – Tradisi berbuka puasa dengan bubur peca di Masjid Shiratal Mustaqiem tidak hanya menarik jamaah sekitar Samarinda Seberang, tetapi juga warga dari berbagai penjuru kota yang datang untuk merasakan suasana Ramadan yang dinilai semakin jarang ditemui.

Sejak siang hari, bubur peca mulai dibagikan kepada jamaah. Menu khas yang hanya hadir saat Ramadan ini dikenal dengan tekstur lebih padat dan cita rasa gurih-rempah yang kuat, berbeda dari bubur pada umumnya. Dimasak menggunakan tungku kayu, aroma khasnya menjadi bagian dari pengalaman berbuka di masjid tertua di Samarinda tersebut.

Anjani (24), warga KS Tubun, mengaku sengaja datang untuk merasakan atmosfer Ramadan yang kental.

“Saya datang ke sini untuk ikut merasakan berbuka puasa dengan vibes yang sangat kental. Ketika berbuka di sini bisa mengingatkan saya pada masa kecil,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).

Hal serupa disampaikan Eka (40), warga Bengkuring, yang menjadikan kunjungan ke masjid ini sebagai agenda rutin setidaknya setahun sekali bersama keluarga.

“Saya senang datang ke sini karena suasananya beda. Ramadan-nya sangat terasa,” katanya.

Menurutnya, suasana kebersamaan seperti ini sudah semakin sulit ditemukan di kota-kota besar. Karena itu, ia ingin anak-anaknya ikut merasakan pengalaman yang sama.

“Saya juga mau mengajarkan anak-anak biar ikut merasakan suasana Ramadan yang berbeda di sini. Saya pertama kali makan bubur peca justru di sini,” ujarnya.

Tradisi bubur peca yang telah berlangsung lebih dari satu abad itu kini bukan sekadar warisan kuliner, tetapi juga ruang nostalgia bagi warga. Di tengah geliat kota yang terus berkembang, Masjid Shiratal Mustaqiem menghadirkan suasana Ramadan yang tetap sederhana, hangat, dan sarat makna. (intan)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1598411
    Users Today : 5396
    Users Yesterday : 6385
    This Year : 534921
    Total Users : 1598411
    Total views : 13751979
    Who's Online : 56
    Your IP Address : 216.73.216.54
    Server Time : 2026-04-04