Ramadan Jadi Strategi Pariwisata, Dispar Kaltim Gerakkan UMKM dan Komunitas

February 22, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Dinas Pariwisata Kalimantan Timur resmi membuka Kampung Ramadan Temindung 2026 bertajuk Gebyar Ekonomi Kreatif & Kuliner Ramadan Kalimantan Timur di halaman Temindung Creative Hub, Sabtu (21/2/2026) malam.

Kegiatan yang digelar selama 20 hari penuh ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi kreatif sekaligus destinasi ngabuburit baru bagi masyarakat Samarinda.

Pembukaan Kampung Ramadan Temindung 2026 turut diramaikan dengan berbagai rangkaian kegiatan, salah satunya tradisi Begerakan Sahur yang menjadi daya tarik budaya agar memeriahkan bulan suci.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, mengapresiasi penyelenggara kegiatan, yakni Gekraf Kalimantan Timur dan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) atas kolaborasi yang terjalin.

“Kegiatan ini bukan sekadar pasar Ramadan, tetapi gerakan ekonomi, ruang kolaborasi, dan etalase kreativitas Kalimantan Timur,” ujar Ririn.

Menurutnya, kawasan eks Bandara Temindung selama Ramadan didorong menjadi destinasi kreatif dan pusat aktivitas masyarakat. Dengan melibatkan puluhan pelaku UMKM dan komunitas kreatif, event ini menjadi bukti bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat tumbuh berdampingan serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Pariwisata hari ini bukan hanya tentang objek wisata, tetapi tentang pengalaman. Kampung Ramadan Temindung menghadirkan pengalaman lengkap, mulai dari kuliner khas Ramadan, bazar fesyen muslim, kerajinan lokal, hingga festival budaya seperti Begerakan Sahur, pawai obor, dan halal lifestyle festival,” jelasnya.

Ia menambahkan, event berbasis budaya dan religi seperti ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan kunjungan masyarakat sekaligus perputaran ekonomi lokal.

Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Pariwisata pun berkomitmen mendorong kegiatan serupa masuk dalam kalender tetap pariwisata daerah.

“Kita ingin setiap momentum, termasuk Ramadan, menjadi peluang untuk meningkatkan okupansi hotel, menghidupkan sektor transportasi dan kuliner, serta membuka ruang transaksi bagi UMKM,” katanya.

Ririn juga menegaskan, penguatan ekonomi kreatif menjadi prioritas, seiring posisi Kalimantan Timur sebagai gerbang masa depan Indonesia. Produk fesyen muslim, kuliner khas daerah, kerajinan tangan, hingga pertunjukan seni dinilai sebagai identitas sekaligus kekuatan ekonomi daerah.

Ia berharap Kampung Ramadan Temindung 2026 mampu meningkatkan omzet UMKM secara signifikan, menciptakan destinasi Ramadan yang ikonik dan berkelanjutan, menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha, serta memperkuat citra Kaltim sebagai provinsi kreatif dan religius.

“Kepada seluruh masyarakat, mari kita ramaikan dan sukseskan kegiatan ini. Belanja di UMKM lokal berarti kita menggerakkan ekonomi tetangga kita sendiri. Hadir di event ini berarti kita ikut membangun ekosistem ekonomi kreatif daerah,” pungkasnya.

Kampung Ramadan Temindung 2026 diharapkan tidak hanya membawa keberkahan selama bulan suci, tetapi juga meningkatkan kunjungan wisata dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat Kalimantan Timur. (yud)

Mengapa Meminta Maaf ?

February 22, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Ramadhan Hendry Ch Bangun

Beberapa hari sebelum masuk bulan Ramadhan, di grup WA atau di ponsel kita, penuh dengan permintaan maaf, mohon dimaafkan bila memiliki kesalahan disengaja atau tidak sengaja, berupa kata-kata ataupun tindakan. Konon, agar ketika menjalankan ibadah sebulan penuh ini tidak ada lagi ganjalan di hati sehingga ibadahnya lancar dan diterima Allah Subhana wa taala.

Hendry Ch. Bangun

Fenomena ini sudah berlangsung lama, tidak tahu persis kapan dimulai, tetapi agaknya ketika telpon seluler menjadi milik semua, bukan lagi barang ekslusif seperti era Motorolla yang dimiliki hanya segelintir orang kaya. Ketika ponsel semakin cerdas tidak lagi hanya kata atau kalimat, ada gambar, ikon, meme, simbol, meramaikan ucapan itu.

Menurut ahli, meminta maaf atau menerima maaf mengurangi stress dan kecemasan, membuat lega dan seperti lepas dari himpitan perasaan bersalah, serta meningkatkan kesehatan mental. Dan apabila dilakukan secara personal, tatap muka, dapat mengembalikan kualitas hubungan interpersonal. Tercipta saling menghargai dan bisa jadi hubungan yang tadinya buruk kembali membaik, menjadi teman baru lagi, dan ada manfaat bagi keduanya ke depan.

(Meski dalam ilmu manajemen diingatkan, orang yang bertindak buruk kepadamu, jangan lagi dijadikan teman, jangan dipercaya, karena sewaktu-waktu, entah kapan, dia kembali akan menyakitimu. Itulah sifat manusia. Oleh karena itu, forget it. Coret dari daftar kontak).

Tetapi di bulan baik ini, meminta maaf tentu perbuatan mulia. Bahkan menurut salah satu hadis, orang yang mau memaafkan orang yang berbuat salah, berbuat dosa kepadanya, akan dibangunkan istana dari emas di surga. Memberi maaf bukan merendahkan diri, justru dikatakan bakal mengangkat derajat seseorang. Dan pemaaf adalah satu ciri orang bertaqwa, sesuatu yang ingin dimiliki oleh setiap manusia.

Dan kalau bicara soal pahala, khsususnyadi Ramadhan ini, pastilah akan berlipat ganda karena dia seperti membuat dosa antarmanusia, seorang dengan seseorang, sudah hilang. Tentu kita semua tahu, Allah itu Maha Pemaaf (Al Afuww), Maha Pengampun (Al Ghaffar), apabila ada kesalahan kepadaNya, kalau kita meminta, pasti dimaafkan dan dosa kita diampuni. Sebesar apapun itu, bahkan sebanyak buih di samudera.

Tetapi dosa sesama manusia itu, hanya bisa dihapus kalau orang yang disakiti mau memberi maaf. Kalau tidak mau, tidak sempat, maka itu urusannya di akhirat sana. Maka dikatakan ada orang yang sepertinya amalnya sedikit, tetapi ketika dihisab nanti, hartanya di sana seperti emas sebesar gunung. Sebab semasa hidup di bumi, dia selalu dibully, dianiaya, digossipi, dipandang rendah, dan itu semua menjadi pahala baginya. Yang otomatis mengurangi pahala para pelaku, pembully, penganiaya, pemfitnah, sadar atau tidak sadar. Di sinilah sebenarnya, tradisi saling memaafkan, apalagi dilakukan secara fisik, menjadi sangat krusial kita lakukan. Kalau via WA, atau Instagram, Telegram, apalagi kalau bersifat generik, ya kadarnya sedikit. Itupun kalau diterima. *
Saya ingat suatu ketika KH Aqil Siradj diundang ke PWI Pusat diinisiasi Ilham Bintang, Dewan Kehormatan PWI, untuk mendapatkan masukan ahli agama itu tentang profesi wartawan. Waktu itu PWI satu-satunya organisasi wartawan yang mengakui bahwa pekerja media entertainmen sebagai wartawan. Yang lain masih menganggap bukan, karena pekerjaannya hanya menulis hal-hal tidak penting, tidak terkait dengan kepentingan publik, ecek-ecek.
Dalam kesempatan tersebut tokoh NU itu ditanya soal berita tentang artis, penyanyi, pesohor, yang kadang bersifat hura-hura, isyu perselingkuhan, perceraian, gossip rumah tangga dan sejenisnya.
“Berita seperti itu ghibah. Dan ghibah itu dosa,” katanya tegas.
“Kalau itu fakta, Pak Kyai ?”
“Fakta ya dosa. Apalagi kalau belum tentu kebenarannya. Membicarakan seseorang itu berdosa walaupun itu benar.”
Akhirnya hadirin mati kutu. Maksud hati ingin justifikasi pemberitaan entertainmen sebagai produk jurnalistik yang standar, menjadi goyah. Tapi setidaknya wartawan yang hadir, umumnya pengurus, sudah mendapatkan kepastian dari sisi hukum agama.
Apakah lalu media entertainmen surut? Ya tidak. Masalahnya fulus. Sudah banyak yang untung milyaran rupiah per bulan pada waktu itu, ya tentu saja apa yang disampaikan KH Aqil Siradj hanya dianggap masukan untuk dipikirkan. Keputusan tetap di tangan manajemen. Soal dosa itu urusan nanti. Dunia dulu Boss, mungkin begitu pikir si pemilik media.
Ya kalau dipikir-pikir, artis-artis, pemain sinetron, para penyanyi, yang diberitakan tentang hal yang benar, apalagi yang belum pasti sesuai fakta, mendapat pahala bertumpuk di akhirat nanti dari karya jurnalistik media entertainmen. Apakah pernah ada permintaan maaf secara individu dari pekerja pers, awak media kepada mereka, rasanya sih tidak. Mudah-mudahan ada dan juga mudah-mudahan sadar untuk minta maaf mumpung bulan baik dan masih ada nafas.
Bagaimana pula dengan media yang dalam pemberitaannya banyak memberikan label negatif, menghakimi tanpa konfirmasi, mengambil untung dari rasa takut narasumber, bahkan dengan sengaja melakukan fitnah tanpa dasar? Kalau ini jelas. Dari sisi Kode Etik Jurnalistik (KEJ) saja sudah melanggar pasal-pasal tertentu dan ada sanksinya. Termasuk kewajiban minta maaf apabila tidak akurat, ada itikad buruk. Maaf di sini sebagai upaya menyenangkan hati, menyembuhkan luka dari orang tersakiti oleh berita, sekaligus menunjukkan kualitas, kedewasaan, harkat dan martabat media, yang memberitakan.
Tetapi apakah kalau medianya sudah meminta maaf berarti “dosa” maka si wartawan yang menulis, atau editor yang “meloloskan” bahkan mungkin “mengarahkan” berita insinuatif, bohong, tidak akurat, sudah hilang? Itu urusan Yang Di Atas.
Kalau mekanisme kerja, proses jurnalistik, sudah jelas. Karya jurnalistik adalah satu produk hasil mata rantai panjang, mulai dari perencanaan, pengumpulan fakta dan data di lapangan, proses penulisan, proses editing, dan akhirnya persetujuan diberitakan atau disiarkan. Setiap titik itu ada peran. Semua terlibat, meski penanggungjawab akhir ada di tangan pengambil keputusan bahwa berita layak ditayangkan. *
Dalam banyak hal harus diakui kualitas media dan wartawan kita secara umum masih terdapat kualitas yang njomplang. Ada yang mutunya bisa disamakan dengan media-media di negara maju seperti AS, Eropa, Jepang, yang jelas proses rekruitmen, jelas pelatihan rutin, jelas proses pematangan dengan liputan-liputan bertahap, dst. Ada yang sama sekali tidak bermutu, main tunjuk seseorang menjadi wartawan, tidak dibekali pemahaman KEJ, tidak dilatih, tidak diberi pengarahan. Langsung terjun ke lapangan. Cakupannya dari A sampai Z.
Dengan kondisi seperti ini, pemahaman tentang tanggungjawab moral dan etika ya bervariasi juga. Ada yang peka terhadap nama baik, privasi individu, dan menahan diri untuk menerobos wilayah pribadi meskipun mungkin orang yang akan jadi narasumber itu pejabat atau memiliki tugas berurusan dengan publik. Ada yang terpaksa menabrak batas karena kewajiban kantor untuk melengkapi berita yang akan disiarkan, atau minimal memberi ruang konfirmasi. Ada yang tidak peduli karena bagi mereka, berita harus menjadi viral, banyak klik, lebih penting.
Ada media yang sudah jelas mengambil posisi tertentu sehingga mau benar atau salah maka sosok tertentu selalu dicari sisi negatifnya. Ada yang karena unsur tertentu sebaliknya mengambil sisi positif dan sepihak atas kegiatan-kegiatan sosok atau kelompok itu. Nilai berita menjadi nisbi disesuaikan dengan kepentingan.
Maka media bisa menjadi pembawa kabar baik, berita menyenangkan, memberi gairah, memberi inspirasi, dan semangat. Ada yang membuat sakit kepala, meningkatkan emosi, sampai ke proses hukum karena dianggap sudah merusak nama baik. Ini tidak lepas dari visi misi media, ketika didirikan, ataupun menyesuaikan diri dengan kondisi sosial politik dan pendapatan.
Sambil menunggu berbuka puasa, yang dianjurkan berzikir dan membaca doa, sebagai orang yang menyebut dirinya wartawan, bagus juga kita melihat ulang ke belakang. Masih adakah kesalahan, kelalaian, yang telah membuat orang sakit hati, entah itu narasumber, masyarakat, rekan kerja, rekan satu organisasi, yang belum kita mintakan maafnya? Mari tanyakan ke hati nurani.
Itupun kalau dianggap perlu. Semua terserah Anda. Wallahu a’lam bishawab.
Ciputat 22 Februari 2026.

CIMB Niaga Syariah Luncurkan Program Jumat Baik, Perkuat Komitmen untuk Melangkah Sesuai Kaidah

February 22, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA. Bulan Ramadan selalu menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbanyak kebaikan. Sejalan dengan semangat tersebut, Unit Usaha Syariah PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) meluncurkan inisiatif baru berupa Program Jumat Baik yang akan dilaksanakan di berbagai kota di Indonesia. Sebagai tahap awal, program dilaksanakan secara serentak di lima Kantor Cabang Syariah (KCS) yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar pada Jumat (20/2/2026).

Program Jumat Baik merupakan bagian dari komitmen CIMB Niaga Syariah untuk terus Melangkah Sesuai Kaidah dengan menghadirkan nilai tambah yang relevan bagi masyarakat di sekitar kantor cabang, tidak hanya melalui layanan perbankan, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang berdampak langsung. Inisiatif ini dirancang agar setiap KCS terus menghadirkan pelayanan terbaik sekaligus memberikan kontribusi nyata yang selaras dengan kebutuhan lingkungan setempat.

Chief of Syariah Consumer & Emerging Business Banking CIMB Niaga Bung Aldilla mengatakan, program ini menjadi sarana untuk memperkuat engagement dengan masyarakat serta memperluas manfaat keberadaan CIMB Niaga Syariah di lingkungan sekitar kantor cabang.

“Melalui kegiatan yang relevan dan membumi seperti Program Jumat Baik, kami berharap CIMB Niaga Syariah semakin dekat dan dipercaya masyarakat. Ini sejalan dengan purpose CIMB Niaga untuk Advancing Customers and Society, yaitu senantiasa membantu nasabah dan masyarakat mewujudkan mimpi serta aspirasinya dengan semangat bekerja dari hati,” ujar Bung Aldilla.

Program Jumat Baik perdana mengangkat tema kesehatan dengan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan tanpa biaya menggunakan teknologi Quantum Resonance Magnetic Analyzer (QRMA). Pemeriksaan ini memberikan gambaran umum kondisi kesehatan, sehingga peserta dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko sejak dini. Kegiatan diikuti oleh berbagai kalangan, termasuk Pahlawan Keluarga pengemudi ojek online, nasabah, dan masyarakat sekitar. Selama Ramadan, peserta juga mendapatkan hidangan berbuka puasa.

Program Jumat Baik pada bulan Ramadan ini merupakan awal dari perjalanan Program Jumat Baik yang akan diselenggarakan secara rutin di seluruh KCS di kota lainnya di Indonesia. Ke depan, Program Jumat Baik akan dikembangkan dengan beragam tema sesuai kebutuhan masyarakat di setiap wilayah, seperti kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan komunitas.

Melalui program ini, kantor cabang tidak hanya berperan sebagai pusat layanan finansial, tetapi juga sebagai pusat kebaikan yang memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. CIMB Niaga Syariah berkomitmen untuk menghadirkan layanan terbaik sekaligus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sosial di setiap lokasi kehadirannya.

“Inisiatif ini juga menjadi upaya untuk memperkuat peran lembaga keuangan syariah sebagai mitra masyarakat yang modern, relevan, dan membawa kemaslahatan,” ujar Bung Aldilla. (*)

Dari Kota Batulicin

February 22, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA belum pernah ke Batulicin. Itu ibu kota Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Lewat jalan darat ditempuh 8 sampai 10 jam dari Balikpapan. Kalau dari Banjarbaru jaraknya 219 km. Ditempuh sekitar 5 jam. Jauh juga.

Nama Batulicin City di waktu malam. Tampak sangat indah dengan aneka warna lampu

Nama Batulicin dan Tanah Bumbu memang menarik. Konon penamaan Batulicin karena di sana banyak ditemukan batu-batuan yang halus dan licin di sepanjang sungai. Sedang Tanah Bumbu bukan berarti di sana banyak bumbu. Tapi berasal dari wilayah Kerajaan Tanah Bumbu pada abad ke-17. Nama ini merujuk pada wilayah pusat pemerintahan kerajaan yang berada di sekitar Sungai Bumbu.

Usia Kabupaten Tanah Bumbu baru 23 tahun. Berdasarkan UU Nomor 2 Tahun 2003, berdiri pada tanggal  27 Januari 2003 sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Kotabaru. Penduduknya pada 2024 sekitar 360 ribu jiwa dengan luas wilayah 5.066,96 kilometer persegi. Khusus Batulicin dihuni sekitar 21.114 jiwa dengan luas wilayah 163 kilometer persegi.

Belakangan nama Batulicin makin viral, lantaran di sini “markasnya” orang paling kaya Kalimantan yaitu Haji Isam, sang “raja batubara dan sawit.” Siapa yang tak kenal dengan haji yang satu ini. Apalagi dia sekarang dekat dengan Presiden Prabowo Subianto. Nama aslinya adalah H Andi Samsudin. Bukan asli Kalsel, tapi  darahnya dari Sulsel.

Rumah atau istana Haji Isam di Batulicin sangat mewah dan luas. Bayangkan, mencapai 20 hektare. Maklum di situ ada lintasan offroad, yang memang menjadi hobi sang crazy rich. Jalan menuju rumahnya jalan khusus dan diberi nama Jalan Haji Isam.

Tapi saya datang ke Batulicin, pekan lalu bukan ingin menemui Haji Isam. Tapi saya memenuhi undangan Sayed Jafar Alaydrus (SJA), mantan Bupati Kotabaru yang sekarang menjadi Ketua DPD Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kalsel. Saya berangkat dengan Pak Alinur, lalu bergabung dengan aktor legenda Roy Marten yang terbang dari Jakarta. Roy ditemani Ali Imron juga kembali diundang SJA.

Kami datang untuk mendukung SJA yang lagi menebar “virus” Hanura agar mampu berjaya dan menang pada Pemilu 2029 nanti. Sengaja bendera start dia mulai kibarkan di dua kabupaten yaitu Batulicin dan Kotabaru, karena itu wilayah “kekuasan” dan tanah kelahirannya.

SJA dan istri, Roy Marten, Sekretaris Hanura Syarifah Santiyansah serta Ketua Hanura Kotabaru Sayed Sultan Yasin Alaydrus berfoto bersama anak yatim setelah pemberian santunan

Pengibaran bendera start Hanura itu ditandai dengan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura Batulicin dan Kotabaru. Ketua DPC Batulicin adalah Suaidi dengan sekretaris Wisda Dewai dan bendahara H Iwan. Sedang Ketua DPC Kotabaru dipercayakan kepada Sayed Sultan Yasin Alaydrus, BM, yang tak lain putra kandung SJA. Sayed Sultan didampingi sekretaris Suriyah, SE.

“Kita sengaja memulai mengibarkan bendera Hanura dari dua kota ini, karena di wilayah ini akan menjadi basis perjuangan dan kekuatan Hanura Kalsel,” kata SJA penuh semangat.

Menurut Sayed Jafar, dia lahir di Batulicin. Lalu pada usia 8 tahun hijrah ke Kampung Baru Balikpapan. Sukses berusaha di perminyakan, dia mengembangkan usahanya di kampung halaman sampai terjun ke politik. Alhamdulillah, dia sukses menjadi Bupati Kotabaru selama dua periode, 2016 sampai 2025.

Acara pelantikan DPC Batulicin berlangsung meriah di kediaman pribadi Sekretaris Hanura Kalsel, Hj Syarifah Santiyansyah, SH, M.Si di Jl Cappa Padang. Rumahnya megah dan luas berwarna putih. Seperti Gedung Putih. Hj Syarifah Santiyansyah adalah adik kandung SJA, yang akrab dipanggil Bunda atau Puang Neni dan pernah menjadi anggota DPRD Kalsel dari Partai Golkar.

Sebelum menuju Kotabaru, Sayed Jafar menyempatkan ziarah ke makam orangtua. Juga ziarah ke makam leluhur di Komplek Kuburan Raja Batulicin. “Saya baru tahu kalau Pak Sayed Jafar ada garis keturunan dengan kerabat Raja Batulicin,” kata Alinur, yang setia mendampingi SJA.

SAYED SULTAN SIAP

Sementara pelantikan Sayed Sultan Yasin berlangsung tak kalah meriah di gedung milik SJA sendiri, Gedung SJA 309 Hilir Muara, yang masuk di wilayah Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kotabaru. Gedungnya megah di tepi pantai. Tersedia beberapa fasilitas ruang rapat dan kamar yang representatif.

SJA didampingi Roy Marten disambut tarian adat Kotabaru. Roy tampak terpukau ketika dikalungi untaian kembang dan selendang. Dia mengaku baru pertama kali ke Kotabaru. Selama ini dia hanya mengenal lewat lagu dan film Saranjana.

Setelah dilantik dan menerima bendera Hanura, Sayed Sultan Yasin mengatakan, dia bersama pengurus baru lainnya sudah siap bahu membahu untuk berjuang memenangkan Partai Hanura di seluruh wilayah Kabupaten Kotabaru, yang memiliki 15 kecamatan dan 245 desa.

Sejalan dengan keinginan DPD, dalam pembentukan PAC di tingkat kecamatan, dia memberi kesempatan generasi muda untuk berkiprah lebih banyak. “Nanti kita kolaborasikan dengan pengalaman para senior agar tercipta kekuatan yang solid untuk membesarkan partai,” tandas Sayed Sultan.

SJA berharap DPC Hanura Kotabaru menjadi role model kebangkitan partai Hanura di Benua,  setelah dua periode absen. “Ini momen kebangkitan kejayaan Partai Hanura di Kalsel. Apalagi ketua umum DPP Hanura juga orang Kalimantan yaitu Pak Oesman Sapta Odang (OSO),” jelasnya.

Menurut SJA, dia akan ngebut untuk pembentukan dan pelantikan pengurus baru di Tingkat kabupaten/kota.  “Ini baru dua dari 13 kabupaten/kota di Kalsel yang dilantik. Tekad kita tiga bulan ke depan, sudah selesai pengukuhan di semua daerah,” jelasnya.

Selama berada di Batulicin dan Kota Baru, saya dan Roy Marten dijamu SJA dengan berbagai kuliner andalan urang Banjar terutama soto Banjar. Roy sendiri banyak didaulat ibu-ibu agar bisa foto selfie. Sebelum pulang, dia masih sempat ikut senam bersama Hanura di Kotabaru. “Kalau begini hebatnya antusias masyarakat, saya optimistis Hanura di Kalsel  benar-benar bangkit,” katanya memuji.(*)

Pemkab Kubar Tetapkan Perusahaan Kelapa Sawit Buat Jalan di Kecamatan Bentian Besar

February 21, 2026 by  
Filed under Kutai Kartanegara

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menegaskan komitmennya menjaga hak masyarakat atas akses jalan yang layak di Kecamatan Bentian Besar. Melalui konferensi pers di Kantor Bupati, pemerintah daerah menetapkan masa penyesuaian selama enam bulan kepada perusahaan yang aktivitasnya dinilai berdampak pada kondisi infrastruktur jalan warga.

Asisten II Setda Kutai Barat, Ali Sadikin mengatakan, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang sebelumnya menyampaikan keluhan terkait kerusakan jalan akibat operasional perusahaan. Pemerintah memandang persoalan akses jalan sebagai hal krusial karena menyangkut mobilitas dan aktivitas harian masyarakat.

Menurutnya, keputusan itu diambil setelah rapat koordinasi lintas instansi yang melibatkan kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, Satpol PP, serta Bagian Hukum dan Sumber Daya Alam Setkab Kutai Barat.

“Rapat koordinasi ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menetapkan langkah konkret. Aspirasi masyarakat menjadi perhatian utama kami,” ujarnya.

Pada rapat tersebut disepakati perusahaan diberikan waktu enam bulan sejak 18 Februari 2026 untuk melakukan pembenahan, termasuk kewajiban menyiapkan akses jalan baru. Selama masa transisi, perusahaan masih diperbolehkan menjalankan operasionalnya, namun harus bertanggung jawab penuh terhadap setiap kerusakan jalan yang terjadi akibat aktivitas mereka.

Pengawasan akan dilakukan secara berkala oleh instansi terkait guna memastikan seluruh kewajiban dijalankan sesuai komitmen. Pemerintah menegaskan masa transisi bukan bentuk toleransi tanpa batas, melainkan kesempatan agar perusahaan menunjukkan itikad baik dan tanggung jawab sosialnya.

Apabila kewajiban tersebut tidak dipenuhi, pemerintah daerah memastikan akan mengambil tindakan tegas sesuai peraturan yang berlaku.

Pemkab Kutai Barat berharap seluruh pihak dapat menjaga komunikasi dan koordinasi agar kegiatan usaha tetap berjalan seiring dengan terpenuhinya hak masyarakat atas akses jalan yang aman, nyaman, dan memadai. (arf)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1609038
    Users Today : 3838
    Users Yesterday : 4820
    This Year : 545548
    Total Users : 1609038
    Total views : 13817545
    Who's Online : 57
    Your IP Address : 216.73.216.54
    Server Time : 2026-04-06