Wali Kota Samarinda Buka Wisata Belanja Ramadan

February 21, 2026 by  
Filed under Berita

Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat membuka wisata belanja Ramadan

SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun rmembuka Wisata Belanja Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi di kawasan GOR Segiri, Jumat (20/2/2026) sore. Agenda tahunan ini kembali digelar sebagai bagian dari tradisi Ramadan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Andi Harun menyampaikan rasa syukur karena masyarakat masih diberi kesempatan bertemu Ramadan tahun ini. Ia mengingatkan bahwa momentum bulan suci bukan hanya tentang aktivitas ekonomi, tetapi juga ruang memperbanyak amal dan mempererat silaturahmi.

“Paling utama kita syukuri adalah masih diberi umur untuk kembali bertemu Ramadan. Ini kesempatan untuk memperbanyak kebaikan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak, mulai dari jajaran pemerintah, perbankan, pelaku UMKM, hingga masyarakat yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, Pasar Ramadan di GOR Segiri telah menjadi tradisi yang melekat di Samarinda selama puluhan tahun. Bahkan ia menyebut pasar tersebut sebagai salah satu yang legendaris karena konsisten hadir dari tahun ke tahun.

“Setiap tahun, Samarinda selalu memiliki Pasar Ramadan. Sudah berpuluh-puluh tahun, tempatnya pun tetap di sini, di GOR Segiri. Tidak berlebihan jika kita menyebutnya sebagai Pasar Ramadan yang legendaris,” katanya.

Lokasi tersebut dinilai memiliki nilai historis dan emosional bagi warga. “Kalau Ramadan di Samarinda tanpa Pasar Ramadan di GOR Segiri, rasanya ada yang kurang,” tambahnya.

Andi Harun turut menyinggung selesainya sejumlah penataan kawasan GOR Segiri pada 2025, termasuk fasilitas olahraga dan sarana pendukung. Beberapa pekerjaan lanjutan direncanakan berlanjut pada 2026 untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung dan pedagang.

Ia berharap Wisata Belanja Ramadan tahun ini tidak hanya menjadi pusat kuliner, tetapi juga ruang silaturahmi dan penguatan ekonomi kerakyatan. (intan)

Jumatan Pertama di IKN

February 21, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ALHAMDULILLAH, niat saya salat di Masjid Nusantara IKN terkabul. Saya ikut Jumatan kemarin. Dari Balikpapan, saya datang bersama Pak Ir Adam Sinte, mantan anggota DPRD Kaltim yang juga Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Balikpapan. Ikut juga anggota KKSS lainnya, Pak Makkulau dan Pak Tonny.

“Alhamdulillah ini sejarah dan berkah, karena kita bisa ikut Jumatan pertama di Masjid IKN. Apalagi pada bulan Ramadan yang penuh berkah, semoga kelak pintu surga terbuka untuk kita,” kata Pak Adam bersemangat.

Yang istimewa bertindak sebagai khatib adalah Menteri Agama Prof Dr KH Nasaruddin Umar, MA. Saat ini beliau juga dipercaya menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta. Masjid Istiqlal adalah Masjid Negara, yang pada 2028 nanti statusnya akan beralih ke Masjid Nusantara.

Suasana Masjid Negara IKN di waktu malam. Sangat menakjubkan

Mungkin sebagai transisi, bertindak sebagai imam dan muazin utama di Masjid Nusantara kemarin juga diboyong langsung dari Istiqlal. Imamnya, Ustaz H Martomo Malaing, S.Th.I, MA dan muazin Ustaz  Muhammad Rasky Raehan.

Menag bermalam di IKN. Karena itu, melanjutkan buka puasa, salat magrib, isya dan tarawih. Lalu ditutup dengan salah subuh. Suasananya sangat semarak. Ribuan jamaah datang. Para pekerja dan staf Otorita IKN mengaku sangat terkesan karena mereka orang pertama berbuka puasa di Masjid Nusantara.

Tata cara ibadah di Masjid Nusantara memang persis sama dengan Istiqlal. Ada muazin yang mengulangi ucapan “komando” atau takbir imam. Tak ada kotak amal. Tapi tiap saf diedarkan stiker barcode QRIS untuk jamaah yang ingin berinfaq.

Ini yang kedua kali Menag ke Masjid Nusantara. Dalam kunjungan pertamanya ke IKN, Minggu, 11 Januari lalu, dia juga menjadi imam salat subuh pertama di masjid tersebut. Kunjungan itu dalam rangka mengecek kesiapan Masjid Nusantara yang akan berfungsi pada bulan Ramadan ini.

Sesuai dengan rencana, Masjid Nusantara akhirnya sudah bisa menggelar salat tarawih sejak Rabu malam. Jamaahnya membludak ribuan orang. Tidak saja dari staf Otorita IKN dan pekerja proyek, tapi juga masyarakat di sekitar IKN, PPU, Samarinda dan Balikpapan.

Pak Adam, Pak Makkalau, saya dan Pak Tony di depan nama Masjid Negara IKN

Insyaallah Masjid Nusantara juga akan menggelar salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Tentu ini salat Id pertama yang sangat bersejarah. Tadinya rencana ini akan dilaksanakan tahun lalu pada Idul Fitri 1446 Hijriah, tapi ternyata kondisi masjid belum siap karena pelaksanaan proyek baru mencapai 53,1 persen.

Sebelum pelaksanaan salat tarawih pertama, kegiatan di Masjid Nusantara juga ditandai dengan peristiwa menarik. Yaitu untuk pertama kalinya ditetapkan secara resmi masuk dalam daftar titik pemantauan hilal (rukyatul hilal) nasional guna menetukan 1 Ramadan 1447 Hijriah.

Kepala Otorita IKN mengaku bahagia Masjid Nusantara sudah berfungsi. “Ini momen amat bersejarah, karena IKN sudah bisa memainkan perannya  sebagai Ibu Kota Negara dalam kegiatan keagamaan tingkat nasional,”  ujarnya.

Ke depan, lanjutnya, peran IKN sebagai episentrum kegiataan keagamaan akan dipusatkan pada Masjid Nusantara. “Masjid ini akan menjadi mercusuar toleransi keagamaan,” kata Nasaruddin.

Menag dalam khotbahnya banyak meyinggung peran masjid. Dikatakannya, fungsi utama masjid untuk bersujud kepada Allah. Tapi Nabi Muhammad juga mengajarkan kepada umatnya, masjid menjalankan berbagai fungsi dalam membangun peradaban. Tempat belajar, tempat bertemu, tempat bersosialisasi bahkan juga terbuka untuk umat lainnya.

Bersamaan dengan pembangunan Masjid Nusantara, Pemerintah juga membangun Gereja Katolik Basilika Nusantara Santo Fransiskus Xaverius, yang berdiri sebagai  reprensentasi pluralisme. Lokasi Basilika persis berseberangan dengan Masjid Nusantara, seperti pada Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral.

Kementerian Agama menargetkan Basilika Nusantara yang berkapasitas 1.300 jemaat, dapat berfungsi pada Mei 2026.

Momentum ini dipersiapkan secara khusus untuk menyambut Sidang Tahunan  Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), sebuah ajang prestisius yang akan mempertemukan seluruh uskup se Indonesia di ibu kota baru tersebut.

SEJAK NOVEMBER 2023

Masjid Nusantara IKN mulai dikerjakan sejak November 2023. Dua bulan kemudian atau tepatnya pada 18 Januari 2024 dilakukan ground breaking oleh Presiden Jokowi.

Masjid IKN dibangun di atas lahan 32.125 meter persegi. Luas bangunan masjid dan plaza mencapai  60.173 meter persegi serta minaret seluas 427 meter persegi.

Tadinya masjid diproyeksi dengan kapasitas 29 ribu jamaah. Tapi kurator IKN Ridwan Kamil, mantan gubernur Jabar minta diperbesar lagi. Usul tersebut dipenuhi Presiden Jokwi, sehingga  daya tampung Masjid Nusantara menjadi 60 ribu orang. Masih kalah besar dibanding daya tampung Masjid Istiqlal yang mencapai 120 ribu jamaah.

Masjid Nusantara memang menarik dan unik. Dirancang oleh seniman besar non muslim  dari Bali, I Nyoman Nuarta. Dia juga yang merancang Istana Garuda Nusantara. Sedang Detail Engineering Design (DED) disempurnakan oleh Alien Desaign Consultant.

Kubahnya didesain dengan mengambil konsep lipatan sorban,  yang melambangkan kesucian dan hubungan manusia dengan Tuhan serta pusaran tawaf. Bentuk minaretnya atau menara masjid menghadirkan putaran semesta meliuk ke atas menyimbolkan keilahian. Tingginya 99 meter melambangkan asmaul husna.

Semua ini dibangun dengan dana APBN sebesar Rp940 miliar. Mendekati  1 triliun. Hampir sama dengan biaya pembangunan masjid pribadi milik Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Makassar.

Masjid Nusantara dikerjakan oleh BUMN PT Adi Karya dan PT Hutama Karya KSO sejak November 2023 dengan masa waktu pelaksanaan 400 hari kerja.

Lokasi Masjid Nusantara berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, tak jauh dari Istana Negara. Di sekitar masjid masih banyak tanaman kelapa sawit. Arsitektur lanskap-nya belum selesai. Karena itu masih terasa gersang.

Saya dengan Pak Adam, Pak Makullau dan Pak Tony benar-benar bahagia bisa salat Jumat pertama di Masjid Negara IKN. Kami sengaja mengambil saf tak jauh dari mimbar khatif. Biar bisa melihat dan menikmati Menag menyampikan khotbahnya. Teduh dan tak panjang. Tak ada rasa ngantuk sekalipun. Setan sepertinya tak berani mengusik kami yang penuh kekhusuan. Maha besar Allah dengan segala firmanNya.(*)

Area Parkir GOR Segiri Kewalahan

February 20, 2026 by  
Filed under Samarinda

SAMARINDA — Persoalan lahan parkir kembali menjadi catatan pada hari pertama pelaksanaan Wisata Belanja Ramadan di kawasan parkir GOR Segiri, Kamis (19/2/2026). Antusiasme ribuan warga yang memadati lokasi sejak awal Ramadan belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan area parkir yang memadai.

Kepadatan kendaraan terlihat di sejumlah titik sekitar kawasan, bahkan hingga ke luar area utama. Beberapa pengunjung mengaku kesulitan menemukan tempat parkir resmi dan harus memarkir kendaraan di luar lokasi yang telah disediakan.

Erna, warga Sambutan yang baru pertama kali datang, mengaku sempat kebingungan mencari parkir. Ia bahkan didatangi juru parkir tidak resmi saat hendak masuk ke area putaran depan.

“Saya langsung disambut tukang parkir di depan putaran. Karena enggak enakan, akhirnya parkir di situ. Mobil diminta Rp10 ribu,” ujarnya.

Ia berharap ke depan pengelolaan parkir bisa lebih tertata dan tidak lagi memberi ruang bagi praktik parkir liar. “Kalau bisa lebih diarahkan ke tempat yang jelas dan nyaman,” tambahnya.

Keluhan serupa datang dari Siti, pengunjung asal MT. Haryono yang kebingungan untuk mencari tempat parkir.

“Tadi saya bingung mau parkir dimana karena penuh, jadi terpaksa parkir di luar, di mintai 5 ribu untuk motor,” katanya.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Samarinda, Muslimin, mengakui keterbatasan parkir masih menjadi pekerjaan rumah dalam penyelenggaraan agenda tahunan ini.

Menurutnya, jumlah pengunjung pada hari pertama diperkirakan mencapai 3.000 hingga 5.000 orang, sementara kapasitas parkir yang tersedia hanya mampu menampung sekitar 2.000 kendaraan.

“Memang parkir ini masih menjadi kelemahan kami. Ditambah lagi masih ada proyek revitalisasi di sekitar GOR yang belum selesai,” jelasnya saat ditemui di lokasi.

Kondisi tersebut membuat sebagian pengunjung memilih memarkir kendaraan di luar kawasan utama. Pemerintah, kata Muslimin, akan segera melakukan penertiban dan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar pengelolaan parkir lebih tertib pada hari-hari berikutnya.

“Semua sudah kita koordinasikan. Tinggal masing-masing OPD menjalankan perannya,” ujarnya.

Ia memastikan evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh sebagai bahan perbaikan pada penyelenggaraan tahun mendatang. Pihaknya juga mendorong UPTD terkait untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. (intan)

Lapak Pedagang Padati Wisata Belanja Ramadan di Halaman GOR Segiri

February 20, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Aktivitas ekonomi masyarakat selama bulan suci kembali menggeliat melalui gelaran Wisata Belanja Ramadan 2026 yang dipusatkan di halaman parkir GOR Segiri. Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Samarinda itu menghadirkan 150 lapak pedagang dan berlangsung hingga 14 Maret 2026.

Kepala Disporapar Samarinda, Muslimin, mengatakan antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama pelaksanaan. Menurutnya, event tahunan tersebut bukan sekadar lokasi berburu takjil, melainkan juga wadah strategis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas promosi.

Kepala Disporapar Samarinda, Muslimin

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami kembali menggelar Wisata Belanja Ramadan. Antusias masyarakat cukup tinggi untuk datang dan berbelanja,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis (19/2/2026).

Ratusan pelaku usaha menawarkan beragam produk, mulai dari kue basah, kue kering, aneka makanan siap saji, hingga aksesoris. Ragam pilihan tersebut membuat kawasan GOR Segiri menjelma menjadi pusat pergerakan ekonomi musiman yang padat namun tetap tertata.

Muslimin menjelaskan, dalam empat tahun terakhir pihaknya berupaya melakukan pembenahan konsep dan tata ruang. Jika sebelumnya lapak hanya berupa tenda sederhana, kini penataan dibuat lebih rapi dengan sentuhan dekorasi kain dan pengaturan jarak yang lebih terstruktur guna meningkatkan kenyamanan.

“Kami ingin suasananya berubah, lebih tertata dan nyaman. Bukan hanya pengunjung yang merasa betah, pedagang pun bisa berjualan dengan lebih baik,” katanya.

Dari sisi pembiayaan, tarif sewa lapak ditetapkan sebesar Rp1.250.000 selama masa kegiatan. Ia menilai angka tersebut masih terjangkau bagi pelaku UMKM, terlebih dengan fasilitas dan keramaian yang ditawarkan. Sebagian dari hasil sewa lapak itu masuk sebagai pendapatan daerah.

Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dan pihak ketiga. Skema kerja sama tersebut dipilih karena keterbatasan anggaran internal.

“Kami memang tidak memiliki anggaran khusus untuk event ini, sehingga pola kerja sama menjadi solusi. Yang penting kegiatan tetap berjalan dan memberi dampak ekonomi,” jelasnya.

Selain transaksi jual beli, panitia juga menyiapkan agenda pendukung seperti buka puasa bersama anak yatim, lomba pergerakan sahur, hingga fashion show muslimah. Hiburan dijadwalkan hadir setiap hari untuk menjaga daya tarik kunjungan masyarakat.

Muslimin menegaskan evaluasi akan terus dilakukan guna memperbaiki kekurangan penyelenggaraan. Ia berharap UPTD sebagai perpanjangan tangan dinas dapat terus berinovasi agar gelaran Ramadan berikutnya semakin tertata, profesional, dan memberi manfaat lebih luas bagi warga Samarinda. (intan)

PHI Penggerak Utama Subholding Upstream Raih Predikat Grand Champion di Ajang Optimus 2025

February 20, 2026 by  
Filed under Nusantara

JAKARTA – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mengukuhkan dominasinya sebagai pemimpin efisiensi di lingkungan Pertamina Group dengan meraih penghargaan bergengsi “Best ESG Program” dalam ajang Cost Optimization 2025 Appreciation Day & Kick Off Cost Optimization 2026.

Tak tanggung-tanggung, PHI mencatatkan realisasi Program Optimasi Biaya (Optimus) sebesar USD 164 juta atau sekitar Rp2,5 triliun (asumsi kurs Rp15.500). Capaian raksasa ini berasal dari kombinasi pertumbuhan pendapatan (revenue growth), penghematan biaya (cost saving), dan penghindaran biaya (cost avoidance). Keberhasilan PHI ini sekaligus mengantarkan Subholding Upstream (SHU) meraih predikat tertinggi sebagai “Grand Champion”.

Acara yang berlangsung di Grha Pertamina pada 11 Februari 2026 tersebut dihadiri langsung oleh jajaran Komisaris Utama dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kemampuan PHI dalam menjaga performa finansial di tengah tantangan pengelolaan aset migas yang telah memasuki fase matang (mature).

Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menyatakan bahwa efisiensi bukan sekadar angka, melainkan budaya kerja. “Meskipun mayoritas aset kami berada pada tahap mature, semangat optimasi biaya harus menjadi fondasi untuk menjaga keberlanjutan produksi migas dan daya saing Perusahaan,” tegasnya.

Sinergi Borderless dan Komersialisasi Inovatif
Keberhasilan PHI juga didorong oleh strategi operasional yang cerdas melalui implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Salah satu inisiatif utamanya adalah efisiensi bahan bakar operasional di seluruh zona kerja di Kalimantan yang berhasil menekan biaya sekaligus emisi karbon.

Sinergi borderless lintas subholding menjadi faktor kunci lainnya. PHI berhasil menjalin kolaborasi strategis dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk untuk memanfaatkan surplus gas bumi guna optimalisasi penyaluran nasional. Langkah ini menciptakan efek domino (multiplier effect) yang positif bagi ekosistem energi Indonesia.

Dari sisi komersial, manajemen PHI membuktikan ketangkasannya dengan mengoptimalkan uncommitted cargo LNG serta LPG lifting. Pendekatan adaptif ini memastikan perusahaan tetap mampu menangkap peluang pendapatan tambahan di tengah fluktuasi pasar global.

Capaian ini selaras dengan Asta Cita Pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional. PHI berkomitmen untuk terus mendorong operasional yang unggul dan berkelanjutan demi memastikan pasokan energi yang andal bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkesinambungan.

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1614566
    Users Today : 1633
    Users Yesterday : 7733
    This Year : 551076
    Total Users : 1614566
    Total views : 13843366
    Who's Online : 53
    Your IP Address : 216.73.216.54
    Server Time : 2026-04-07