PT TCM Lakukan Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Gratis

February 18, 2026 by  
Filed under Kesehatan

SENDAWAR – PT Trubaindo Coal Mining (TCM), melaksanakan kegiatan sosialisasi Kesehatan, dengan melakukan pemeriksaan Kesehatan dan pengobatan gratis, serta menjalankan program  Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) pilar kesehatan, di wilayah kampung binaannya.

Kegiatan ini untuk memperingati bulan Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) Nasional dan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dengan melibatkan tiga kampung binaannya, yaitu Kampung Damai Kota, Damai Sebrang dan Mendika, Rabu (18/2/2026).

ER East Kalimantan Coordinator Area PT TCM, Wahyu Ferianto mengatakan, perusahaan akan melaksanakan kegiatan Sosialisasi Kesehatan, Pemeriksaan dan Pengobatan gratis dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional Tahun 2026, sekaligus pelaksanaan Program PPM Pilar Kesehatan PT Trubaindo Coal Mining.

“Kami menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan merupakan nilai inti perusahaan,” ujarnya.

Ia menyebut, dalam operasional pertambangan, aspek K3 adalah prioritas utama, namun komitmen tersebut tidak berhenti di area kerja, melainkan perusahaan wujudkan juga dalam bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat sekitar wilayah operasional.

Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) pilar kesehatan tahun 2026, perusahaan berupaya memberikan kontribusi nyata yang terukur dan berkelanjutan.

“Kegiatan kami hari ini merupakan bagian dari komitmen tersebut,”katanya.

Diharapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat dan pencegahan penyakit. Selain itu juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan sebagai langkah deteksi dini. Perusahaan juga menyediakan pengobatan yang dapat membantu meringankan beban masyarakat, dan memperkuat kolaborasi antara perusahaan, pemerintah kecamatan, fasilitas kesehatan, dan masyarakat.

“Kami memahami kesehatan adalah fondasi utama kesejahteraan, tanpa masyarakat yang sehat, pembangunan sosial dan ekonomi tidak akan berjalan optimal. Karena itu, perusahaan memandang program kesehatan sebagai investasi sosial jangka panjang,” bebernya.

Ia menyebut, perusahaan juga menyadari keberlanjutan operasional perusahaan sangat bergantung pada hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Oleh sebab itu, perusahaan berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program PPM yang relevan, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata.

“Kami berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat, dan menjadi awal dari penguatan budaya hidup sehat di lingkungan kita bersama,”tandasnya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Damai dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga upaya kecil hari ini menjadi bagian dari langkah besar menuju masyarakat yang lebih sehat, lebih kuat, dan lebih sejahtera.

Sementara itu CD Head Jones Silas menambahkan, kegiatan ini dalam rangka peringatan K3, dengan melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis yang meliputi cek hipertensi, tes gula darah, kolesterol dan asam urat, sekaligus membagikan obat obatan sesuai dengan penyakit yang di deritanya.

“Kami melibatkan tiga kampung binaan, dengan katagori hanya bisa diikuti kaum lansia umur 45 tahun keatas,”ujarnya.

Ia menyebut, perusahaan secara rutin melaksanakan kegiatan seperti ini setiap tahun, di hari hari seperti bulan K3 nasional, dan sekaligus melaksanakan program PPM kesehatan, dan Kegiatan ini berpusat di Kantor Camat.

“Kegiatan serupa akan kami laksanakan juga dengan melibatkan external dan para subcont yang ada di perusahaan kami, akan di laksanakan di empat kecamatan binaan dengan program PPM pilar kesehatan perusahaan,”bebernya.

Ia berharap kepada semua masyarakat perduli akan kesehatan nya, terutama yang mengalami hipertensi atau darah tinggi, dan masyarakat kadang malas untuk memeriksakan nya, padahal kalau mereka rutin ke puskesmas untuk memeriksakan itu gratis, tidak di pungut biaya kalau hanya di tensi tekanannya saja. Akan tetapi kebayakan masyarakat abai terhadap hal itu.

“Saya sarankan, periksakan kesehatan secara rutin agar penyakit lebih enak di kontrolnya. Kegiatan ini juga didukung  Deabetasol, Entrasol dan O’live Milk,”ungkapnya.

Camat Damai Iman Setiadi menyampaikan apresiasi kepada PT. Trubaindo Coal Mining (TCM) atas kepedulian dan komitmennya melalui program PPM bidang kesehatan. Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara dunia usaha dan pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Kegiatan ini sangat tepat sasaran karena menyentuh kelompok lansia dan orang tua yang merupakan kelompok rentan dan membutuhkan perhatian khusus,”katanya.

Ia menyebut, penyakit tidak menular seperti hipertensi sering kali tidak disadari, namun memiliki dampak besar terhadap kualitas hidup. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi, pemeriksaan, dan pengobatan seperti ini sangat penting sebagai langkah preventif dan deteksi dini.

 

“Melalui kesempatan ini, saya menyampaikan beberapa arahan dan harapan. Pertama, saya berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada hari ini saja, tetapi dapat menjadi program yang berkelanjutan dengan monitoring terhadap peserta yang terindikasi memiliki tekanan darah tinggi atau penyakit lainnya,” ungkapnya.

Ia mendorong masyarakat semakin sadar akan pentingnya pola hidup sehat, mengurangi konsumsi garam berlebihan, rutin berolahraga, menjaga pola makan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Kedepan saya berharap program serupa dapat dilaksanakan setiap tahunnya dan penanganannya juga bisa lebih variative/luas, bukan cuma penyakit kardiovaskular dan metabolik hipertensi (tekanan darah tinggi), penyakit jantung koroner, dan diabetes melitus sering terjadi karena penurunan fungsi organ tubuh,”tandasnya. (arf).

Peringati Bulan K3 2026, PT BIM dan PT PPS Grup Astra Agro Tegaskan Komitmen Budaya Kerja Aman dan Produktif

February 18, 2026 by  
Filed under Paser, Serba-Serbi

Apel peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026 di area operasional perusahaan PT Borneo Indah Marjaya (BIM) dan PT Palma Plantasindo (PPS), anak usaha Grup Astra Agro, Rabu (18/2/2026).

‎‎PASER – PT Borneo Indah Marjaya (BIM) dan PT Palma Plantasindo (PPS), anak usaha Grup Astra Agro, menggelar peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026 di area operasional perusahaan, Rabu (18/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen perusahaan dalam membangun budaya kerja yang aman, sehat, dan produktif.

‎‎Peringatan Bulan K3 tahun ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh pekerja agar setiap aktivitas operasional dijalankan dengan penuh kehati-hatian dan kepedulian terhadap keselamatan kerja.

‎‎Apel Bulan K3 Nasional 2026 mengusung tema dari Kementerian Ketenagakerjaan, yakni “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”, dengan subtema Astra Agro “Memperkuat Transformasi Perilaku Berbasis Keselamatan dan Kesehatan Melalui Keterlibatan Pemimpin Dalam Membentuk Budaya Keselamatan dan Kesehatan Produktif.”

‎‎Tema tersebut menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan tanggung jawab seluruh insan perusahaan, bukan hanya tim Safety, Health and Environment (SHE) maupun manajemen. Budaya keselamatan diharapkan dimulai dari pimpinan sebagai teladan dan diterapkan oleh seluruh pekerja dalam setiap aktivitas kerja.

‎‎Komitmen terhadap keselamatan kerja juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan bahwa setiap pekerja berhak mendapatkan perlindungan keselamatan dan kembali ke rumah dengan selamat setelah bekerja.

‎‎“Pekerja wajib mendapatkan perlindungan keselamatan, yakni berhak pulang dengan selamat setelah menjalankan rutinitasnya masing-masing,” pesannya saat menjadi inspektur upacara Apel Bulan K3 Nasional Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026 di Balikpapan.

‎‎Sementara itu, Manajemen PT BIM–PPS, Joko Widodo, mengatakan transformasi perilaku keselamatan berarti bekerja tidak sekadar memenuhi kewajiban, tetapi dilandasi kesadaran untuk selalu mengutamakan aspek keamanan dalam setiap aktivitas.

‎‎“Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama. Kita semua memiliki keluarga yang menunggu di rumah. Bekerja dengan selamat berarti memastikan kita dapat kembali ke rumah dengan selamat setiap hari,” ujarnya.

‎‎Ia mengajak seluruh karyawan untuk mematuhi prosedur kerja dan standar keselamatan, menggunakan alat pelindung diri secara lengkap dan benar, serta berani melaporkan kondisi tidak aman, tindakan berisiko maupun kejadian nyaris celaka. Ia juga menekankan pentingnya saling mengingatkan antarpekerja agar keselamatan menjadi budaya, bukan sekadar aturan.

‎‎Kegiatan Bulan K3 ini diikuti jajaran manajemen, staf, karyawan lapangan, tenaga medis, tim keamanan, tim kesiapsiagaan tanggap darurat (TKTD), serta perwakilan guru dan anak sekolah. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman.

‎‎Selain apel, kegiatan juga dirangkai dengan berbagai lomba yang diselenggarakan tim SHE, seperti lomba mewarnai untuk anak dan karyawan, lomba video cara kerja aman, serta lomba video yel-yel keselamatan.

‎‎Melalui peringatan Bulan K3 Nasional ini, manajemen berharap komitmen terhadap keselamatan terus diwujudkan dalam praktik kerja sehari-hari.

‎“Melalui peringatan Bulan K3 ini, mari kita perkuat komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif sehingga target kerja dapat tercapai tanpa mengorbankan keselamatan,” tutup Joko Widodo.*

Ketika Karyawan “Resign” Tanpa Meninggalkan Kantor

February 18, 2026 by  
Filed under Opini

Oleh : Juni Tristanto Laksana Putra, S.AB., M.AB *)

Dunia kerja diguncang oleh fenomena Quiet Quitting (QQ). Quiet Quitting bukanlah tentang karyawan yang benar-benar mengundurkan diri, melainkan sebuah aksi “pengunduran diri secara psikologis”. Karyawan memilih untuk bekerja persis sesuai job description dan jam kerja, tanpa sedikitpun ada inisiatif dalam menyelesaikan pekerjaannya. Mereka hadir secara fisik, namun jiwa dan passion mereka sebenarnya telah jauh meninggalkan tempat kerja. fenomena ini adalah krisis kinerja yang tidak bisa dipandang remeh, karena secara fundamental mengancam produktivitas, inovasi, dan keberlanjutan budaya kerja perusahaan di masa depan. Survei Gallup (2023) yang melibatkan lebih dari 122.416 karyawan di lebih dari 160 negara di seluruh dunia (termasuk Asia Tenggara), mencatat bahwa secara global 59% karyawan melakukan quiet quitting.

Akar Permasalahan: Kegagalan Budaya Hustle

Mengapa para pekerja, terutama talenta muda, memilih jalan minimalis ini? Jawabannya terletak pada kegagalan budaya korporat yang telah lama mendominasi yaitu budaya hustle. Budaya hustle adalah sebuah keyakinan bahwa satu-satunya jalan menuju kesuksesan, kekayaan, atau pemenuhan diri adalah melalui kerja keras yang ekstrem, berlebihan, dan terus-menerus, sering kali dengan mengorbankan waktu istirahat, kesehatan mental, dan kehidupan pribadi. Budaya ini menuntut dedikasi penuh ketika bekerja, mengkultuskan lembur tanpa bayaran, dan mengagungkan pekerjaan sebagai identitas utama. Namun, setelah pandemi, komitmen ekstrem ini tidak lagi sejalan dengan realita.

Juni Tristanto Laksana Putra, S.AB., M.AB

Faktor penyebabnya yaitu pertama burnout massal, karyawan mengalami kelelahan ekstrem, yang membuat mereka kehilangan afeksi dan sense of belonging pada organisasi, sehingga Quiet Quitting menjadi mekanisme pertahanan diri yang rasional, mereka membatasi kinerja agar tidak mengorbankan kesehatan mental dan fisik. Kedua, disparitas reward, karyawan merasa sudah bekerja keras tapi tidak sebanding dengan reward yang mereka terima. Ketika penghargaan tidak sebanding dengan pengorbanan, semangat untuk berinisiatif pun sirna. Hasil Survei Deloitte (2023) terhadap 22.856 responden  terdiri dari 14.483 Gen Z dan 8.373 Milenial yang tersebar di 44 negara. Hasilnya 46% Gen Z dan 39% Milenial merasa stres atau cemas hampir sepanjang waktu, karena biaya hidup dan work life balance menjadi pemicu utama.

Dampak Negatif Perusahaan

Quiet Quitting mungkin terlihat seolah-olah masalah personal karyawan. Namun, faktanya hal tersebut menciptakan kerugian bisnis yang masif dan tersembunyi (hidden cost). Quiet Quitting akan menyebabkan beberapa dampak negatif, yaitu pertama hilangnya inovasi, karena inisiatif dan kreativitas lahir dari karyawan yang memiliki koneksi emosional kuat antara dirinya dengan pekerjaannya. Ketika karyawan hanya menyelesaikan pekerjaan ala kadarnya maka inovasi pun akan berhenti di tempat. Kedua, penurunan kualitas output atau hasil kerja, karena karyawan yang ‘hanya asal menyelesaikan tugas’ cenderung menghasilkan kualitas yang ‘cukup’ dan bukan ‘sangat baik atau luar biasa’. Dalam jangka panjang, hal ini bisa menggerus citra merek dan daya saing perusahaan. Ketiga, inefisiensi tim karena karyawan yang engaged terpaksa menanggung beban kerja lebih berat untuk menutupi keengganan rekan-rekan mereka yang sedang Quiet Quitting. Hal ini menciptakan ketidakadilan, yang akhirnya meningkatkan turnover (pergantian karyawan). Di Indonesia, Quiet Quitting sering kali muncul dalam bentuk yang lebih pasif dibandingkan di Negara-Negara Eropa atau Benua Amerika karena adanya budaya high power distance (segan terhadap atasan). Contoh perilakunya: Hadir tepat waktu, pulang tepat waktu (jam pulang langsung pergi), menonaktifkan notifikasi pesan grup yang berkaitan dengan pekerjaan (WhatsApp, Telegram dll) tepat setelah jam kantor berakhir, tidak lagi memberikan ide-ide inovatif dalam rapat atau diskusi (hanya pendengar pasif).

Intervensi MSDM: Tiga Langkah Fundamental Mengakhiri Quiet Quitting

Tantangan utama organisasi saat ini adalah memulihkan kontrak psikologis (psychological contract) yang mengalami erosi antara karyawan dan perusahaan. Fenomena quiet quitting tidak semata disebabkan oleh faktor kompensasi finansial, melainkan oleh ketidakseimbangan ekspektasi, kurangnya apresiasi, serta menurunnya makna kerja yang dirasakan karyawan. Oleh karena itu, intervensi yang dibutuhkan bukan hanya menaikkan gaji, tetapi merombak secara fundamental cara organisasi mengelola, melibatkan, dan mengembangkan talenta.

Langkah 1: Transformasi dari Time-Based ke Outcome-Based Management

Organisasi perlu menghentikan praktik pengukuran kinerja yang semata hanya didasarkan pada kehadiran fisik di kantor atau lamanya jam kerja. Karena pendekatan tersebut tidak lagi relevan dalam konteks kerja modern yang menuntut fleksibilitas, efektivitas, dan orientasi hasil. Oleh karena itu, perusahaan harus berani bertransformasi menuju sistem manajemen kinerja berbasis hasil (outcome-based management) melalui beberapa langkah berikut:

 

  •  Fokus pada Dampak

Kinerja karyawan harus diukur berdasarkan hasil kerja serta dampak nyata (outcome and impact) yang mereka kontribusikan terhadap pencapaian tujuan strategis organisasi. Dengan pendekatan ini, penilaian tidak lagi berorientasi pada proses semata, melainkan pada nilai tambah, kualitas output, serta kontribusi riil terhadap kinerja unit maupun perusahaan secara keseluruhan.

  • KPI Transparan

Setiap tugas dan peran perlu memiliki Key Performance Indicator (KPI) yang jelas, terukur, dan disepakati bersama. KPI yang transparan akan membantu menghubungkan pekerjaan harian karyawan dengan tujuan organisasi yang lebih besar (sense of purpose), sekaligus meningkatkan akuntabilitas, kejelasan ekspektasi, dan motivasi kerja.

Langkah 2: Desain Ulang Sistem Apresiasi dan Pengakuan

Uang memang penting, tetapi di sisi lain kompensasi non-finansial sering kali memiliki daya ikat psikologis yang lebih kuat dan berkelanjutan bagi karyawan. Oleh karena itu, organisasi perlu mendesain ulang sistem apresiasi yang tidak semata bertumpu pada imbalan finansial, melainkan juga pada pengakuan, makna kerja, dan kualitas pengalaman kerja. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Apresiasi Instan:

Ciptakan budaya kerja di mana manajer secara aktif memberikan umpan balik positif dan pengakuan segera setelah karyawan menunjukkan kinerja atau kontribusi yang baik. Pengakuan yang cepat dan tulus terbukti lebih efektif meningkatkan motivasi dibandingkan penghargaan yang hanya diberikan saat evaluasi tahunan.

  • Investasi pada Well-Being:

Program work-life integration seperti wellness programs, tambahan cuti, fleksibilitas kerja, hingga fasilitas kesehatan mental menunjukkan bahwa organisasi peduli terhadap kesejahteraan karyawan secara utuh, bukan semata terhadap output kerja mereka. Investasi ini pada akhirnya berdampak pada peningkatan loyalitas, produktivitas, dan retensi talenta.

Langkah 3: Kepemimpinan Empatik dan Transparan

Pemimpin adalah garda terdepan dalam mengatasi Quiet Quitting. Jika pemimpin gagal, seluruh inisiatif MSDM akan sia-sia.

  • Pelatihan Kepemimpinan Inklusif: memberi pelatihan pada jajaran pimpinan untuk menjadi pemimpin yang mendengarkan dan berempati. Mereka harus mampu mendeteksi tanda-tanda burnout dan konflik tim sejak dini.
  • Jalur Karier yang Jelas: Keterlibatan karyawan akan meningkat jika mereka tahu bahwa usaha mereka akan berujung pada masa depan yang cerah. MSDM wajib menyediakan jalur karier yang transparan dan peluang upskilling yang didanai perusahaan. Ini menunjukkan bahwa perusahaan berinvestasi pada potensi jangka panjang karyawan.
  1. Penutup: Membangun Kontrak Kerja yang Lebih Sehat

Fenomena Quiet Quitting adalah sebuah koreksi alami terhadap eksploitasi kerja berlebihan yang selama ini kerap dinormalisasi dalam budaya organisasi modern. Ia bukan sekadar gejala penurunan loyalitas, melainkan sinyal kuat adanya ketidakseimbangan relasi kerja antara organisasi dan karyawan. Perusahaan yang bijak seharusnya memandang fenomena ini sebagai kesempatan emas untuk mereformasi budaya kerja mereka, bukan sekadar masalah tanpa solusi. Tantangan bagi praktisi MSDM adalah menjadikan keterlibatan karyawan (employee engagement) bukan hanya jargon normatif, tetapi benar-benar diintegrasikan sebagai metrik bisnis utama yang terukur dan strategis.

Hanya dengan menerapkan sistem reward yang adil dan transparan, pengukuran kinerja berbasis hasil (output based performance), serta kepemimpinan yang suportif dan empatik, perusahaan dapat membangun kembali kontrak psikologis baru yang lebih sehat. Kontrak ini tidak lagi bertumpu pada loyalitas semu, melainkan pada kepercayaan timbal balik, rasa memiliki, dan makna kerja yang dirasakan karyawan. Lingkungan kerja yang menghargai batas professional dan personal, menyediakan ruang tumbuh, serta mengakui kontribusi secara proporsional akan melahirkan tenaga kerja yang bukan hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan secara mental dan emosional.

Pada akhirnya, masa depan organisasi sangat ditentukan oleh kemampuannya membaca perubahan ekspektasi generasi kerja saat ini. Dunia kerja telah bergeser: karyawan tidak lagi sekadar mencari penghasilan, tetapi juga kesejahteraan psikologis, fleksibilitas, dan tujuan kerja yang bermakna. Oleh karena itu, pilihan kini berada di tangan manajemen perusahaan: terus menuntut loyalitas tanpa batas yang berujung burnout dan Quiet Quitting, atau beradaptasi secara progresif untuk menciptakan ekosistem kerja yang manusiawi, adaptif, inklusif, dan produktif dalam jangka panjang. Organisasi yang mampu mengambil pilihan kedua bukan hanya akan mempertahankan talenta terbaiknya, tetapi juga memenangkan daya saing di era kerja masa depan. (*)

*) Dosen Prodi Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman

PLN Indonesia Power UBP Mahakam Raih Best Synergy 2025, Tunjukkan Kinerja Unggul dan Kolaborasi Nyata

February 18, 2026 by  
Filed under Nusantara

Penyerahan penghargaan Best Synergy 2025 kepada PLN Indonesia Power UBP Mahakam sebagai strategis dan kinerja unggul sepanjang tahun 2025

BANDUNG – PLN Indonesia Power UBP Mahakam meraih penghargaan Best Synergy 2025 atas keberhasilan membangun kolaborasi strategis selama tahun 2025. Penghargaan ini menegaskan posisi UBP Mahakam sebagai pelopor sinergi kinerja, yang meningkatkan keandalan pembangkit sekaligus mendorong efisiensi dan pemanfaatan sumber daya secara optimal.

Penghargaan ini diumumkan dalam Workshop Strategi Pencapaian Kinerja & Sinergi Unit Periode Tahun 2026, yang digelar oleh PT PLN Indonesia Power Services. Acara ini dihadiri oleh Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN Indonesia Power Bapak Purnomo, Direktur Utama PLN Indonesia Power Services Bapak Hari Cahyono serta para perwakilan divisi dan unit dari seluruh wilayah operasional di Indonesia.

Workshop ini menekankan bahwa sinergi bukan sekadar koordinasi, melainkan integrasi strategi, proses, dan sumber daya untuk menghasilkan kinerja yang nyata dan terukur. Para tim unit dan divisi berkolaborasi, membagikan pengalaman terbaik, dan merancang langkah nyata agar setiap program mendukung pencapaian target kinerja tahunan secara optimal.

Pada kesempatan tersebut, penghargaan Best Synergy 2025 diterima sebagai bukti keberhasilan UBP Mahakam mengeksekusi kolaborasi strategis secara konsisten. Penghargaan ini menegaskan pencapaian kinerja unggul unit dalam mendorong efisiensi operasional, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, dan menghadirkan sinergi yang berdampak nyata bagi peningkatan performa serta keandalan pembangkitan.

Manager PLN Indonesia Power UBP Mahakam, Firman Ramdan, menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh tim. “Penghargaan Best Synergy 2025 ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan UBP Mahakam yang terus mengedepankan kolaborasi dan profesionalisme. Kami berkomitmen menjaga keandalan pembangkit serta memastikan setiap program strategis dijalankan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Menurut Firman, penghargaan ini bukanlah akhir, melainkan titik awal untuk melangkah lebih kuat di tahun 2026. UBP Mahakam akan terus memperkuat budaya sinergi, meningkatkan kompetensi SDM, serta mengoptimalkan seluruh potensi unit guna mencapai target kinerja yang lebih agresif dan adaptif.

Melalui momentum workshop strategis ini, UBP Mahakam menegaskan kesiapan untuk menghadapi dinamika operasional dan tantangan bisnis di tahun 2026 dengan semangat kolaborasi dan fokus pada kinerja unggul. Sinergi akan terus menjadi fondasi utama dalam memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan dan sistem kelistrikan nasional. (*)

Memperkuat Peran Nusantara, Lokasi IKN Sebagai Titik Pemantauan Hilal

February 18, 2026 by  
Filed under Nusantara

IKN menjadi salah satu titik pengamatan hilal untuk penentuan 1 Ramadhan 1447 H. Pemantauan dilakukan menggunakan teleskop dari Rusun ASN 1 Tower D dan diawali dengan pembukaan di Masjid Negara.

Vivaborneo.com, NUSANTARA – Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi salah satu titik pengamatan hilal (rukyatul hilal) untuk penentuan 1 Ramadan 1447 H yang dilaksanakan di Rusun ASN 1 Tower D, Selasa (17/02/2026). Pemantauan ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya hilal diamati dari kawasan IKN.

Lokasi IKN dipilih karena memiliki titik pengamatan yang tinggi dan terbuka, sehingga dinilai mendukung proses rukyatul hilal. Ke depan, keberadaan masjid raya di kawasan IKN juga diharapkan dapat memperkuat peran Nusantara sebagai lokasi kegiatan keagamaan nasional.

Kegiatan pemantauan dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah Kalimantan Timur atas permintaan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, menyampaikan bahwa terpilihnya IKN sebagai titik pemantauan hilal merupakan sebuah kehormatan sekaligus penanda awal peran IKN dalam kegiatan keagamaan tingkat nasional.

“Kami dari Otorita IKN sangat mendukung pemantauan hilal dilakukan di IKN. Ini merupakan kehormatan bagi Otorita IKN sekaligus kesempatan bagi IKN sebagai Ibu Kota Negara menjadi salah satu titik pengamatan dari 96 titik yang tersebar di Indonesia,” ujar Basuki.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Abdul Khaliq, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan hari ini, hilal belum dapat terlihat.

“Hari ini kita lakukan pemantauan hilal. Berdasarkan BMKG, posisi hilal masih berada di bawah ufuk, sehingga bulan belum terlihat,” jelasnya.

Meski hilal belum dapat terlihat, pelaksanaan rukyatul hilal di IKN menandai babak baru, menegaskan peran Nusantara tidak hanya sebagai pusat pemerintahan masa depan, tetapi juga sebagai ruang bersama untuk kegiatan keagamaan dan kebangsaan.(yul/hms-oikn)

 

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1618397
    Users Today : 5464
    Users Yesterday : 7733
    This Year : 554907
    Total Users : 1618397
    Total views : 13867868
    Who's Online : 54
    Your IP Address : 216.73.216.54
    Server Time : 2026-04-07