Fragmen Risiko Global dan Ilusi Ketahanan: Ujian Baru bagi Stabilitas Rupiah dan Pasar Modal

March 13, 2026 by  
Filed under Opini

Oleh: Dr. Kemal Sandi, SE., M.AB *)

Ekonomi global memasuki tahun 2026 dengan lanskap keuangan yang semakin kompleks. Lembaga keuangan di Amerika Serikat dan Inggris menghadapi tekanan kualitas aset, pengetatan likuiditas, serta peningkatan risiko kredit pada sektor private credit dan leveraged finance. Perkembangan tersebut memunculkan pertanyaan strategis: apakah fragmen risiko di pusat keuangan global dapat menimbulkan efek financial contagion terhadap perekonomian Indonesia?

Tekanan Private Credit dan Siklus Leverage Global

Pasar private credit Amerika Serikat mencatat ekspansi signifikan sejak periode suku bunga rendah 2015–2021. Bank of America Global Research memproyeksikan tingkat default rate kredit korporasi berada di kisaran 4,5% pada 2026. Angka tersebut berada di atas rata-rata historis pra-pandemi yang berkisar 2–3 persen. Segmen leveraged loans menunjukkan peningkatan risiko akibat tingginya rasio debt-to-EBITDA dan pembiayaan berbasis floating rate yang sensitif terhadap suku bunga. Bank-bank besar AS memperketat eksposur terhadap private credit funds guna mengurangi konsentrasi risiko pada illiquid assets. Kebijakan tersebut menekan valuasi sejumlah asset management firms global dan mempersempit likuiditas pada pasar kredit alternatif. Kondisi tersebut mencerminkan fase balance sheet repair setelah periode ekspansi leverage yang panjang.

Oleh: Dr. Kemal Sandi, SE., M.AB *)

Claudio Borio dari Bank for International Settlements (BIS) menjelaskan dalam teori financial cycle bahwa ekspansi kredit yang berkepanjangan meningkatkan akumulasi risiko sistemik yang baru terlihat ketika cost of funding meningkat. Kenaikan suku bunga kebijakan Federal Reserve sejak 2022 telah meningkatkan tekanan terhadap struktur pembiayaan berbasis utang berimbal hasil tinggi (high-yield debt). Sistem keuangan global kini berada pada fase penyesuaian leverage. Sebagai dosen keuangan bisnis dan pengamat kebijakan moneter, saya memandang fase deleveraging ini sebagai konsekuensi logis dari periode akumulasi risiko berbasis likuiditas longgar, sehingga otoritas fiskal dan moneter di negara berkembang, termasuk Indonesia, perlu memperkuat buffer makroprudensial dan menjaga kredibilitas kebijakan untuk meredam transmisi tekanan eksternal terhadap stabilitas domestik.

Risiko Shadow Banking dan Regulatory Arbitrage

Kegagalan lembaga pemberi pinjaman properti di Inggris dengan total kewajiban sekitar £95 juta memperlihatkan kerentanan pada sektor non-bank financial institutions (NBFIs). Penurunan harga saham perusahaan manajer aset global yang memiliki eksposur terhadap entitas tersebut menunjukkan transmisi risiko kredit ke pasar modal. Kerangka regulasi Basel III telah memperketat capital adequacy ratio (CAR), liquidity coverage ratio (LCR), dan net stable funding ratio (NSFR) pada bank konvensional. Namun regulasi yang ketat pada perbankan formal mendorong perpindahan aktivitas pembiayaan ke sektor shadow banking. Fenomena tersebut dikenal sebagai regulatory arbitrage. Risiko sistemik tidak berkurang, tetapi bergeser ke institusi dengan pengawasan yang relatif lebih longgar.

Sebagai dosen keuangan bisnis yang meneliti stabilitas sistem keuangan, analisis tersebut menunjukkan bahwa fragmentasi risiko global bukan sekadar isu sektoral, tetapi merupakan persoalan arsitektur keuangan internasional. Dalam perspektif kebijakan moneter dan makroprudensial, kondisi ini menuntut penguatan pengawasan terintegrasi terhadap non-bank financial institutions (NBFIs) serta harmonisasi regulasi lintas yurisdiksi agar transmisi risiko dari sektor bayangan tidak mengganggu stabilitas sistem keuangan domestik melalui kanal likuiditas dan pasar modal.

 Geopolitik, Risk Repricing, dan Capital Flow Dynamics

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkatkan risk premium pada pasar energi dan mendorong investor global melakukan portfolio rebalancing menuju aset aman seperti US Treasury dan dolar AS. Teori portfolio balance menjelaskan bahwa peningkatan persepsi risiko global mendorong aliran modal keluar dari pasar negara berkembang menuju instrumen berisiko rendah. International Monetary Fund (IMF) dalam World Economic Outlook 2025 mencatat bahwa volatilitas arus modal meningkat signifikan pada periode pengetatan moneter global. Peningkatan volatilitas tersebut memperbesar potensi tekanan nilai tukar dan likuiditas di negara dengan keterbukaan finansial tinggi.

Jeffrey Frankel dan Andrew Rose (1996) dalam kajian tentang financial contagion menegaskan bahwa integrasi pasar modal mempercepat transmisi shock melalui kanal arus modal dan perubahan investor risk appetite. Indonesia sebagai bagian dari sistem keuangan global berada dalam jaringan transmisi tersebut. Sebagai pengamat kebijakan moneter, saya menilai bahwa tingkat keterbukaan finansial Indonesia menuntut respon kebijakan yang pre-emptive melalui penguatan stabilisasi nilai tukar, pengelolaan likuiditas yang adaptif, serta koordinasi erat antara otoritas fiskal dan moneter guna memitigasi potensi tekanan eksternal terhadap stabilitas makroekonomi.

 Ketahanan Domestik dan Eksposur Eksternal Indonesia

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,05% pada 2025. Struktur pertumbuhan masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan investasi domestik. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan nasional berada di atas 20%, jauh di atas ambang minimum 8%. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bruto berada di kisaran 2–3 persen. Pertumbuhan kredit investasi mencapai sekitar 22,38% secara tahunan pada awal 2026. Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa berada di atas 140 miliar dolar AS pada akhir 2025, cukup untuk membiayai lebih dari enam bulan impor. Indikator tersebut menunjukkan fundamental domestik yang relatif kuat.

Namun struktur pasar keuangan Indonesia tetap memiliki eksposur eksternal melalui kepemilikan asing pada Surat Berharga Negara (SBN), volatilitas pasar saham, dan kewajiban valuta asing sektor korporasi. Episode taper tantrum 2013 dan gejolak pasar 2020 menunjukkan bahwa perubahan kebijakan moneter global dapat memicu capital outflow dan depresiasi rupiah secara cepat. Sebagai pengamat kebijakan fiskal dan moneter, analisis tersebut mengarah pada satu analisis strategis bahwa stabilitas domestik memerlukan koordinasi kebijakan yang konsisten antara disiplin fiskal dan kredibilitas moneter. Pemerintah perlu menjaga defisit anggaran dalam batas aman sesuai Undang-Undang Keuangan Negara, sementara Bank Indonesia perlu mempertahankan stabilitas inflasi dan nilai tukar melalui kebijakan suku bunga dan intervensi pasar yang terukur.

 

Implikasi bagi Korporasi dan Manajemen Keuangan

Perusahaan Indonesia menghadapi lanskap pembiayaan global yang lebih selektif. Kenaikan global risk premium meningkatkan cost of capital dan memperketat akses pendanaan eksternal. Chief Financial Officer (CFO) perlu memperkuat manajemen likuiditas, melakukan lindung nilai (hedging) terhadap eksposur valuta asing, serta mengoptimalkan struktur utang jangka panjang untuk mengurangi risiko refinancing. Dalam praktik bisnis, strategi defensif berbasis penguatan neraca (balance sheet strengthening) menjadi prioritas dibandingkan ekspansi agresif berbasis leverage tinggi.

Fragmen risiko pada sektor keuangan global mencerminkan fase koreksi setelah periode ekspansi likuiditas yang panjang. Sistem perbankan Indonesia menunjukkan ketahanan struktural berdasarkan indikator modal, likuiditas, dan kualitas aset. Namun integrasi finansial global membuka kanal transmisi risiko melalui arus modal, nilai tukar, dan sentimen investor. Stabilitas ekonomi Indonesia tidak ditentukan oleh absennya gejolak global, tetapi oleh kekuatan kebijakan dalam merespons tekanan eksternal. Penguatan kerangka makroprudensial, disiplin fiskal, serta koordinasi kebijakan moneter menjadi fondasi utama menjaga kepercayaan pasar. Sebagai akademisi dan praktisi keuangan bisnis, analisis ini menegaskan bahwa kewaspadaan strategis merupakan instrumen kebijakan yang paling rasional dalam menghadapi dinamika sistem keuangan global 2026.

*) Dosen Keuangan Bisnis dan Pengamat Kebijakan Moneter Universitas Mulawarman

Ratusan Anak Muda Ramaikan Morning Kalcer Run, Lifestyle Aktif dan Style Jadi Satu di Run The City by Grand Filano

March 13, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

BALI – Tren gaya hidup aktif semakin digemari generasi muda di berbagai kota, termasuk di Bali. Aktivitas seperti lari santai bersama komunitas kini tidak lagi sekadar olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup anak muda yang memadukan unsur kebugaran, pertemanan, hingga fashion. Semangat tersebut tergambarkan pada kegiatan Run The City by Grand Filano yang digelar pada hari Minggu (1/3/2026) lalu di Bali dengan melibatkan lebih dari 200 peserta yang didominasi oleh generasi muda dan punya gaya kalcer. Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari rangkaian aktivitas serupa yang sebelumnya juga telah sukses digelar di Bone, Sulawesi Selatan pada Februari lalu.

Bagi banyak anak muda saat ini, aktivitas lari telah berkembang menjadi bagian dari urban lifestyle karena selain menjaga kebugaran, olahraga ini sekarang juga sudah menjadi ruang untuk berkumpul bareng teman-teman sejawat, menikmati suasana, hingga mengekspresikan gaya melalui outfit yang mereka kenakan. Hal tersebut terlihat dari antusiasme para peserta yang hadir dengan tampilan stylish hasil kolaborasi dengan beberapa lokal brand apparel Bali yang populer di kalangan anak muda.

”Perubahan tren lifestyle di kalangan anak muda sangat dinamis karena saat ini memiliki cara tersendiri dalam menikmati gaya hidup mereka masing-masing, salah satunya adalah aktivitas olahraga yang saat ini bukan hanya untuk menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi ruang untuk anak muda bisa bersosialisasi, mengekspresikan gaya, dan hangout bareng teman-temannya sehingga lewat acara Run The City by Grand Filano di Bali ini menyediakan pengalaman yang relevan dengan lifestyle anak muda yang aktif, kreatif, dan penuh energi,” ujar Hendra Wijaya, Chief Yamaha Area DDS Bali.

Acara yang menjadi cerminan gaya hidup anak muda ini juga menghadirkan pengalaman unik bagi para peserta yang merupakan komunitas lari dan didominasi oleh anak muda. Skutik idaman anak muda kalcer, Grand Filano Hybrid, turut hadir sebagai pacer yang memandu jalannya fun run sekaligus mewarnai suasana jalanan kota selama kegiatan berlangsung melalui beragam warna stylish Grand Filano Hybrid.

Kepraktisan dari skutik kekinian ini juga dapat mendukung para pelari kalcer untuk membawa segala kebutuhannya, mulai dari minuman, handuk, hingga perlengkapan lainnya yang biasa dibawa oleh para pelari karena memiliki kapasitas bagasi sebesar 27 Liter dan pada aktivitas ini bagasinya muat menampung puluhan refreshment bagi para peserta.

Pengalaman mengikuti kegiatan ini juga dirasakan oleh Putri Maharani, salah satu peserta asal Denpasar.

“Menurut aku acara seperti ini seru banget karena bukan cuma lari, tapi juga bisa ketemu banyak orang baru dan menikmati suasana kota bareng komunitas. Banyak juga peserta yang tampil dengan style yang keren. Selama kegiatan juga Grand Filano Hybrid kelihatan terus memandu di depan, jadi terasa ikut meramaikan suasana. Motornya stylish banget dan kelihatannya cocok dipakai buat aktivitas anak muda yang sering mobile ke berbagai tempat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Yamaha ingin terus menghadirkan aktivitas yang dekat dengan gaya hidup generasi muda masa kini, sekaligus menunjukkan bahwa Grand Filano Hybrid tidak hanya mendukung mobilitas sehari-hari, tetapi juga dapat menjadi bagian dari lifestyle anak muda yang aktif, stylish, dan dinamis.

Grand Filano Hybrid

Yamaha Grand Filano Hybrid dikenal sebagai skuter matik yang Fashionable dan Functional. Hal itu dikarenakan Yamaha Grand Filano Hybrid hadir dengan desain klasik yang timeless dan elegan, tapi tetap modern karena memiliki beragam fitur canggih seperti sudah menggunakan teknologi Blue Core Hybrid 125 cc yang irit dan powerful, TFT Sub Display pada speedometer dan lampunya sudah Full LED serta Smart Key System. Skutik yang punya beragam warna menarik ini tidak hanya stylish tapi juga praktis karena memiliki fitur Smart Front Refuel sehingga pengisian bahan bakar lebih praktis dan punya kapasitas bagasi terbesar di kelasnya yaitu 27 Liter serta fitur Electric Power Socket dengan USB Type A guna mendukung para pengendaranya bisa tetap online terkoneksi selama berkendara. Yamaha Grand Filano Hybrid hadir dalam dua varian, yaitu tipe Hybrid Lux dan tipe Hybrid Neo. Untuk tipe Hybrid Lux punya 2 pilihan warna, yaitu Magma Black dan Royal Iron. Sementara tipe Standard punya 4 pilihan warna menarik yang meliputi Greenish Gray, Pink Mauve, Prime Gray, dan White.

Forum Kontraktor Temui Bupati Kutai Kartanegara

March 13, 2026 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Forum Kontraktor Kutai Kartanegara (Kukar) menemui Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, di kantor bupati, Kamis (12/3/2026). Kehadiran forum kontraktor ini untuk memastikan pelunasan pembayaran proyek tahun 2025 yang sampai saat ini belum tuntas.

Aulia Rahman Basri menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Kukar akan melakukan pembayaran dengan cara meminjam uang ke Bank Kaltimtara sebesar Rp820 miliar, sesuai dengan hasil audit Inspektorat.

“Kami akan melakukan akad kredit dengan Bank Kaltimtara, kemudian proses pencairan akan dilakukan setelahnya,” jelas Aulia.

Aulia juga mengatakan telah menghubungi Bank Kaltimtara untuk mempercepat proses pencairan pinjaman tersebut.

“Jika akad kredit dilakukan Jumat, maka Senin sudah bisa masuk ke kas daerah dan langsung kami bayarkan ke para rekanan,” tambahnya.

Ia mengimbau para rekanan untuk segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk pembuatan SPP SPN dan SP2D, sehingga proses pencairan dapat dilakukan secepatnya. (rin)

Polsek Siluq Ngurai Tangani Kasus Penganiayaan Menggunakan Senjata Tajam di Jalan Trans Kaltim

March 13, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SENDAWAR – Polsek Siluq Ngurai Polres Kutai Barat menangani kasus tindak pidana penganiayaan menggunakan senjata tajam yang terjadi di wilayah hukum Polsek Siluq Ngurai pada Kamis, 12 Maret 2026 sekitar pukul 13.30 WITA.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Trans Kalimantan RT 003 Kampung Muhur, Kecamatan Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat. Kejadian bermula saat sebuah mobil Toyota Innova warna hitam dengan nomor polisi KT 1849 OY yang dikemudikan Supriatin (50) melaju dari arah Kutai Barat menuju Samarinda. Saat melintasi jalan menikung, pengemudi mobil berusaha menghindari sepeda motor Yamaha Bison KT 4194 PQ yang sedang mogok dan diparkir di pinggir jalan oleh Jumran bersama istrinya.

Pada saat yang bersamaan, dari arah berlawanan datang kendaraan lain sehingga pengemudi mobil membanting setir ke kiri dan mengenai bagian belakang sepeda motor tersebut. Setelah kejadian itu, Jumran mendatangi pengemudi mobil dan terjadi keributan di antara keduanya. Dalam kondisi emosi, Jumran kemudian mengeluarkan senjata tajam jenis parang yang dibawanya dan menimpas korban Supriatin hingga mengenai lengan kiri dan punggung belakang korban.

Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Blusuh Kecamatan Siluq Ngurai untuk mendapatkan penanganan medis awal sebelum dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.

Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota Unit Reskrim Polsek Siluq Ngurai bersama personel terkait langsung mendatangi tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti berupa satu buah parang, pakaian korban, serta satu unit mobil Toyota Innova warna hitam. Selain itu, petugas juga melakukan pembuatan laporan polisi, permintaan visum, pengumpulan barang bukti, serta meminta keterangan dari para saksi.

Saat ini perkara tersebut masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut oleh Unit Reskrim Polsek Siluq Ngurai Polres Kutai Barat. (arf)

IAS Gelar Posko Gabungan Nasional

March 12, 2026 by  
Filed under Nusantara

TANGERANG – Menyambut periode mudik dan arus balik Hari Raya Idulfitri 1447 H / 2026 M, InJourney Aviation Services (IAS) sebagai subholding PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) secara resmi membuka Posko Gabungan Nasional (POSGABNAS) IAS Group. Posko ini menjadi pusat koordinasi operasional IAS Group untuk memastikan pelayanan penerbangan selama periode Lebaran berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa bandara.

Pembukaan POSGABNAS IAS Group dilaksanakan di Grand Anara Airport Hotel, Terminal 3 Domestik Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dan secara resmi dibuka oleh Direktur Utama IAS Budi Setyawan Wijaya. Acara ini turut dihadiri oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) Yudi Rizkyardi Darun, Kepala Otoritas Bandara Kementerian Perhubungan Putu Eka Cahyadi, Direktur Operasi Angkasa Pura Indonesia Agus Haryadi, serta jajaran Direksi dari PT Garuda Indonesia, PT Citilink Indonesia, dan PT Pelita Air Service.

Pelaksanaan Posko Gabungan Nasional IAS Group akan berlangsung mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh regional operasional IAS Group, yaitu Regional I di Bandara Internasional Kualanamu, Regional II di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Regional III di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, serta Regional IV di Bandara Internasional Hasanuddin.

Pembentukan POSGABNAS bertujuan untuk memperkuat sinergi dan koordinasi antar entitas di lingkungan IAS Group serta memastikan pelayanan operasional kepada maskapai dan penumpang tetap optimal selama periode puncak mobilitas masyarakat pada masa mudik dan arus balik Idulfitri.

Melalui POSGABNAS, IAS melakukan pemantauan operasional secara real time di berbagai bandara yang dikelola. Sistem ini memungkinkan monitoring terhadap pergerakan penerbangan, proses pelayanan penumpang, penanganan bagasi, hingga operasional kargo. Pemantauan tersebut didukung oleh berbagai sistem digital terintegrasi seperti Manajemen Operasi Traffic (MOT), Cargo Integrated System (CIS), Gapura Integrated System (GIS), serta Baggage Delivery Time (BDT).
Selain sebagai pusat pemantauan operasional, POSGABNAS juga berfungsi sebagai pusat komunikasi dan crisis center yang memungkinkan koordinasi cepat antar stakeholder apabila terjadi kondisi darurat atau situasi yang memerlukan penanganan terpadu. Posko ini juga dilengkapi sistem pemantauan umpan balik pelanggan yang terintegrasi dengan berbagai kanal pengaduan di titik layanan bandara.

Direktur Operasi IAS, Bapak Danny Thaharsyah menyampaikan bahwa IAS terus berkomitmen menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi para pengguna jasa penerbangan.

“Fokus kami tidak hanya pada kesiapan fasilitas dan operasional bandara, tetapi juga bagaimana memberikan pengalaman pelayanan terbaik kepada pelanggan. Mulai dari aspek kebersihan, kenyamanan, hingga kualitas layanan yang menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi para penumpang. Inilah bagian dari journey kami dalam membangun customer experience yang berkelanjutan,” ujar Danny.

Sejalan dengan komitmen tersebut, IAS terus melakukan berbagai peningkatan kualitas pelayanan melalui perbaikan fasilitas, penyempurnaan proses operasional, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di bandara. IAS juga memastikan kesiapan seluruh petugas layanan agar dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada para penumpang selama periode angkutan udara Idulfitri 2026.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) Yudhi Rizkiyardie Darun yang turut hadir menyebutkan InJourney selaku holding aviasi dan pariwisata memastikan kesiapan operasional bandara dilakukan secara menyeluruh melalui penguatan koordinasi posko, kesiapan fasilitas, optimalisasi personel, pengaturan jam operasional, serta penegakan prosedur layanan.

InJourney lebih jauh dijelaskan Yudhi R Darun, memandang momentum Ramadan dan Lebaran tidak hanya terkait mobilitas mudik, tetapi juga menjadi pendorong utama pergerakan wisata domestik.

Untuk sektor hospitality, tambahnya, InJourney telah memproyeksikan okupansi hotel dalam ekosistem InJourney mencapai sekitar 63 persen, atau meningkat sekitar 10 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sementara itu, kunjungan ke berbagai destinasi wisata yang dikelola InJourney diproyeksikan meningkat sekitar 15 persen selama periode libur Lebaran.

InJourney, juga telah mempersiapkan diri menyambut kunjungan wisatawan Idufitri yang diperkirakan akan berkunjung ke beberapa destinasi wisata yang dikelola InJourney seperti Candi Prambanan dan Ratu Boko, Candi Borobudur, Kawasan Wisata Mandalika, Nusa Dua, Golomori dan Sarinah serta Taman Mini Indonesia Indah.

“Diperkirakan akan terjadi lonjakan pengunjung karena libur Idulfitri tahun ini berbarengan dengan ketetapan pemerintah yang memberlakukan sistim kerja Work From Anywhere yang memudahkan pelaksanaan kerja dilakukan dari lokasi manapun,” tambahnya.

InJourney sendiri memprediksi angka kunjungan akan mengalami peningkatan sebesar lima belas persen dibanding tahun lalu pada periode yang sama. *

« Previous PageNext Page »

  • vb