PWI Kaltim siap hadiri HPN Kalimantan Selatan

January 28, 2025 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – Seluruh Jajaran pengurus persatuan wartawan Indonesia ((PWI) Provinsi Kaltim siap memeriahkan puncak perayaan hari pers nasional HPN 2025 di Banjarmasin Kalimantan Selatan pada 7 hingga 9 Februari 2025 mendatang.

Ketua PWI provinsi Kalimantan Timur Abdurrahman Amin saat dikonfirmasi mengatakan, siap mendukung penuh perhelatan HPN Kalsel di bawah naungan  ketua PWI pusat HCB. PWI Kaltim berencana memberangkatkan seluruh pengurus dan ketua PWI kabupaten kota seprovinsi Kalimantan Timur.

“Kami tetap solid di bawah kepemimpinan ketua umum PWI Hendry CH bangun. Kami mendukung penuh HPN Banjarmasin Kalimantan Selatan dan tetap satu komando. ungkap Abdurrahman Amin selasa (28/1/2025)”

Insya Allah pada kegiatan HPN Kalimantan Selatan kami siap memberangkatkan Seluruh pengurus PWI Kaltim, Persiapan keberangkatan terus kita matangkan dan insya Allah delegasi PWI provinsi Kaltim akan berangkat tanggal 7 Februari 2025 nanti.

Abdurrahman Amin mengungkapkan  pada HPN 2025 Banjarmasin yang dijadwalkan akan  dihadiri presiden Prabowo Subianto PWI Kalimantan Timur akan mengikuti  serangkaian acara sejak 7 Februari hingga 9 Februari 2005.

Agenda cara HPN di Kalsel antara lain summit media anugerah jurnalistik Adinegoro.  pameran pers, pameran UMKM, aksi wartawan menanam,  rapat kerja siwo serta pemberian penak emas dan PIN emas kepada kepala daerah yang telah memberikan kontribusi terhadap kegiatan pers di masing-masing wilayah.

Khusus summit media akan diisi dengan seminar tentang program Prabowonomics yang bakal membahas seputar program kerja unggulan presiden Prabowo Subianto yang langsung berhubungan dengan masyarakat dan menghadirkan menteri terkait sebagai narasumber serta kepala daerah akademisi untuk menyampaikan kebijakan.

“HPN 2025 di Kalimantan Selatan akan memberikan kesan warna tersendiri bagi PWI Kaltim sebab di tengah sedikit problematika organisasi PWI yang sah di bawah kepemimpinan ketua umum PWI Hendry CH bangun berhasil mempersiapkan diri kegiatan HPN yang didukung penuh Pemprov Kalimantan Selatan,”.ungkap Abdurrahman Amin.(*)

Belantara Foundation Dukung Pemerintah Mewujudkan Manusia dan Gajah Liar Hidup Harmonis

January 28, 2025 by  
Filed under Lingkungan Hidup

Vivaborneo.com — Belantara Foundation menyelenggarakan acara peresmian menara pantau gajah liar serta penyerahan sumbangan peralatan mitigasi konflik manusia-gajah. Menara ini diserahkan kepada masyarakat di Desa Jadi Mulya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan pada Sabtu, 25 Januari 2025.

Sejak 2022, Belantara Foundation menjalankan program Living in Harmony (Kita Bisa Hidup Berdampingan), yaitu sebuah program kolaboratif yang bertujuan untuk mendorong hidup berdampingan. Selain itu terwujudnya harmonisasi antara manusia dengan gajah liar yang hidup pada sebuah ekosistem yang sama di Lanskap Padang Sugihan, Kabupaten OKI, Sumatera Selatan.

Dalam implementasi kegiatan yang sudah berjalan sekitar 3 tahun ini, Belantara Foundation mendapat pendanaan dari Keidanren Nature Conservation Fund (KNCF) Jepang serta menggandeng Perkumpulan Jejaring Hutan dan Satwa (PJHS), Rumah Sriksetra, Prodi Manajemen Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan. Serta pemangku kepentingan lainnya seperti Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan, para perusahaan pemegang konsesi kehutanan dan Pemerintah Desa Jadi Mulya.

Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna saat memberikan sambutan pada acara peresmian menara pemantauan gajah mengatakan bahwa Lanskap Padang Sugihan di Kabupaten OKI, merupakan salah satu  kantong persebaran gajah yang bukan hanya penting di Sumatera Selatan, tetapi sangat penting di Pulau Sumatera, karena kelompok gajah disini memiliki jumlah populasi yang berpotensi untuk mendukung pelestarian gajah sumatra secara jangka panjang.

“Oleh karena itu, program konservasi gajah sumatra kami lakukan bersama para mitra berfokus pada tiga aspek, yaitu pelatihan mitigasi konflik manusia-gajah, penyadartahuan dan edukasi kepada anak-anak mengenai pelestarian gajah dan ekosistemnya, serta penanaman pakan gajah dan penggaraman tanah untuk memenuhi kebutuhan minaral yang menjadi nutrisi tambahan bagi gajah”, ujar Dolly, yang juga pengajar di Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan.

Pada aspek mitigasi konflik, diberikan pelatihan kepada masyarakat di lima desa yang diikuti setidaknya 75 orang, dengan tujuan agar masyarakat bisa menangani konflik gajah secara mandiri sebelum petugas berwenang datang.

Lima desa yang menjadi mitra Belantara yaitu Desa Jadi Mulya, Desa Simpang Heran, Desa Banyu Biru, Desa Sri Jaya Baru, dan Desa Suka Mulya. Saat ini telah terbentuk setidaknya tiga kelompok masyarakat yang bertugas sebagai tim mitigasi konflik di Desa Jadi Mulya, Desa Simpang Heran dan Desa Banyu Biru.

Selain meningkatkan kapasitas melalui pelatihan, kami juga mendukung pembangunan infrastruktur berupa dua unit menara pantau gajah di Desa Jadi Mulya dan Desa Simpang Heran, sebagai sarana pendukung dalam mitigasi konflik manusia-gajah. Sebagai tambahan, Belantara Foundation juga menyumbangkan enam unit Handy Talkie, satu unit teropong, serta 31 unit meriam karbit portabel dan 31 unit senter.

Dalam aspek penyadartahuan dan pendidikan, Belantara Foundation melibatkan pendongeng untuk melakukan penyadartahuan dan edukasi tentang pentingnya hidup harmonis antara manusia dengan gajah sumatra, melalui cara-cara yang inovatif berupa dongeng menarik yang diikuti lebih kurang 400 siswa dan 60 guru yang berasal dari tujuh Sekolah Dasar (SD) yang ada di lima desa di Kabupaten OKI. Sebagai tindak lanjutnya, kami menyusun buku modul kurikulum muatan lokal untuk siswa SD kelas 4 sampai 6 tentang pelestarian gajah sumatra dan habitatnya.

Aspek ketiga, kami menyiapkan sedikitnya lima tempat menggaram bagi gajah liar di beberapa koridor ekologis di Lanskap Padang Sugihan. Tempat menggaram (salt licks) artifisial ini amat penting bagi gajah sumatra untuk pemenuhan kebutuhan mineral yang menjadi nutrisi tambahan bagi gajah. Tempat menggaram ini akan mendorong gajah untuk tetap berada di dalam koridor, untuk membantu mencegah gajah masuk ke pemukiman masyarakat.

“Kami akan terus mendorong dan mengajak para pihak yang lebih luas lagi, seperti pemerintah, sektor swasta, dan media, untuk bahu-membahu dan berkontribusi pada program mitigasi konflik manusia-gajah. Kami berharap program ini dapat memperkuat program konservasi gajah yang telah dilakukan pemerintah sehingga dapat tercipta harmonisasi dan koeksistensi antara manusia dengan gajah di Lanskap Padang Sugihan, Kabupaten OKI, Sumatra Selatan,” tegas Dolly.

Pada waktu yang sama, Polisi Hutan Seksi Konservasi Wilayah III BKSDA Sumatera Selatan, Bapak Ruswanto mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik dan mengapresiasi program yang dijalankan Belantara Foundation dan para mitra dalam upaya mitigasi konflik manusia-gajah di Kabupaten OKI, Sumatera Selatan. “Menara pantau gajah yang didirikan serta sumbangan peralatan pendukung mitigasi konflik akan dapat menguatkan sarana dan prasarana serta kesiapan masyarakat desa dalam mengatasi interaksi negatif manusia dengan gajah liar”, ujar Ruswanto.

Lebih lanjut, Ruswanto menegaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/ SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi, gajah sumatra termasuk ke dalam satwa liar dilindungi. Menurut The International Union for Conservation of Nature’s Red List of Threatened Species (IUCN), saat ini gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) berstatus Critically Endangered (kritis).

“Inisiatif Belantara Foundation dan para mitra ini sangat bagus dan kami berharap program konservasi gajah yang ini dapat mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi konflik manusia-gajah yang ada di Provinsi Sumatera Selatan khususnya di Kabupaten OKI”, tutup Ruswanto.

Sementara itu, Kepala Desa yang diwakilkan oleh Sekretaris Desa Jadi Mulya, Kabupaten OKI, Sumatera Selatan, Heryanto, S.IP., menjelaskan warga Desa Jadi Mulya merupakan masyarakat transmigrasi yang diprogramkan pemerintah pada 1983 dan pada tahun tersebut belum pernah terjadi konflik antara masyarakat dengan gajah. Hal ini karena pada saat itu gajah sudah digiring ke wilayah selatan lanskap oleh pemerintah melalui  Operasi Ganesha.

Setelah kebakaran hutan yang amat hebat pada 1991 dan 1997, konflik antara masyarakat dengan gajah mulai terjadi karena gajah-gajah yang digiring ke selatan tersebut kembali. Pasca kebakaran hutan di 2015, gajah-gajah liar mulai sering masuk ke area persawahan maupun pemukiman masyarakat terutama pada saat musim tanam padi yang mengakibatkan kerusakan pada area tersebut sehingga masyarakat banyak mengalami kerugian.

“Dengan adanya dukungan dari Belantara Foundation bersama para mitra berupa pembangunan menara pantau gajah serta pendampingan yang konsisten dan berkelanjutan, kami telah mendapatkan banyak sekali manfaat. Manfaat tersebut antara lain menara pantau gajah ini lokasinya diujung desa dan tepat di lokasi keluar – masuk gajah dari hutan ke pemukiman, jadi akan memudahkan bagi tim mitigasi konflik dalam mendeteksi kehadiran gajah saat gajah masih jauh dari batas desa,” ujar Heryanto.(*)

Kampung Sempant Lumpuh Total

January 26, 2025 by  
Filed under Berita

SENDAWAR – Aktivitas warga Kampung Sempant, Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) Provinsi Kalimantan Timur, lumpuh total. Akses jalan dari Kampung Sempant tertutup lumpur akibat tanah longsor dari tebing sebelah jalan dan menutupi akses jalan satu satunya yang menuju ke jalan besar atau jalan umum.

“Ini satu satunya jalan kami menuju jalan umum,” kata Mikanis Petinggi Kampung Sempant, Minggu (26/1/2025).

Dikatakan Mikanis, jalan ke Kampung Sempant memang sempit. Hanya jalan setapak untuk dilewati sepeda motor. Jalan ini diapit tebing dan jurang. Akibat hujan deras dan cukup lama,  tanah di sebelah tebing mengalami longsor.

“Kami warga Kampung Sempant lumpuh total dan masyarakat tidak bisa beraktivitas sama sekali,” tuturnya.

Mekanis berharap kepada pihak terkait bisa membantu kampungnya yang lumpuh total. Saat ini warga hanya gotong royong membersihkan ranting-ranting. Sementara pohon dan lumpur  tidak bisa warga mengangkat nya.

“Kami mohon bantuannya kepada semua pihak untuk membantu membuka akses jalan. Ini akses jalan satu-satunya warga menuju kecamatan dan juga ibukota kabupaten,” ujarnya.

Mikanis menyebut, ia sudah memberitahu pihak terkait, seperti camat, Danramil dan Kapolsek, agar dapat membantu untuk mencarikan jalan keluar agar warganya bisa beraktivitas seperti semula.

“Mungkin karena ini hari minggu orang orang lagi ibadah, sehingga belum ada respon,” ujarnya dan akan membersihkan jalan semampunya. (arf)

Kajati Kalsel Dukung Penuh Pelaksanaan HPN 2025

January 23, 2025 by  
Filed under Berita

BANJARMASIN  – Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan mendukung penuh pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) yang akan digelar tanggal 7 hingga 9 Februari 2025.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan, Rina Virawati ketika menerima audensi pengurus PWI Kalsel, Selasa (21/1/2025).

“Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan mendukung sepenuhnya pelaksanaan HPN yang akan digelar,” ucap orang nomor satu di lingkungan Kejati Kalsel tersebut.

Apalagi lanjutnya, kegiatan HPN yang digelar mengambil tema terkait ketahanan pangan, yang kebetulan Kejaksaan dipercaya mengawal program ketahanan pangan penyiapan lahan pertanian 500 Hektare di Kabupaten Pelaihari dan Batola.

Kajati Kalsel juga menyarankan agar dalam kegiatan HPN nantinya, bisa meningkatkan UMKM, karena menurutnya UMKM di Kalsel sangat bagus.

Ia juga menyarankan untuk memperkenalkan wisata yang ada di Kalsel, terlebih wisata religius yang cukup terkenal. Atas dukungan yang diberikan pihak Kejati Kalsel, Zaenal Helmie Ketua PWI Kalsel mengucapkan terima kasih.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Kejati Kalsel dan berharap peran serta Kejati Kalsel nantinya pada acara puncak HPN,” ungkap Zaenal Helmie. (*)

Kegiatan HPN di Kalimantan Selatan Terus Dimatangkan

January 20, 2025 by  
Filed under Berita

JAKARTA – Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Hari Pers Nasional (HPN) 2025, Raja Pane mengatakan, hingga Senin (20/1/2025), sudah 29 PWI Provinsi yang mendaftar, ikut menghadiri HPN  2025 di Banjarmasin,  Kalimantan Selatan (Kalsel). Acara puncak HPN dijadwalkan berlangsung tanggal 9 Februari  2025 dan diharapkan akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

“Panpel masih terus mematangkan rencana kegiatan-kegiatan HPN 2025, intinya fokus pada kontribusi PWI untuk memajukan pers nasional dan pembangunan nasional. Tentu juga pembangunan di Kalsel,”ujar Raja Pane pada Rapat Panpel HPN 2025 di Jakarta, Senin (20/1/2025).

Dalam rapat itu, Ketua Panpel HPN 2025, Raja Pane  juga melaporkan kepada Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun terkait persiapan acara dan tamu undangan HPN 2025 serta surat menyurat ke PWI Provinsi seluruh Tanah Air.

Dikatakan, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih akan diundang dalam kegiatan HPN 2025. Terutama yang berkaitan dengan bidang pertanian dan program unggulan Pemerintahan Prabowo-Gibran.

Turut hadir dalam rapat ini, tokoh pers dan sesepuh PWI Papua, Abdul Munib yang khusus menyampaikan dukungannya terhadap HPN 2025 yang diselenggarakan PWI Pusat di bawah kepemimpinan Hendry Ch Bangun.

HPN diselenggarakan setiap tanggal 9 Februari, hari lahir PWI. Oleh karena itu, tambah Abdul Munir, setiap HPN selalu membawa spirit 1946, yakni keberpihakan PWI terhadap wawasan kebangsaan. “Inilah pesan yang dibawa teman-teman dari Indonesia bagian Timur untuk HPN di Banjarmasin,”katanya.

Rapat melaporkan pula adanya antusiasme dari daerah-daerah, termasuk keikutsertaan wartawan dalam kompetisi bergengsi Anugerah Jurnalistik Adinegoro(AJA) 2024, apalagi kali ini PWI menyediakan hadiah Rp 100 juta per kategori.

Jumlah peserta AJA 2024 meningkat pesat menjadi 519 karya. Khusus untuk karya jurnalistik kategori audio, pesertanya tersebar dari Sabang hingga Merauke.

Wartawan mengirimkan karya-karya “in depht news reporting” terkait isu-isu yang sedang menjadi perhatian publik saat ini, seperti dinamika sosial, lingkungan termasuk masalah kesejahteraan petani terkait program cetak sawah, lumbung pangan di Merauke, Papua hingga masalah pinjaman online dan judi online di Aceh. Ini menunjukkan pers peduli dengan masalah kebangsaan dan hadir untuk ikut berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negaranya. *

« Previous PageNext Page »

  • vb