Jasa Raharja Gelar Pengajar Peduli Lalu Lintas di Long Bagun

November 26, 2025 by  
Filed under Kutai Barat

KUTAI BARAT – Jasa Raharja bekerja sama dengan Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polresta Mahakam Ulu menyelenggarakan kegiatan Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) di SMAN 1 Long Bagun, Rabu (26/11/2025).

Kegiatan sosialisasi ini menyasar para guru dan tenaga pendidik di SMAN 1 Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu. Tujuannya mendorong para pengajar berperan aktif dalam menjaga keselamatan para siswa, antara lain dengan rutin mengingatkan murid saat pulang sekolah mengenai pentingnya memakai helm standar, berhati-hati di jalan karena keluarga menunggu di rumah, serta mematuhi aturan lalu lintas.

Pihak SMAN 1 Long Bagun menyampaikan apresiasi kepada Jasa Raharja atas perhatian dan edukasi yang diberikan kepada para guru sebagai bekal untuk disampaikan kembali kepada siswa agar selalu waspada di jalan dan tiba di rumah dengan selamat.

Perwakilan Jasa Raharja Mahakam Ulu, Al-Ihsan, mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah terhadap dukungan sehingga kegiatan PPKL dapat berlangsung dengan baik. Ia menegaskan, Jasa Raharja wilayah Mahakam Ulu berkomitmen terus melakukan berbagai upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan pelajar. (*)

Polres, Kodim dan BNK Sepakat Berantas Narkoba Di Kubar

November 23, 2025 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Polres Kutai Barat (Kubar) bersama Kodim 0912/Kbr, dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) sepakat untuk memberantas narkoba di Kubar sampai ke akarnya. Kesepakatan tersebut disampaikan dalam konfrensi pers yang berlangsung di lantai dua Mako Polres Kubar, Sabtu (22/11/2025).

Kesepakatan dicetuskan setelah tertangkapnya enam pelaku penyalahgunaan narkoba di wilayah, Kecamatan Barong Tongkok, Kubar, dua hari lalu oleh anggota Kodim 0912/kbr beserta Badan Intelejen Negara (BIN), Rabu (19/11/2025).

Keenam orang ini satu diantaranya seorang wanita berinisial MS (27). Sementara lima pria lainnya masing masing berinisial FNJ (30), JS (42), DI (31), OMG (33) dan AF (30). Pada peristiwa penggerebekan yang dilakukan Satuan Intel Kodim 0912 Kubar dan Badan Intelijen Negara (BIN).

Kesepakatan bersama antara Kodim 0912 Kabupaten Kutai Barat (Kubar), dan Polres Kubar, keenam pelaku yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkotika jenis sabu, akan menjalani proses Asesmen yang nantinya direhabilitasi di Balai Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalimantan Timur.

Kesepakatan ini bukanlah putusan pengadilan dalam arti vonis, melainkan rekomendasi yang mempengaruhi proses hukum selanjutnya. Keenam terduga pelaku tersebut, telah diserahkan ke Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kubar, yang berkoordinasi langsung dengan BNN Kaltim, dalam suatu Tim Asesmen Terpadu (TAT).

“Putusan terhadap keenam orang ini yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, telah mendapatkan persetujuan untuk menjalani program asesmen di BNN Kaltim, “ujar Wakapolres Kubar Kompol Subari dalam konferensi pers didampingi Dandim 0912 Kubar, Letkol Inf Doni Fransisco dan Sekjen BNK Kubar Jamidi, di Mapolres Kubar.

Dandim Letkol Inf Doni Fransisco, juga menyebut keberhasilan ini berkat peran masyarakat. Ia menegaskan komitmen TNI untuk mendukung Polri dalam memberantas jalur peredaran narkoba maupun judi online, untuk melindungi generasi muda di Bumi Sendawar Tanaa Purai Ngeriman.

Komitmen bersama dan seluruh stakeholder untuk memberantas narkoba maupun judi online di Kubar dan tidak akan beri ruang bagi jaringan narkoba.

“Setiap informasi sekecil apa pun akan kami tindak tegas. Hal ini untuk mendukung asta cita Presiden melindungi anak muda menuju generasi emas tahun 2045 mendatang,” tandas Dandim.

Sementara Sekjen BNK Kubar Jamidi mengatakan, pihaknya telah berkordinasi ke BNN Kaltim untuk membentuk tim asesmen terpadu terkait penanganan kasus tersebut.

Kesepakatan itu juga dihadiri Ketua Presedium Dewan Adat (PDA) Kubar, Yurang. Meskipun keenam orang ini diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu. Pihak kepolisian setempat menegaskan dalam kasus penangkapan semuanya masih berstatus sebagai korban penyalahgunaan narkoba. (*/arf).

Tokoh Masyarakat Minta DPRD Kaltim Perjuangkan PJU

November 16, 2025 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Wilhelmus tokoh masyarakat Kabupaten Kutai Barat (Kubar), mengeluhkan minimnya atau tidak adanya penerangan jalan umum (PJU), yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan, meningkatkan risiko kriminalitas, dan menghambat aktivitas masyarakat di malam hari.

Wilhelmus

Keluhan ini disampaikan karena kondisi jalan yang gelap hingga saat ini di usia Kabupaten Kubar yang ke-26 tahun, penerangan jalan umum tak kunjung terealisasikan oleh dinas terkait. Seperti yang dipaparkan Wilhelmus dalam keterang persnya kepada wartawan di Sendawar, Minggu (16/11/2025).

“PJU adalah sistem pencahayaan yang dipasang di sepanjang jalan publik untuk menerangi jalan di malam hari, sehingga meningkatkan keselamatan dan keamanan pengguna jalan. Selain itu, PJU juga berfungsi untuk mempermudah aktivitas sosial dan ekonomi di malam hari serta mencegah kejahatan,” paparnya.

Tidak hanya itu, Wilhelmus yang juga Dewan Pembina Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kubar, kerap menerima keluhan warga terkait jalan Trans Kaltim,  di sekitar Gunung Punai, Barong Tongkok, serta diwilayah Simpang Juhan Asa dan Simpang Asa, tidak ada PJU sehingga sering terjadi kecelakaan di ruas jalan tersebut.

“Kalau sudah malam kondisi jalan gelap, sementara kendaraan roda dua dan empat yang lewat jalan itu banyak dalam kecepatan tinggi, sehingga sering terjadi kecelakaan lalulintas. Tidak hanya itu, laporan warga sekitar, lokasi tiga titik ini diduga kerap dijadikan transaksi narkoba,” tandas Wilhelmus yang juga Pelopor Lalulintas dan Duta Narkoba di Bumi Sendawar Tanaa Purai Ngeriman ini.

Dia mengaku semenjak jalan tersebut selesai diperbaiki tahun 2021 banyak kendaraan yang melintasi jalan nasional tersebut. Untuk itu Wilhelmus berharap agar para wakil rakyat DPRD Kaltim dapil Kubar Mahulu, khususnya buat H Abdul Rahman Agus, dapat memberikan solusi dengan menyediakan PJU di wilayah tersebut.

“Diharapkan kepada Anggota Komisi III DPRD Kaltim, H Abdul Rahman Agus, bisa membantu kita melalui penyampaian aspirasi masyarakat. Semoga apa yang dikeluhkan oleh masyarakat pengguna jalan dan warga sekitar, bisa direspon oleh wakil rakyat kita ini unutk memperjuangkan pemasangan PJU melalui instansi terkait,” pungkasnya. (*)

PT BEK Jalin Kerja Sama Disprindakop dan Salon Rika Gelar Pelatihan Potong Rambut

November 12, 2025 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Program penguatan kapasitas perempuan, PT Bharinto Ekatama (BEK) bekerjasama dengan Disprindakop Kutai Barat (Kubar), dan Rika Salon melaksanakan pelatihan memotong rambut dan mewarnai rambut, bertempat di Ruko depan Majesti, jalur dua Pemkab Kubar, Kelurahan Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Selasa (11/11/2025).

Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 11-13 November 2025 dengan melibatkan kampung kampung binaan PT. BEK, Besiq, Bermai dan Muara Bunyut, serta ada juga kuotanya untuk masyarakat umum.

Management PT. BEK, Kristinawati, Community Development (Comdev) Head menyampaikan, salah satu program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi PT. BEK, sesuai dengan hasil survey tim comdev di lapangan.  Sebelumnya, hasil survey anggota tim comdev ke masyarakat kampung binaan, beberapa warga yang mengusulkan pelatihan maupun training memotong rambut serta make up dan pewarnaan rambut.

“Kegiatan yang kita laksanakan saat ini adalah salah satu dari usulan warga di kampung binaan tersebut,”ujarnya, Selasa (11/11/2025).

Dijelaskannya, yang pertama dilaksanakan dalam pelatihan ini adalah, cara memotong rambut dan mewarnai. Ke depannya jika peminatnya banyak dan cukup, tidak menutup kemungkinan yang akan ditraining bukan hanya warga itu saja, bisa jadi selanjutnya akan di buka pelatihan make up dan sebagainya.

“Inilah salah satunya sebagai peluang usaha yang bisa dilakukan masyarakat. Kebetukan ini hasil dari diskusi dengan masyarakat yang ada dibinaan kita, Kampung Besiq, Bermai dan Muara Bunyut,” ungkapnya.

Ia menuturkan, pelatihan ini diperuntukkan khusus bagi warga yang belum mempunyai pekerjaan tetap. Sangat disayangkan peminatnya malah kurang, padahal ini salah satu usulan dari warga. Ada kemungkinan warga ada kesibukan lain atau jaraknya yang cukup jauh.

“Kita sudah menyampaikan sebulan yang lalu kepada warga kampung binaan kita, bahkan tiga hari sebelum pelatihan dimulai sudah kita ingatkan juga sama mereka,” bebernya.

Ia menyebut, kegiatan ini juga dikolaborasi dengan masyarakat umum dengan memberi slot lima orang. Kuota tersebut baru dipenuhi 2 orang. Ia berharap masyarakat umum yang mengetahui dapat mengisi sisa kuota yang ada.

Dijelaskan, warga yang menjadi sukarelawan untuk diwarnai rambutnya hari ini ada tujuh orang. Hari berikutnya sebanyak tujuh orang sukarelawan yang akan di potong rambutnya.

“Kami berharap warga binaan yang ada di Kampung Besiq maupun Bermai, kalau hanya mau pergi potong dan mewarnai rambut saja ke Barong sangat jauh sekali. Alangkah baiknya setelah pelatihan ini bisa dikembangkan di kampung mereka masing masing. Apalagi di wilayah kampung mereka banyak perusahaan baik batubara maupun kelapa sawit.

“Usaha potong dan mewarnai ini bisa dikembangkan di rumah sendiri juga bisa, berkelompok apalagi. Jika berkelompok nanti kita akan support seratus persen,” katanya.

Seorang pelatih yang didatangkan oleh PT. BEK, Riza Wahyu dari Rika Hairstudio mengatakan, PT. BEK mempunyai misi yaitu melatih para ibu bisa berwirausaha di usaha salon tata rias kecantikan. Dalam pelatihan ini fokusnya di pewarnaan rambut wanita, kemudian potong rambut wanita.

Ia menyebut, pelatihan ini menjadi menarik, karena banyak pengusaha salon, atau praktisi salon. Jika mau mewarnai rambut mintanya A jadinya B, tidak sesuai dengan keinginan, itu karena ilmu yang mereka dapat dari otodidak, atau dari manapun itu salah.

“Kami memberikan pemahaman, memberikan ilmu pasti atau ilmu dasar pewarnaan yang sudah menjadi standar internasional, karena kebetulan saya dari Loreal Color Expert Internasional, dan saya juga sudah sertifikasi BNSP, jadi ilmu yang kami tawarkan atau kami latih bukan ilmu kira kira,”ujarnya.

Ia menjelaskan, membuang stikma bukan asal isting, jadi memberikan ilmu ketika mau masuk warna sudah pasti jadi, jadi tidak ada lagi tebak tebakan warna, ketika custumer mau warna burgundi maka akan jadi burgundi, mau gani jadi gani, dan segala warna fashion selalu jadi.

“Kalau pemangkasan rambut wanitanya nanti direncanakan potogan layer atau segi yang lagi ngetrend ala ala korea saat ini,”ungkapnya.

Ia mengatakan, teknik itu tidak main kira-kira. teknik dasarnya sudah ada, dan mau  dimodifikasinya pasti bisa. Untuk pewarnaan menggunakan teknik pemblecingan ombre, untuk warna warna fashion, kemudian menghilangkan pigman atau mencoklatkan rambut tanpa blicing itu diarahkan di pelatihan  ini.

“Kemudian warna fashionnya karena mau natal, kami mau membuat corak natal, seperti warna hijau, merah, supaya nuasa natalnya itu rame dan meriah,”ungkapnya.

Ia menyebut, kalau untuk pemangkasan memakai tehnik layering tanpa putus, jadi tehnik susun bertingkat ala ala korea Jadi butterfly ke depan. Itu anak anak muda jaman sekarang lagi ngetren banget.

“Kami berharap kepada peserta pelatihan ketika membuka usaha di mulai dengan memberikan edukasi, jadi kami ingin peserta pelatihan ini memberikan edukasi kepada pelanggan tentang pengetahuan sedikit tentang pewarnaan rambut,” tandasnya.

Sementara itu Kadisprindakop Uji Rinjani, sangat mengapresiasi dan juga berterimakasih terhadap kegiatan yang dilakukan oleh PT BEK, pemerintah sangat mendukung program ini, membina para pelaku usaha mikro, yang mana kegiatan ini sangat membantu sekali terhadap pemerintah, dan ini melibatkan beberapa kampung binaan dari PT BEK.

“Sebenarnya pemerintah juga punya program potong rambut dan mewarnai rambut ini, kita tau bersama pemerintah anggaran terbatas untuk menyelengarakan pelatihan seperti ini, makanya kami sangat berterimakasih kepada PT BEK yang sudah menyelenggarakan program ini dan meringankan beban pemerintah,”ujarnya.

Ia menyebut, tujuan potong rambut dan mewarnai rambut adalah untuk mempercantik atau memperindah penampilan seseorang, dan itu termasuk kebutuhan para ibu ibu, sehingga potensi untuk peluang usaha itu cukup tinggi, jadi kalau melaksanakan kegiatan seperti ini potong rambut dan warnai rambut bisa menjanjikan.

“Karena kalau kita potong rambut dan mewarnai rambut di salon sangat mahal,” ungkapnya.

Menurutnya, karena perwakilan dari kampung kampung ini ada, makanya hasil dari mengikuti pelatihan ini bisa di kembangkan di kampung untuk membuka salon kecantikan, dan ini merupakan peluang usaha bagi para pelaku UMKM.

“Saya yakin kalau ini sudah dibuka salon di kampung, pasti warga setempat lebih memilih yang dekat daripada yang jauh ke kota,”tandasnya.

Dijelaskan, untuk meningkatkan penghasilan para ibu ibu harus mengembangkan hasil dari pelatihannya ini di kampung, daripada menganggur di rumah lebih baik membuka salon agar ibu ibu mempunyai penghasilan sendiri, dan tidak banyak menggosip, karena kalau bekerja tidak sempat bergosip jadinya.

“Sekali lagi kami sangat berterimakasih dan mengapresiasi yang setinggi tingginya, karena selama ini PT BEK sudah banyak membantu pemerintah. baru baru ini saya dengar ada MoU dengan Dekranasda terkait kerajinan membatik tulis. Karena saya melihat jarang sekali perusahaan tambang yang memanfaatkan CSR nya seperti itu,”ungkapnya.

Ia berharap kedepan dari dinas koperasi ingin menjalin hubungan yang lebih baik dan juga bekerjasama yang solid dengan PT BEK dalam mendukung pelatihan dan UMKM. Karena saat ini Disprindakop juga sudah MoU dengan PT BEK.

“Saya inginkan dari para pelaku UMKM yang pertama kualitas produk harus kita tingkatkan, apabila produk  berkualitas pasti lebih banyak peminatnya. Kalau kualitasnya rendah kita promosi juga malu, karena para pengunjung pasti melihat kualitas duluan, bisa kita promosikan lewat media sosial, baik tik tok maupun Facebook dan juga Instagram, kalau produk nya berkualis pasti banyak peminatnya,” bebernya. (arf).

Pembangunan di Kecamatan Penyinggahan dari DD dan DK Sudah Terserap 80 Persen

November 9, 2025 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Progres pembangunan dari 6 kampung yang  ada di Kecamatan Penyinggahan, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), yang bersumber dari Dana Desa (DD) dan juga dari Dana Kampung (DK), sudah terserap sekitar delapan puluh persen.

Hal ini di sampaikan Camat Penyinggahan Padli saat di konfirmasi media ini melalui telepon seluler, Kamis (5/11/2025).

Dijelaskan Padli, saat melakukan monitoring dan pengawasan langsung ke lapangan pekerjaan sudah sebagian selesai di beberapa kampung. Pada akhir tahun pekerjaan diharapkan selesai seratus persen.

“Untuk masalah dana kemungkinan tidak akan terserap seratus persen,” ujarnya.

Ia menuturkan, dana tidak bisa terserap seratus persen, karena pekerjaan yang dikerjakan oleh para petinggi terkadang terdapat kelebihan. Pekerjaan yang semula dianggarkan seratus juta, ternyata realisasinya hanya delapan puluh juta, dan pekerjaan sudah selesai seratus persen.

“Sisa anggaran akan  dikembalikan ke kas daerah,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pekerjaan yang dilakukan para petinggi semua yang dilakukan swakelola yang dikerjakan bersama masyarakat. Jenis pekerjaan karena Kecamatan Penyinggahan ini ada di bantaran Sungai Mahakam kebanyakan pekerjaan pembuatan jalan yang terbuat dari jembatan dan nelayan.

“Jenis pekerjaan ada yang dibuat seperti jembatan baru dan ada juga yang direhab. Semua jembatan yang ada di Kecamatan Penyinggahan terbuat dari kayu, dan juga ada rehab sekolahan serta juga rehab kantor posyandu,” bebernya.

Ia mengatakan, untuk ketahanan pangan semuanya sudah berjalan, karena semua kampung ada di bantaran sungai dan warga hidupnya nelayan, hanya sebagian kecil saja yang ada di daratan, dan rata rata tidak punya lahan pertanian, karena lahan mereka rawa rawa semua.

“Kita bantu untuk nelayan ini seperti jala ikan, bibit ikan dan juga pembuatan keramba,”tuturnya.

Untuk kesehatan semua sudah berjalan, posyandu dan yang paling utama stunting, untuk penaganan stunting ini Kecamatan Penyinggahan sudah membuat posko, dan juga mendapatkan bantuan khusus dari salah satu perusahaan yang ada di penyinggahan ini.

“Salah satu perusahaan membantu memberikan bantuan makanan tambahan kepada anak yang kena stunting selama enam bulan penuh, dan itu salah satu komitmen perusahaan dengan kami,”uangkapnya.

ia juga mengatakan, baru baru ini Kecamatan Penyinggahan mendapatkan bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemkab) Kubar, yaitu Kampung Ikan Sejahtera (KIS), yang diserahkan Wakil Bupati Kutai Barat, H. Nanang Adriani didampingi Kepala Dinas Perikanan Philip.

“Kami dari Kecamatan Penyinggahan dapat bantuan KIS itu dari Pemkab Kubar, karena warga Kecamatan Penyinggahan rata rata nelayan,”tandasnya.

Ia berharap, kepada para petinggi dan juga masyarakat di enam kampung yang ada di Kecamatan Penyinggahan, semoga kecamatan ini lebih maju dibandingkan tahun tahun sebelumnya, baik itu dari segi SDM maupun pembangunan.

“Kepada para petinggi saya harap laporan keuangannya harus transfaran dan akuntabel, agar masyarakat juga mengetahui penggunaan anggaran yang ada di kampung,”tutupnya. (adv/disominfo/kbr).

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1319995
    Users Today : 2220
    Users Yesterday : 7595
    This Year : 256504
    Total Users : 1319995
    Total views : 12040715
    Who's Online : 29
    Your IP Address : 216.73.216.15
    Server Time : 2026-02-13