Komisi II DPRD Kubar Soroti Jalan Multi Years dan Inventarisasi Jalan

October 30, 2025 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Komisi II DPRD Kubar menyoroti kinerja sejumlah OPD. Yang disorot antara lain kejelasan proyek multi years contract (MYC), serta kesesuaian program dengan ketentuan peraturan perundangan.

Pembahasan tersebut berlangsung antara Komisi II DPRD Kubar, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kubar, dan sejumlah OPD di ruang rapat Komisi DPRDKubar, Kamis (30/10/2025).

Ketua Komisi II DPRD Kutai Barat, Potit menjelaskan, pembahasan kali ini menyoroti sejumlah hal penting. Menurutnya, semua kegiatan pembangunan harus memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan teknis sesuai aturan yang berlaku sebelum dimasukkan dalam RAPBD.

“Dalam peraturan perundangan, kegiatan memang boleh dilakukan secara berkelanjutan, tetapi tetap harus memenuhi ketentuan hukum dan persyaratan administratif yang telah ditetapkan. Kalau belum memenuhi, jangan dipaksakan masuk,” ujar Potit dalam rapat tersebut.

Ia mengungkapkan, dari hasil pembahasan, tercatat ada 33 kegiatan multi-years yang diusulkan OPD.

Namun, saat ditanyakan satu per satu, perwakilan dari Bappeda dan Dinas PUPR tidak dapat menjelaskan secara rinci seluruh kegiatan tersebut. Mereka hanya mengingat beberapa proyek besar seperti pembangunan jembatan ATJ, Jalan Bung karno, Pelabuhan Royoq, dan Kristen Center.

“Waktu kami minta dijelaskan satu-satu, ternyata mereka tidak hafal. Mereka ingat hanya proyek-proyek besar saja. Padahal totalnya ada 33 item,” ungkap Potit.

Ia menambahkan, sebagian proyek multi-year tersebut masih dalam tahap proses persyaratan administratif seperti Memorandum of Understanding (MoU) atau dokumen kelengkapan lainnya.

Karena itu, DPRD meminta agar OPD tidak terburu-buru mengajukan kegiatan baru, jika dokumen persyaratan belum lengkap.

Selain itu, rapat juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang belum sepenuhnya terdaftar dalam daftar inventarisasi milik pemerintah daerah.

Berdasarkan laporan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), masih ada sejumlah ruas jalan yang belum masuk dalam data resmi, termasuk ruas jalan dari Simpang Lomuq Besiq ke  kilo enam.

“Masih ada banyak ruas jalan yang belum terdaftar dalam daftar inventarisasi. Ini menyulitkan pihak teknis untuk melakukan perencanaan dan penganggaran. Bahkan ada ruas yang terputus di beberapa titik,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Potit juga menyinggung perkembangan di Dinas Pariwisata. Menurutnya OPD ini mulai menunjukkan kemajuan setelah adanya pergantian kepala dinas meskipun bersifat sementara.

Pada 2025, dinas tersebut memperoleh tambahan anggaran yang digunakan untuk membantu pembangunan beberapa objek wisata daerah.

Namun, Potit menyayangkan pada tahun 2026, terjadi pemangkasan anggaran yang berdampak pada terbatasnya program pariwisata. Salah satu program yang kemungkinan tidak dapat dilanjutkan adalah kegiatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di kawasan wisata.

“Dinas Pariwisata tahun ini memang sudah ada kemajuan karena dapat tambahan dana. Tapi untuk 2026, karena adanya pemangkasan, mereka tidak akan mendapat anggaran cukup, termasuk untuk program IPAL,” tuturnya.

Secara keseluruhan, Potit menilai hasil rapat ini memberikan gambaran awal bagi DPRD untuk memastikan R-APBD 2026 disusun secara realistis dan sesuai prioritas daerah.

Ia menegaskan bahwa pihak legislatif akan terus melakukan pendalaman terhadap setiap usulan OPD, terutama terkait proyek multi-year yang membutuhkan komitmen anggaran jangka panjang.

“Rapat ini masih tahap pembahasan awal. Kami ingin memastikan semua kegiatan benar-benar memenuhi syarat hukum dan teknis sebelum diketuk di RAPBD 2026. Jangan sampai ada yang asal masuk tanpa dasar yang kuat,” tegas Potit. (adv/diskominfo/kbr).

Pemkab Kubar dan Bankaltimtara Kolaborasi Percepat Transformasi Digital Keuangan Daerah

October 28, 2025 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat terus memperkuat komitmen dalam mempercepat transformasi digital di sektor keuangan daerah. Hal itu ditegaskan melalui kegiatan High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) serta Bimbingan Teknis Aplikasi Transaksi Keuangan Pemerintah (ATKP) Bankaltimtara, yang berlangsung di Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ), Komplek Perkantoran Pemkab Kubar, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Senin (27/10/2025).

Kegiatan ini dihadiri jajaran Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bankaltimtara, serta para bendahara dan pejabat pengelola keuangan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Forum tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun sistem keuangan daerah yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel.

Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk memperkuat tata kelola keuangan yang efektif dan akuntabel.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan lembaga pengawas keuangan dalam memperluas digitalisasi transaksi di Kutai Barat,” ujar Edwin.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang terus mendukung upaya elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, termasuk penerapan kanal pembayaran digital seperti QRIS Bankaltimtara untuk pajak, retribusi, dan transaksi pelaku UMKM. Selain itu, penerapan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) dinilai menjadi langkah nyata menuju sistem pembayaran yang lebih modern, cepat, dan aman.

“Kemajuan teknologi menuntut kita untuk terus beradaptasi. Melalui sistem pembayaran digital, masyarakat akan lebih mudah bertransaksi, sementara pemerintah dapat meningkatkan pendapatan daerah dengan sistem yang efisien dan transparan,” tambahnya.

Bupati juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk memperkuat komitmen dalam menerapkan transaksi non-tunai, menjaga transparansi keuangan, serta aktif berinovasi dalam mendukung digitalisasi daerah.

“Digitalisasi bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga perubahan pola pikir dan budaya kerja. Mari jadikan momentum ini sebagai langkah nyata membangun Kutai Barat yang semakin sejahtera, aman, adil, merata, dan beradat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kutai Barat Petrus menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki dua fokus utama, yakni penyusunan strategi percepatan digitalisasi keuangan daerah serta pelaksanaan bimbingan teknis penggunaan aplikasi keuangan berbasis digital.

“Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan tata kelola keuangan yang efisien dan transparan, sekaligus mendorong ekonomi lokal melalui sistem digital yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Petrus.

Melalui pelatihan ATKP Bankaltimtara, para bendahara dan pejabat keuangan OPD dibekali pemahaman langsung mengenai sistem transaksi keuangan pemerintah yang nontunai, realtime, dan terintegrasi dengan sistem perbankan, sehingga pemantauan posisi keuangan daerah dapat dilakukan secara cepat, akurat, dan transparan. (adv/diskominfo/kbr).

PT TCM Group Salurkan Bantuan Dana CSR  Pada Panitia Dahau HUT ke-26 Kutai Barat

October 25, 2025 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Sebagai salah satu perusahaan pertambangan di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), PT Turbaindo Coal Mining (TCM) Group, BEK, TIS, GPK dan NPR, menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk partisipasinya menyambut hari jadi Bumi Sendawar Tanaa Purai Ngeriman yang ke-26 tahun 2025.

Penyerahan dana CSR diserahkan Hirung selaku Administration Mine Manager PT TCM/BEK, kepada FX Sumardi sebagai Ketua Panitia Dahau (HUT ke-26 Kabupaten Kutai Barat) di sebuah resto yang berada di pusat ibu kota Sendawar, Sabtu (24/10/2025).

“Penyaluran dana CSR tersebut menjadi komitmen perusahaan kami dalam menjalankan tanggung jawab sosialnya sekaligus bukti konkret kontribusi sektor pertambangan batu bara terhadap Pemkab Kubar dan masyarakat sekitar wilayah operasional PT TCM/BEK,” tutur Hirung kepada wartawan.

Partisipasi perusahaan tambang tidak hanya sebatas mengambil hasil bumi, melainkan mencakup tanggung jawab sosial dan lingkungan yang luas untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Hirung menyebut, kegiatan ini dikenal sebagai tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

“Kami hadir di kutai barat bukan hanya mengambil sumber daya alam saja, tetapi kami juga berpartisipasi dalambentuk hal lain melalui program CSR. Karena kegiatan dahau ini masuk dalam kalender tahunan yang merupakan bagian penting bagi kami untuk berpartisipasi kepada pemerintah daerah,” jelasnya.

Ketua Panitia Dahau FX Sumardi mengapresiasi pihak manajemen PT TCM/BEK yang membantu sebesar Rp200 juta. Dana tersebut dapat digunakan untuk tambahan anggaran biaya dalam pelaksanaan Festival Dahau menyambut hari jadi ke 26 Kabupaten Kutai Barat yang diselenggarakan sejak 23 Oktober hingga 7 November 2025 mendatang.

Sumardi memberi apresiasi PT TCM/BEK dan sejumlah perusahan lainnya yang turut berpartisipasi dalam perayaan Dahau 2025 ini. Karena saat ini seluruh daerah ditekan untuk efisiensi anggaran.

“Sehingga kita berkolaborasi kepada pihak perusahaan untuk membantu anggaran operasional, agar penggunaan APBD Kubar diarahkan se efesien mungkin agar tidak ada pemborosan anggaran,” tutur Sumardi.

Sumardi yang juga Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar Kubar) itu, memaparkan anggaran biaya pelaksanaan Dahau 2025 mencapai Rp 6 hingga 7 miliar.  Sehingga di utamakan pada kegiatan hiburan rakyat dibebankan penuh kepada pihak perusahaan yang siap berpartisipasi dalam kegiatan Dahau dilakasanakan setiap dua tahun sekali di wilayah ini.

Perusahaan besar di sektor ini sering kali menyalurkan dana CSR kepada masyarakat dan pemerintah daerah di sekitar wilayah operasinya. Kata Sumardi, PT TCM/BEK tidak hanya berpatisipasi di kegiatan dahau. Bahkan aktif menyalurkan program pengembangan masyarakat diwilayah lingkar tambang.

“Terimakasih terhadap seluruh pihak yang telah berkontribusi, khususnya perusahaan yang aktif berpartisipasi dalam pembangunan daerah. Selain PT TCM/BEK, juga ada perusahan lainnya yang turut berpartisipasi dalam peringatan hari hari besar seperti HUT RI 17 Agustus dan hari peringatan nasional lainnya,” imbuhnya.

Sebagai informasi, di Indonesia perusahaan yang memiliki IUP atau IUPK diwajibkan menjalankan program CSR yang menyasar aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. CSR bukan hanya tanggung jawab, tapi juga bagian dari upaya menjaga keberlanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal di wilayah tambang.

Langkah PT TCM/BEK ini diharapkan menjadi contoh konkret bagi perusahaan lain disektor tambang, untuk lebih aktif dalam mendukung kehidupan sosial dan kesejahteraan dengan kemampuan yang ada. Melalui program CSR, perusahaan turut melestarikan dan mempromosikan warisan budaya lokal, serta memastikan bahwa nilai-nilai budaya masyarakat tetap terjaga. (*/arf).

Lomba Oltrad Behempas Diikuti Peserta Putri

October 24, 2025 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Olahraga Tradisional (Oltrad), behempas rotan, yang biasanya diminati kaum laki laki, saat ini ada wajah baru yang menghiasi Oltrad behempas rotan dengan diisi beberapa orang peserta putri dari beberapa kecamatan yang ikut berlaga memeriahkan HUT ke 26 Kubar, Festival Dahau, tahun 2025.

Ketua panitia behempas rotan, Arkadius Ely mengucapkan terima kasih kepada panitia Dahau yang sudah mengakomodir kegiatan Oltrad. Olahraga tradisional ini sangat pentimg sekali dilestarikan agar budaya nenek moyang tidak musnah dan diharapkan bisa berkembang kedepannya, dan banyak diminati kaum perempuan..

“Saat ini warga lokal sudah sering melaksanakan even even Oltrad ini, semoga kedepannya banyak peminatnya olahraga tradisonal ini untuk dilestarikan,”ujar Arkadius Ely, Kamis (23/10/2025).

Dikatakan, Oltrad behempas saat ini banyak diminati warga yang ada di Kecamatan Jempang dan Siluq Ngurai, juga Muara Lawa, akan tetapi setelah dataran atas seperti Barong Tongkok, Sekolaq Darat dan Melak masih belum ada peminatnya.

“Pertandingan ini kami buka secara open, dan ini pertama kali ada peserta perempuan yang ikut bertanding,”katanya.

Ia menyebut, saat ini mungkin masih kurang peminatnya bagi kaum perempuan, akan tetapi para pengurus optimis kedepannya pasti akan banyak peserta perempuan yang akan ikut bertanding dalam olahraga behempas ini, dan menjadi daya tarik sendiri buat mereka. Kedepannya akan dibentuk kepengurusan Oltrad behempas ini, sehingga ada regulasi, ada aturan main, dan ada pembinanya.

“Kami berharap ke depannya pemerintah bisa mensupport dengan menyisihkan anggaran untuk olahraga ini di Dahau yang akan datang,”ungkapnya.

Ia menyebut, ke depannya akan di bentuk kepengurusan dalam olahraga behempas ini mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga ke kampung kampung, dengan keyakinan para pengurus, Oltrad behempas ini akan maju dan berkembang kedepannya.

“Saat ini masyarakat sudah sering menyelenggarakan even even untuk olahraga behempas ini,” tandasnya.

Ia menyebut, ke depan hak paten untuk olahraga behempas ini bisa dimiliki Kutai Barat, karena saat ini belum diakui secara cabor dan masih di bawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia  (KORMI).

“Kami dari panitia sudah menyiapkan hadiah untuk para finalis, juara satu putra dan putri masing masimg 5 juta, juara kedua 4 juta, juara ketiga 2 juta, dan juara harapan satu 1 juta,” ungkapnya.

Ia berharap, untuk pelaksanaan Oltrad behempas ini sukses di tahun ini dan tahun depan peminat dan juga pesertanya akan lebih banyak lagi. Nanti akan menjadi agenda resmi di Dahau yang akan datang.

“Syukur syukur kalau ada bupati cup behempas nanti,” harapnya. (adv/diskominfo/kbr).

Lomba Menyumpit Diminati Peserta Berbagai Kabupaten/Kota

October 24, 2025 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Pelaksanaan lomba tradisional menyumpit dilaksanakan secara terbuka dan banyak diminati peserta dari berbagai kabupaten/kota. Peserta ikut ambil bagian memeriahkan perayaan Festival Dahau HUT ke 26 Kutai Barat (Kubar). Peserta berasal dari Samarinda dan Tenggarong Kutai Kartanegara (Kukar).

Ketua panitia pelaksana Jemmy Yulian Mulu saat ditemui di sela sela pertandingan menyampaikan, perlombaan menyumpit kali ini dibuka secara open turnamen.

“Untuk peserta perorangan berjumlah 140 orang putra dan putri, sedangkan yang beregu  ada 43 peserta,”ujarnya, Kamis (23/10/2025).

Dikatakan Jemmy, babak penyisihan untuk lomba menyumpit dilaksanakan dari tanggal (22/10), karena memang banyak pesertanya baik dari luar daerah maupun warga lokal yang ikut partisipasi di HUT Kubar ini.

”Kami laksanakan final di hari Kamis tanggal 23 ini, dan yang diambil sepuluh finalis putra dan sepuluh finalis putri, untuk beregu di isi tiga orang setiap satu regu baik putra maupun putri,” ungkapnya.

Ia menyebut, peserta yang dari Pampang, Kota Samarinda ada 5 orang putra dan putri, dari Ritan Kecamatan Tabang, Kabupaten Kukar, ada 4 orang peserta putra dan putri, selebihnya dari lokal Kubar. Dari sepuluh finalis yang di ambil hanya juara satu, dua dan tiga saja, baik putra maupun putri.

“Saya sebagai penggiat olahraga tradisional hanya berpesan kepada kaum muda dan juga orang tua agar jangan malu belajar olahraga tradisional, karena ini budaya nenek moyang kita, mari kita lestarikan budaya nenek  moyang kita ini, agar anak cucu kita nanti bisa meneruskan olahraga tradisional menyumpit ini,”bebernya.

Ia berharap, untuk olahraga menyumpit butuh dukungan dari semua pihak, selama ini setiap ada pertandingan di luar daerah masih megandalkan swadaya dari teman teman penggiat dan para pemain atau atlet itu sendiri.

“Kedepannya kami mohan perhatian atau dukungan, baik itu dari pemerintah daerah maupun pihak ketiga yaitu suwasta, agar kami para pencinta olahraga tradisional menyumpit ini bisa terus berkembang dan berprestasi apabila di dukung dan di tunjang dengan sarana maupun prasarananya,”ungkapnya.

Untuk diketahui daftar para juara menyumpit HUT Kubar ke 26 antara lain juara satu perorangan putra Mardi Somdika, Margo Singo, Kampung Keay, Kecamatan Damai (Kubar), juara dua Wardi, Beriuwatnya, Kecamatan Melak, (Kubar), juara ketiga, Muh. Amin, Keroan Etam, Tenggarong (Kukar).

Juara satu perorangan Putri, Rika, Margo Singo, Kampung Keay, Kecamatan Damai,(Kubar), juara dua, Farida Lahang, Pampang, (Kota Samarinda), juara tiga, Preshika Risa, Margo Singo, Kampung Keay, Kecamatan Damai,(Kubar).

Juara satu beregu Putra, Margo Singo, Kampung Keay, Kecamatan Damai, (Kubar), juara dua, Beriuwatnya, Kecamatan Melak,( Kubar), juara tiga, Keroan Etam, Tenggarong, (Kukar).

Juara satu beregu putri, Margo Singo, Kampung Keay, Kecamatan Damai, (Kubar), juara dua, Polo Pengkit, Kampung Melapeh, Kecamatan Bigung, (Kubar), juara tiga, Keroan etam undas 1, Tenggarong, (Kukar). (adv/diskominfo/kbr).

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1321785
    Users Today : 4010
    Users Yesterday : 7595
    This Year : 258295
    Total Users : 1321785
    Total views : 12057944
    Who's Online : 84
    Your IP Address : 216.73.216.15
    Server Time : 2026-02-13