Bupati Kukar Apresiasi Prestasi Koperasi Sawit KPBS

June 12, 2024 by  
Filed under Kutai Kartanegara

KEMBANG JANGGUT– Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera (KPBS), Senin (10/6/24) di Halaman Kantor Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera, Desa Muai, Kecamatan Kembang Janggut, ditandai pemotongan tumpeng.

Hadir pada acara itu sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah, diantaranya Dinas Koperasi dan UMKM, Camat Kembang Janggut beserta Forkopimcam, CEO Abler Nordic Hans Smith, manajemen perusahaan Pupuk dan Herbisida, Ketua dan seluruh pengurus KPBS, anggota Koperasi yang saya banggakan, juga masyarakat setempat.

Bupati mengatakan KPBS yang berdiri sejak tahun 2002, telah menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Dengan jumlah anggota yang kini mencapai 1.067 orang, dan luas lahan anggota yang melebihi 3 ribu hektar, KPBS telah menjadi pilar penting dalam perekonomian daerah di Kukar.

“Keberadaan koperasi ini telah terbukti dapat berjalan dengan baik dan dapat menjadi daya ungkit dalam penguatan ekonomi lokal,” ujar Edi.

Bupati juga mengapresiasi sejumlah prestasi yang diraih oleh KPBS, diantaranya baru-baru ini telah mendapatkan Sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan sertifikasi Sistem Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO.

Menurutnya capaian tersebut merupakan wujud komitmen para pimpinan Koperasi hingga anggotanya dibantu stakeholder terkait untuk maju bersama.

“Saya harap dengan diraihnya sertifikat ini, semua pihak mulai Ketua, pengurus hingga anggotanya terus konsisten menjaga kelangsungan kebun sawitnya,” pesannya.

Terkait harapan anggota KPBS yang menginginkan ada pabrik pengolahan kelapa sawit di lingkungan mereka, Bupati memang telah merencanakan pembangunan pabrik minyak goreng merah.

“Itu memang bagian rencana kami mensejahterakan rakyat, jadi nanti dibicarakan lagi dengan pihak terkait, kami Pemkab akan mendukung pembangunan pabrik minyak goreng ini,” demikian ujarnya disambut tepuk tangan meriah hadirin.

Acara juga dirangkai dengan penyerahan Bantuan pendidikan untuk pelajar Desa Muai. Penyerahan penghargaan kepada petani inspiratif dan kontraktor inspiratif. (Kk04)

IPM Jogya Gelar Eroh Bebaya ke 6 di Sleman

June 10, 2024 by  
Filed under Kutai Kartanegara

SLEMAN – Ikatan Pelajar dan Mahasiswa (IPM) Kukar yang menuntut ilmu di luar daerah mengadakan pentas seni budaya bertajuk Eroh Bebaya. Ini merupakan upaya melestarikan dan memperkenalkan seni dan budaya Kutai Kartanegara (Kukar)

Eroh Bebaya telah enam kali dilaksanakan IPM Kukar di berbagai kota besar di Indonesia. Terbaru  dilaksanakan IPM Jogjakarta yang digelar di Lapangan Denggung Kabupaten Sleman. Eroh Bebaya diisi berbagai penampilan seni budaya, olah raga tradisional dan pameran UMKM yang diikuti Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Dalam tradisi masyarakat Kutai, Eroh erat kaitannya dengan acara keramaian. Pada zaman Kerajaan Kutai dahulu, setiap ada acara be-Eroh-an, rakyat Kerajaan Kutai Kartanegara ing Martadipura dilibatkan, baik terlibat dalam menampilkan beraneka hiburan, maupun hanya sekadar menjadi pengunjung. Namun, intinya dalam be-Eroh-an itu rakyat menjadi gembira dan bersuka ria,” kata staf ahli bidang umum Pemkab Kukar Heldiansyah saat membuka acara yang ditandai Pemukulan Gong, Sabtu (8/6/2024) malam.

Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah dalam sambutannya yang dibacakan Heldiansyah mengatakan Eroh Bebaya ke 6 Festival Kutai Nusantara Tahun 2024 ini adalah kegiatan promosi budaya daerah untuk yang kesekian kalinya dilaksanakan oleh Ikatan Pelajar Mahasiswa Kutai Kartanegara (IPM Kukar) Yogyakarta untuk mempromosikan kekayaan budaya Kukar di Sleman Yogyakarta, Provinsi DI Yogyakarta. Even festival ini sejalan dengan visi Kabupaten Kukar sebagai daerah yang kaya akan festival.

Saat ini, be-Eroh-an menjadi even festival daerah sebagai implementasi Program Dedikasi Kukar Idaman yaitu Kukar Kaya Festival. Acara festival seni dan budaya daerah ini dikolaborasikan antara adat budaya tradisional masyarakat suku Kutai dan suku Dayak serta kreativitas seni modern yang terdapat di Kabupaten Kukar.

“Untuk menambah semarak acara, para talent, pegiat seni dan budaya, serta sektor UKM dilibatkan untuk memperkenalkan produk ber kearifan lokal Kabupaten Kukar kepada masyarakat di luar daerah” lanjutnya.

Disebutkannya Pemkab Kukar sangat mengapresiasi dan ikut berbangga atas pelaksanaan Eroh Bebaya ke 6 Festival Kutai Nusantara Tahun 2024 yang dilaksanakan oleh IPM Kukar Yogyakarta. Sinergi dan kerjasama yang dilakukan bersama Pemkab Sleman, Provinsi DI Yogyakarta, dirasa cukup baik yang dibuktikan dengan banyaknya jumlah pengunjung yang datang.

“Kepada Pemkab Sleman, Pemprov Kaltim, TNI/Polri serta warga masyarakat Kabupaten Sleman yang menghadiri acara festival ini, kami atas nama Pemkab Kukar mengucapkan terimakasih atas kesediaan dan dukungan yang diberikan” pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kukar Fetty Puja Amelia Rendi Solihin, Kepala Inspektorat Kukar Heriansyah, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Sugiarto, dan perwakilan OPD terkait.

Fetty Puja Amelia selain menyaksikan pertunjukan seni budaya adat Kukar, juga melakukan peninjauan ke stand – stand dari beberapa OPD dilingkup Pemkab Kukar.

 

Istri Wakil Bupati Rendi Solihin itu sangat mengapresiasi dan sebagai warga Kukar juga sangat bangga atas digelarnya Eroh Bebaya sebagai ajang memperkenalkan seni dan adat budaya Kukar diluar daerah khususnya di Jogjakarta.

Ia berharap kegiatan Eroh Bebaya yang merupakan kolaborasi IPM Jogjakarta dengan Pemkab Kukar bisa terus dilaksanakan dan berinovasi untuk memperkenalkan dan melestarikan seni budaya Kukar.

“Dari Eroh Bebaya ini selain seni budaya, kita juga bisa memperkenalkan olah raga tradisional kita, makanan – makanan khas Kita, seperti jajak – jajak, dan hasil kerajinan tangan khas hasil kreativitas masyarakat Kukar. Mudah – mudahan dengan Eroh Bebaya yang sudah dilaksanakan ke enam kalinya ini bisa membuat seni budaya Etam lebih dikenal tidak hanya di Kaltim, namun ke seluruh Indonesia, karena hampir di semua kota besar banyak pelajar dan mahasiswa yang berasal dari Kukar,” harapnya. (kk01).

Pokdarwis B3 Pela Raih Kalpataru 2024 Kategori Penyelamatan Lingkungan

June 6, 2024 by  
Filed under Kutai Kartanegara

JAKARTA– Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) H Rendi Solihin menghadiri penganugerahan Kalpataru tahun 2024 oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia, di Ruang Auditorium Gedung Manggala Wanabakti Tanah Abang Jakarta Pusat, Rabu (5/6/2024).

Pemberian Penghargaan Kalpataru merupakan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup 2024 dengan tema “Land Restoration, Desertification, and Drought Resilience”. Dimana Kabupaten Kukar melalui Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Bekayuh Baumbai, Bebudaya (B3) Desa Pela Kecamatan Kota Bangun, sebagai pelestari pesut mahakam menerima penghargaan pada kategori Penyelamat Lingkungan, penghargaan diterima langsung oleh Ketua Pokdarwis B3 Desa Pela Alimin.

Sementara itu, Menteri LHK RI Siti Nurbaya saat menyampaikan sambutan usai menyerahkan penghargaan mengatakan para penerima penghargaan Kalpataru adalah pahlawan lingkungan yang benar-benar telah melakukan sesuatu yang luar biasa dan nyata guna mempertahankan, meningkatkan dan memulihkan kualitas lingkungan hidup dan kehutanan, serta kualitas sosial masyarakat menjadi lebih baik.

“Para penerima penghargaan kalpataru adalah tokoh-tokoh penting dalam bidang lingkungan hidup dan kehutanan, mereka bukan sembarang orang atau kelompok, atau entitas,” ujar Siti Nurbaya.

Menurutnya, pemberian penghargaan Kalpataru selain sebagai tanda menghargai upaya dan jasa bakti pada lingkungan, sekaligus merupakan amanah bagi penerimanya, untuk tetap menjaga dan meningkatkan kepeloporan serta upaya-upaya perlindungan, pemeliharaan, dan pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan.

Para penerima penghargaan dinilai telah berdedikasi dan konsisten dalam menjaga dan melakukan penyelamatan di bidang lingkungan hidup dan kehutanan. oleh karenanya, menurutnya para penerima penghargaan patut untuk dijadikan teladan bagi masyarakat luas.

Di akhir sambutannya, dirinya berharap para penerima penghargaan kalpa tahun 2024 ini tidak berhenti buat beraksi, namun terus menebarkan virus kebaikan bagi pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia, sehingga kedepan akan semakin banyak anak-anak muda yang ikut terlibat dalam menjaga, merawat dan melestarikan alam dan lingkungan hidup.

Dikatakan Siti Nurbaya, penghargaan Kalpataru diberikan kepada 10 orang/kelompok, dari empat pengelompokan bidang, yaitu konservasi, pencemaran dan perubahan iklim, ekonomi hijau/biru serta hukum dan budaya. Adapun kategori penerima penghargaan ialah kategori Perintis Lingkungan (empat penerima penghargaan). Kategori Pengabdi Lingkungan (satu penerima penghargaan). Kategori Penyelamat Lingkungan (tiga penerima penghargaan). serta Kategori Pembina Lingkungan (dua penerima penghargaan).

Penghargaan Kalpataru adalah penghargaan yang diberikan kepada perorangan atau kelompok atas jasanya dalam melestarikan lingkungan hidup di Indonesia. dimana turut mendampingi Wabup Kukar pada kesempatan tersebut diantaranya Asisten II Setdakab Kukar Ahyani Fadianur Diani, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar Slamet Hadi Raharjo. (kk07).

Kukar Komitmen Tingkatkan Penerapan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik

June 5, 2024 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berkomitmen untuk mewujudkan tata Kelola Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE), sebagai salah satu strategi dalam mewujudkan visi dan misi daerah. Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam program dedikasi Kukar Idaman Digitalisasi Pelayanan Publik (DISAPA).

Melalui SPBE diharapkan dapat meningkatkan kualitas kualitas layanan publik, mempercepat proses perizinan dan pelayanan publik, mempercepat proses perizinan dan pelayanan public serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintah.

“Sebagai ketua SPBE saya berkomitmen untuk meningkatkan penerapan SPBE dengan mengambil beberapa kebijakan, seperti perlunya road map SPBE Kukar, petunjuk teknis (Juknis) SPBE dan pelatihan SPBE bagi ASN,” kata Sekda Kukar Sunggono pada saat membuka acara Focus Group Discussion (FGD) Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE), dengan tema ”Maturitas Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) diLingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara”, diRuang Rapat Inspektorat Kabupaten Kukar, Selasa (4/6/2024).

Berpedoman kepada Peraturan Presiden nomor 95 tahun 2018 tentang SPBE yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi dan akuntabilitas pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan, mewujudkan tata Kelola pemerintahan yang baik dan mempercepat pencapaian tujuan nasional.

Dalam penerapan SPBE, Kukar saat ini tengah bergerak dari tahap awal menuju tahapan menengah dalam system digital layanan publik di pemerintahan. Hal tersebut ditandai dengan beberapa indicator, seperti belum semua layanan publik yang tersedia secara elektronik, infrastruktur TIK yang belum memadai dibeberapa wilayah kecamatan, kapasitas SDM yang perlu terus ditingkatkan dan perlunya sosialisasi SPBE secara massif kepada masyarakat.

Dalam rangka mewujudkan SPBE secara optimal, diperlukan upaya yang sungguh – sungguh dari semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, oleh karena itu FGD ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi semua pihak dalam mewujudkan SPBE di Kukar.

Melalui FGD tersebut Ia berharap dapat diperoleh masukan yang konstruktif dari para narasumber, pembahas dan seluruh peserta untuk merumuskan strategi dan langkah – langkah yang tepat dalam mewujudkan SPBE di Kukar.

“Saya harap ini menjadi wadah untuk membangun sinergi dan kolaborasi antar stakeholder dalam mewujudkan SPBE yang efektif dan efisien,” harapnya.

Sementara Inspektur Kukar H Heriansyah mengatakan FGD SPBE yang diadakan dengan mengundang OPD terkait guna menindaklanjuti Peraturan Presiden nomor 95 tahun 2018, Dimana Pemkab Kukar akan diberikan sebuah penilaian terkait kematangan maturitas dalam hal penyelenggaraan system pemerintahan berbasis elektronik. Kukar sudah banyak sekali yang membuat system hanya dari sebuah system ini perlu suatu platform yang sama sehingga semua system diharapkan bisa berintegrasi dengan baik.

Selama ini memang di Pemkab Kukar banyak membangun sistem – sistem terutama diOPD tapi tidak terkoordinir dengan baik, tidak satu platform sehingga Ketika diintegrasikan kesatu sistem ke sistem lain tidak bisa tersambung dengan baik. Dengan adanya FGD SPBE ini diharapkan adanya Solusi ke depan bisa menyatukan sistem dalam satu platform yang bisa mengintegrasikan antar sistem satu dengan yang lain. (kk06)

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kukar Gelar Parenting Bunda PAUD

June 5, 2024 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara bersama Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kutai Kartanegara Maslianawati Edi Damansyah, melakukan parenting bagi bunda-bunda PAUD Kecamatan dan Desa Se Kecamatan Kota Bangun, Selasa (4/6/2024) di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kecamatan Kota Bangun.

Dengan mengusung tema “Fasilitasi PAUD- Holistik Integratif dalam rangka Pengentasan Stunting dan Penguatan Taransisi PAUD Ke SD yang menyenangkan”, kegiatan tersebut diikuti oleh Bunda PAUD kecamatan dan desa serta para guru paud, guru SD dan juga orang tua murid.

Dalam arahannya Bunda PAUD Kukar Maslianawati Edi Damansyah mengatakan bahwa salah satu tugas Bunda paud adalah melakukan pembinaan, pendampingan dan pengawasan terhadap layanan PAUD di wilayahnya.

“Bunda PAUD harus menjemput bola untuk datang langsung ke PAUD di wilayahnya dan melakukan monitoring, jangan menunggu undangan baru datang ke PAUD,” ungkapnya.

Bunda PAUD juga harus melakukan koordinasi, sinkronisasi dan sinergitas lintas program dan sektor terkait dalam pembinaan layanan PAUD.

“Jika sering melakukan monitoring maka akan mengetahui apa yang terjadi di lapangan dan mudah melakukan kordinasi bila terjadi masalah karena paham yang terjadi, tetapi jika tidak mengerti apa yang ada di lapangan maka akan lambat penanganannya seperti masalah stunting yang saat ini mulai turun di Kutai Kartanegara,” imbuhnya.

Maslianawati juga menegaskan bahwa Jabatan Bunda PAUD yang disematkan itu bukan hanya jabatan saja tetapi fungsi dan tugasnya harus dilaksanakan sebaik-baiknya.

“Ada Fungsi dan tugas yang harus dijalankan oleh Bunda PAUD , bahkan peran Bunda PAUD sangat lah strategis dalam membantu, mendampingi serta terlibat dalam mewujudkan Paud yang berkualitas diwilayahnya”tegas Maslianawati.

Selain itu juga ia meminta kepada seluruh Bunda PAUD untuk bisa melakukan pendampingan, koordinasi, sinkronisasi dan sinergitas lintas program dan sektor terkait dalam pembinaan layanan PAUD dan juga membuat pertemuan berkala dengan guru -guru paud dan juga orang tua murid.

Hadir pada kegiatan ini  Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maria Ester, Camat Kota Bangun Mawardi bersama bunda PAUD Kota Bangun dan Camat Kota Bangun Darat Julkifli bersama Bunda PAUD Kota Bangun Darat. (kk08)

« Previous PageNext Page »

  • vb