Kecamatan Muara Kaman Fokus Atasi Permasalahan Air Bersih dan Listrik

March 30, 2024 by  
Filed under Kutai Kartanegara

MUARA KAMAN – Masyarakat di Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih mengeluhkan ketersediaan air bersih maupun listrik dasar. Kondisi ini pun menjadi perhatian oleh pemerintah.

Pemerintah Kecamatan Muara Kaman kini fokus untuk menyediakan dua hal dasar tersebut untuk penduduk di 20 desa yang berada di wilayah mereka. Salah satu program yang menjadi prioritas Pemerintah Kecamatan Muara Kaman pada tahun ini adalah program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Bersih Masyarakat (Pamsimas).

Camat Muara Kaman, Barliang mengungkapkan, program Pamsimas diharapkan mampu mengatasi permasalahan ketersediaan air bersih yang belum optimal di beberapa desa.

“Kami berkomitmen untuk menuntaskan permasalahan pelayanan dasar ini, termasuk air bersih dan penerangan,” ucapnya (29/3/2024).

Beberapa desa yang masih kesulitan mendapat akses air bersih di Kecamatan Muara Kaman diantaranya adalah, Desa Liang Buaya, Muara Siran, Menamang Kiri, Menamang Kanan, dan Tunjungan.

“Persoalan air bersih ini sudah lama dirasakan oleh masyarakat. Saat ini kami tengah berupaya untuk menyelesaikan permasalahan ini secara bertahap,” tambahnya.

Sebagai langkah dalam mengatasi permasalahan ini, Barliang mengatakan pihaknya telah membangun tandon penampungan air bersih. Selanjutnya pihaknya tengah berupaya membangun sistem distribusi air, agar bisa mengalir ke rumah warga.

Barliang berharap pelayanan dasar, khususnya air bersih yang disediakan oleh pemerintah dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan warga Kecamatan Muara Kaman.

“Upaya ini merupakan bentuk perhatian dan komitmen pemerintah Kecamatan Muara Kaman terhadap peningkatan kualitas pelayanan dasar bagi masyarakat,” tutupnya.(ADV/Diskominfo Kukar)

Camat Kembang Janggut Apresiasi Pemkab Kukar Bangun Kantor Baru

March 30, 2024 by  
Filed under Kutai Kartanegara

KEMBANG JANGGUT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) telah menyelesaikan Gedung Kantor Camat Kembang Janggut yang baru. Gedung baru ini diresmikan oleh Bupati Kukar, Edi Damansyah.

Camat Kembang Janggut, Halim menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terbangunnya kantor Kecamatan Kembang Janggut. Besar harapannya bangunan anyar tersebut dapat memotivasi dirinya dan jajaran untuk bekerja optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Semoga kami bisa lebih meningkatkan dan mengoptimalkan kinerja organisasi kecamatan dalam memberikan pelayanan yang lebih baik,” ucapnya, Jumat (29/3/2024).

Sementara itu, Bupati Edi Damansyah memberikan pesan kepada jajaran Pemerintah Kecamatan Kembang Janggut untuk memanfaatkan gedung baru dengan maksimal.

Edi juga meminta agar kualitas layanan dan kinerja aparatur di Kecamatan Kembang Janggut bisa dimaksimalkan. Menurut dia, langkah itu harus dimulai dengan merubah pola kerja lama dengan yang baru, supaya aparatur lebih responsif, profesional, akuntabel, transparansi dan bertanggung jawab.

“Layani masyarakat di Kecamatan Kembang Janggut dengan baik, dengan gedung baru tentu diharapkan pola kerja juga bisa lebih baik lagi,” pesannya.

Edi juga meminta camat beserta jajaran untuk merawat gedung baru itu dengan baik, dan melayani masyarakat dari hati. Sehingga gedung tersebut benar-benar menjadi rumah bagi masyarakat dalam mencari pelayanan.

“Ini merupakan esensi kemajuan dari sebuah pemerintahan dalam menjalankan roda pemerintahan, yaitu pelayanan yang baik kepada masyarakat di semua sektor, maka ke depan kita bisa lebih baik lagi dalam berkarya, berinovasi dan profesional dalam bekerja membangun masyarakat Kukar menjadi lebih sejahtera dan bahagia,” jelasnya.

Tambah Edi, camat beserta jajaran dapat melakukan koordinasi dan kerja sama, baik itu dengan para kades, masyarakat perusahaan maupun seluruh stakeholder terkait. Dengan harapan terciptanya pemerintahan untuk membangun Kecamatan Kembang Janggut lebih baik lagi ke depannya.(ADV/Diskominfo Kukar)

Kecamatan Samboja Barat Siapkan 10 Objek Wisata

March 30, 2024 by  
Filed under Kutai Kartanegara

SAMBOJA BARAT – Kecamatan Samboja Barat menjadi salah satu daerah yang masuk ke dalam kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal ini tentunya harus dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonian masyarakat. Pemerintah juga melakukan berbagai persiapan. Salah satunya menyediakan 10 objek wisata untuk memberikan destinasi wisata kepada warga IKN.

“IKN pasti membutuhkan wisata, kami sambut itu dengan objek wisata andalan,” sebut Camat Samboja Barat, Burhanuddin, Jumat (29/3/2024).

Burhanuddin

Mantan Camat Samboja ini merinci 10 objek wisata andalan di daerahnya yakni pemancingan widuri, Batu Dinding, Lamin Etam Ambors, air terjun, Borneo Orang utan Survival (BOS), Ambalat Garden, Ambarawa Resolt, Bukit Bengkirai, danau biru dan pantai Ambalat.

“Masih ada tujuh objek wisata lagi, cuma belum digarap atau dikelola,” sebutnya.

Untuk promosi objek wisata yang ada di Samboja Barat gencar melalui media sosial kecamatan seperti akun Instagram si Patin Sambar (Pusat Informasi Wisata Sambar).

Dia mengakui informasi yang disajikan belum lengkap. Nantinya, data-data akan dilengkapi seperti keterangan jarak tempuh, fasilitas pendukung seperti warung makan hingga pusat oleh-oleh yang bisa dikunjungi para wisatawan.

“Jika objek wisata maju, pemberdayaan masyarakat akan muncul dengan sendirinya,” sebutnya.

Posisi Kecamatan Samboja Barat  sangat strategis karena tidak jauh dari fasilitas bandara besar di Balikpapan. Selain itu, pelabuhan besar Kukar juga ada di kecamatan ini. “Kami yakini daerah kami akan semakin lebih maju,” harapnya.(ADV/Diskominfo Kukar)

Bupati Kutai Kartanegara Buka Festival Kreatif Pemuda Ramadhan

March 28, 2024 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah buka Festival Kreatif Pemuda Ramadhan (FKPR) ke -1 Tahun 2024 di Halaman Parkir Pendopo Odah Etam Tenggarong, Selasa (26/3/2024).

Festival yang digelar 26 Maret 2024 hingga 30 Maret 2024 diserahkan booth Container kepada Forum Kewirausahaan pemuda (FKP) dan juga diserahkan Sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Skema Profesi Content Creator.

Edi juga sempat melihat para pelukis yang melukis menggunakan cat semprot dan bermain gasing bersama para pengunjung.

Selain itu juga diadakan lelang lukisan kaligrafi hasil karya anak-anak Kutai Kartanegara yang diawali oleh Bupati Kukar Edi Damansyah membeli salah satu lukisan kaligrafi seharga Rp 5 Juta, dilanjutkan dengan Plt Kepala Dinas Perkim membeli lukisan kaligrafi seharga 2 juta rupiah, Kadis PU membeli lukisan kaligrafi seharga 2,5 juta, dan terkahir Sekertaris Dinas pariwisata seharga 1,5 juta yang dilukis oleh anak kelas 3 SD.

Rangkaian Festival Kreatif Pemuda Ramadhan melalui Kegiatan tersebut meliputi Art Exhibition, Pameran Foto,Talkshow, Pertujukan Seni, Graffiti, Seminar, Pameran Lukisan, Tenant UMKM dan Permainan Tradisional.

Pada Festival Kreatif Pemuda Ramadhan (FKPR) akan di perlombakan Lomba Fashion Show Muslimah, Lomba Da’i, Lomba Adzan, Lomba Video Kreatif dan Lomba Kaligrafi.

Dalam arahannya Edi Damansyah sangat mengapresiasi kegiatan ini karena bisa mendorong Kreativitas anak muda baik dalam seni budaya maupun pengembangan UMKM sehingga bisa menjadi salah satu tujuan wisata dan salah satu sumber Ekonomi bagi Masyarakat.

Edi harap nantinya ada kolaborasi antara Dinas pariwisata dan Dinas Pemuda Olahraga dan Dinas Pendidikan Kebudayaan untuk lebih mendesain kegiatan seperti ini agar maksudnya dan tujuannya bisa lebih tepat sasaran sesuai dengan Visi dan Misi Kukar Idaman Misi Ke-2 yaitu meningkatkan pembangunan sumber Daya Manusia yang Berakhlak mulia dan berbudaya.

Menurutnya, Kegiatan Festival Kreatif Pemuda Ramadhan dilaksanakan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pentingnya pembangunan pemuda khususnya peningkatan Iman dan taqwa bagi pemuda dan juga mengembangkan kreatifitas pemuda melalui UMKM untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Ia juga berharap nantinya festival ini bisa menjadi salah satu ajang atau wadah bagi para pemuda untuk mengembangkan kreativitasnya.

“Saya hanya memfasilitasi apa yang para pemuda inginkan agar semua konsep bisa sesuai dengan keinginan mereka,”imbuhnya.

Selain itu tambah Edi, penyerahan Sertifikat BNSP merupakan sebagai langkah penting menuju profesionalisme dan kualitas dalam industri content Dan juga Ini membantu memastikan bahwa para profesional ini memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk bersaing dalam era digital yang kompetitif. (kk08)

Lintas Sektoral dan Peran Keluarga Sangat Penting Untuk Atasi Stunting

March 28, 2024 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG– Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara (Kukar) H Sunggono memimpin Rembuk stunting 2024, dengan tema “Penguatan Komitmen Mewujudkan Generasi Emas Kukar Bebas Stunting”, Rabu (27/3/24) di Aula Bappeda Kukar kompleks Perkantoran Bupati di Tenggarong.

Acara dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Para Asisten di lingkup Sekretariat Daerah, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur; TP PKK Kukar, Kepala Perangkat Daerah, Gugus Tugas Kukar Idaman, BPJS Kesehatan, Camat se Kukar, Kepala Puskesmas se Kukar, Lurah dan Kepala Desa selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Desa/ Kelurahan se Kukar, juga para pendamping keluarga.

Menyampaikan sambutan Bupati Edi Damansyah, Sekda mengatakan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting memuat upaya optimalisasi percepatan penurunan stunting dan pencegahan agar tidak terjadi kasus stunting baru dalam keluarga. Berbagai upaya ke arah ini telah, sedang dan akan terus dilakukan agar target penurunan stunting dapat dicapai.

Tentu saja hal ini tidak mudah dilakukan mengingat banyak sekali faktor yang mempengaruhi terjadinya kasus stunting. Berbagai tantangan dan hambatan telah dirasakan bersama selama kurang lebih enam tahun pelaksanaan konvergensi penurunan stunting di Kukar.

“Saya yakin bahwa kita akan lebih menguatkan barisan untuk terus berupaya melakukan konvergensi melalui perbaikan struktur maupun prosesnya, mengingat upaya penurunan stunting merupakan salah satu prioritas pembangunan di Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Pada saat Rapat Koordinasi Pengarah dan Pelaksana TPPS Pusat tanggal 19 Maret 2024 lalu menyebutkan bahwa berdasarkan data SKI tahun 2023 prevalensi stunting nasional turun sebesar 0,1 % dari tahun 2022 yaitu menjadi 21,5 %. Untuk data provinsi Kalimantan Timur terdapat penurunan dari tahun 2022 sebesar 1 % menjadi 22,9 %. Data Kutai Kartanegara tahun 2022 sebesar 27,1% sedangkan tahun 2023 belum diekspose, diharapkan terjadi penurunan angka prevalensi stunting di Kukar.

Dilanjutkannya, terlepas dari adanya perbedaan data berbasis survey dengan data rutin, berdasarkan data di atas, dapat dilihat bahwa untuk menurunkan angka prevalensi stunting maka lintas sektor harus terlibat secara terintegrasi, serta pentingnya peran keluarga dalam proses ini.

Oleh sebab itu, forum bersama seperti Rembuk Stunting ini merupakan salah satu langkah penting dan bermanfaat yang dapat dilakukan dalam intervensi pencegahan dan penurunan stunting.

“Saya berharap dalam kegiatan hari ini dapat didiskusikan dan dipastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting secara terintegrasi antar perangkat daerah penanggung jawab layanan serta dengan sektor/ lembaga non Pemerintah lainnya serta masyarakat,” harapnya.

Sinergi besar ini selanjutnya diharapkan menghasilkan output berupa komitmen bersama serta rencana intervensi gizi yang meliputi aspek promotif, preventif serta penanganan kasus stunting secara terintegrasi dan konvergen yang dapat dilaksanakan pada tahun berjalan serta termuat dalam rencana kegiatan tahun depan.

Peran besar unit masyarakat terkecil yaitu keluarga dalam upaya penurunan stunting sangat penting. Strategi dan mekanisme penguatan keluarga ini dirancang melalui penguatan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang berada di tiap Kecamatan. Sungguh besar peran TPK ini dalam melakukan pendekatan kepada keluarga terutama dalam bentuk pendataan dan penemuan kasus secara dini, edukasi, serta pendampingan pada keluarga risiko stunting.

Jadi dalam menyusun rencana intervensi ada baiknya dilakukan penguatan kepada TPK ini agar mereka lebih mampu melakukan pendampingan pada keluarga. Kepada para Camat sebagai Ketua TPPS saya berpesan agar lebih memperkuat fungsi koordinasi mulai tingkat desa/ kelurahan, Kecamatan bahkan konsultasi ke tingkat Kabupaten.

”Mari kita jadikan upaya integrasi dan konvergensi penurunan stunting ini sebagai amal jariyah kita agar generasi muda penerus bangsa ini menjadi generasi yang sehat, kuat dan mampu berjuang untuk memajukan daerah kita serta negara dan bangsa yang kita cintai ini,” ajaknya.

Sekda kemudian menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada semua pihak, seluruh pemangku kepentingan baik lingkup pemerintahan maupun pihak swasta yang telah bekerja keras dan bekerjasama dalam upaya penurunan stunting. Tentunya masih banyak pekerjaan rumah yang belum dapat diselesaikan dalam upaya integrasi penurunan stunting ini.

“Saya mengharapkan agar seluruh pemangku kepentingan dapat terus secara konsisten berfokus dalam melakukan upaya signifikan yang terintegrasi dalam penurunan stunting di Kutai Kartanegara,” demikian ujarnya.(kk04)

« Previous PageNext Page »

  • vb