Jadikan Semangat Subuh Sebagai Energi Pendorong Setiap Langkah Pengabdian

September 30, 2025 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG– Tim Safari Subuh Pemeritah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali melanjutkan kegiatannya, kali ini pada agenda yang ke 301 giliran Masjid Muhammadiyah Al-Hikmah Jln. Danau Aji Kecamatan Tenggarong yang disambangi, Selasa (30/9/25).

Tim Safarai Subuh Pemkab Kukar kali ini dipimpin Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Dafip Haryanto, dihadiri dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, MUI, Kemenag Kukar, Perangkat Daerah, KUA Tenggarong, Lurah/Kades di Tenggarong, Direksi Perusahaan Daerah, Dewan Masjid, Organsiasi Masyarakat dan Pemuda, termasuk Organisasi Muhammadiyah. Juga hadir pencetus Safari Subuh Pemkab Kukar Edi Damansyah. Sebagai penceramah yaitu K.H Muhammad Jazir (Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan, Yogyakarta).

Menyampaikan asmbutan Bupati Aulia Rahman Basri, Asisten III mengatakan kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan ikhtiar bersama untuk memperkuat ikatan Ukhuwah Islamiyah, menyegarkan iman, dan menjalin silaturahmi yang erat antara unsur pemerintah dengan seluruh lapisan masyarakat.

Sinergi antara pemerintah dan para pemuka agama menjadi kunci. Pemerintah bertugas menyejahterakan rakyat melalui program pembangunan, sementara para ulama dan tokoh masyarakat membimbing dan membangun akhlak umat. Keduanya harus berjalan beriringan, saling mendukung, untuk mewujudkan masyarakat Kukar yang tidak hanya maju secara materi, tetapi juga mulia dalam akhlak dan taqwa.

Pemkab juga mengapresaisi pengurus dan jemaah Masjid Al-Hikmah Muhammadiyah yang telah menjadi tuan rumah dengan sangat baik pada Safarai Subuh itu. Serta mendapatkan kehormatan untuk mendengarkan langsung tausiyah dari K.H. Muhammad Jazir selaku Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan, Yogyakarta.

Dikatakan Dafip Haryanto, memulai hari dengan salat subuh berjamaah mengajarkan tentang disiplin, keikhlasan, dan kebersamaan. Jadikan semangat subuh ini sebagai energi pendorong dalam setiap langkah pengabdian, baik sebagai abdi negara, tokoh masyarakat, maupun sebagai individu dalam keluarga.

“Pemkab Kukar tidak dapat berjalan sendiri. Kami membutuhkan doa, dukungan, serta kritik yang membangun dari seluruh elemen masyarakat. Semoga melalui majelis-majelis mulia seperti ini, ikatan hati kita semakin kuat, langkah kita semakin sinkron, dan cita-cita kita untuk membangun Kukar yang lebih sejahtera dan berakhlak mulia dapat segera terwujud,” demikian harapnya. (kk04)

Kesultanan dan Forkopimda Kukar Ziarah Makam Aji Imbut

September 29, 2025 by  
Filed under Kutai Kartanegara

‎TENGGARONG– Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Aulia Rahman Basri beserta Kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, dan unsur Forkopimda Kukar melakukan Ziarah Makam Aji Imbut pendiri Kota Tenggarong dalam rangka Hari Ulang Tahun Kota Tenggarong ke–243 di Makam raja-raja dan Kesultanan Museum Tenggarong, Senin (29/9/2025).

‎‎Kegiatan bertemakan “Kota Raja Masa Depan Peradaban Nusantara”, dihadiri Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin, Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin, Dandim 0906/KKR Letkol Czi. Damai Adi Setiawan, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kukar Andi Deescha Pravidhia Aulia, Wakil Ketua TP PKK Kukar Fety Puja Amelia, serta tamu undangan lainnya.

‎‎Kegiatan diawali dengan pembacaan sejarah singkat riwayat pendirian Kota Tenggarong oleh Camat Tenggarong Sukono. Dan sambutan dari pihak Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

‎‎Sementara, Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri dalam sambutannya mengatakan atas nama Pemkab Kukar mengucapkan selamat hari Jadi Kota Tenggarong ke 243 di tahun 2025.

‎‎”Mari wujudkan Kota Tenggarong menjadi kota yang indah, nyaman, mempesona, dan berbudaya,” ujar dr. Aulia.

‎‎Aulia mengatakan Kota Tenggarong harus berbenah dan terus berkembang menjadi kota yang nyaman dan mempesona. Dimana menurutnya warisan sejarah dan eksistensi Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura yang terjaga hingga saat ini, harus di jadikan sebagai modal untuk menyambut IKN Nusantara sebagai Ibukota Politik di tahun 2028.

‎‎Melalui momentum tersebut, Aulia berharap agar semua pihak merefleksi dan berkontemplasi untuk lebih giat membangun Kota Tenggarong.

‎‎”Marilah kita memberi penghormatan atas jasa-jasa yang diberikan oleh para Sultan sekaligus ucapan terimakasih atas segala daya upaya yang diberikan orang-orang yang ikut andil membangun Kota Tenggarong seperti sekarang,” pungkasnya.

‎‎Kegiatan pun diakhir dengan ziarah, pembacaan doa, dan peletakan Bunga Lompo di Makam Aji Imbut Gelar Sultan M Muslihuddin (Raja Ke 15), Makam A. M. Salehuddin I (Sultan Kutai Ke 16), dan Aji Mohd. Sulaiman Chalifatul Mu’minin (Sultan Ke 17). (kk07).

Mengulur Naga dan Belimbur Jadi Puncak Erau Adat Kutai

September 29, 2025 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Prosesi mengulur naga dan belimbur merupakan acara puncak dari Erau yang menandai akan segera berakhirnya rangkaian acara adat Erau Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Belimbur dilakukan dengan memercikan air setelah naga diulur dan akan diambil air tuli yang dibawa dari perairan Kutai Lama tempat asal mula berdirinya kerajaan Kutai Kartanegara.

“Ini adalah momentum, betapa budaya adalah denyut nadi masyarakat Kutai, atas nama Pemerintah Provinsi Kaltim, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada Pemerintah Kabupaten kutai Kartanegara (Kukar), Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan seluruh masyarakat yang telah merawat dan memeriahkan perhelatan akbar Erau ini ,” kata Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji di acara Mengulur Naga dan Belimbur, di Museum Negeri Mulawarman Tenggarong, Minggu (28/9/2025).

Dikatakan Seno, Erau bukan hanya sekedar pesta rakyat, tapi juga napas peradaban, tradisi yang selalu ada yaitu mengulur naga melambangkan kebaikan yang mengalir dalam kehidupan masyarakat, sedangkan belimbur menjadi simbol mensucikan diri , solidaritas dan kegembiraan bersama. Nilai – nilai tersebut tidak hanya memperkaya identitas Kutai, tapi juga mengajarkan arti kebersamaan gotong royong keharmonisan dalam bermasyarakat.

“Erau merupakan aset berharga, menjadi motor penggerak wisata dan ekonomi kreatif serta promosi budaya internasional, Erau masuk dalam event kalender internasional yang dapat memperkuat branding Kaltim sebagai destinasi budaya,”sebutnya.

Sementara Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan dari mengulur naga dan belimbur ada beberapa nilai – nilai yang bisa diambil hikmahnya, yaitu nilai kesakralan, dalam prosesi ada tahapan – tahapan yang harus dilalui yang tidak boleh dilompati, sehingga kesakralan dari acara bisa dijaga keabadiannya. Selanjutnya nilai yang bisa diambil adalah kesucian, dengan dikenakannya air ke badan dari air proses belimbur akan akan mensucikan diri.

“Dari belimbur juga, kita bisa mengambil hikmah syukur, dari proses ini seluruh masyarakat Kukar merayakan kesyukuran bahwa kita telah melaksanakan adat Erau dan diberikan nikmat oleh Allah SWT tinggal di Kukar dan kita juga bisa mengambil hikmah dari kesabaran dengan menyiramkan air kepada orang lain tidak boleh marah dan malah berbahagia dengan disiramkannya air belimbur tersebut,” kata Aulia.

Ia berharap dengan nilai – nilai yang ditanamkan saat melakukan proses sakral bisa diterapkan dalam kehidupan sehari – hari dan akan membawa kabupaten Kukar yang damai dan membawa kemakmuran bagi seluruh warga masyarakat Kukar. “Atas nama Pemkab Kukar mengapresiasi kegiatan Erau ini, kita harus menjunjung tinggi adat dan adab budaya yang dimiliki dan tepat hari ini Tenggarong genap berusia 243 Tahun, kita berharap Tenggarong semakin berbenah sebagaimana kita ketahui, Tenggarong adalah etalase Kukar, orang akan melihat Kukar sebagaimana orang akan melihat Tenggarong, karena Tenggarong kota warisan budaya dengan banyaknya bangunan heritage cagar budayanya dan orang yang tinggal di Kukar akan merasakan kebahagian dan kedamaian,”harap Aulia.

Setelah upacara pelepasan rombongan pembawa naga ke Kutai Lama, acara dilanjutkan dengan ritual beumban, begorok dan rangga titi. Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke XXI H Aji Muhammad Arifin dibaringkan diatas kasur berbungkus kain kuning. Tubuh Sultan kemudian diselimuti dengan kain kuning dan seorang sesepuh akan melakukan ritual. Selanjutnya upacara begorok, Sultan duduk diatas balai bambu kuning yang memiliki 41 tiang dan ritual pun kembali dilaksanakan dan yang terakhir adalah rangga titi. Sultan yang diiringi kerabat keraton, Ratu Sekar Asih, Bupati Kukar Aulia rahman Basri, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Wakil Bupati Kukar H Rendi Solihin, Sekda Kabupaten Kukar H Sunggono,Jajaran Forkopimda Provinsi, Forkopimda Kabupaten Kukar dan undangan lainnya menuju dermaga.

Sultan kemudian duduk diatas balai bambu. Sedangkan dewa dan belian mengucapkan mantra dan melakukan ritual tempong tawar. Sultan memasukkan bunga pohon pinang kedalam guci berisi air Kutai Lama dan memercikan air dengan tangannya kepada para kerabat dan tamu undangan. Prosesi tersebut menjadi pertanda dimulainya ritual belimbur oleh masyarakat.(kk06)

Melestarikan Budaya Khas Balap Ketinting di Kutai

September 26, 2025 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Ketinting adalah perahu bermesin tempel yang lincah dan berukuran kecil, memang merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya khas Kutai, Kalimantan Timur. Keberadaannya erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat di sepanjang Sungai Mahakam, yang telah lama menjadi jantung peradaban Suku Kutai.

“Lomba ketinting ini adalah bagian dari cara Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melestarikan budaya khas kutai yang sudah ada sejak dulu, ” kata Asisten I Setdakab Kukar Akhmad Taufik Hidayat, dalam wawancaranya di acara penutupan dan pembagian hadiah lomba ketinting, di Dermaga Penyeberangan Pulau Kumala, Kamis (25/9/2025).

Kegiatan balap ketinting selalu konsisiten dilaksanakan setiap tahun bertepatan dengan pelaksanaan Erau.

“Pemkab Kukar sangat berharap kegiatan ini menjadi motivasi bagi masyarakat untuk selalu menggemari dan mencintai adat budaya yang dimiliki ditanah Kutai ini, setiap tahun harus ada regenerasinya, makanya ada lomba diseri pemula dilaksanakan, ” ungkap Taufik.

Selama dua hari pelaksanaan sungai Mahakam kembali menjadi pusat perhatian masyarakat. Sepanjang turapan sungai dipenuhi sesak penonton yang siap mendukung peserta.

Lomba diikuti 160 peserta yang datang dari berbagai daerah, mulai dari Kukar, Berau, Kutai Timur, Kutai Barat, Sangkulirang, hingga Kalimantan Utara. Deru suara mesin perahu diiringi dengan sorakan penonton dan pendukung peserta, menambah semaraknya lomba disepanjang Sungai Mahakam.

Akhir dari balap Ketinting dimenangkan oleh Deni dari Team Star Naja Anggana dikelas Umum Piston Max 94 MM, dikelas Umum Piston 75 MM dijuarai Jum Stevano dari Team Putra Sampurna dan dikelas Pemula Piston Max 75 MM dijuarai Irwan dari Team Putra Sampurna. (kk06)

Meriahkan Erau, Lomba Ketinting Kembali Digelar

September 25, 2025 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Lomba balap ketinting dan Festival Erau secara keseluruhan bukanlah kegiatan insidental dan sekadar perayaan adat, melainkan pilar strategis dalam menjaga nilai-nilai luhur budaya seperti gotong royong, kerukunan, dan penghormatan terhadap alam dan leluhur serta pemersatu masyarakat.

“Mari kita bersama – sama mencintai dan tetap menjaga nilai luhur budaya yang kita punya salah satunya adalah melalui balap ketinting ini,”ajak Asisten III Sekretariat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Dafip Haryanto pada saat menyampaikan sambutan Bupati Aulia Rahman Basri, di Pembukaan lomba ketinting, di Pelabuhan penyeberangan Pulau Kumala, Rabu (24/9/2025).

Dikatakannya lomba balap ketinting dalam perhelatan Erau adalah bentuk konkret dari ekonomi non-ekstraktif, yang menghidupkan pelaku UMKM, seniman, nakhoda, dan petani lokal. Menjadi daya tarik wisata unggulan, yang menarik kunjungan regional, nasional, bahkan internasional.

“Oleh karena itu, kami tidak hanya mendukung Erau secara simbolis, tetapi mengintegrasikannya ke dalam arus utama pembangunan daerah yaitu mewujudkan pengembangan pendidikan karakter dan pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal sebagai manifestasi dari Misi 4 RPJMD 2025–2029 serta menjadi poros pencapaian visi 17 program unggulan Kukar Idaman terbaik,”jelasnya.

Menyaksikan Lomba Balap Ketinting, sebuah bentuk olahraga rekreasi tradisional yang sangat dekat dengan jiwa masyarakat Kutai. Balapan perahu (gubang) bermesin ketinting bukan sekadar perlombaan kecepatan, melainkan simbol ketangkasan, keberanian, dan kedekatan masyarakat Kutai dengan Sungai Mahakam sebagai jantung kehidupan, jalur transportasi, dan sumber mata pencaharian selama berabad-abad.

“Mari kita kita bersama – sama junjung sportifitas, jaga keselamatan bersama dan mengedepankan kebersamaan. Ini adalah olahraga rakyat yang partisipatif, yang tidak mengenal batas usia, status, atau wilayah. Kami ucapkan terim kasih atas semua yang telah berpartisipasi dan selamat bertanding,” .

Adapun jumlah peserta yang mengkuti lomba sebayak 150 perahu, dari kelas Pemula (Piston Max 75mm) 40 peserta, kelas Umum (Piston Max 75mm) 60 peserta dan kelas Umum (Piston Max 94mm) 50 peserta.

Peserta dari berbagai wilayah, baik lokal maupun eksternal, seperti Berau, Bontang, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Utara (Kaltara), dan Kabupaten Kukar sebagai tuan rumah. (kk06)

« Previous PageNext Page »

  • vb