Sidrap Menuju Desa Mandiri, Ardiansyah Setuju, Diawali Program Desa Persiapan

August 16, 2024 by  
Filed under Kutai Timur

TELUK PANDAN – Harapan akan terbentuknya desa mandiri di perbatasan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dan Kota Bontang kian mendekati kenyataan. Dusun Batang Bengkal, yang lebih dikenal sebagai Dusun Sidrap, tengah diproyeksikan menjadi wilayah administratif yang berdiri sendiri. Langkah awal untuk mewujudkan cita-cita ini dimulai dengan mengusulkan Sidrap sebagai desa persiapan.

Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman, mengungkapkan optimisme bahwa rencana tersebut dapat terealisasi dalam waktu dekat.

“Kita berharap dengan dukungan seluruh pihak dan komitmen bersama, Sidrap dapat segera menjadi desa yang mandiri. Pertama-tama akan kita usulkan dulu sebagai desa persiapan,” ujarnya dalam kunjungan kerja ke Kecamatan Teluk Pandan pada Kamis (15/8/2024).

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Ardiansyah juga menekankan pentingnya mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam proses pembentukan daerah. Termasuk batas-batas desa di wilayah perbatasan. Ia mengimbau agar semua pihak, baik pemerintah daerah maupun masyarakat, mematuhi regulasi yang ada, mulai dari undang-undang pembentukan daerah, peraturan pemerintah, hingga peraturan menteri dalam negeri (Permendagri).

Selain itu, Bupati juga menyampaikan pesan penting kepada warga Bontang yang tinggal di perbatasan wilayah Kutim. Ia memperbolehkan mereka untuk tinggal di wilayah tersebut, namun dengan catatan untuk tidak mengambil wilayah Kutim. Menurutnya, persoalan tapal batas sudah terselesaikan, sesuai aturan dan instruksi Pemerintah Pusat. Didukung hasil dari koordinasi antara Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kutai Timur dengan Pemerintah Kota Bontang, yang kini sudah mencapai kesepahaman bersama.

Di sisi lain, Pemkab Kutim juga berkomitmen untuk terus meningkatkan infrastruktur di wilayah perbatasan. Salah satu fokus utama adalah mengganti jembatan kayu yang sudah rusak dengan jembatan baley yang lebih kokoh, guna memperlancar aktivitas warga dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Kunjungan kerja tersebut juga menjadi momen peluncuran program “Sidrap Berdikari”, sebuah inisiatif pertanian terintegrasi berbasis komunitas yang melibatkan kelompok tani “Cinta Damai”. Program ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi Sidrap untuk tumbuh dan berkembang menjadi desa yang mandiri dan sejahtera.

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat Pemkab Kutim, manajemen PT Kaltim Nitrate Indonesia, serta unsur pemerintah kecamatan dan desa, Forkopimcam. Tidak ketinggalan, ratusan warga setempat juga hadir untuk mendukung rencana besar yang diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi masa depan Sidrap.

Dengan berbagai upaya yang tengah digalakkan, Dusun Sidrap tampaknya tidak lagi sekadar menjadi nama di peta, tetapi juga menjadi simbol perjuangan menuju kemandirian dan kemakmuran bagi seluruh warganya. (Kp3)

Komitmen Pemkab Kutai Timur Tingkatkan Infrastruktur Desa

August 5, 2024 by  
Filed under Kutai Timur

TELUK PANDAN – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) berkomitmen meningkatkan infrastruktur di Desa Danau Redan, Kecamatan Teluk Pandan, dengan mengalokasikan dana sebesar Rp 1 miliar. Dana ini akan digunakan untuk pembangunan dan peningkatan jalan di desa tersebut, yang dinilai sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Pengumuman ini disampaikan Camat Teluk Pandan Anwar, setelah mendampingi Bupati Ardiansyah Sulaiman dalam kunjungan kerja di daerah tersebut pada Jumat (2/8/2024). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau kondisi sungai dan danau yang diusulkan oleh pemerintah desa untuk direklamasi.

“Insyallah, jalan-jalan di sini sudah siap untuk ditingkatkan dengan dana anggaran sebesar Rp 1 miliar,” ujar Camat Anwar yang dibenarkan oleh Sekretaris Desa Danau Redan, Arifuddin, usai menutup acara Festival Muharram.

Selain anggaran untuk peningkatan jalan, Camat Anwar juga menyatakan bahwa Bupati Ardiansyah Sulaiman menyetujui rencana normalisasi sungai dan danau di kawasan tersebut.

“Bupati dalam kunjungan kerjanya ingin melihat langsung Danau Redan, yang selama ini beliau ketahui tetapi belum pernah dikunjungi. Setelah melihatnya secara langsung, beliau setuju bahwa diperlukan kebijakan untuk normalisasi sungai dan danau,” tambah Camat Anwar.

Normalisasi sungai dan danau ini diharapkan akan memberikan dampak positif bagi para petani yang telah mencetak sawah di sekitar wilayah tersebut. Dengan normalisasi, aliran air diharapkan lebih lancar sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Rencana normalisasi ini direncanakan akan mulai dilaksanakan pada 2025 mendatang.

“Normalisasi ini akan sangat bermanfaat bagi para petani yang mengandalkan aliran sungai untuk mengairi sawah mereka. Dengan aliran yang lebih baik, potensi hasil panen bisa meningkat secara signifikan, memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat,” jelas Anwar.

Peningkatan jalan di Desa Danau Redan juga akan memudahkan akses transportasi dan distribusi hasil pertanian. Dengan infrastruktur jalan yang lebih baik, para petani dapat lebih mudah mengirimkan hasil bumi mereka ke pasar-pasar yang lebih luas. Sehingga dapat meningkatkan pendapatan mereka.

“Dukungan pemerintah ini merupakan bagian dari komitmen Bupati Ardiansyah Sulaiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kutai Timur, terutama di daerah pedesaan. Bupati berharap agar proyek ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Danau Redan dan sekitarnya,” pungkas Anwar. (**)

Ardiansyah Sulaiman Resmikan Listrik 24 Jam di Sempayau

August 5, 2024 by  
Filed under Kutai Timur

SANGKULIRANG – Pasca meresmikan listrik 24 jam di Desa Rantau Panjang Kecamatan Telen, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman kembali meresmikan listrik 24 jam di Desa Sempayau Kecamatan Sangkulirang, Minggu (4/8/2024).

Prosesi penyalaan listrik ditandai di salah satu rumah warga dengan menekan tombol meteran. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman tampak didampingi Ketua TP PKK Kutim, Sekcam Sangkulirang Cipto, Kepala Desa Sempayau Muhammad Sofendi, Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bontang Dody Suhendra, hingga jajaran Forkopimcam yang hadir.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan akhirnya listrik 24 jam hadir di desa tertua yakni Sempayau ini.

“Saya mengambil pepatah Habis Gelap Terbitlah Terang. Selamat untuk warga Sempayau yang akhirnya menikmati listrik 24 jam ini bukti komitmen Pemkab Kutim melalui Bagian Sumber Daya Alam (SDA) menghadirkan layanan infrastruktur dasar yakni listrik di desa. Dengan listrik ini lebih efisien, praktis dan murah dibandingkan dengan pakai genset yang memerlukan BBM,” sebutnya.

Ardiansyah memberi apresiasi 2 tahun PLN yang memiliki gerak cepat dengan mengaliri listrik. Satu persatu desa terang benderang, meskipun masih ada kecamatan terjauh yakni Sandaran.

“Sebenarnya PLN sudah siap namun karena wilayah usaha perusahaan ini yang menghambat padahal 5 desa di sana sudah siap dialiri tapi karena wilayah usaha perusahaan itu juga listrik sampai saat ini tidak ada listrik tapi mudah-mudahan ada progres,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sempayau mengutarakan alhamdulillah berterima kasih kepada Pemkab Kutim dan PLN yang sudah merekomendasikan beberapa bulan lalu akhirnya listrik Sempayau menyala.

“Ini kebanggaan tersendiri buat kami akhirnya warga kami bisa menikmati listrik PLN hari ini,” tegasnya.

Senada, Sekretaris Camat Sangkulirang Cipto menegaskan tentunya ini perjuangan panjang visi misi bupati mengaliri listrik ke seluruh desa.

“Gardu induk dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) PLN sudah dibangun dan saya harap semua desa di Sangkulirang dilintasi juga untuk dialiri ke desa desa sampai ke Desa Peridan dan Tanjung manis. Ini mandiri energi seperti desa yang lain,” singkatnya.

Terakhir, Manager PLN UP3 Bontang Dody Suhendra melaporkan untuk listrik Desa Sempayau, pihaknya akan mengaliri 200 KK.

“Kami sudah membangun 8 gardu kapasitas dengan kapasitas 6 Kva kebutuhan Desa Sempayau. Fokus kami, yakni menerangi seluruh negeri. Tolong dijaga keselamatan listriknya dan warganya jangan dipanjat fasilitas tiang jaringan PLN karena berbahaya. Dan jika ada pohon yang dekat jaringan listrik yang cukup menganggu laporkan ke PLN,” tegasnya. (fj)

Bupati Kutai Timur Resmikan Kantor Desa hingga Penyalaan Listrik PLN

August 5, 2024 by  
Filed under Kutai Timur

TELEN – Saat melakukan kunjungan kerja (kunker) di Desa Rantau Panjang Kecamatan Telen, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman secara simbolis meresmikan Kantor Desa Rantau Panjang dilanjutkan dengan penyalaan listrik untuk fasilitas umum 24 jam hingga peletakan batu pertama sarana olahraga, Minggu (4/8/2024).

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman turut didampingi Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah, Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bontang Dody Suhendra, Anggota DPRD Kutim Yan, Camat Telen Petrus Ivung, Kepala Desa Rantau Panjang Supianto Alang hingga jajaran Forkopimcam yang hadir serta undangan lainnya.

Ardiansyah Sulaiman mengatakan Pemkab Kutim terus berkomitmen dalam pembangunan infrastruktur terutama di desa-desa. Nah, dalam hal ini Desa Rantau Panjang sudah memiliki kantor desa yang representatif.

“Dalam pembangunan Pemkab Kutim selalu mengedepankan sinergitas. Dan inilah salah satu buah dari sinergitas antara Pemkab Kutim dengan Pemkec Telen dan Pemdes Rantau Panjang. Saya pesankan agar gedung ini dirawat dengan baik, dan yang paling penting berikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat kita,” tegas Ardiansyah.

Sementara untuk penyalaan listrik untuk fasilitas umum 24 jam di Desa Rantau Panjang, Ardiansyah turut mengucapkan selamat atas sudah masuknya listrik PLN 24 jam walaupun ini awal yang dialiri listrik adalah fasilitas umum terlebih dahulu.

“Mohon bersabar, karena baru mulai Senin ini aliran listrik akan diproses dipasang  pada Senin (5/8/2024) oleh kontraktor yang bekerja sama dengan PLN. Saya minta kepala desa bisa mengawalnya dalam pemasagannya nanti. Dan dari data yang saya terima sudah ada 27 rumah di Desa Rantau Panjang yang akan dialiri listrik PLN 24 jam,” urainya.

Bupati kembali menegaskan betapa pentingnya listrik untuk desa.  Adanya listrik akanmembantu anak-anak belajar dengan mudah. Kehadiran listrik dan era digital kebanyakan lewat daya dukung listrik.

Ardiansyah berpesan kepada warga Desa Rantau Panjang untuk hati-hati dalam menggunakan listrik. Dijaga baik dan dirawat, jangan lupa perhatikan kabel serta gunakan kabel yang berkualitas mengantisipasi terjadinya kebakaran karena arus pendek.

“Sekali lagi, saya ucapkan selamat  kepada warga Desa Rantau Panjang yang akan menikmati listrik 24 jam dari PLN,” ujar  Ardiansyah.

Senada, Manager PLN UP3 Bontang Dody Suhendra menegaskan ini langkah nyata PLN bersinergi dengan Pemkab Kutim dalam misi menerangi hingga pelosok negeri.

 

“Kami berkomitmen penuh dalam melistriki desa-desa di Kutim asalkan ada perintah resmi dari Pemkab Kutim melalui Bagian Sumber Daya Alam (SDA), kami langsung action bergerak ke lapangan,” tegasnya dalam sambutan.

Sementara itu, Kepala Desa Supianto Alang turut mengucapkan terima kasih atas dedikasi PLN sudah mengaliri listrik 24 jam di desanya.

“Terima kasih atas dukungan PLN, tahun ini kami bisa merasakan listrik 24 jam dan ini sangat mendukung fasilitas umum yang baru saja diresmikan bupati yakni Kantor Desa Rantau Panjang yang dibangun dengan Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp 1,4 miliar dan kami turut mengucapkan terima kasih atas dukungan yang luar biasa oleh Pemkab Kutim selain kantor desa, kami juga membangun sarana olahraga untuk masyarakat yang menggunakan anggaran sebesar Rp 1 miliar,” sebutnya.

Terakhir, Camat Telen Petrus Ivung dalam laporannya jika Desa Rantau Panjang langsung 24 jam dinyalakan listrik PLN.

“Tidak perlu menunggu lama, desa kami langsung diberikan perhatian. Terima Kasih Pemkab Kutim dan PLN.

Selanjutnya, ke depan Kecamatan Telen ini akan bisa sempurna jika jembatan nanti bisa terbangun segera.

“Sekarang progresnya dalam pemasangan pondasi dan pengadaan kerangka baja. Nantinya jika tersambung Desa Marah Haloq dan Lung Melah memudahkan akses masyarakat dalam menggerakkan sektor perekonomian warga. Dan terakhir ada progres Jalan Poros Batu Redi masih 2 kilometer saja yang baru berproses dilakukan perbaikan dan nantinya disambung dengan pembangunan 6 kilometer jalannya bisa tuntas tahun ini dan tahun depan bisa menambah aspal,” paparnya.

Di akhir kegiatan, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman turut meninjau progres pembangunan sarana olahraga Desa Rantau Panjang. (fj)

Hingga Juni, 113 Desa Se-Kutim Nikmati Listrik PLN

July 26, 2024 by  
Filed under Kutai Timur

SANGATTA – Di tengah gegap gempita pembangunan nasional, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam meningkatkan akses listrik bagi warganya. Hingga Juni 2024 ini, sebanyak 113 desa di Kutim telah teraliri listrik oleh PLN, sementara 28 desa lainnya masih mengandalkan sumber listrik non-PLN. Ini merupakan langkah progresif dalam mewujudkan pemerataan listrik di wilayah yang luas dan beranekaragam.

Salah satu momen penting terbaru dalam perjalanan elektrifikasi di Kutim adalah peresmian nyala listrik 24 jam di Desa Bukit Permata, Kecamatan Kaubun, dan Desa Sekerat di Kecamatan Bengalon. Peresmian ini disambut dengan antusias oleh warga setempat yang telah sangat lama menantikan aliran listrik stabil di desanya.

“Ini adalah bagian dari upaya kami untuk memastikan setiap desa di Kutai Timur mendapatkan akses listrik yang layak,” ungkap Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, saat peresmian di setiap desa.

Menurutnya, sambungan listrik ini bukan hanya sekadar penyediaan energi, tetapi merupakan pemicu perkembangan ekonomi dan sosial masyarakat setempat. Bersinergi dengan PT PLN yang tengah konsen meningkatkan rasio elektrifikasi listrik di Kabupaten Kutim.

Kepala Bagian Sumber Daya Alam Setkab Kutim Arif Nur Wahyuni, menambahkan, program peningkatan elektrifikasi masih jauh dari kata selesai.

“Kami terus bersinergi dengan PT PLN untuk memastikan aliran listrik yang lebih merata dan stabil. Dalam beberapa bulan mendatang, masih ada beberapa desa lain yang akan segera terhubung dengan listrik PLN 24 jam,” tegas Arif.

Saat ini, rasio desa berlistrik di Kutim mencapai 80,14 persen untuk desa yang teraliri listrik PLN dan 19,86 persen untuk desa yang masih menggunakan sumber listrik non-PLN. Sedangkan rasio elektrifikasi mencapai 84 persen untuk PLN dan 15,99 persen untuk non-PLN. Angka ini menunjukkan tantangan yang masih harus dihadapi, terutama untuk daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh infrastruktur listrik konvensional.

Para pemangku kepentingan di Kutim telah menyadari bahwa elektrifikasi bukan sekadar proyek utilitas. Ini adalah vital bagi kemajuan daerah, terutama bagi desa-desa terpencil yang selama ini sulit mendapatkan akses terhadap sumber energi dasar. Masyarakat di desa-desa tersebut tidak hanya menginginkan penerangan untuk rumah mereka, tetapi juga membutuhkan daya untuk menggerakkan roda ekonomi, seperti usaha kecil dan menengah, pendidikan, serta kesehatan.

Dalam upaya mendukung elektrifikasi, beberapa desa di Kutim telah memanfaatkan energi baru terbarukan. Desa Tepian Terap di Kecamatan Sangkulirang, misalnya, menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Sementara itu, tiga desa lainnya, yaitu Desa Pulau Miang di Kecamatan Sangkulirang, serta Desa Tadoan dan Desa Sandaran di Kecamatan Sandaran, telah mengadopsi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat.

Program strategis Bupati Ardiansyah mencakup penyediaan listrik untuk desa-desa yang terisolasi, meningkatkan infrastruktur listrik yang ada, dan mengembangkan energi terbarukan. Langkah-langkah ini sangat penting dalam menjamin aksesibilitas, serta keterjangkauan harga listrik bagi penduduk. Awalnya, dari total 139 desa dan 2 kelurahan yang ada di Kutim, masih tersisa 33 desa yang belum merasakan manfaat elektrifikasi PLN. Namun, dengan progress listrik di Desa Bukit Permata dan Sekerat, maka jumlah tersebut terus berkurang. Kini, semangat dan optimisme masyarakat setempat semakin meningkat berkat komitmen pemkab dan PLN.

“Kami berharap, dengan adanya listrik, usaha kami bisa lebih berkembang dan anak-anak bisa belajar dengan baik di malam hari,” ungkap salah seorang warga Desa Sekerat.

Arif Nur Wahyuni mengungkapkan harapannya bahwa program ini dapat menjadi model bagi daerah lain. Dia ingin Kutim menjadi simbol perubahan, seluruh desa teraliri listrik dengan baik dan masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari program ini.

“Ini adalah harapan besar bagi banyak orang, yang kini menantikan kegelapan yang perlahan sirna digantikan oleh benderang lampu listrik,” tambah Arif.

Dengan langkah yang terus dilakukan melalui kebijakan Bupati Kutim, daerah ini semakin mendekati visi besarnya, yakni menciptakan wilayah yang tidak hanya memiliki akses listrik, tetapi juga meraih kesejahteraan dan pencerahan bagi seluruh masyarakatnya. (**)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1711819
    Users Today : 3506
    Users Yesterday : 4319
    This Year : 648329
    Total Users : 1711819
    Total views : 14513757
    Who's Online : 53
    Your IP Address : 216.73.216.235
    Server Time : 2026-04-26