Pemkab Kutim Siapkan Bonus Peraih Medali Emas Porprov VII

November 19, 2022 by  
Filed under Kutai Timur

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menyiapkan bonus bagi atlet yang mampu meraih juara dengan merebut medali emas di ajang Porprov VII Kaltim di Berau sebesar Rp 40 juta per medali. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat diwawancarai awak media usai melepas kontingen Kutim di area Polder Ilham Maulana, Sabtu (19/11/2022).

“Bonus bagi atlet yang berprestasi dan mampu meraih medali emas sebesar Rp 40 juta,” kata Ardiansyah.

Ia pun berpesan kepada seluruh atlet yang berlaga harus menjaga kesehatannya dan terus berdoa. Sebab,  keputusan yang maha kuasa itu adalah penentu segalanya.

“Mudah-mudahan kontingen Kutim selalu diberikan yang terbaik,” harapnya.

Senada, Ketua Kontingen Kutim Kasmidi Bulang menambahkan pemerintah dan pihaknya sudah jauh-jauh hari merumuskan soal bonus bagi atlet yang meraih medali.

“Pemberian bonus itu merupakan apresiasi dari hasil yang mereka raih setelah sekian lama mereka berlatih dalam dunia olahraga,” singkatnya. (*/adv)

Bupati Minta Kontingen Kutim Pertahankan Juara Umum Porprov VII Kaltim di Berau

November 19, 2022 by  
Filed under Kutai Timur

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman melepas kontingen Kutim yang tergabung dalam 53 cabang olahraga (cabor) yang berangkat berlaga di Porprov VII Kaltim di Berau di area Polder Ilham Maulana, Sabtu (19/11/2022). Usai melepas, Ardiansyah Sulaiman mengatakan tak ada alasan lain kontingen Kutim harus bisa mempertahankan juara umum.

“Kutim harus mempertahankan juara umum. Tetap bisa juara Porprov Kaltim di Berau,” tegas orang nomor satu di Pemkab Kutim itu disaksikan Kapolres Kutim AKBP Anggoro Wicaksono, Dandim 0909/Kutim Letkol Czi Heru Aprianto, Asisten Pemkesra Poniso Suryo Renggoni, Wakil Ketua II DPRD Arfan, Ketua-ketua Cabor, tim karteker KONI Kutim dan undangan lainnya.

Kata kuncinya, pesan Ardiansyah, aku datang, aku main dan aku menang. Itu saja, targetnya. Oleh karena itu, tetap manut apa yang diperintahkan manajer, arahan-arahan itu merupakan salah satu suplemen yang dilakukan supaya kesiapan menjadi juara. Mental juara harus melekat kepada atlet Kutim, sebab semua pihak berharap pada kontingen Kutim yang bakal berlaga di event empat tahunan tersebut.

“Semoga saudara-saudara mampu berlaga dengan baik. Memenangkan setiap pertandingan dan kembali membawa kemenangan ini,” kata Ardiansyah mendoakan.

Senada, Ketua Kontingen Kutim Kasmidi Bulang menyampaikan titel juara umum yang telah diraih harus bisa kembali disabet oleh kontingen Kutim di Porprov VII Kaltim di Berau.

“Jadi kita target mempertahankan juara umum itu, mohon doanya semua bagi masyarakat Kutim,” tegasnya.

Ditambahkan pria yang juga menjabat sebagai Wabup Kutim, mempertahankan gelar juara umum kali ini harus sampai tetesan darah, pasalnya ini menjaga marwah Kutim. Harga diri Kutim di di dunia olahraga.

“Kekuatan kita ada 1.362 atlet dan tim ofisial. Alhamdulillah, Pemkab Kutim telah memback up olahraga kita bersama ini. Kutim Bisa Kutim Juara,” tegasnya. (adv)

Kutim Kembangkan Program Pembinaan Sepakbola

November 19, 2022 by  
Filed under Kutai Timur

SANGATTA– Berbagai program pembinaan dan pengembangan sepakbola mulai disusun dan dijalankan guna menargetkan Kutim jadi gudang sepakbola. Salah satu diantaranya adalah penyelengaraan Festival Sepakbola Merdeka Belajar garapan Dinas Pendidikan Kutim bekerjasama dengan PSSI, Asosiasi Sepak bola Kabupaten (Askab).

Pernyataan ini disampaikan Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang yang juga Ketua Askab saat membuka Festival Sepakbola Merdeka Belajar tingkat SMP se+Kutim di stadion utama Kudungga pada Jumat, (18/11/22).

“Kedepannya akan diadakan kejuaraan tingkat SD, SMP dan SMA secara kontinyu dimulai di tingkat kecamatan. Jadi pembinaan dan seleksinya mulai dari kecamatan. Hal ini untuk menjaring bibit bibit muda pesepakbola andalan Kutim di masa depan. Khusus untuk tingkat SMA kita sudah membicarakan dengan provinsi melalui perwakilannya di Sangatta.

Dia menambahkan dari setiap kejuaraan,  pemain yang berhasil menjadi pemain terbaik akan memperoleh rekomendasi untuk masuk ke sekolah favorit didasari dari prestasi olahraga.

“Pemkab Kutim akan memberikan apresiasi bagi setiap anak anak yang berprestasi bukan saja dari akademik tetapi juga non akademik. Mereka akan mendapat rekomendasi untuk masuk ke sekolah favorit di jenjang yang lebih tinggi, *ujar Kasmidi.

Sebelumnya, Kepala Disdik Kutim Irma Yuwinda penyelenggaraan Festival sepakbola Merdeka Belajar dimulai 17-22 November 2022. Diikuti 13 kecamatan se-Kutim dengan total peserta 234  anak.

“Kegiatan ini akan menggunakan sistem setengah kompetisi yang dibagi dalam beberapa grup.Dalam kejuaraan ini Disdik juga menghadirkan Ismed Sofyan mantan kapten tim nasional Indonesia dalam memberikan “coathing clinic” kepada seluruh pesertapeserta, “ujar Irma.

Irma menambahkan pihaknya juga melibatkan Kodim 0909 Kutim dalam pembinaan mental dan kepribadian nasional kepada peserta selama kegiatan ini berlangsung.

“Kami mengajak Kodim 0909 Kutim guna membangun karakter dan mental dan displin para peserta. Jadi bukan hanya prestasi sepakbola tapi juga kepribadian mereka” terangnya.

Mantan kapten timnas Ismed Sofyan kepada peserta mengharapkan materi yang diberikan menjadi bekal untuk meraih prestasi yang lebih baik.

“Tidak banyak daerah yang mampu menyelengarakan kegiatan seperti ini karena keterbatasan anggaran. Saya harapkan kesempatan inidimanfaatkan sebaik baiknya Harapannya ada pemain dari Kutim menjadi pemain nasional yang akan membela negara di ajang internasional, ” kata Ismed. (*/adv)

Belum Diserahkan Masyarakat, 28 Cagar Budaya Belum Dilestarikan

November 19, 2022 by  
Filed under Kutai Timur

Goa Angin di Teluk Pandan

SANGATTA – Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendata, dari 99 cagar budaya yang ada, sebanyak 28 cagar budaya yang belum bisa dilestarikan. Kabid Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Disbud Kutim, Zainal Abidin mengatakan alasan belum bisa dilestarikan karena masyarakat yang belum mau melepaskan.

“Sebanyak 28 yang tidak bisa dilestarikan masih menjadi hak milik masyarakat sementara sisanya ada di Galeri kita,” ucapnya, Sabtu (19/11/2022).

Zainal merincikan beberapa cagar budaya tersebut yakni Goa Angin dan dua Fragmen Arca 1 yang berada di Kecamatan Kongbeng.

Makam Dayang Purnama/Ratu, Makam Raden Bongkok, Makam Nala Mayang, dua Batu Jak Sara, Piring Keramik, tiga Mangkuk Keramik, Keramik Wadah Tinta yang berada di Kecamatan Muara Bengkal.

“Ada tiga sumur di Kecamatan Sangkulirang yang rata-rata ada di perkebunan, ini sumur tua bekas zaman Belanda dulu itu bekas pengeboran minyak ya kalau tidak salah ditinggalkan begitu saja tapi ya sudah berdiam di situ saja tidak bisa diapa-apakan itu kita tetapkan jadi cagar budaya juga” terangnya.

Mesin Uap, Makam Habib Hasan Al-Idrus (Habib Alam), Makam Datuk Pidang, Sumur Lumpur Bual-Bual, Danau Padang, Masjid An-Nur yang terletak di kecamatan Bengalon.

Sumur Minyak Peninggalan Belanda (Latung), lapangan olahraga peninggalan Belanda terletak di Kecamatan Kaliorang. Dan Situs Goa angin yang terletak di Kecamatan Teluk Pandan.

“Untuk di Kecamatan Muara ancalong ada rumah adat Wiro Lung, Maakam, Keris, dan Taji miliknya. Makam Mohd Isa (Gawel) Bin, Tiang Bendera Peninggalan Belanda, Rumah Camat, Lamin Datun, tiga rumah peninggalan Belanda,” paparnya.

Satu rumah peninggalan Belanda di Sangkulirang, situs Goa angin dan Lamin Dayak di Kongbeng.

Zainal mengaku untuk makam biasanya itu berupa makam gabungan, atau belum ada perubahan sejak awal di temukan.

“Misal untuk makam-makam ini jika ditemukan sampai sekarang belum ada seperti dibangunkan pagar ditaruh plakat itu belum ada makanya masih masuk kategori belum dilestarikan,” tandasnya. (adv)

DP3A Kutim Target Tahun Depan Peroleh Predikat KLA Kategori Madya

November 18, 2022 by  
Filed under Kutai Timur

dr Aisyah (Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Kutim

SANGATTA – Predikat Pratama sebagai Kabupaten atau Kota Layak Anak (KLA) telah diraih Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) 2021 lalu. Predikat itu merupakan yang kedua kalinya diraih setelah 2019 silam.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Kemen-PPA) memberikan penghargaan Kepada Kepala daerah, berdasarkan penyelenggaraan kebijakan, program dan kegiatan yang semuanya untuk memenuhi hak anak dan perlindungan khusus anak dalam bentuk KLA. Komitmen tersebut yang membuat Pemkab layak mendapatkan kategori tersebut.

Meskipun masih memperoleh predikat pratama, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutim dengan yakin, menargetkan predikat KLA dapat meningkat dari kategori pratama menjadi madya.

“Beberapa tahun belakangan ini, KLA di Kutim masih mendapat predikat pratama. Makanya tahun depan fokus meningkatkan predikat menjadi madya,” kata Kepala DP3A Kutim Aisyah, saat diwawancarai awak media  diruang kerjanya, Jumat (18/11/2022)

Menurutnya, pihaknya tidak bisa bergerak sendiri. Sehingga memerlukan dukungan organisasi perangkat daerah (OPD) lain, untuk bersinergi agar capaian tersebut dapat lebih maksimal.

“Terutama Dinas Pendidikan (Disdik) Kutim, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim dan Kementerian Agama (Kemenag) Kutim,” jelasnya.

Kemenag, kata dia, memiliki peran sebagai motoris. Terutama dalam mewujudkan tempat ibadah yang ramah dengan anak.

“Sedangkan Dinas Pendidikan berperan mewujudkan sekolah yang ramah anak. Membuat anak nyaman di sekolah dengan berbagai fasilitas penunjangnya,” terangnya.

Sedangkan Dinkes, membantu mewujudkan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang ramah anak. Tidak hanya puskesmas, hal tersebut juga berlaku pada fasilitas kesehatan (faskes) lainnya.

“Dengan dukungan ketiga lembaga pemerintah ini, semoga tahun depan predikat pratama meningkat menjadi predikat madya. Harus optimis dapat direalisasikan. Semuanya demi anak-anak,” pungkasnya. (adv)

« Previous PageNext Page »

  • vb