Pemkab Paser Antisipasi Inflasi

December 6, 2022 by  
Filed under Paser

TANA PASER– Wakil Bupati Paser Hj. Syarifah Masitah Assegaf memimpin agenda rapat lanjutan pencegahan Inflasi. Bersama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TIPD) Kabupaten Paser mengikuti agenda video confrence bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Senin (5/12/2022).

Mendagri Tito Karnavian dalam presentasi menyampaikan realisasi  pendapatan APBD se Indonesia. Kalimantan Timur berada diperingkat atas dengan peningkatan APBD sebesar 105,98 persen. Namun realisasi belanja Kalimantan Timur berada diposisi yang rendah yaitu 65,97 persen.

Berkaitan dengan hal tersebut, Hj. Syarifah Masitah Assegaf menyampaikan persentase tersebut dikarenakan pencapaian realisasi dari setiap daerah belum bisa diketahui untuk saat ini. Seperti halnya Kabupaten Paser, yang baru akan diketahui pada 10 Desember 2022 mendatang.

“Rendahnya pelaporan inflasi dari daerah juga akan berpengaruh pada tingkat realisasi pencapaian Kalimantan Timur,” ucap Hj. Syarifah Masitah Assegaf.

Disampaikan, saat ini tingkat inflasi Kalimantan Timur mencapai 5,69 persen, dibawah nasional 5,71 persen. Untuk itu Tito Karnavian meminta kepada setiap kepala daerah yang masih rendah dalam pencapaian realisasi APBD, untuk segera melakukan upaya percepatan pencapaian realisasi belanja daerah.

“Kami diinstruksikan secara langsung oleh mendagri untuk segera melakukan uoaya percepatan pencapaian realisasi anggaran daerah,” ungkapnya.

Sementara untuk Kabupaten Paser,  Masitah tetap optimis pencapaian realisasi akan terus mengalami peningkatan. Hal tersebuut juga dikarenakan telah dilakukan pe,bayaran pada berbagai kegiatan pekerjaan fisik di Kabupaten Paser.

“Realisasi akan terus mengalami peningkatan dan akan terus bertambah seiring dnegan dilakukannya ppembayaran pekerjaan proyek di Kabupaten Paser,” terangnya.

Hj. Syarifah Masitah Assegaf mengakui bahwa ancaman inflasi terjadi di Kabupaten Paser terjadi di sektor transfortasi darat. Dikarenakan pengaruh kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Bahan Bangunan dan Telur.

“Semula karena kenaikan harga BBM yang menyebabkan kenaikan juga dibeberapa sektor lainnya. Seperti, bahan bangunan, bahan makanan dan lainnya,” terangnya.

Ia juga tidak melupakanberkaitan dengan inflasi dari sektor LPG 3 Kg Non Subsidi. Hal tersebutu dikarenakan, ia menduga terjadi permaslahan penyimpangan di level Pengecer. Namun demikian, ia mengaku bahwa Pemerintah Kabupaten Paser telah melakukan pemantauan kesetiap pangkalan.

“Jangan sampaiterjadi penyimpangan di tingkat pengecer, makanya Pemkab Paser telah melakukan pemantauan disetiap pangkalan se Kabupaten Paser,” tegasnya.

Syarifah Masitah Assegaf juga mengatakan Pemkab Paser melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan UKM Bersama dengan instansi lainnya. Guna melakukan pemantauan terhadap kebutuhan barang pokok di lingkungan masyarakat.

Antisipasi terjadinya inflasi, adalah dengan terus melakukan pemantauan terhadap kebutuhan barang pokok setiap harinya, dan melaporkan perkembangannya setiap hari pula ke provinsi melalui aplikasi yanng tersedia, lalu operasi pasar dan sidak pasar menjelang Nataru pada pertengahan Desember 2022. (yun/adv)

Pemkab Paser Gelar Rakor HUT ke – 63 Kabupaten Paser

December 6, 2022 by  
Filed under Paser

 TANA PASER– Menyambut HUT Ke 63 Kabupaten Paser pada 29 Desember 2022 mendatang, Pemkab Paser menggelar rapat kordinasi bersama dengan Forkopimda membahas persiapan menjelang HUT Ke 63 Kabupaten Paser, bertempat di ruang rapat Sadurengas Pemkab Paser, Senin (5/12/2022).

Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Paser Katsul Wijaya, didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Romif Erwinadi, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Rizky Noviar serta turut dihadiri perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)

Sekretaris Daerah Katsul Wijaya mengatakan, rapat untuk memastikan kesiapan rangkaian kegiatan menyambut HUT Kabupaten Paser secara matang. Kegiatan ini kembali diselenggarakan setelah 2 tahun adanya Pandemi Covid-19 melanda diseluruh daerah di Indonesia salah satunya di Paser sendiri.

Berbagai rangkaian kegiatan bakal diselenggarakan dalam menyambut hari jadi Kabupaten Paser, diantaranya Festival Budaya Melas Taon, Jalan Santai, Parade Drumband ,Parade Budaya Etnis Nusantara, Trabas, dan Festival Paralayang, serta pada puncak kegiatan dilaksanakan Event Expo dengan mendatangkan artis ibukota yang diselenggarakan dilapangan gentung temiang kilometer 4, Kecamatan Tanah Grogot.

“Banyak sekali event yang kami gelar di tahun ini untuk menyambut HUT Paser, maka dari itu perlu dipersiapkan semuanya secara matang dari segi sarana maupun prasarana,” kata Katsut.

Dalam rapat kordinasi tersebut banyak pihak telah mendiskusikan terkait persiapan even serta dukungan selama mengelar rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut HUT Kabupaten dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar serta meriah.

“Banyak pihak yang kami libatkan disini, karena ini even tahunan yang sudah 2 tahun lamanya tidak kita laksanakan,” ujarnya.

Diharapkan dalam rangkaian kegiatan tersebut seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Paser, dapat mendungkung dan turut mensukseskan seluruh even kegiatan yang dialam rangka menyambut hari jadi Kabupaten Paser. (yun/adv)

Basriati, Sukses Geluti Usaha Batik Paser

December 2, 2022 by  
Filed under Paser

TANA PASER– Karena tertarik membuat batik seorang pelaku UMKM di Kelurahan Tanah Grogot, Kecamatan Tanah Grogot akhirnya bisa meraup puluhan juta rupiah perbulan. Basriati merupakan pemilik griya batik Tunjung Langit. Usaha batik yang telah dijalani Basriati kurang lebih 10 tahun ini berada di Jalan Pangeran Mentri, Kelurahan Tanah Grogot, Kecamatan Tanah Grogot.

Basriati mengawali menjalani usaha batik  dari ketertarikan dirinya ingin membuat batik dengan motif asli Paser. Kebetulan di tempat suaminya bekerja sering mengadakan pelatihan.

“Saat ada pelatihan pembuatan batik saya langsung ikut dan belajar membuat batik,” jelasnya kepada media ini, pada Kamis(01/12/2022)

Meskipun telah mengikuti pelatihan, ia tidak langsung bisa membuat batik. Basriati memutuskan untuk magang di salah satu rumah produksi pembuatan batik di Kota Solo, Jawa Tengah. Setelah magang baru ia bisa membuat batik sendiri.

Batik yang dibuat kata Basriati, khusus motif asli Kabupaten Paser dan sangat berbeda dengan batik Jawa. Motifnya benar-benar mengambil dari daerah Paser dan sangat beda dengan batik dari Jawa.

Selama 10 tahun menjalani usaha batik Paser, kendala yang sering dialami yakni, bahan bakunya yang tidak ada di Kaltim. Pemerintah daerah juga sempat memberikan bantuan peralatan membatik pada awal-awal ia menjalani usaha batik Paser.

“Kendalanya hanya bahan bakunya saja yang tidak ada jual disini, semuanya kami datangkan dari jawa,” akunya.

Basriati mengatakan, dalam 1 bulan dari hasil batiknya dirinya dibantu 8 karyawan mampu menjual 300 potong setiap bulan dengan penghasilan bersih sekitar Rp 10 juta perbulan. Ia bersyukur  omzet bersih diterima sekitar Rp 10juta perbulan. Saat pabdemi covid 19, usahanya sempat sepi selama 2 tahun. Saat ini  sudah mulai normal kembali.

Hasil yang dihasilkan Basriati, tidak hanya dipasarkan di Paser saja, namun sampai keluar daerah seperti Samarinda dan Balikpapan. Ia juga memasarkan batiknya secara online, sehingga semakin banyak peminatnya.

“Banyak tamu dari luar Paser datang kesini untuk mencari batik di Griya Batik Tunjung Langit,” imbuhnya.

Basriati berharap pemerintah daerah dapat membantu memperkenalkan serta memasarkan produk batik miliknya agar batik Paser ini semakin dikenal orang banyak.  (yun/adv)

DKISP Paser Terima Tim KIP

December 1, 2022 by  
Filed under Paser

TANA PASER-Pemerintah Kabupaten Paser melalui DKISP Paser menerima Tim Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dari Komisi Informasi (KI) Provinsi Kalimantan Timur di Kantor DKISP Paser Komplek Perkantoran Jl.Kusuma Bangsa km.5 Gedung E lantai 1, Senin (28/11/2022)i.

Pada kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Paser Katsul Wijaya, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) Paser Ina Rosana, Kepala Bapeddalitbang Paser Isnaini, Inspektur inspektorat Dharni Haryati serta Perwakilan Perangkat Daerah. Sedangkan Tim monitoring dan evaluasi tersebut dihadiri Ketua Tim Komisi Informasi (KI) Indra Zakaria, Pengendali TIK Irawan dan Panitera Pengganti Persidangan Elly Akbar serta Pelaksana KI Welly Produs.

Sekretaris Daerah Paser Katsul Wijaya mewakili Bupati Paser mengatakan, kedatangan tim monitoring dan evaluasi tersebut berkaitan untuk visitasi pelayanan informasi yakni terkait keterbukaan informasi publik dilingkungan Pemkab Paser yang saat ini berjalan. Selain itu juga visitasi dan monev KI ke DKISP berdasarkan kuisioner yang telah dikirim oleh DKISP dan hasil pemeriksaan Tim, DKISP masuk dalam 5 besar tingkat Provinsi Kaltim.

“Kegiatan ini berkaitan untuk mengetahui standard layanan informasi publik, serta menyelesaikan sengketa Informasi yang mana informasi saat ini merupakan suatu kebutuhan dan menjadi konsumsi publik,” kaya Katsul, Rabu (30/11/2022).

Katsul melanjutkan, saat ini informasi menjadi kebutuhan dan konsumsi publik yang begitu mudah diakses kapanpun dan di manapun, informasi juga memiliki dampak positif dan negatif yang sangat berpengaruh terhadap budaya dan pola hidup masyarakat termasuk dalam hubungannya dengan pelaksanaan roda pemerintahan.Selain itu setiap kebijakan dan pelaksanaan kegiatan pemerintahan biasanya sangat cepat mendapat respon namun rentan mendapat kritikan masyarakat jika tidak memenuhi kriteria.

“Jadi kalau informasi tidak transparan dan tidak sesuai, rawan akan menjadi sengeketa informasi, karena itu kehadiran komisi informasi Kaltim kali ini dapat membuka wawasan dan memberikan pengetahuan kepada kami, agar setiap permohonan atau pelayanan Informasi yang disampaikan dan diajukan masyarakat dapat dipenuhi sesuai dengan harapan,” ujarnya.

Sementara itu Komisioner KI Kaltim Indra Zakaria mengatakan, saat ini timnya melakukan visitasi ke Kabupaten Paser untuk melihat langsung data yang telah diberikan.

“Kami melakukan visitasi ke Paser dengan tujuannya untuk mengecek langsung apa sesuai dengan yang ada di lapangan, ya mudah-mudahan Paser mendapatkan peringkat yang baik,” kata Indra Zakaria

Sementara itu,Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Ina Rosana, mengatakan bidang informasi dan komunikasi publik yakni PPID utama bertugas serta bertanggung jawab atas penyimpanan pendokumentasian penyediaan atau pelayanan informasi di Paser.

“Kami sudah membentuk PPID Pembantu melalui Perangkat Daerah untuk memberikan data yakni terkait keterbukaan informasi melalui bidang Informasi dan Komunikasi,” pungkas Ina Rosana. (yun/adv)

Wakil Bupati Paser: Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Solusi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

December 1, 2022 by  
Filed under Paser

TANA PASER– Wakil Bupati Paser Hj Syarifah Masitah Assegaf mengatakan, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi salah satu solusi untuk peningkatan ekonomi masyarakat Kabupaten Paser.

Karenanya, sebagai upaya pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Paser, Hj Syarifah Masitah Assegaf didampingi Kepala Bidang Ekraf infrastruktur dan SDM Kabupaten Paser, Saharudin mengunjungi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) dan diterima Direktur Pengembangan Destinasi II Harwan Eko cahyo beserta jajarannya, Rabu (30/11/2022)

Kunjungan ke Kemenparekraf RI dimaksudkan untuk mendiskusikan, meminta arahan mengenai upaya pengembangan Parekraf di Paser.

Dari 120 tempat destinasi wisata di Paser 10  wisata yang diunggulkan dan 5 destinasi yang saat ini di prioritaskan pengembangan atau pembangunannya. Antara lain Gunung Embun, musium/ Keraton, Kampung Warna warni, Taman  Hutan Rakyat dan wisata terpadu sport center.

“Lima destinasi wisata ini yang kami paparkan ke Kemenparekraf RI, agar pengembangan pariwisata tersebut lebih terarah,” kata Masitah.

Masitah melanjutkan, masalah infrastruktur, pengembangan atraksi, kualitas amenitas, promosi, upaya mendorong investasi serta menyusun standar prosedur manajemen pariwisata, tentu memegang peranan yang sangat penting, hal tersebut yang sampai saat ini masih serba terbatas di Paser.

“Kami sampaikan kendala terbesar dalam pengembangan objek wisata yaitu akses infrastruktur jalan, karen  hampir semua obyek wisata kami terkendala di akses jalan masuk dan belum ada fasilitas penunjang yang memadai, serta masih belum maksimalnya akses informasi ke khalayak luar,” jelasnya

Sedangkan disektor ekonomi kreatif ( ekraf) kata Masitah, ruang kreasi atau ruang pertemuan antara pelaku ekonomi kreatif di Paser juga belum tersedia, oleh karena itu perlu adanya peran penting pemerintah pusat dalam membantu pengembangan wisata dan ekraf di Paser.

Poin penting diskusi pada pertemuan dengan Kemenparekraf RI, juga membahas menyangkut persiapan menyambut IKN dalam pengembangan pariwisata dan Ekraf, penguatan SDM dan pendampingan serta kebijakan-kebijakan lainnya terkait pariwisata dan Ekraf. Pemkab Paser sampai dengan saat ini terus berupaya agar program-program pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif dapat terlaksana di daerah yang kaya akan potensi wisata dan kuliner di Kaltim ini.

“Ini merupakan salah satu upaya kami dalam pengembangan Pariwisata dan Ekraf dan alhamdulilah kami diberikan solusi yakni melalui program DAK Tematif Pariwisata fisik maupun non fisik yang bisa didapat oleh Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia, imbuhnya.

Masitah menambahkan, jika ingin mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, ia diminta lebih awal untuk mempersiapkan persyaratan wajib untuk mengusulkan DAK tematif fisik dan non fisik tersebut, Pasalnya yang utama jika ingin memperoleh bantuan, terlebih dahulu mengusulkan lokasi prioritas yang sudah terintegrasi, permasalahan lahan objek wisata juga sudah harus clear dan master plan yang disertai analisis sosial ekonomi dan budaya.

“Hal tersebut yang di instruksikan kepada kami untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat dalam pengembangan pariwisata dan ekraf,” tambahnya.

Sementara itu Direktur Pengembangan Destinasi II, Harwan Eko cahyo memberikan apresiasi yang luar biasa atas kedatangan Pemkab Paser, Kemenparekraf RI yang talah melakukan jemput bola, dalam artian membuka pintu komunikasi yang lebih intens, demi membenahi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Paser.

“Karena kami lebih suka didatangi dari pada sekedar mengirim surat,” ujar Harwan.

Harwan meminta kepada Pemkab paser agar lebih aktif berkomunikasi termasuk mempublikasikan kegiatan Parekraf agar lebih dikenal lagi sampai keluar Paser dan Kaltim.

“Kami minim informasi mengenai Paser dan saya  beserta jajaran siap untuk datang ke Paser secepatnya,” pungkasnya. (yun/adv)

 

« Previous PageNext Page »

  • vb