25 Tahun Perjalanan Kia di Indonesia, Jadi Bagian dalam Dinamika Industri Otomotif Nasional

January 9, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA – Selama 25 tahun hadir di Indonesia, Kia telah melalui berbagai fase perkembangan industri otomotif nasional mulai dari perubahan gaya hidup, kebutuhan mobilitas keluarga, hingga transformasi teknologi yang semakin cepat. Perjalanan ini bukan semata tentang menghadirkan kendaraan, melainkan tentang membangun kepercayaan dan relevansi di tengah masyarakat Indonesia yang terus berkembang.

Bagi Kia, 25 tahun bukanlah sekadar penanda waktu, tetapi refleksi dari proses belajar, beradaptasi, dan bertumbuh bersama konsumen Indonesia. Setiap fase perjalanan menghadirkan tantangan sekaligus peluang, yang membentuk cara Kia memahami kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia secara lebih dekat.

Dinamika Pasar Indonesia dan Produk Unggulan Kia

Sama dengan kondisi industri pada umumnya, pasar otomotif Indonesia memiliki karakter yang unik dengan keberagaman, dinamis, dan terus berubah seiring waktu. Selama dua setengah dekade, Kia terus menyesuaikan produk dan pelayanan dengan perubahan preferensi konsumen, mulai dari aspek fungsionalitas, kenyamanan, desain, hingga teknologi.

“Pendekatan ini menjadi bagian penting dari upaya Kia untuk tetap hadir sebagai merek yang dekat dan relevan dengan kebutuhan mobilitas sehari-hari masyarakat Indonesia,” terang Jong Sung Park, Chief Executive Officer of Kia Sales Indonesia.

Pada fase awal hadir di Indonesia tahun 2000-an, Kia dikenal melalui kendaraan yang menjawab kebutuhan mobilitas dasar masyarakat, dengan memperkenalkan Carnival, Picanto, dan Rio. Seiring berkembangnya pasar di tahun 2010 hingga 2018, Kia menghadirkan berbagai model yang semakin beragam, mulai dari Kia Sportage dan Kia Rio generasi terbaru. Mengikuti arah tren industri otomotif dan menjaga relevansi pasar yang memasuki periode ketika SUV menjadi segmen dominan, Kia merespons dengan memperkenalkan Seltos dan Sonet pada 2019-2022. Kehadiran model-model ini memperkuat posisi Kia sebagai merek yang responsif terhadap tren pasar lokal, tanpa kehilangan identitas globalnya.

Sejalan dengan strategi Total Transformation Kia Global, portofolio Kia di Indonesia memasuki babak baru dalam fase transformasi dengan menghadirkan Kia EV6 dan EV9 sejak 2023 hingga sekarang. Pada fase ini, Kia tidak hanya memperkenalkan produk baru, tetapi juga mengedukasi pasar, membangun kepercayaan terhadap teknologi EV, serta menyesuaikan inovasi dengan kesiapan ekosistem Indonesia.

Evolusi portofolio produk Kia di Indonesia mencerminkan perjalanan tersebut. Setiap model yang dihadirkan tidak hanya membawa inovasi, tetapi juga dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata konsumen, baik sebagai kendaraan penunjang aktivitas keluarga, mobilitas urban, maupun gaya hidup yang semakin modern.

Fondasi di Balik Perjalanan Kia melalui Layanan

Di balik setiap pencapaian, terdapat peran penting banyak pihak, konsumen, mitra dealer, komunitas, dan karyawan, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan Kia di Indonesia. Hubungan yang terjalin selama 25 tahun ini dibangun bukan atas dasar transaksi semata, melainkan melalui kepercayaan dan komitmen jangka panjang.

Selain produk, layanan purna jual dan jaringan dealer yang kuat menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan konsumen. Konsistensi layanan, ketersediaan dukungan purna jual, serta komitmen terhadap kenyamanan pelanggan menjadi bagian dari upaya Kia dalam menghadirkan pengalaman kepemilikan yang menyeluruh.

Ke depan, Kia memandang masa depan mobilitas Indonesia dengan optimisme yang realistis. Transformasi industri menuju solusi yang lebih berkelanjutan menjadi bagian dari arah jangka panjang Kia, dengan pendekatan yang mempertimbangkan kesiapan ekosistem, infrastruktur, serta kebutuhan konsumen.

“Dengan fondasi 25 tahun hadir di Indonesia, Kia berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi mobilitas yang relevan, bernilai, dan berkelanjutan, sejalan dengan perkembangan industri otomotif Nasional. Perjalanan Kia di Indonesia akan terus berlanjut, dengan semangat untuk bertumbuh bersama masyarakat, menjawab tantangan masa depan, dan menghadirkan mobilitas yang menginspirasi generasi berikutnya,” tutup Jong Sung Park. (*)

Gandeng Visa, Maybank Indonesia Siap Gelar Maybank Marathon 2026 di Bali

January 9, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA – Sejalan dengan komitmen mendorong gaya hidup sehat dan berkelanjutan, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia atau Bank) hari ini secara resmi mengumumkan tanggal penyelenggaraan Maybank Marathon 2026 serta kolaborasi strategis dengan Visa sebagai title sponsor.

Memasuki tahun ke-15 penyelenggaraannya, ajang lari berpredikat World Athletics’ Elite Label Road Race pertama di Indonesia ini akan diselenggarakan di Bali United Training Center, Gianyar, Bali, pada 23 Agustus 2026 dengan Visa secara resmi menjadi Title Sponsor Maybank Marathon 2026.

Acara Kick Off Maybank Marathon 2026, digelar di Kantor Pusat Maybank Indonesia, Senayan, Jakarta, dihadiri jajaran manajemen Maybank Indonesia dan Visa, komunitas lari, serta para mitra strategis, Kamis (8/1/2026)

Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan menegaskan, Maybank Marathon 2026 merupakan wujud nyata dari misi “Humanising Financial Services”, yang mendorong gaya hidup berkelanjutan, memberdayakan komunitas, dan menghubungkan setiap peserta dengan tujuan yang lebih besar.

“Setiap langkah pelari bukan hanya tentang catatan waktu, tetapi juga pengalaman yang nyaman, inspiratif, dan bermakna. Melalui kolaborasi dengan Visa sebagai Title Sponsor, kami ingin menghadirkan perjalanan berlari yang memberi dampak positif bagi peserta, komunitas, dan lingkungan,” ujar Steffano.

Steffano juga menambahkan, Maybank Marathon berkontribusi pada sport tourism berstandar internasional, yang memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi daerah penyelenggaraan, sekaligus memperkenalkan keindahan Bali kepada pelari domestik maupun internasional.

Kolaborasi strategis dengan Visa sebagai Title Sponsor Maybank Marathon 2026 semakin memperkuat nilai dan dampak ajang ini. Country Manager Visa Indonesia Vira Widiyasari menuturkan, kemitraan ini didasari kesamaan nilai antara Visa dan Maybank Indonesia. “Di Visa, kami percaya bahwa olahraga bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan jembatan yang menyatukan manusia, mendorong kolaborasi, serta menggerakkan pertumbuhan ekonomi lokal. Merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk bermitra dalam Maybank Marathon 2026, sebuah ajang yang tidak hanya membangkitkan semangat berlari, tetapi juga memperkuat pariwisata olahraga Indonesia dan menegaskan posisi Bali sebagai destinasi marathon kelas dunia,” tutur Vira.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memperluas manfaat pariwisata olahraga berkelanjutan bagi para pelari, pelaku usaha lokal, dan masyarakat. Sejalan dengan misi Visa, kami berkomitmen mengangkat potensi dan talenta lokal Indonesia ke kancah global, menjadikan Maybank Marathon sebagai kebanggaan nasional sekaligus ikon yang diakui dunia,” tutur Vira menambahkan.

Partisipasi Visa di Maybank Marathon melanjutkan rekam jejak Visa dalam mendukung berbagai ajang olahraga global seperti Piala Dunia, F1 dan Olimpiade & Paralimpiade. Visa percaya bahwa kompetisi yang sehat dapat membentuk masyarakat yang tangguh, inklusif, dan berdaya.

Sebagai ajang lari yang telah mengantongi sertifikasi internasional, Maybank Marathon 2026 akan terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan. Project Director Maybank Marathon Bambang Irawan menegaskan komitmen penyelenggara dalam menghadirkan standar kelas dunia. “Maybank Marathon 2026 akan menghadirkan peningkatan kualitas di berbagai aspek, mulai dari keselamatan, kelancaran lomba, hingga pengalaman pelari secara keseluruhan. Kami berkomitmen menghadirkan ajang lari yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga lebih bermakna melalui penguatan prinsip keberlanjutan dan gerakan lari yang memiliki tujuan,” jelas Bambang.

Komitmen keberlanjutan yang diintegrasikan pada setiap rangkaian acara Maybank Marathon juga menjadi identitas kuat lomba lari ini. Dengan berbagai inisiatif sustainability, Maybank Indonesia berharap dapat menginspirasi masyarakat dan pelaku industri untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan sosial. Hal ini sejalan dengan strategi Maybank Group, M25+, yaitu menjadi pemimpin di bidang Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola (LST) di kawasan ASEAN serta selaras dengan komitmen World Athletics yang memiliki sustainable event standards.

Bambang menjelaskan, Maybank Marathon 2026 tetap akan membuka kategori Marathon (42,195 km), Half Marathon (21,1 km), dan 10K, serta kategori Wheelchair dan Children Sprint dengan total hadiah lebih dari Rp3 miliar. Pengambilan race pack akan diadakan pada 21-22 Agustus 2026 di Bali United Training Center, Bali.

Selain itu, kerja sama sister marathon antara Maybank Marathon dengan Bangsaen42 Chonburi Marathon juga kembali berlanjut di tahun ini dalam bentuk sharing knowledge dan experience, serta kesempatan berlari di Bangsaen42 Chonburi Marathon untuk para peserta Maybank Marathon 2026.

Sebagai persiapan menuju Maybank Marathon 2026, Maybank Indonesia akan menggelar rangkaian ‘Road to Maybank Marathon 2026’ di beberapa kota besar di Indonesia pada bulan April sampai dengan Agustus 2026. Rangkaian ‘Road to Maybank Marathon 2026’ menyediakan pelatihan dan edukasi diantaranya meliputi Sunday morning run, pelatihan penanganan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) & Life Support, serta edukasi persiapan fisik lainnya.

Adapun, Maybank Indonesia akan meluncurkan program exclusive pre-sale running slot Maybank Marathon menawarkan kepada nasabah eksisting maupun nasabah baru untuk mengikuti program tabungan dan Maybank Kartu Kredit bekerja sama dengan Visa (khusus untuk nasabah baru) mulai 9-30 Januari 2026. Dengan mengikuti program tersebut, nasabah mendapatkan guaranteed running slot Maybank Marathon 2026 sebelum registrasi publik dibuka pada 9-22 Februari 2026 mendatang melalui drawing system pada situs www.maybankmarathon.com. (*)

Liburan Natal dan Tahun Baru 2026, Trafik Data XLSMART Alami Kenaikan

January 7, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Teknisi jaringan XLSMART melakukan pemeliharaan di atas menara BTS yang berada di Padang, Sumatera Barat

JAKARTA – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) berhasil mengawal dan melayani lonjakan kebutuhan layanan data pelanggan sepanjang liburan Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Berdasarkan hasil monitoring jaringan selama periode 24 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, rata-rata trafik layanan XLSMART meningkat sebesar 12% dibandingkan hari normal. Sedangkan puncak kenaikan trafik layanan terjadi pada malam tahun baru di lokasi alun alun Ponorogo, Kabupaten Ponorogo yang mencapai 267% dibandingkan kondisi hari normal.

Seperti yang telah diprediksi, layanan streaming kembali mendominasi lonjakan trafik selama periode Nataru, sementara itu, layanan percakapan (voice) mengalami penurunan sekitar 10%. Sedangkan layanan SMS justru mengalami kenaikan sekitar 12% dibandingkan hari biasa.

Direktur & Chief Technology Officer XLSMART, Shurish Subbramaniam bersyukur jaringan dan layanan XLSMART tetap prima melayani kebutuhan masyarakat dan pelanggan dalam berkomunikasi selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2026 ini. Jauh-jauh hari XLSMART telah menyiapkan jaringan untuk melayani dan menjaga kenyamanan pelanggan selama libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

“Ini merupakan komitmen kami dalam memastikan kualitas dan kemudahan layanan tetap terjaga, seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat di berbagai wilayah untuk merayakan dan menikmati liburan Nataru,” kata Shurish.

Performa jaringan tetap terjaga dengan baik dan tidak mengalami gangguan yang berarti, tentunya tidak terlepas dari langkah-langkah antisipatif yang telah dilakukan, di antaranya peningkatan kapasitas jaringan hingga dua kali lipat, pengerahan mobile BTS (MBTS) di titik-titik strategis, penyiapan genset beserta cadangan energi, serta kesiapan rekayasa pengalihan jaringan untuk menjaga kontinuitas layanan apabila terjadi gangguan di lapangan.

Data jaringan XLSMART juga menunjukkan tingginya aktivitas digital pelanggan selama mengisi masa liburan Natal dan Tahun Baru. Trafik data di area permukiman, termasuk Jabodetabek dan kota-kota besar lainnya, tetap meningkat sekitar 51% dibandingkan hari normal. Secara nasional, kenaikan trafik tertinggi tercatat di sejumlah kabupaten dan kota tujuan wisata dan mobilitas tinggi, dengan peningkatan trafik mencapai lebih dari 12% dibandingkan hari biasa.

Berdasarkan provinsi, kenaikan trafik tertinggi terjadi di wilayah Kabupaten Dairi Sumatra Utara dengan rata-rata kenaikan sekitar 61%, disusul Kota Banjar Baru Kalimantan Selatan yang meningkat hingga 59%, serta Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan yang naik sekitar 40%. Untuk wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY, trafik data meningkat rata-rata sekitar 13% dibandingkan hari bisa, dengan 3 kota/kabupaten teratas kenaikannya antara lain, Kota Semarang, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Bantul. Secara rata-rata, trafik data di Provinsi Jawa Timur meningkat sekitar 7%, dengan 3 kota/kabupaten teratas kenaikannya yaitu, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto dan Kota Surabaya.  Untuk Bali dan Nusa Tenggara kenaikan trafik rata-rata sekitar 8%, sementara Sulawesi naik sekitar 11% dibandingkan hari normal. (*)

Kia Merayakan 80 Tahun Perjalanan Global

January 6, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Korea Selatan – Delapan dekade bukan sekadar soal waktu, melainkan tentang perjalanan, keberanian menghadapi tantangan, dan komitmen untuk terus bergerak maju. Tahun 2025 lalu, Kia menandai 80 tahun kiprahnya melalui sebuah seremoni khusus dan pameran bertema warisan dan visi masa depan, yang digelar di Kia Vision Square, Yongin, Korea Selatan.

Perayaan ini turut disiarkan langsung secara publik pada Youtube Kia Global. Acara ini menjadi refleksi perjalanan Kia dari sebuah industri manufaktur sederhana hingga menjelma sebagai salah satu pemimpin global dalam mobilitas berkelanjutan. Lebih dari 400 tamu hadir dalam perayaan ini, termasuk jajaran pimpinan Hyundai Motor Group dan Kia, karyawan lintas generasi, serta para mitra yang turut menjadi bagian dari cerita panjang perjalanan Kia di industri otomotif global.

Perjalanan yang Dibangun untuk Masa Depan Mobilitas

Didirikan pada tahun 1944 sebagai Kyungsung Precision Industry oleh Kim Cheol-ho, Kia memulai perjalanannya sebagai produsen komponen logam. Nama Kia kemudian resmi diadopsi pada 1952, bersamaan dengan peluncuran produk mobilitas pertamanya, sepeda 3000-Liho. Tonggak penting lainnya terjadi pada 1973, ketika Kia mendirikan Sohari Plant, yang kini dikenal sebagai AutoLand Gwangmyeong, sebagai fasilitas produksi otomotif terintegrasi pertama di Korea Selatan.

Langkah Kia memasuki industri otomotif roda empat dimulai pada 1974 melalui peluncuran Kia Brisa. Sejak saat itu, Kia terus menorehkan jejak global melalui berbagai model ikonik, termasuk Kia Pride yang diluncurkan pada 1987, serta Kia Sportage pada 1993 yang dikenal sebagai urban SUV pertama di dunia.

Transformasi besar Kia berlanjut pada 1997 ketika perusahaan bergabung ke dalam Hyundai Motor Group di bawah kepemimpinan visioner Chung Ju-yung dan Mong-Koo Chung. Momentum penting berikutnya hadir pada 2005, saat Euisun Chung menjabat sebagai Presiden Kia dan menerapkan strategi Design Management secara komprehensif, termasuk merekrut desainer global seperti Peter Schreyer sebagai Chief Design Officer, yang memperkuat identitas Kia sebagai brand yang turut memprioritaskan desain.

Perayaan 80 tahun ini tidak hanya mengulas pencapaian historis Kia, tetapi juga menyoroti kontribusi para sumber daya manusia di balik Kia, dari generasi ke generasi, yang membentuk filosofi dan arah masa depan brand. Melalui rangkaian cerita, film khusus, serta penampilan istimewa dari Kia Ambassador dan violinist kelas dunia, Clara-Jumi Kang, Kia menegaskan bahwa kekuatan sebuah brand terletak pada manusia yang turut berproses di baliknya.

 Chairman Hyundai Motor Group, Euisun Chung, menyampaikan, perjalanan 80 tahun Kia adalah sebuah narasi besar tentang ketekunan dan komitmen. Sejarah 80 tahun Kia adalah sebuah perjalanan yang luar biasa.

“Atas nama Hyundai Motor Group, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menjadi bagian dari warisan Kia,” katanya.

Presiden dan CEO Kia, Ho Sung Song, menambahkan, warisan tersebut akan terus menjadi sumber inspirasi ke depan. Dengan memetik pelajaran dari perjalanan 80 tahun, Kia  menegaskan kembali semangat determinasi yang telah menggerakkan Kia sejak awal.

“Kami berkomitmen untuk menjaga dan membagikan warisan ini sebagai fondasi untuk masa depan,” ungkapnya.

Kia Vision Meta Turismo: Interpretasi Baru Mobilitas Masa Depan

Dalam kesempatan ini, Kia juga memperkenalkan Vision Meta Turismo Concept, sebuah konsep kendaraan yang merepresentasikan visi Kia terhadap era baru mobilitas. Konsep ini memadukan performa dinamis dengan ruang interior bernuansa lounge, terinspirasi dari keanggunan dan kecepatan perjalanan jarak jauh era 1960-an.

Vision Meta Turismo mengusung filosofi desain “Opposites United”, yang memadukan garis futuristik dengan sentuhan human-centered design. Interiornya dirancang untuk menciptakan pengalaman berkendara yang imersif melalui teknologi digital, dengan interior yang menghadirkan kenyamanan bagi pengemudi maupun penumpang.

Salah satu fitur terbaiknya adalah setir generasi terbaru dengan tiga mode digital yaitu Speedster, Dreamer, dan Gamer, yang didukung teknologi Augmented Reality Head-Up Display (AR HUD). Teknologi ini memungkinkan pengemudi melihat informasi visual secara tiga dimensi, seolah melayang di atas jalan, menciptakan interaksi yang lebih intuitif antara manusia dan kendaraan.

“Vision Meta Turismo merepresentasikan visi Kia dalam menggabungkan mobilitas dinamis dengan ruang yang berorientasi pada manusia. Ini adalah wujud komitmen kami untuk menghadirkan pengalaman mobilitas yang tidak hanya canggih, tetapi juga menginspirasi,” terang Karim Habib, Executive Vice President and Head of Kia Global Design.

Pameran ‘The Legacy of Movement’

Sebagai bagian dari perayaan, Kia juga membuka Pameran 80 Tahun Kia bertajuk “The Legacy of Movement”. Pameran ini menghadirkan delapan zona tematik yang menampilkan 17 kendaraan ikonik Kia, mulai dari model bersejarah hingga produk terkini, yang mencerminkan perjalanan Kia selama 80 tahun.

Digelar di Kia Vision Square, pameran ini akan dibuka untuk publik hingga tahun 2029, dan menjadi ruang refleksi tentang bagaimana Kia terus bergerak, beradaptasi, dan berkembang seiring perubahan zaman.

Didirikan pada 1944, Kia telah melalui berbagai fase transformasi, dari sepeda pertama hingga kendaraan listrik dan solusi mobilitas berbasis teknologi. Melalui strategi Total Transformation yang diperkenalkan sejak 2021, Kia menegaskan komitmennya pada mobilitas berkelanjutan, termasuk pengembangan kendaraan listrik, Platform Beyond Vehicle (PBV), serta layanan berbasis perangkat lunak.

Rangkaian inisiatif global, kolaborasi kreatif, hingga platform digital heritage menjadi cara Kia menghubungkan warisan masa lalu dengan visi masa depan, sebuah perjalanan yang tidak hanya tentang kendaraan, tetapi tentang pergerakan yang menginspirasi. (*)

Diperbudak Tren Sosmed

January 5, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Media sosial kini tidak sekadar menjadi ruang berbagi informasi dan hiburan, tetapi juga membentuk pola pikir, gaya hidup, hingga tekanan sosial tersendiri bagi penggunanya. Tren yang silih berganti dengan cepat kerap membuat sebagian orang merasa “harus ikut”, sementara yang lain memilih menjaga jarak agar tidak terjebak dalam arus fear of missing out (FoMO).

Fenomena FoMO atau rasa takut tertinggal ini telah menjadi perhatian para peneliti. Penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Business English and Communication menyebutkan, intensitas penggunaan media sosial memiliki hubungan signifikan dengan meningkatnya FoMO, terutama di kalangan mahasiswa. Pengguna cenderung lebih sering mengecek media sosial, membandingkan diri dengan orang lain, dan merasa cemas jika tidak mengikuti tren yang sedang ramai diperbincangkan.

Temuan serupa juga disampaikan dalam penelitian “Hubungan antara Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan FoMO” yang dimuat di Character: Jurnal Penelitian Psikologi (Universitas Negeri Surabaya). Studi tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi frekuensi penggunaan media sosial, semakin besar kecenderungan individu mengalami FoMO, yang berdampak pada kondisi emosional dan fokus keseharian.

Bagi sebagian generasi muda, mengikuti tren dianggap sebagai bagian dari adaptasi sosial di era digital.

“Kalau saya tidak mengikuti tren, rasanya seperti ketinggalan zaman. Apalagi sekarang banyak obrolan dan isu yang berangkat dari media sosial,” ujar Dita (22), seorang gen z.

Menurut Dita, mengikuti tren tidak selalu berarti latah, selama dilakukan secara sadar dan selektif.

“Selama masih positif dan relevan, ikut tren itu membantu kita tetap nyambung dengan lingkungan sekitar,” katanya.

Pandangan ini sejalan dengan penelitian dalam Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi yang mengkaji fenomena FoMO di kalangan Gen Z pengguna TikTok. Studi tersebut menyebutkan, tren di media sosial sering menjadi sarana pembentukan identitas dan alat komunikasi sosial, sehingga ketidaktahuan terhadap tren dapat memunculkan rasa terasing dalam pergaulan.

Namun, tidak sedikit pula yang memilih mengambil jarak dari hiruk-pikuk tren media sosial demi menjaga kesehatan mental.

“Saya sempat merasa capek sendiri karena selalu merasa harus tahu tren terbaru. Lama-lama malah bikin stres,” ungkap Rio (25), seorang anak muda yang memilih untuk tidak mengikuti tren.

Rio mengaku mulai membatasi penggunaan media sosial setelah menyadari dampaknya terhadap produktivitas dan ketenangan pikirannya.

“Sekarang saya lebih pilih mana yang memang perlu diikuti. Tidak semua tren harus direspons,” tambahnya.

Pilihan Rio sejalan dengan penelitian yang dipublikasikan dalam Acta Psychologia, yang menyebutkan, FoMO berkontribusi terhadap penurunan kesejahteraan psikologis, seperti meningkatnya kecemasan dan tekanan sosial pada usia dewasa awal.

Dampak FoMO tidak berhenti pada tekanan psikologis. Penelitian dalam INSIGHT Jurnal Bimbingan Konseling menemukan adanya korelasi positif antara FoMO dan adiksi media sosial. Pengguna dengan tingkat FoMO tinggi cenderung menghabiskan waktu lebih lama di media sosial dan sulit mengendalikan kebiasaan daringnya.

Selain itu, studi yang dimuat dalam International Journal of Science and Society juga mengungkap, FoMO berpengaruh terhadap perilaku konsumtif, terutama pembelian impulsif yang dipicu oleh tren dan promosi di media sosial.

Fenomena “diperbudak tren sosmed” mencerminkan tantangan nyata di era digital. Tren bisa menjadi sarana ekspresi dan koneksi sosial, namun juga berpotensi menimbulkan tekanan jika diikuti tanpa kendali. (intan)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1382804
    Users Today : 3905
    Users Yesterday : 6369
    This Year : 319314
    Total Users : 1382804
    Total views : 12428284
    Who's Online : 58
    Your IP Address : 216.73.216.50
    Server Time : 2026-02-25