Meal Prep Jadi Pilihan Gen Z untuk Tetap Makan Sehat di Tengah Kesibukan

March 5, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

SAMARINDA – Kesibukan sering membuat pola makan menjadi tidak teratur. Banyak orang akhirnya memilih makanan instan, camilan cepat saji, atau layanan pesan antar untuk mengisi perut di sela aktivitas. Namun kebiasaan tersebut perlahan berdampak pada kondisi tubuh, mulai dari mudah lelah hingga berat badan yang meningkat.

Di tengah situasi itu, konsep meal prep atau persiapan makanan beberapa hari ke depan mulai dilirik, khususnya oleh kalangan muda. Cara ini dinilai lebih praktis untuk menjaga pola makan tanpa harus memasak setiap hari.

Salah satu mahasiswa di Samarinda, Nabila  (21), mengaku mulai menerapkan meal prep sejak tahun lalu karena jadwal kuliah dan kegiatan organisasi yang padat.

“Awalnya sering banget beli makanan di luar karena praktis. Tapi lama-lama boros juga, dan kadang makannya jadi nggak teratur. Akhirnya coba meal prep setiap akhir pekan,” ujarnya saat ditemui, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, menyiapkan makanan untuk beberapa hari sekaligus justru membuat waktu lebih efisien. Ia biasanya memasak dua hingga tiga jenis lauk, sayur, dan sumber karbohidrat yang bisa dikombinasikan sepanjang minggu.

“Misalnya ayam panggang, tempe kecap, sama telur dadar sayur. Sayurnya bisa brokoli atau wortel kukus. Jadi tiap hari tinggal ambil dari kulkas dan panasin,” katanya.

Selain menghemat waktu, Nabila menilai meal prep juga membantu mengontrol pengeluaran. Ia mengaku pengeluaran makan bulanannya berkurang setelah rutin memasak sendiri.

“Kalau dulu hampir tiap hari beli makan, sekarang paling sesekali saja. Belanja bahan makanan seminggu sekali jadi lebih terencana,” tambahnya.

Meski demikian, ia mengakui ada tantangan saat pertama kali mencoba. Salah satunya rasa bosan dengan menu yang sama selama beberapa hari.

“Awalnya memang cepat bosan. Tapi sekarang biasanya bikin beberapa menu berbeda biar bisa diputar. Jadi nggak terasa makan yang sama terus,” jelasnya.

Untuk menjaga kualitas makanan, ia juga memperhatikan cara penyimpanan. Makanan disimpan dalam wadah tertutup dan diberi urutan konsumsi agar tidak terlalu lama di dalam kulkas. (intan)

Gen Z Akui Mudah Kehilangan Fokus Saat Ngobrol Tatap Muka

March 5, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Percakapan tatap muka yang dulu terasa alami kini tidak selalu mudah bagi sebagian Generasi Z. Di tengah kebiasaan berkomunikasi melalui pesan singkat dan media sosial, interaksi langsung terkadang terasa lebih canggung atau bahkan cepat membosankan.

Seorang mahasiswa berusia 21 tahun, Rafi Pratama, mengaku dirinya sering tanpa sadar mengecek ponsel saat sedang berbicara dengan orang lain.

“Kadang lagi ngobrol tiba-tiba refleks lihat ponsel. Bukan karena lawan bicara tidak menarik, tapi karena sudah terbiasa ada notifikasi masuk,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Pengalaman serupa juga dirasakan Nadya Putri, mahasiswi 22 tahun. Menurutnya, komunikasi melalui pesan digital terkadang terasa lebih nyaman dibanding percakapan langsung.

“Kalau lewat chat kita punya waktu untuk berpikir sebelum menjawab. Kalau ngobrol langsung kadang terasa canggung kalau ada jeda,” katanya.

Fenomena ini tidak hanya dirasakan oleh sebagian anak muda di Indonesia. Survei yang dilakukan oleh dalam laporan Mind Health Report menunjukkan kecenderungan serupa di kalangan Gen Z. Dilansir dari laporan tersebut, survei terhadap sekitar 2.000 responden berusia 18 hingga 28 tahun di Inggris menemukan sekitar 75 persen responden mengaku kesulitan mempertahankan fokus saat melakukan percakapan tatap muka.

Survei yang dilakukan bersama lembaga riset OnePoll itu juga mencatat sekitar 39 persen responden merasa terdorong untuk memeriksa ponsel ketika sedang berbincang dengan orang lain, terutama untuk melihat pesan atau notifikasi media sosial.

Meski demikian, sebagian anak muda mulai menyadari pentingnya menyeimbangkan kehidupan digital dengan interaksi nyata. Dalam survei yang sama, lebih dari separuh responden menyebut mereka mulai mencoba mengurangi waktu menggunakan media sosial demi menjaga kesehatan mental. (intan)

Ketika Generasi Layar Memilih Jeda

March 5, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

SAMARINDA – Fenomena “No Smartphone Challenge” kian ramai diperbincangkan di media sosial. Tantangan ini mengajak peserta untuk tidak menyentuh ponsel selama 24 jam hingga satu pekan. Menariknya, gerakan ini justru tumbuh dari generasi yang selama ini dilekatkan dengan citra paling dekat dengan layar, Generasi Z.

Di platform seperti TikTok dan YouTube, konten bertagar digital detox terus bermunculan. Namun di balik tampilan video yang estetik, tersimpan cerita yang lebih kompleks tentang kelelahan mental, tekanan ekspektasi digital, hingga upaya merebut kembali kendali atas waktu dan perhatian.

Dimas (21), seorang Mahasiswa di Samarinda memutuskan mengikuti tantangan tanpa ponsel selama 72 jam. Ia mengaku awalnya sekadar penasaran, tetapi pengalaman yang didapat jauh dari ekspektasi.

“Jam pertama biasa saja. Masuk jam keempat mulai terasa kosong. Rasanya seperti ada yang hilang, padahal cuma notifikasi,” katanya,  Kamis (5/3/2026).

Hari pertama diwarnai kegelisahan dan kebiasaan refleks meraba saku. Memasuki hari kedua, Dimas mulai menikmati percakapan tatap muka tanpa gangguan. Hari ketiga justru terasa paling jernih, ia menyadari betapa sering pikirannya terpecah hanya karena bunyi notifikasi.

Pengalaman serupa diungkapkan Livia (20). Ia memilih mengganti waktu bermain ponsel dengan menulis jurnal dan berjalan sore tanpa membawa gawai.

“Aku baru sadar, ternyata selama ini otakku jarang benar-benar diam,” ujarnya.

Sejak pandemi, aktivitas Gen Z semakin terkonsentrasi di ruang daring. Perkuliahan, pekerjaan lepas, hiburan, hingga relasi sosial bergantung pada perangkat digital. Intensitas itu perlahan melahirkan kelelahan digital kondisi ketika paparan layar terus-menerus memicu stres dan gangguan konsentrasi.

Selama ini, Gen Z kerap ditempatkan dalam narasi sebagai generasi yang sulit lepas dari ponsel. Akan tetapi, tren ini menunjukkan sisi lain: kesadaran kritis terhadap dampak teknologi.

Digital Nomad dan Sisi Sunyi di Balik Kebebasan

March 5, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Digital nomad adalah istilah bagi individu yang bekerja secara jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi digital, tanpa terikat kantor fisik, sekaligus menjalani gaya hidup berpindah-pindah tempat. Dengan bermodal laptop dan koneksi internet, mereka bisa bekerja dari rumah, kafe, coworking space, hingga luar negeri.

Fenomena ini berkembang seiring meningkatnya tren kerja remote dalam beberapa tahun terakhir. Kota-kota seperti Chiang Mai, Lisbon, dan Denpasar kerap disebut sebagai destinasi favorit karena biaya hidup yang relatif terjangkau serta komunitas pekerja global yang cukup mapan.

Di media sosial, gaya hidup ini sering digambarkan ideal, bekerja dari tepi pantai, rapat daring dengan latar matahari terbenam, atau menyelesaikan proyek dari kafe estetik. Namun, realitas di lapangan tidak selalu seindah unggahan Instagram.

Raka (30),  yang telah tiga tahun bekerja secara remote mengatakan fleksibilitas justru menuntut disiplin ekstra.

“Orang lihatnya bebas. Padahal kalau tidak punya manajemen waktu yang kuat, pekerjaan bisa tidak terkendali. Tidak ada atasan yang mengawasi langsung, jadi tanggung jawab sepenuhnya di diri sendiri,” ujarnya di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (4/3/2026).

Menurut Raka, batas antara jam kerja dan waktu pribadi sering kali kabur. Ia mengaku pernah bekerja hingga larut malam karena menyesuaikan zona waktu klien di Eropa.

Koneksi internet yang tidak stabil masih menjadi kendala klasik, terutama di destinasi wisata yang infrastrukturnya belum merata. Gangguan teknis saat rapat daring atau pengiriman proyek bisa berdampak pada reputasi profesional.

Selain itu, perbedaan zona waktu dengan klien luar negeri membuat jam kerja menjadi tidak menentu. Kondisi ini berisiko memicu kelelahan mental jika tidak diatur dengan baik.

Persoalan visa juga menjadi tantangan tersendiri. Tidak semua negara mengizinkan pemegang visa turis untuk bekerja, meskipun pekerjaan dilakukan secara daring untuk klien di luar negeri.

Beberapa negara seperti Estonia dan Portugal telah menyediakan skema visa khusus digital nomad. Sementara di Indonesia, regulasi terkait kategori tersebut belum sepenuhnya jelas, sehingga sebagian pekerja remote berada dalam area abu-abu hukum.

Pada akhirnya, bekerja dari mana saja bukan berarti bebas dari beban. Ia hanya mengubah bentuk tanggung jawab. Bagi sebagian orang, pola ini memberi ruang tumbuh dan eksplorasi. Bagi yang lain, stabilitas tetap menjadi kebutuhan utama.

Digital nomad mungkin menawarkan kebebasan lokasi, tetapi tetap menuntut kesiapan finansial, emosional, dan profesional yang tidak sedikit. (intan)

XLSMART Percepat Digitalisasi Layanan Registrasi Biometrik Wajah dan eSIM

March 5, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) menghadirkan standar baru keamanan dan kenyamanan pelanggan melalui implementasi registrasi kartu SIM berbasis biometrik wajah dan eSIM. XLSMART secara aktif mendorong dan mengajak seluruh pelanggan serta masyarakat luas untuk memanfaatkan mekanisme registrasi kartu SIM menggunakan teknologi biometrik wajah (face recognition) berbasis kecerdasan buatan – AI dengan kemampuan liveness detection. Inovasi ini tidak hanya bertujuan memperkuat keamanan, tetapi juga menghadirkan pengalaman registrasi yang lebih mudah, cepat, dan menyenangkan, sebagai wujud komitmen XLSMART untuk terus meningkatkan kualitas pengalaman pelanggan sekaligus memperkuat kepercayaan pelanggan terhadap layanan XLSMART sebagai penyedia konektivitas digital yang aman dan terpercaya.

Direktur & Chief Regulatory XLSMART, Merza Fachys, mengatakan, implementasi verifikasi biometrik ini adalah komitmen nyata XLSMART dalam meningkatkan standar keamanan data pelanggan. Dengan validasi yang terhubung langsung ke database Dukcapil, XLSMART memastikan setiap identitas pelanggan valid dan terlindungi dari potensi penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. XLSMART mengutamakan rasa aman dan nyaman pelanggan dalam menggunakan layanan telekomunikasi melalui teknologi face recognition ini.

”Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi perusahaan yang paling dicintai pelanggan,” kata Merza,

Untuk memastikan kemudahan akses seluruh lapisan masyarakat, XLSMART telah menghadirkan layanan registrasi biometrik di 143 titik layanan yang tersebar di seluruh Indonesia, terdiri dari 94 XL Center dan 51 Galeri Smartfren. Layanan ini terfokus pada wilayah dengan densitas pelanggan tinggi, seperti Jabodetabek (26 XL Center dan 13 Galeri Smartfren), Jawa Timur (16 Galeri Smartfren), dan Sumatera (17 XL Center). Selain melalui gerai fisik, pelanggan juga dapat melakukan registrasi mandiri secara digital melalui website resmi XL, AXIS, dan Smartfren, serta melalui aplikasi myXL, AXISNET, dan mySF—menjadikan proses registrasi biometrik semakin inklusif, mudah, dan dapat dilakukan kapan saja, di mana saja.

Penerapan registrasi berbasis biometrik wajah memberikan sejumlah manfaat nyata bagi pelanggan dan masyarakat. Dari sisi keamanan, teknologi ini terbukti mampu menekan kemungkinan identitas ganda lebih dari 80%, sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan penipuan (fraud management) hingga 20–30% berdasarkan studi GSMA. Tingkat akurasi sistem pengenalan wajah modern juga telah mencapai 95–99% menurut NIST (National Institute of Standards and Technology) – lembaga Departemen Perdagangan AS yang menetapkan standar teknologi global, dilengkapi kemampuan liveness detection yang canggih untuk mendeteksi upaya pemalsuan (spoofing).

Dari sisi kemudahan, proses registrasi yang semula memakan waktu 5–7 menit kini dapat diselesaikan dalam kurang dari 1 menit melalui proses otomatis dengan liveness detection untuk mempercepat proses Know Your Customer (KYC). Pelanggan juga dijamin keamanan datanya karena XLSMART menerapkan prinsip security by design dan data minimization—data biometrik tidak disimpan oleh XLSMART, melainkan langsung diteruskan secara aman ke sistem Dukcapil untuk validasi tanpa disimpan setelah proses selesai. Sistem XLSMART telah memenuhi standar keamanan internasional, antara lain ISO 27001, ISO 27701, serta lulus uji Presentation Attack Detection (ISO 30107-3), dengan match rate ke Dukcapil di atas 95% dan tingkat keluhan sangat rendah.

Sebagai bukti kesiapan dan keseriusan dalam menghadirkan layanan ini, XLSMART telah menjalankan program pilot sejak September 2025 melalui gerai fisik dan kanal digital, sehingga sistem yang diterapkan saat ini telah teruji dan siap memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh pelanggan. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya XLSMART dalam membangun ekosistem telekomunikasi yang lebih aman, terpercaya, dan siap mendukung transformasi digital Indonesia.

Seiring dengan penguatan keamanan data pelanggan melalui registrasi biometrik, adopsi penerapan eSIM XLSMART juga terus mendapatkan respon positif dari pelanggan dan masyarakat. Jumlah pengguna eSIM terus tumbuh dan saat ini jumlah pengguna eSIM XLSMART mencapai lebih dari 1,6 juta dan harapannya kedepan akan terus  meningkat seiring dengan berbagai manfaat dan kemudahan eSIM yang bisa dirasakan pengguna. XLSMART juga terus melakukan integrasi sistem registrasi biometrik sebagai solusi yang meminimalkan hambatan teknis saat aktivasi, sehingga kendala operasional dapat ditekan dan pelanggan mendapatkan jaminan keamanan yang sama kuatnya antara pengguna kartu fisik maupun eSIM.

Saat ini pelanggan dan masyarakat dapat melakukan Registrasi kartu SIM dengan Biometrik wajah di XLSMART dengan beberapa cara berikut, sebagai berikut :

  • Registrasi Melalui Website XL dan AXIS
  1. Buka halaman website registrasi sesuai kartu yang digunakan (https://registrasi.xl.co.id/ atau https://registrasi.axis.co.id/ ), kemudian pilih metode registrasi menggunakan OTP atau PUK.
  2. Masukkan nomor kartu Perdana yang akan diaktifkan, lalu masukkan NIK (Nomor Induk Kependudukan).
  3. Lakukan pengambilan swafoto (selfie) dengan memastikan wajah berada di dalam area lingkaran serta tidak menggunakan aksesoris tambahan seperti masker, kacamata hitam, atau aksesori lain yang menutupi wajah, berada di ruangan dengan pencahayaan yang cukup serta disarankan menggunakan latar belakang polos atau minim objek.
  4. Sistem akan melakukan validasi data biometrik dengan database Dukcapil secara otomatis. Apabila data telah sesuai, proses registrasi dinyatakan berhasil dan kartu siap digunakan.
  • Registrasi Melalui Aplikasi myXL atau AXISNET
  1. Buka aplikasi myXL atau AXISNET, kemudian masukkan nomor kartu perdana yang akan didaftarkan.
  2. Pilih menu ”Registrasi dengan Biometrik”, kemudian pilih metode registrasi menggunakan OTP atau PUK.
  3. Masukkan NIK (Nomor Induk Kependudukan), kemudian lakukan pengambilan swafoto (selfie) dengan memastikan wajah berada di dalam area lingkaran serta tidak menggunakan aksesoris tambahan seperti masker, kacamata hitam, atau aksesori lain yang menutupi wajah, berada di ruangan dengan pencahayaan yang cukup serta disarankan menggunakan latar belakang polos atau minim objek.
  4. Sistem akan melakukan validasi data biometrik dengan database Dukcapil secara otomatis. Apabila data telah sesuai, proses registrasi dinyatakan berhasil dan kartu siap digunakan.
  • Regitrasi Melalui Website Smartfren dan Aplikasi MySF
  1. Buka halaman website http://smartfren.com/Activation/, kemudian masukkan nomor kartu perdana yang akan didaftarkan.
  2. Masukkan kode OTP yang diterima pelanggan, kemudian masukkan kode PUK.
  3. Masukkan NIK (Nomor Induk Kependudukan), kemudian lakukan pengambilan swafoto (selfie) dan pilih ”start video check” sesuai petunjuk di website dan aplikasi, dengan memastikan wajah berada di dalam area lingkaran serta tidak menggunakan aksesoris tambahan seperti masker, kacamata hitam, atau aksesori lain yang menutupi wajah, berada di ruangan dengan pencahayaan yang cukup serta disarankan menggunakan latar belakang polos atau minim objek.
  4. Sistem akan melakukan validasi data biometrik dengan database Dukcapil secara otomatis. Kemudian klik “Gunakan Foto”. Apabila data telah sesuai akan muncul notifikasi “Aktivasi Berhasil”, dan kartu siap digunakan.

Melalui inovasi ini, XLSMART menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem telekomunikasi yang lebih aman, terpercaya, dan berorientasi pada pengalaman pelanggan, sejalan dengan visi XLSMART untuk menjadi perusahaan yang paling dicintai pelanggan. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1458050
    Users Today : 4956
    Users Yesterday : 5108
    This Year : 394560
    Total Users : 1458050
    Total views : 12842925
    Who's Online : 61
    Your IP Address : 216.73.216.84
    Server Time : 2026-03-10