Jasa Raharja Samarinda Bekali Masyarakat Sangatta Utara dengan Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat

December 26, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

SANGATTA – Sebagai bentuk komitmen dalam menekan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, Jasa Raharja Cabang Samarinda Wilayah Kabupaten Kutai Timur menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) di Sangatta Utara, Rabu (24/12/2025).

Pada kegiatan tersebut, perwakilan Jasa Raharja Kutai Timur, Hur Rahman, menyampaikan paparan mengenai peran dan fungsi Jasa Raharja, sekaligus menjelaskan tujuan utama pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan PPGD. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi, kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik pertolongan pertama gawat darurat yang dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan dasar kepada para peserta.

Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab, serta terlibat langsung dalam praktik penanganan awal korban kecelakaan. Pelatihan PPGD ini merupakan bagian dari Program Keselamatan Transportasi Jasa Raharja yang bertujuan meminimalkan tingkat fatalitas kecelakaan, khususnya di wilayah yang tergolong rawan kecelakaan lalu lintas.

Selain memberikan pembekalan materi dan keterampilan PPGD, Jasa Raharja juga menyampaikan imbauan kepada seluruh peserta agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan dalam berkendara. Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak hanya mampu memberikan pertolongan pertama saat terjadi kecelakaan, tetapi juga semakin sadar akan pentingnya perilaku berlalu lintas yang aman dan tertib.

Melalui terselenggaranya kegiatan ini, Jasa Raharja berharap dapat berkontribusi dalam menurunkan angka kecelakaan serta tingkat fatalitas korban, mengurangi jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas, dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk patuh terhadap aturan demi terciptanya lalu lintas yang aman, tertib, dan nyaman. (*)

Warga Binaan Lapas Bontang Terima Remisi Khusus Natal 2025

December 26, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

BONTANG – Suasana penuh sukacita menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bontang pada peringatan Hari Raya Natal, Kamis (25/12)/2025.

Sebanyak 136 warga binaan yang beragama Kristen dan Katolik menerima Remisi Khusus (RK) Natal Tahun 2025. Dari jumlah tersebut, satu orang di antaranya dipastikan langsung menghirup udara bebas.

Pemberian remisi ini merupakan bentuk apresiasi negara kepada Warga Binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku positif dan memenuhi syarat administratif maupun substantif selama menjalani masa pidana. Penyerahan itu diberikan langsung secara simbolis Kepala Lapas Kelas IIA Bontang, Suranto, kepada perwakilan warga binaan di Gereja Oikumene Lapas Bontang.

Suranto menegaskan, remisi bukan sekadar pengurangan masa hukuman, melainkan hak yang diberikan atas pencapaian warga bnaan dalam mengikuti program pembinaan. Untuk itu dirinya mengingatkan kepada seluruh WBP untuk terus menunjukkan sikap terbaik dalam menjalani masa tahanan. Bahkan kata dia, pemberian remisi ini harus mengikuti beberapa aturan yang sudah ditetapkan.

“Remisi ini adalah reward dari pemerintah atas kesungguhan dalam mengikuti pembinaan di Lapas. Khusus bagi satu orang yang langsung bebas hari ini (RK II), kami ucapkan selamat kembali ke keluarga. Jadikan pengalaman di sini sebagai pelajaran berharga untuk menjadi pribadi yang lebih baik di tengah masyarakat,” ungkap Suranto.

Suranto juga menyebut seluruh proses pengusulan remisi dilakukan secara transparan melalui Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) tanpa dipungut biaya apapun. Ia berharap momen Natal ini dapat menjadi motivasi bagi Warga Binaan lainnya untuk terus berkelakuan baik dan produktif selama berada di dalam Lapas.

“Jadikan momen ini untuk terus berbuat baik dalam menjalani masa hukuman,”harapnya.

Adapun rincian perolehan remisi bagi 136 warga binaan tersebut yaitu Remisi Khusus I (Pengurangan Sebagian) sebanyak 135 orang dan remisi Khusus II (Langsung Bebas) sebanyak satu orang.

Besaran pengurangan masa pidana yang diterima bervariasi, mulai dari 15 hari hingga 2 bulan, sesuai dengan masa pengabdian dan ketentuan yang berlaku. Kegiatan pemberian remisi diakhiri dengan doa bersama dan ibadah Natal, yang berlangsung dengan khidmat serta dalam pengawasan keamanan yang kondusif. (wan)

Ratusan Peserta Ramaikan Adira Fun Run 2025 di Denpasar 

December 25, 2025 by  
Filed under Gaya Hidup

DENPASAR – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) sukses menggelar Adira Fun Run 2025 di Denpasar, Minggu (21/12/2025) Desember 2025. Acara ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan dan menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendorong penerapan gaya hidup sehat, sekaligus menghadirkan kemudahan akses pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Adira Fun Run 2025 digelar sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Adira Finance, dengan mengusung konsep olahraga yang dikemas secara inklusif, meriah, dan penuh kebersamaan. Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap aktivitas olahraga yang dipadukan dengan hiburan dan edukasi finansial.

“Melalui Adira Fun Run 2025, kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan yang sehat dan inklusif sebagai bagian dari selebrasi HUT ke-35 Adira Finance bertema ‘Langkah Baru Bersama Sahabat’. Kegiatan ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk terus melangkah maju bersama pelanggan, mitra, dan masyarakat, khususnya di wilayah Bali dan Nusa Tenggara,” ujar Basuki Tri Rahardjo, Kepala Wilayah Bali Nusa Tenggara Adira Finance

Para peserta menempuh rute lari yang telah disiapkan dengan mempertimbangkan kenyamanan dan keselamatan, lengkap dengan water station di sejumlah titik. Selain berolahraga, peserta juga disuguhkan berbagai hiburan, doorprize menarik, serta aktivitas interaktif yang dapat dinikmati bersama keluarga dan komunitas.

Tak hanya menghadirkan kegiatan olahraga, Adira Fun Run 2025 juga diramaikan dengan Adira Expo “Serba Cuan”. Melalui area ini, pengunjung dapat memperoleh informasi lengkap mengenai produk dan layanan pembiayaan Adira Finance, mulai dari pembiayaan kendaraan bermotor, pembiayaan multiguna, hingga berbagai program promo menarik.

 

Adira Expo “Serba Cuan” 2025 menampilkan berbagai pameran dan display kendaraan, mulai dari mobil, sepeda motor, hingga sepeda listrik. Melalui pameran ini, Adira Finance membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat beragam solusi pembiayaan yang mudah, cepat, dan menguntungkan, sekaligus berkonsultasi langsung dengan tim Adira Finance di lokasi acara.

Dalam penyelenggaraan Adira Expo “Serba Cuan” 2025, Adira Finance bersinergi dengan berbagai mitra strategis, termasuk Danamon, Zurich Insurance, serta berbagai mitra dealer dan merchant.

Selain itu, Adira Finance juga menghadirkan program HARCILNAS (Harinya Cicilan Lunas), yang memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk memenangkan cicilan lunas melalui undian dengan periode tertentu. HARCILNAS memberikan peluang bagi 35 pemenang untuk memperoleh pelunasan sisa angsuran sebagai Hadiah Utama, atau pelunasan satu kali angsuran sebagai Hadiah Hiburan untuk 350 pemenang. Program ini menjadi bagian dari apresiasi Adira Finance kepada pelanggan setia yang telah mempercayakan kebutuhan pembiayaannya.

Program HARCILNAS berlaku secara nasional dan dapat diikuti oleh pelanggan yang mengajukan pembiayaan kendaraan bermotor (mobil dan motor, baru maupun bekas), sepeda listrik (e-bike), maupun SolusiDana dengan jaminan BPKB kendaraan, baik konvensional maupun syariah selama periode 1 Juli hingga 31 Desember 2025.

Melalui Adira Fun Run 2025, Adira Finance berharap dapat terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat, tidak hanya sebagai perusahaan pembiayaan, tetapi juga sebagai mitra yang mendukung gaya hidup sehat, produktif, dan berkelanjutan.

Cerminan Kinerja Positif Regional BNT (Bali- Nusa Tenggara)

Rangkaian kegiatan Adira Fun Run 2025 ini juga sejalan dengan kinerja positif Adira Finance Regional Bali–Nusa Tenggara (BNT) sepanjang tahun 2025. Hingga November 2025, wilayah BNT mencatat pembiayaan baru sebesar Rp2,2 triliun, tumbuh 12% secara tahunan (year-on-year), dengan kontribusi sekitar 6% terhadap total pembiayaan nasional Adira Finance.

Kinerja tersebut ditopang oleh portofolio pembiayaan yang solid, dengan komposisi 81% pembiayaan otomotif dan 19% non-otomotif. Dominasi sektor otomotif mencerminkan peran Adira Finance dalam mendukung mobilitas masyarakat di Bali dan Nusa Tenggara, sekaligus diimbangi dengan diversifikasi layanan pembiayaan untuk menjawab kebutuhan finansial yang semakin beragam.

Pencapaian ini juga tidak terlepas dari kekuatan dan jangkauan jaringan bisnis Adira Finance. Secara nasional, per Oktober 2025 Adira Finance memiliki 851 jaringan usaha yang terdiri dari kantor cabang dan kantor perwakilan, melayani sekitar 2,6 juta pelanggan aktif di seluruh Indonesia. Lebih dari 61% jaringan berada di luar Pulau Jawa, menegaskan fokus perusahaan dalam memperluas akses pembiayaan ke wilayah dengan potensi pertumbuhan tinggi, termasuk Bali dan Nusa Tenggara.

Keberadaan jaringan yang luas memungkinkan Adira Finance untuk lebih dekat dengan masyarakat, menghadirkan layanan yang mudah diakses, serta mendorong pertumbuhan pembiayaan yang berkelanjutan di berbagai daerah.

“Melalui Adira Fun Run dan Adira Expo, kami ingin menghadirkan inovasi yang lebih dekat dan relevan dengan kehidupan masyarakat. Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi kami untuk memperkuat engagement, memperluas akses pembiayaan, dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan,” tutup Basuki. (**)

 

Ketika Cita-cita Tak Sampai Tujuan, Tapi Takdir Menemukan Jalan

December 25, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

Tidak semua orang berjalan lurus menuju cita-citanya. Sebagian justru tiba di persimpangan yang tak pernah mereka rencanakan, lalu menetap di sana dan tumbuh. Intan Tarbiatul Wardah adalah salah satunya. Mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Program Studi Manajemen semester lima ini tak pernah memasukkan profesi jurnalis dalam daftar impian hidupnya. Bahkan, dunia jurnalistik sama sekali tidak pernah ada dalam ceklis masa depannya.

Perempuan asal Bogor ini menghabiskan masa remajanya dengan mimpi yang jauh dari ruang redaksi. Ia ingin menjadi dokter, mengenakan jas putih, dan menempuh pendidikan kedokteran. Cita-cita itu tumbuh sejak sekolah menengah, sebelum arah hidupnya perlahan bergeser.

“Jujur saja, jadi jurnalis itu tidak pernah ada di bayangan hidup saya. Dulu saya ingin sekali jadi dokter, kuliah di kedokteran, pakai jas putih, dan fokus menolong orang,” ujar Intan.

Selepas SMA, Intan melanjutkan pendidikan ke Tasikmalaya dan menempuh pendidikan di salah satu pesantren. Di saat yang sama, ia tetap melanjutkan studi formal dengan berkuliah di Universitas Terbuka Bandung, mengambil Program Studi Manajemen. Dari lingkungan pesantren inilah, takdirnya mulai menemukan jalannya sendiri.

Langkah pertama Intan ke dunia jurnalistik bermula dari program santri jurnalistik yang diikuti di pesantren. Program tersebut membuka ruang baru baginya untuk mengenal dunia media sesuatu yang sebelumnya tak pernah ia rencanakan. Dari sanalah ia mulai belajar dasar-dasar jurnalistik, memahami cara kerja media, hingga menyadari bahwa informasi memiliki tanggung jawab sosial yang besar.

“Awalnya hanya ikut kegiatan saja. Tapi dari situ saya mulai paham, ternyata menyampaikan informasi itu ada etikanya, ada bebannya, dan ada dampaknya,” tuturnya.

Sejak 2022, Intan mulai aktif terjun di dunia jurnalistik. Perjalanannya tidak langsung dimulai sebagai reporter, melainkan dari peran uploader. Dari posisi itu, ia perlahan mengenal ekosistem media, mengelola konten, memahami ritme kerja redaksi, hingga belajar menulis berita secara bertahap.

“Saya belajar bahwa informasi itu bukan sekadar cepat, tapi harus benar. Di situ saya mulai merasa, jurnalisme itu berat, tapi bermakna,” katanya.

Pada tahun 2023, Intan mengambil keputusan besar, terbang ke Kalimantan Timur. Ia menetap dan bergabung sebagai jurnalis di salah satu media lokal. Lingkungan baru, wilayah liputan baru, dan tanggung jawab baru datang bersamaan. Jalur ini bukan jalur yang pernah ia gambar di masa lalu, namun ia memilih bertahan dan menjalaninya.

Fenomena seperti Intan bukanlah cerita tunggal. Di tengah realitas hari ini, profesi jurnalis kerap menjadi cita-cita yang terpinggirkan bukan karena tak penting, melainkan karena jarang disebut sebagai tujuan utama. Banyak jurnalis lahir bukan dari mimpi masa kecil, melainkan dari pertemuan antara kesempatan, kebutuhan hidup, dan panggilan nilai.

“Kalau ditanya sekarang, menyesal atau tidak tidak jadi dokter? Tidak juga,” kata Intan. “Mungkin saya tidak menyembuhkan orang lewat medis, tapi lewat berita saya berharap bisa membuka mata banyak orang.”

Hingga kini, Intan masih menetap di Kalimantan dan aktif menjalani profesi sebagai jurnalis, sembari melanjutkan studinya di Universitas Terbuka. Baginya, jurnalisme bukan sekadar pekerjaan, melainkan ruang untuk terus belajar dan memberi makna.

Tak ada rotan, akar pun jadi, bukan dalam makna keterpaksaan, tetapi sebagai simbol kemampuan manusia beradaptasi dan memberi arti pada jalan yang tersedia.

Cita-cita boleh bergeser, bahkan terpinggirkan oleh keadaan. Namun bukan berarti ia gagal. Dalam beberapa kasus, ia justru bertransformasi.

“Sekarang saya percaya, tidak semua orang bekerja sesuai cita-citanya, tapi setiap orang bisa bekerja dengan makna,” tutupnya. (*)

Benarkah Menangis Membakar Kalori?

December 25, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA — Menangis sering dipandang sebagai ekspresi kelemahan, tetapi sejumlah penelitian medis justru menunjukkan fenomena ini merupakan proses biologis kompleks yang memiliki efek fisiologis nyata pada tubuh manusia. Dari pembakaran energi hingga dampak terhadap hormon stres, tangisan bukan sekadar luapan emosi tanpa makna.

Menurut para ahli, setiap tetes air mata emosional melibatkan kerja tubuh yang membutuhkan energi, meski jumlahnya sangat kecil. “Air mata emosional melepaskan hormon stres dan racun lain yang terakumulasi selama stres, serta memicu produksi endorfin hormon pereda nyeri dan ‘feel-good’,” ujar Dr. William H. Frey, seorang biokimiawan yang dikutip dalam diskusi medis di Mayo Clinic Connect.

Penelitian sebelumnya yang dirangkum dalam berbagai kajian kesehatan menunjukkan, menangis secara biologis dapat membakar sekitar 1,3 kalori per menit  jumlah yang setara dengan kalori tubuh yang terbakar saat tertawa.

Dengan demikian, menangis selama 20 menit diperkirakan membakar sekitar 26 kalori. Namun, para peneliti menegaskan angka ini sangat kecil jika dibandingkan dengan aktivitas fisik lain seperti berjalan cepat atau olahraga rutin.

Spesialis kesehatan dari Harvard Health menyatakan, meskipun tubuh menggunakan energi saat menangis, efeknya tidak signifikan untuk dijadikan metode penurunan berat badan. Untuk mendapatkan defisit kalori yang berdampak pada berat badan, seseorang perlu menciptakan pengurangan sekitar 500 kalori per hari melalui pola makan dan aktivitas fisik yang konsisten.

Selain aspek kalori, manfaat terbesar dari tangisan justru ditemukan pada regulasi emosi dan mekanisme pemulihan stres. Para profesional kesehatan menjelaskan bahwa menangis memicu pelepasan hormon seperti oksitosin dan endorfin, yang dapat membantu meredakan stres, mengurangi kecemasan, serta meningkatkan suasana hati.

“Kapan pun seseorang menangis setelah pengalaman emosional yang intens, tubuhnya tidak hanya bereaksi secara psikologis tetapi juga secara fisiologis mengaktifkan respons sistem saraf parasimpatis yang membantu tubuh kembali rileks,” tulis Harvard Health.

Tak hanya itu, air mata juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mata. Air mata basal mengandung enzim lisozim, yang membantu membasmi bakteri dan menjaga kelembapan permukaan mata, fungsi yang penting bagi kesehatan visual jangka panjang.

Meskipun menangis merupakan proses alami, para psikolog dan psikiater memperingatkan agar memahami perbedaan antara ekspresi sehat dan gejala gangguan emosional. Menangis yang terlalu sering tanpa sebab yang jelas, atau disertai gejala lain seperti gangguan tidur, kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari, dan perasaan putus asa, bisa menjadi tanda awal gangguan kesehatan mental seperti depresi.

Menurut pakar kesehatan mental, jika tangisan menjadi frekuen dan mengganggu fungsi kehidupan sehari-hari, penting untuk mencari dukungan profesional guna mengevaluasi kondisi emosional yang mendasarinya.

Secara ilmiah, menangis memang memicu respons tubuh yang kompleks dari pembakaran energi, perubahan hormon hingga peran dalam menjaga kesehatan mata. Namun, jumlah kalori yang terbakar terlalu kecil untuk dianggap sebagai alat penurunan berat badan. Sebaliknya, manfaat terbesar dari tangisan justru ditemukan pada aspek psikologis, membantu tubuh dan pikiran pulih dari tekanan emosional.

Para pakar kesehatan menegaskan, tangisan adalah bagian alami dari pengalaman manusia dan dapat menjadi sarana refleksi emosi serta pemulihan, bukan alat diet. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1703840
    Users Today : 4243
    Users Yesterday : 4881
    This Year : 640350
    Total Users : 1703840
    Total views : 14460734
    Who's Online : 49
    Your IP Address : 216.73.217.40
    Server Time : 2026-04-24