XLSMART dan Xiaomi Hadirkan Bundling Flaghsip untuk Pengalaman Digital Premium

March 6, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA –  PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) kembali menghadirkan bundling flagship bersama Xiaomi untuk menghadirkan pengalaman digital premium melalui perpaduan perangkat kelas atas dan konektivitas unggulan dari XL PRIORITAS. Melalui program ini, pelanggan dapat menikmati performa smartphone terbaru Xiaomi 17 Series yang dipadukan dengan jaringan XL PRIORITAS, menghadirkan konektivitas yang lebih cepat, stabil, dan tanpa batas untuk berbagai aktivitas digital.

Program bundling ini resmi diluncurkan pada 3 Maret 2026 dan menjadi bagian dari komitmen XLSMART untuk menghadirkan pengalaman digital premium melalui kombinasi perangkat teknologi terkini dan konektivitas internet yang andal. Melalui kolaborasi ini, pelanggan dapat menikmati performa smartphone flagship Xiaomi yang didukung oleh jaringan berkualitas dari XLSMART untuk menunjang produktivitas maupun gaya hidup digital sehari-hari.

Chief Marketing Officer XLSMART, Alfons Eric Bosch Sansa mengatakan, “Melalui kolaborasi dengan Xiaomi dalam menghadirkan bundling Xiaomi 17 Series bersama XL PRIORITAS, kami ingin memberikan nilai tambah bagi pelanggan yang menginginkan perangkat premium dengan konektivitas terbaik. Penawaran ini memungkinkan pelanggan menikmati pengalaman digital tanpa batas dengan biaya yang lebih terjangkau.”

Alfons menambahkan bahwa kombinasi perangkat flagship dengan layanan XL PRIORITAS dirancang untuk pelanggan yang membutuhkan konektivitas stabil, cepat, dan fleksibel untuk berbagai aktivitas digital seperti streaming, gaming, hingga produktivitas mobile. Selain itu, pelanggan juga dapat merasakan pengalaman konektivitas generasi terbaru melalui dukungan jaringan 5G XLSMART di berbagai kota besar, yang menghadirkan kecepatan internet lebih tinggi, latensi lebih rendah, serta pengalaman digital yang lebih responsif untuk berbagai kebutuhan digital masa kini.

Bundling XL PRIORITAS dengan Xiaomi 17 Series
Melalui program bundling ini, pelanggan yang membeli perangkat Xiaomi 17 Series dapat menikmati paket Prio Deal 12 bulan dari XL PRIORITAS yang menghadirkan kuota internet unlimited selama satu tahun dengan harga mulai sekitar Rp50 ribu per bulan.

Perangkat yang tersedia dalam program bundling ini meliputi Xiaomi 17 dengan estimasi harga mulai dari Rp10 juta hingga Rp15 juta, serta Xiaomi 17 Ultra dengan estimasi harga di atas Rp15 juta. Kedua perangkat tersebut dirancang untuk menghadirkan performa tinggi, kualitas kamera unggulan, serta pengalaman penggunaan premium yang semakin optimal ketika dipadukan dengan jaringan data XLSMART, termasuk dukungan jaringan 4G dan 5G untuk menghadirkan konektivitas yang lebih cepat dan stabil.

Program bundling ini berlangsung selama periode promo 7–31 Maret 2026, dan pelanggan dapat memperoleh perangkat serta paket bundling melalui berbagai mitra ritel resmi yang bekerja sama dengan XLSMART, termasuk Erafone, Blibli Store (offline), dan Digiplus yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Perkuat Ekosistem Perangkat dan Pengalaman Digital Pelanggan
Kolaborasi antara XLSMART dan Xiaomi ini juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas ekosistem perangkat yang terintegrasi dengan layanan konektivitas digital. Dengan menghadirkan bundling perangkat flagship bersama layanan XL PRIORITAS, XLSMART ingin memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk menikmati teknologi terbaru sekaligus mendapatkan pengalaman internet yang optimal.

Saat ini, jaringan XLSMART didukung oleh lebih dari 225 ribu BTS (2G/4G/5G), dengan mayoritas BTS berbasis 4G, serta didukung oleh jaringan tulang punggung fiber optik yang luas di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, XLSMART juga telah menyediakan layanan jaringan 5G di 33 kota/kabupaten dan akan terus diperluas guna menghadirkan pengalaman konektivitas generasi terbaru yang mampu mendukung kebutuhan digital pelanggan yang terus berkembang, mulai dari hiburan digital beresolusi tinggi hingga produktivitas berbasis mobile.

Melalui kolaborasi strategis ini, XLSMART dan Xiaomi berharap dapat menghadirkan solusi yang semakin memudahkan masyarakat Indonesia dalam mengakses teknologi terbaru sekaligus menikmati konektivitas digital berkualitas tinggi.

Tentang XLSMART
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (“XLSMART” atau “IDX: EXCL”) adalah perusahaan telekomunikasi terpadu terbaru di Indonesia yang terbentuk dari penggabungan PT XL Axiata Tbk, PT Smartfren Telecom Tbk, dan PT Smart Telecom. Mengusung semangat “innovation with heart”, XLSMART hadir memimpin era digital Indonesia dengan menghadirkan konektivitas yang inklusif, andal, dan siap menghadapi masa depan bagi lebih dari 73 juta pelanggan di seluruh Indonesia.

Dengan warisan keunggulan teknologi dan pelayanan pelanggan dari dua perusahaan besar, XLSMART menggabungkan keahlian XL Axiata dalam layanan seluler dan tetap sebagai bagian dari Axiata Group, serta inovasi Smartfren dalam layanan 4G, VoLTE, dan eSIM sebagai bagian dari Grup Sinar Mas.

Dengan tagline “Bersama, Melaju Tanpa Batas”, XLSMART berkomitmen untuk mendorong inklusi digital, mempercepat kemajuan nasional, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia. (Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.XLSMART.co.id.

Berikut Tips Berkendara Motor Bikin Tetap Aktif Bermobilitas Saat Berpuasa

March 6, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA– Bulan suci Ramadan selalu sukses membawa euphoria dan menghadirkan suasana yang khas di berbagai daerah di Indonesia karena aktivitas masyarakat tetap berjalan dinamis meski di tengah ibadah puasa. Kondisi tersebut tentu saja pola mobilitas masyarakat mengalami penyesuaian pada waktu-waktu tertentu seperti menjelang berbuka puasa atau sore hariketika kondisi lalu lintas cenderung lebih padat dibandingkan hari biasa. Kondisi tersebut menuntut seluruh pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan serta menjaga keselamatan selama perjalanan.

Bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa Ramadan sebulan penuh, aktivitas harian tetap harus dilakukan meski kondisi fisik berbeda dari biasanya. Rutinitas bekerja, bersekolah, hingga bermobilitas dari satu tempat ke tempat lainnya tetap membutuhkan energi dan konsentrasi. Situasi ini sekaligus menjadi momentum untuk melatih kedisiplinan dan pengendalian diri, khususnya saat berkendara, agar perjalanan tetap aman dan nyaman sepanjang Ramadan.

“Selama bulan puasa, pengendara perlu lebih peka terhadap kondisi tubuhnya sendiri karena seperti kelelahan, dehidrasi, dan menurunnya konsentrasi bisa meningkatkan risiko saat berkendara, terutama di jam-jam menjelang berbuka yang lalu lintasnya lebih padat. Maka dari itu, pengendara sangat penting untuk mempersiapkan diri dengan baik, mengatur waktu perjalanan, serta tetap mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama saat berkendara,” ujar Muhammad Arief, Trainer Yamaha Riding Academy (YRA) Indonesia.

Untuk bisa menjalani bulan puasa sekaligus bermobilitas dengan nyaman, Yamaha Riding Academy memberikan beberapa tips simple yang dapat diterapkan selama berkendaraa di bulan puasa:

1. Persiapan Fisik Sejak Sahur
Untuk menunjang aktivitas dan mobilitas seharian di bulan Ramadan, para pengendara sepeda motor tentu saja tetap perlu mengonsumsi makanan bergizi dan minum air yang cukup untuk menghindari terjadinya dehidrasi saat bermobilitas hingga sore hari. Tambahan konsumsi vitamin sebelum beraktivitas juga dapat membantu menjaga stamina agar tetap bugar.

2. Atur Waktu & Hindari Terburu-buru
Selain kondisi fisik pengendaranya yang perlu dipersiapkan dengan baik, tetapi mengelola waktu yang baik juga menjadi hal penitng untuk dipertimbangkan karena dapat membantu pengendara terhindar dari kebiasaan terburu-buru saat berkendara. Terlebih lagi saat sore menuju waktu berbuka puasa yang pastinya kondisi jalan cenderung lebih padat, pengendara diimbau untuk tidak tergesa-gesa atau bahkan jika memungkinkan bagi umat Muslim yang menjalani ibadah puasa namun masih dalam perjalanan saat waktu berbuka, salah satu manajemen waktu yang diperlukan adalah membawa bekal berupa makanan ringan dan air mineral untuk bisa melipir dan membatalkan ibadah puasa dahulu.

3. Jaga Emosi & Konsentrasi Saat Jam Padat
Pada waktu menjelang berbuka puasa, lalu lintas biasanya akan menjadi jauh lebih padat dibanding waktu sebelumnya, sehingga para pengendara diperlukan untuk tetap fokus, hindari emosi, serta lakukan akselerasi secara halus, dan hindari pengereman mendadak (hard braking) agar bisa saling menghargai dan menjaga kenyamanan selama bermobilitas.

4. Gunakan Riding Gear yang Nyaman
Tidak lupa juga untuk seluruh pengendara agar selalu menggunakan perlengkapan berkendara seperti helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu agar dapat mengurangi terjadinya risiko yang tidak diinginkan. Pemilihan perlengkapan yang nyaman dan tidak panas menjadi hal penting juga untuk diterapkan saat berkendara selama berpuasa sehingga dapat menjaga energi tubuh.

Di samping itu, para pengendara juga disarankan untuk mengenali rute perjalanan dan mengantisipasi titik-titik yang rawan kepadatan, sehingga jika memungkinkan pilih jalur alternatif agar perjalanan lebih lancar. Kondisi pengendara yang sudah siap juga perlu didukung dengan kondisi sepeda motor yang prima sehingga perlu melakukan pengecekan rutin sebelum dikendarai karena kendaraan yang terawat dengan baik akan membantu menjaga performa tetap optimal sehingga pengendara tidak perlu mengeluarkan energi berlebih selama perjalanan.

Meal Prep Jadi Pilihan Gen Z untuk Tetap Makan Sehat di Tengah Kesibukan

March 5, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

SAMARINDA – Kesibukan sering membuat pola makan menjadi tidak teratur. Banyak orang akhirnya memilih makanan instan, camilan cepat saji, atau layanan pesan antar untuk mengisi perut di sela aktivitas. Namun kebiasaan tersebut perlahan berdampak pada kondisi tubuh, mulai dari mudah lelah hingga berat badan yang meningkat.

Di tengah situasi itu, konsep meal prep atau persiapan makanan beberapa hari ke depan mulai dilirik, khususnya oleh kalangan muda. Cara ini dinilai lebih praktis untuk menjaga pola makan tanpa harus memasak setiap hari.

Salah satu mahasiswa di Samarinda, Nabila  (21), mengaku mulai menerapkan meal prep sejak tahun lalu karena jadwal kuliah dan kegiatan organisasi yang padat.

“Awalnya sering banget beli makanan di luar karena praktis. Tapi lama-lama boros juga, dan kadang makannya jadi nggak teratur. Akhirnya coba meal prep setiap akhir pekan,” ujarnya saat ditemui, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, menyiapkan makanan untuk beberapa hari sekaligus justru membuat waktu lebih efisien. Ia biasanya memasak dua hingga tiga jenis lauk, sayur, dan sumber karbohidrat yang bisa dikombinasikan sepanjang minggu.

“Misalnya ayam panggang, tempe kecap, sama telur dadar sayur. Sayurnya bisa brokoli atau wortel kukus. Jadi tiap hari tinggal ambil dari kulkas dan panasin,” katanya.

Selain menghemat waktu, Nabila menilai meal prep juga membantu mengontrol pengeluaran. Ia mengaku pengeluaran makan bulanannya berkurang setelah rutin memasak sendiri.

“Kalau dulu hampir tiap hari beli makan, sekarang paling sesekali saja. Belanja bahan makanan seminggu sekali jadi lebih terencana,” tambahnya.

Meski demikian, ia mengakui ada tantangan saat pertama kali mencoba. Salah satunya rasa bosan dengan menu yang sama selama beberapa hari.

“Awalnya memang cepat bosan. Tapi sekarang biasanya bikin beberapa menu berbeda biar bisa diputar. Jadi nggak terasa makan yang sama terus,” jelasnya.

Untuk menjaga kualitas makanan, ia juga memperhatikan cara penyimpanan. Makanan disimpan dalam wadah tertutup dan diberi urutan konsumsi agar tidak terlalu lama di dalam kulkas. (intan)

Gen Z Akui Mudah Kehilangan Fokus Saat Ngobrol Tatap Muka

March 5, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Percakapan tatap muka yang dulu terasa alami kini tidak selalu mudah bagi sebagian Generasi Z. Di tengah kebiasaan berkomunikasi melalui pesan singkat dan media sosial, interaksi langsung terkadang terasa lebih canggung atau bahkan cepat membosankan.

Seorang mahasiswa berusia 21 tahun, Rafi Pratama, mengaku dirinya sering tanpa sadar mengecek ponsel saat sedang berbicara dengan orang lain.

“Kadang lagi ngobrol tiba-tiba refleks lihat ponsel. Bukan karena lawan bicara tidak menarik, tapi karena sudah terbiasa ada notifikasi masuk,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Pengalaman serupa juga dirasakan Nadya Putri, mahasiswi 22 tahun. Menurutnya, komunikasi melalui pesan digital terkadang terasa lebih nyaman dibanding percakapan langsung.

“Kalau lewat chat kita punya waktu untuk berpikir sebelum menjawab. Kalau ngobrol langsung kadang terasa canggung kalau ada jeda,” katanya.

Fenomena ini tidak hanya dirasakan oleh sebagian anak muda di Indonesia. Survei yang dilakukan oleh dalam laporan Mind Health Report menunjukkan kecenderungan serupa di kalangan Gen Z. Dilansir dari laporan tersebut, survei terhadap sekitar 2.000 responden berusia 18 hingga 28 tahun di Inggris menemukan sekitar 75 persen responden mengaku kesulitan mempertahankan fokus saat melakukan percakapan tatap muka.

Survei yang dilakukan bersama lembaga riset OnePoll itu juga mencatat sekitar 39 persen responden merasa terdorong untuk memeriksa ponsel ketika sedang berbincang dengan orang lain, terutama untuk melihat pesan atau notifikasi media sosial.

Meski demikian, sebagian anak muda mulai menyadari pentingnya menyeimbangkan kehidupan digital dengan interaksi nyata. Dalam survei yang sama, lebih dari separuh responden menyebut mereka mulai mencoba mengurangi waktu menggunakan media sosial demi menjaga kesehatan mental. (intan)

Ketika Generasi Layar Memilih Jeda

March 5, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

SAMARINDA – Fenomena “No Smartphone Challenge” kian ramai diperbincangkan di media sosial. Tantangan ini mengajak peserta untuk tidak menyentuh ponsel selama 24 jam hingga satu pekan. Menariknya, gerakan ini justru tumbuh dari generasi yang selama ini dilekatkan dengan citra paling dekat dengan layar, Generasi Z.

Di platform seperti TikTok dan YouTube, konten bertagar digital detox terus bermunculan. Namun di balik tampilan video yang estetik, tersimpan cerita yang lebih kompleks tentang kelelahan mental, tekanan ekspektasi digital, hingga upaya merebut kembali kendali atas waktu dan perhatian.

Dimas (21), seorang Mahasiswa di Samarinda memutuskan mengikuti tantangan tanpa ponsel selama 72 jam. Ia mengaku awalnya sekadar penasaran, tetapi pengalaman yang didapat jauh dari ekspektasi.

“Jam pertama biasa saja. Masuk jam keempat mulai terasa kosong. Rasanya seperti ada yang hilang, padahal cuma notifikasi,” katanya,  Kamis (5/3/2026).

Hari pertama diwarnai kegelisahan dan kebiasaan refleks meraba saku. Memasuki hari kedua, Dimas mulai menikmati percakapan tatap muka tanpa gangguan. Hari ketiga justru terasa paling jernih, ia menyadari betapa sering pikirannya terpecah hanya karena bunyi notifikasi.

Pengalaman serupa diungkapkan Livia (20). Ia memilih mengganti waktu bermain ponsel dengan menulis jurnal dan berjalan sore tanpa membawa gawai.

“Aku baru sadar, ternyata selama ini otakku jarang benar-benar diam,” ujarnya.

Sejak pandemi, aktivitas Gen Z semakin terkonsentrasi di ruang daring. Perkuliahan, pekerjaan lepas, hiburan, hingga relasi sosial bergantung pada perangkat digital. Intensitas itu perlahan melahirkan kelelahan digital kondisi ketika paparan layar terus-menerus memicu stres dan gangguan konsentrasi.

Selama ini, Gen Z kerap ditempatkan dalam narasi sebagai generasi yang sulit lepas dari ponsel. Akan tetapi, tren ini menunjukkan sisi lain: kesadaran kritis terhadap dampak teknologi.

« Previous PageNext Page »

  • vb