Tren Slow Living Semakin Dilirik Generasi Milenial dan Gen Z

January 4, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Di tengah ritme hidup serba cepat, notifikasi tanpa henti, serta budaya produktivitas yang kerap memuja kesibukan, generasi Milenial dan Gen Z mulai melirik gaya hidup slow living sebagai alternatif menjalani hidup yang lebih seimbang dan bermakna.

Slow living adalah konsep hidup yang menekankan kesadaran dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Bukan berarti hidup menjadi lamban atau malas, melainkan memilih untuk tidak tergesa-gesa, memprioritaskan kualitas dibanding kuantitas, serta memberi ruang bagi kesehatan mental, relasi sosial, dan refleksi diri. Filosofi ini mendorong seseorang untuk “hadir sepenuhnya” dalam setiap proses hidup yang dijalani.

Tren ini tumbuh seiring meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap dampak negatif gaya hidup serba cepat. Penelitian American Psychological Association (APA) menunjukkan generasi muda saat ini mengalami tingkat stres dan kecemasan lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya, terutama akibat tekanan akademik, pekerjaan, serta paparan media digital yang berlebihan. Kondisi tersebut mendorong pencarian pola hidup yang lebih berimbang dan berkelanjutan.

Fenomena serupa juga tercermin dalam riset Global Web Index yang mencatat Gen Z dan Milenial kini lebih memprioritaskan kesejahteraan mental dan waktu pribadi dibanding sekadar pencapaian materi. Bagi mereka, hidup bukan lagi soal siapa paling sibuk, melainkan siapa yang paling mampu menjaga kendali atas waktu dan energi.

“Buat saya, slow living itu bukan berhenti bergerak, tapi berhenti terburu-buru,” ujar Apip, seorang Gen Z yang bercita-cita menjalani hidup dengan prinsip slow living. “Kita sering kayak lari maraton tanpa sadar ke mana garis akhirnya. Padahal hidup itu bukan lomba cepat-cepatan,” katanya.

Apip menilai budaya serba cepat justru membuat banyak anak muda kehilangan arah dan makna. Ia mengibaratkan hidup seperti menikmati secangkir kopi. “Kalau diminum tergesa-gesa, rasanya pahit dan cuma panasnya yang terasa. Tapi kalau pelan-pelan, aromanya keluar, rasanya lebih nikmat,” tuturnya.

Pada praktiknya, slow living diwujudkan melalui langkah-langkah sederhana, seperti membatasi waktu layar gawai, menikmati aktivitas tanpa multitasking berlebihan, memilih pekerjaan yang selaras dengan nilai pribadi, hingga meluangkan waktu untuk diri sendiri dan orang terdekat.

Prinsip ini sejalan dengan pepatah lama, “alon-alon waton kelakon”, pelan-pelan asal tercapai, yang menekankan ketekunan dan kesadaran dalam proses.

Meski belum menjadi arus utama, slow living mulai terlihat di kalangan urban melalui meningkatnya minat terhadap gaya hidup minimalis, journaling, digital detox, hingga aktivitas berbasis alam. Bagi generasi muda, pendekatan ini dianggap sebagai cara bertahan di tengah dunia yang menuntut segalanya serba cepat.

“Kalau hidup terus dikejar-kejar, lama-lama capek sendiri. Slow living itu seperti menarik napas panjang sebelum melangkah lagi,” ujar Apip. “Biar langkahnya nggak cuma cepat, tapi juga punya arah.” (intan)

Gorengan Malam Hari Disebut Ganggu Konsentrasi Belajar

January 1, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

Kebiasaan ngemil gorengan pada malam hari kerap dianggap sepele. Padahal, konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans menjelang waktu istirahat berpotensi menurunkan konsentrasi belajar dan daya fokus otak, terutama pada pelajar dan mahasiswa.

Sejumlah penelitian menunjukkan asupan lemak jahat secara berlebihan dapat memicu peradangan ringan pada otak. Studi yang dipublikasikan dalam The Journal of Neuroscience menjelaskan, pola makan tinggi lemak jenuh berhubungan dengan penurunan fungsi kognitif, termasuk memori dan kemampuan belajar. Lemak jenis ini diketahui mengganggu kerja hippocampus, bagian otak yang berperan penting dalam proses mengingat dan memahami informasi.

Penelitian lain dari American Journal of Clinical Nutrition juga menyebutkan konsumsi makanan berlemak tinggi pada malam hari dapat mengganggu kualitas tidur. Padahal, tidur yang tidak optimal akan berdampak langsung pada fokus dan konsentrasi keesokan harinya. Ibarat mesin yang dipaksa bekerja tanpa pelumas yang baik, otak menjadi cepat lelah dan sulit diajak berpikir jernih.

Kondisi tersebut kerap terjadi di kalangan anak muda yang terbiasa belajar atau mengerjakan tugas hingga larut malam sambil ditemani gorengan. Kebiasaan ini dinilai kurang tepat karena tubuh justru membutuhkan asupan ringan yang mudah dicerna menjelang waktu istirahat.

Hal itu diakui oleh Aminah, salah satu mahasiswa yang gemar memakan gorengan. Ia mengaku sering mengonsumsi gorengan saat belajar malam, namun merasakan dampak negatifnya.

“Kalau malam ngemil gorengan, awalnya kenyang, tapi pas belajar malah ngantuk dan susah fokus. Besoknya juga kerasa kepala berat,” ujar Aminah.

Menurut Aminah, setelah mengurangi gorengan dan menggantinya dengan camilan yang lebih ringan, seperti buah atau kacang rebus, konsentrasinya saat belajar mulai membaik. “Lebih enak mikirnya, nggak gampang capek,” katanya. (intan)

Saat Kecerdasan Perempuan Bikin Pria Gentar

December 31, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

Di era modern saat ini, ideal pasangan dengan kecerdasan tinggi dianggap salah satu kualitas yang menarik. Namun, sebagian pria ternyata merasa terintimidasi atau kurang nyaman jika pasangannya terlalu pintar.

Menurut pengakuan seorang pria berinisial R (25), kecerdasan perempuan memang menarik secara umum, tetapi ada batas tertentu yang menurutnya penting.

“Nggak juga sih nggak suka perempuan pinter. Suka aja kalau lihat perempuan pintar, tapi kalau terlalu pintar juga takut nggak bisa ngimbangi,” ujarnya saat ngobrol santai di Samarinda, Selasa (30/12/2025). Pengakuan itu mencerminkan ambivalensi yang kerap terjadi dalam dinamika pemilihan pasangan.

Fenomena ini bukan semata pengalaman personal. Sejumlah studi psikologi menunjukkan, pria menyatakan kecerdasan sebagai kualitas yang mereka hargai, tetapi reaksi mereka berubah ketika dihadapkan dengan perempuan yang secara nyata lebih pintar dari mereka.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Personality and Social Psychology Bulletin menunjukkan, dalam kondisi hipotetik, banyak pria merasa tertarik pada wanita yang lebih cerdas daripada mereka.

Namun saat bertemu langsung atau saat interaksi nyata terjadi, daya tarik itu menurun dan pria cenderung merasa kurang nyaman atau justru kurang tertarik pada wanita yang lebih unggul secara intelektual. Para peneliti menyimpulkan rasa terancam terhadap perasaan maskulinitas bisa menjadi salah satu faktor di balik respons ini.

Namun, penelitian lain memperlihatkan  ketika kecerdasan dipadukan dengan kualitas lain seperti daya tarik fisik atau kecocokan emosional kecerdasan tidak selalu menjadi faktor penolakan.

Misalnya, satu penelitian menemukan pria masih dapat tertarik kepada perempuan yang pintar selama mereka menilai perempuan itu juga memiliki tingkat daya tarik fisik tinggi.

Selain itu, psikologi hubungan modern menekankan preferensi terhadap pasangan jauh lebih kompleks daripada sekadar kecerdasan. Komunikasi emosional, kesetaraan, empati, dan kecocokan nilai sering menjadi variabel penting dalam kesuksesan hubungan jangka panjang.

R (25) menutup dengan refleksi sederhana, “Yang penting bisa saling ngehargain. Pintar itu bagus, tapi kalau bikin salah satu pihak nggak nyaman ya jadinya rumit juga,” pungkasnya.

Jasa Raharja Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas di Kutai Barat

December 30, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

KUTAI BARAT – PT Jasa Raharja Cabang Samarinda terus menunjukkan komitmennya dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya di kalangan pelajar, melalui pelaksanaan Program Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL). Kali ini, kegiatan sosialisasi PPKL digelar di SMA Negeri 1 Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat, Minggu (18/12/2025).

Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman dan kesadaran sejak dini kepada generasi muda mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas, sekaligus membangun budaya tertib dan disiplin di jalan raya yang dimulai dari lingkungan sekolah. Melalui edukasi yang tepat, diharapkan para pelajar mampu memahami risiko dan tanggung jawab sebagai pengguna jalan.

Dalam sesi sosialisasi tersebut, perwakilan Jasa Raharja Kutai Barat, Imam Mukhtar Rofik, menyampaikan berbagai materi terkait aturan dasar berlalu lintas, pentingnya penggunaan helm berstandar dan sabuk pengaman, serta potensi bahaya dan dampak kecelakaan yang dapat terjadi akibat pelanggaran lalu lintas. Kegiatan berlangsung secara interaktif. Siswa diajak berdiskusi dan diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan maupun pengalaman seputar keselamatan di jalan raya.

“Melalui program ini, kami berupaya membentuk karakter pelajar yang memiliki kesadaran dan kepedulian tinggi terhadap keselamatan berlalu lintas. Kami juga berharap para guru dapat berperan sebagai agen perubahan dengan terus menyampaikan pesan-pesan keselamatan kepada siswa di lingkungan sekolah,” ujar Imam.

Pihak sekolah menyambut positif pelaksanaan kegiatan PPKL tersebut dan berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Hal ini dinilai penting dalam mendukung keselamatan para pelajar, terutama saat melakukan aktivitas perjalanan berangkat dan pulang sekolah.

Melalui program PPKL ini, diharapkan para pelajar tidak hanya memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas, tetapi juga mampu menjadi pelopor dan contoh bagi lingkungan sekitarnya. Melalui peran aktif generasi muda, angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Siluq Ngurai diharapkan dapat terus ditekan. (*)

PPKL Jasa Raharja dan Honda Bekali Pelajar Pemahaman Keselamatan Berlalu Lintas

December 30, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – PT Jasa Raharja Cabang Samarinda berkolaborasi dengan Honda menyelenggarakan kegiatan Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) di SMK Negeri 6 Samarinda, Jumat (9/12/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran serta pemahaman para pelajar dan tenaga pendidik mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Jasa Raharja Cabang Samarinda, Rivaldy Arvelsa Landarto. Pada kesempatan itu memberikan edukasi kepada para pengajar dan siswa terkait tata tertib berlalu lintas, pentingnya mematuhi peraturan di jalan raya, serta pemahaman mengenai peran Jasa Raharja sebagai penyelenggara perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas. Selain itu, disampaikan pula berbagai materi mengenai langkah-langkah pencegahan kecelakaan lalu lintas, khususnya yang kerap melibatkan pelajar usia sekolah.

Pelaksanaan program PPKL merupakan wujud nyata komitmen Jasa Raharja dalam mendukung keselamatan generasi muda di jalan raya.

“Melalui edukasi kepada pengajar dan pelajar, kami berharap mereka dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Pentingnya peran guru sebagai teladan dalam menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas. Para guru diharapkan dapat terus mengingatkan dan mendorong siswa agar senantiasa mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

Dari pihak sekolah, Kepala SMK Negeri 6 Samarinda menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Jasa Raharja Cabang Samarinda dan Honda atas terselenggaranya kegiatan edukasi tersebut. Menurutnya, kegiatan PPKL memberikan manfaat besar dalam membekali para pengajar dengan pemahaman mengenai keselamatan berlalu lintas, sehingga dapat menjadi contoh positif bagi para pelajar untuk selalu mengutamakan keselamatan di jalan raya.

Melalui kegiatan PPKL ini, Jasa Raharja Cabang Samarinda berharap dapat menumbuhkan kesadaran seluruh civitas sekolah untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama. Dengan meningkatnya kesadaran dan kepatuhan berlalu lintas, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan pelajar, dapat terus ditekan. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb