GratisPol Jadi Titik Balik Perjuangan Putra

December 2, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Di balik kesibukan akademik mahasiswa baru di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, terselip kisah sederhana namun kuat tentang bagaimana sebuah program pendidikan mampu mengubah arah hidup seseorang. Putra Ananda, mahasiswa semester satu Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, menjadi salah satu bukti nyata bagaimana GratisPol membuka ruang baru bagi anak-anak dari keluarga sederhana di Kalimantan Timur.

Putra tidak mengenal GratisPol dari media atau kampus seperti kebanyakan mahasiswa lain. Informasi itu datang dari sosok paling dekat di hidupnya ayahnya, seorang pengemudi ojek online yang berharap anaknya memiliki masa depan lebih baik melalui pendidikan.

“Saya tahu GratisPol dari ayah,” ujarnya pelan saat ditemui.

Saat dinyatakan diterima sebagai penerima manfaat, Putra mengaku bukan hanya bahagia, tetapi juga lega. Ia menyadari ada banyak mahasiswa seusianya yang ingin kuliah namun langkahnya tertahan biaya.

“Program ini sangat membantu bagi yang terkendala ekonomi,” tuturnya.

Putra berasal dari keluarga dengan pendapatan harian yang tidak menentu. Ibunya mengelola angkringan kecil, sementara ayahnya bekerja sebagai driver ojek online. Kombinasi usaha keduanya menjadi sumber biaya pendidikan dan kebutuhan sehari-hari.

Keberadaan GratisPol, yang menanggung penuh Uang Kuliah Tunggal (UKT), menurut Putra memberi ruang bernapas bagi keluarganya.

“GratisPol sangat berpengaruh, mengurangi beban orang tua saya,” katanya.

Seperti layaknya anak dari keluarga pekerja, Putra tak ingin sekadar menerima manfaat. Setiap hari sepulang kuliah, ia membantu ibunya menjaga angkringan.

Meski GratisPol telah menjadi penyelamat biaya kuliah, Putra berharap keberlanjutan program ini terjaga. Menurutnya, kualitas keberhasilan GratisPol adalah ketika semakin banyak anak muda yang punya kesempatan sama seperti dirinya.

“Semoga konsisten ke depannya, agar banyak membantu orang yang ingin kuliah,” harapnya.

Kisah Putra menegaskan, program pendidikan bukan hanya instrumen pemerintah, melainkan jembatan penting bagi mereka yang bertahan di tengah keterbatasan. Di antara riuhnya pembangunan, GratisPol menjadi saksi kecil bagaimana mimpi anak-anak Kaltim bisa menemukan jalannya. (Adv/diskominfokaltim/yud)

Modal 40 Juta-an, LEXI LX 155 Japan Look Sukses Juarai Kategori Elit di Event CustoMAXI 2025 Aceh

December 2, 2025 by  
Filed under Gaya Hidup

Jakarta – Kegiatan modifikasi telah menjadi salah satu hobi populer bagi para pengguna skutik premium MAXI Yamaha. Pasalnya, modifikasi tidak hanya membuat tampilan motor menjadi lebih unik dan berbeda, tetapi juga menggambarkan identitas serta rasa bangga dari pengguna motor itu sendiri. Untuk memfasilitasi hobi ini, Yamaha pada bulan September – Oktober lalu, menggelar rangkaian event CustoMAXI 2025 yang berlangsung di 6 kota besar di Indonesia dan telah diikuti oleh lebih dari 400 bikers pengguna XMAX, NMAX, AEROX serta LEXI lintas generasi.

Pada event CustoMAXI tahun ini, model XMAX dan NMAX memang lebih banyak mendominasi arena kontes melalui ubahan-ubahan premium dengan budget yang fantastis. Maka tidak heran jika kedua model ini sukses mencuri perhatian pengunjung hampir disemua seri kompetisi. Namun dipenghujung rangkaian event atau seri ke-6 kontes yang digelar di Kota Banda Aceh, ada fenomena menarik dimana skutik LEXI LX 155 milik M. Yasser, sukses tampil memukau dan mendapatkan atensi tinggi dari para dewan juri.

Hal itu disebabkan, skutik LEXI LX 155 yang notabene merupakan entry level di kategori MAXI Yamaha ternyata juga dapat tampil artistik melalui sentuhan modifikasi yang tepat. Maka tidak heran jika LEXI LX milik M. Yasser keluar sebagai juara 1 di kelas Super MAXI dan berhak untuk melaju ke tahap Grand Final yang akan berlasung di Jakarta pada bulan Desember mendatang.

“Meskipun sebagai entry level di kategori MAXI Yamaha, ternyata LEXi LX 155 menunjukan kualitasnya sebagai salah satu skutik favorit bagi para penghobi modifikasi. Event CustoMAXI Aceh menjadi buktinya, selain jumlah peserta yang banyak menurunkan model ini sebagai jagoan kontesnya, sentuhan-sentuhan perubahan pada LEXi LX 155 juga berhasil mencuri atensi pengunjung, karena ubahan yang disuguhkan sangat artistik dan membuat motor tampil beda,” ungkap Rifki Maulana, Manager Public Relation, YRA & Community, PT YIMM.

Mengusung konsep Japan Look, body cover LEXi LX 155 milik M. Yasser telah mendapatkan sentuhan full air-brush diseluruh bagian body motor. Tema grafis yang diangkat adalah helm milik salah seorang pembalap MotoGP pada seri Montegi yang menampilkan gambar bunga mawar, bangunan tradisional Jepang, serta sosok Samurai yang dikelir dengan seni goresan artistik.

Selain body cover, area kaki-kaki juga mendapat modifikasi yang cukup banyak, mulai dari kedua velg yang menggunakan milik XMAX dengan ukuran 15 inch, ban bertapak lebar, suspensi depan up-side down, suspensi belakang mono-shock, sistem pengereman yang ditingkatkan, hingga cakram ganda pada roda bagian depan. Semua part yang digunakan menggunakan part aftermarket premium sehingga tidak hanya membuat tampilan motor menjadi lebih gahar tetapi juga meningkatkan performa berkendara.

Ubahan yang cukup menarik pada motor LEXI LX 155 Yasser juga datang dari bagian stang kemudi yang diganti dengan stang milik T-MAX sehingga membuat gaya berkendara menjadi terlihat seperti motor cruiser big bike. Area pencahayaan juga diubah meskipun minimalis, dengan menambahkan running light RGB pada lampu depan dan billed pada bagian lampu belakang.

Meskipun modifikasi terlihat kompleks dan turun di kelas Super MAXI yang terbilang kelas elit, namun yang mengesankan adalah biaya yang dikeluarkan M. Yasser untuk menghasilkan motor juara itu tergolong cukup efisien, yakni hanya sekitar 40 jutaan. Ini jelas sangat terjangkau jika dibandingkan para pemenang Super MAXi lainnya yang biaya modifikasi bisa tembus hingga ratusan juta.

“Sebetulnya dengan budget terjangkau, kita bisa kok menghasilkan karya modifikasi yang bagus dan berkelas. Kuncinya itu ada di konsep yang matang. Jadi saran saya untuk teman-teman yang mau modifikasi, sebaiknya bikin konsep yang kuat dan detail, jadi tidak banyak trial-error yang menghabiskan budget serta waktu. Karena kalo konsep nya tidak clear, pasti di tengah jalan akan banyak perubahan. Tapi poinnya melalui event CustoMAXI ini saya sengaja turun dengan membawa motor LEXi LX 155. Karena saya lihat masih belum banyak modifikator yang serius menggarap motor ini. Jadi saya sengaja mau menunjukkan ke teman-teman modifikator, bahwa LEXi LX 155 juga punya potensi untuk digarap, meskipun dengan budget yang efisien,” tambah M. Yasser.

Gelaran CustoMAXI 2025 akan segera memasuki fase Grand Final di bulan Desember mendatang. Semua pemenang juara 1 di masing-masing kategori dan kelas akan dikumpulkan kembali dan dikompetisikan untuk mencari King of MAXI 2025. Untuk informasi terkait Grand Final CustoMAXI 2025 pantau terus akun Instagram resmi @yamahaindonesia. (*)

GratisPol yang Menopang Mimpi Seorang Yatim Piatu

December 1, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

Siti Fatimah Sari

SAMARINDA – Di tengah ribuan mahasiswa pascasarjana yang beraktivitas setiap hari di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, kisah seorang mahasiswi S2 Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir bernama Siti Fatimah Sari menjadi sorotan tersendiri. Bukan karena prestasinya disiarkan luas, melainkan karena perjalanan pendidikannya memperlihatkan bagaimana program bantuan pendidikan GratisPol mampu menjangkau kelompok paling rentan.

Fatimah, 25 tahun, tumbuh sebagai yatim piatu sejak duduk di bangku sekolah. Sejak itu, seluruh kebutuhan pendidikan ia tanggung sendiri. Menjadi pegawai honor adalah pilihan realistis, sekaligus sumber dana yang ia sisihkan sedikit demi sedikit agar mewujudkan rencana melanjutkan kuliah S2.

Namun menjelang pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), tabungannya belum mencukupi. Upaya mencari pinjaman pun buntu.

“Sempat bingung mencari biaya UKT,” tuturnya, Senin (1/12/25).

Di tengah kebingungan itulah, kabar diterimanya sebagai penerima GratisPol datang pada saat yang menurutnya “paling menentukan”. Bantuan yang untuk sebagian mahasiswa hanya sekadar beasiswa, baginya menjadi jalan agar pendidikan yang ia perjuangkan sejak lama tetap berlanjut.

“Senang sekali, benar-benar terbantu,” ungkapnya singkat.

Sebagai anak bungsu dari enam bersaudara, Fatimah menjadi satu-satunya yang berhasil menembus pendidikan hingga jenjang pascasarjana. Lingkungan sosial yang kerap menekan perempuan agar segera menikah tidak menyurutkan langkahnya.

“Menikah itu tak bisa diprediksi. Pendidikan bisa direncanakan,” ujarnya mantap.

Namun perjalanan itu tak mulus. Kekhawatiran keluarga soal biaya dan stigma perempuan sulit menyelesaikan studi tinggi sempat membuatnya ragu. Ia akhirnya mendaftar S2 diam-diam sambil mencoba peluang GratisPol, keputusan yang kemudian terbukti tepat.

“Tertatih-tatih bisa sampai di titik ini… semua saya jalani sendiri,” ucapnya.

Baginya, perjuangan bertahan di dunia pendidikan adalah bentuk bakti kepada kedua orang tuanya yang telah tiada.

 

“Al-Fatihah untuk orang tuaku yang mendidikku jadi perempuan bermental baja,” katanya.

Meski sangat terbantu, ia menyampaikan pandangannya, GratisPol perlu makin selektif dan menyentuh mahasiswa yang benar-benar membutuhkan. Ia menilai, penentuan prioritas dan evaluasi komitmen penerima patut diperkuat.

“Program ini sudah sangat baik. Semoga lebih fokus kepada mahasiswa yang benar-benar punya kebutuhan dan tekad,” tuturnya.

Dirinya berharap program GratisPol terus berjalan sebagai instrumen mobilitas sosial yang nyata bagi anak muda Kaltim. Ia bercita-cita kembali ke masyarakat dan menjadi agent of change di bidang pendidikan.

Di tengah keterbatasan, ia membuktikan, mimpi tidak harus padam hanya karena keadaan. Dan ketika peluang seperti GratisPol hadir di saat yang tepat, langkah yang hampir terhenti dapat kembali menyala lebih terang dari sebelumnya. (Adv/diskominfokaltim/yud)

Fazzio Hybrid Movement (FOMO) di Balikpapan Diramaikan dengan Gathering & Riding Bareng Konsumen Fazzio

December 1, 2025 by  
Filed under Gaya Hidup

BALIKPAPAN – Event yang sangat di tunggu  anak muda Gen Z dan khususnya owners Fazzio,  yaitu event Fazzio Hybrid Movement (FOMO) hadir di Kota Balikpapan. Kegiatan yang di gagas oleh Main Dealer Yamaha Kaltimtara ,PT Surya Timur Sakti Jatim (STSJ)

Acara yang digelar pada Minggu, (30/11/2025) ini diawali dengan kegiatan Riding Bareng, teman teman Owners Fazzio, yang mengambil start dari Yamaha Sentral, Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan, dan berakhir di Asta Coffe Balikpapan Baru.

“Agenda FOMO atau Fazzio Hybrid Movement ini masuk dalam agenda rutin dari Yamahakaltimtara. Sebelumnya event serupa telah sukses diadakan di Samarinda. Sasaran utama kami adalah Gen Z owners Yamaha Fazzio,” ujar Asisten Manajer Promosi PT STSJ Main Dealer Yamaha Kaltim, Efendy Ariadi.

Meski berfokus pada pengguna Yamaha Fazzio, Efendy menegaskan bahwa kegiatan ini juga terbuka untuk pengguna motor merek lain Selain Yamaha.

“Pesertanya tidak hanya dari Yamaha. Ada yang Unik di event ini Adalah selain Pengguna Fazzio,  Ada juga peserta pemilik roda 2 dari  merek lain. Total peserta kali ini sekitar 30 motor, terdiri dari 15 pengguna Fazzio dan 15 pengguna motor lain,” jelasnya.

Menariknya, FOMO kali ini tidak hanya berisi kegiatan riding, tetapi juga dirangkai dengan Gathering dan Workshop Gratis. Yamaha berkolaborasi dengan Faimo untuk mengadakan pelatihan kreatif seperti pembuatan Chunky Bag dan Bucket Flowers.

“Alhamdulillah, peserta workshop sangat antusias. Kami juga menyiapkan souvenir menarik khusus untuk konsumen Fazzio,” tambah Efendy.

Selain itu, panitia juga memberikan free package khusus bagi pengguna Fazzio serta berbagai souvenir menarik lainnya.

“Acara Fazzio Hybrid Movement ini akan menjadi agenda rutin di wilayah Kaltim, dengan variasi workshop yang berbeda di setiap kota. Jadi, untuk seluruh konsumen Yamaha, tunggu event menarik berikutnya,” tutup Efendy Ariadi. (*)

Lapas Kelas IIB Nunukan Bersama PT Pertamina EP Tarakan Field Luncurkan Program Aliansi Bebas Sampah

November 30, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

NUNUKAN – Lapas Kelas IIB Nunukan bersama PT Pertamina EP Tarakan Field meluncurkan program Aliansi Bebas Sampah Tiga Serangkai pada Selasa (25/11/2025). Kegiatan ini merupakan wujud nyata Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) yang bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan dan memberdayakan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Program ini mencakup berbagai pelatihan praktis seperti pemilahan sampah, pembuatan kompos, ecobrick, dan pengolahan sampah anorganik menjadi produk bernilai guna. PT Pertamina EP Tarakan Field mendukung penuh melalui penyediaan sarana pelatihan dan pendampingan CSR lingkungan.

Kalapas Nunukan, Puang Dirham melalui Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Eko Novyanto, menyatakan program ini sejalan dengan visi pembinaan lapas. “Melalui pelatihan ini, warga binaan tidak hanya mendapat keterampilan baru, tetapi juga bekal berharga untuk kehidupan pasca pembebasan,” ujarnya.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Eko Novyanto, menambahkan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi. “Kami akan integrasikan program ini dalam kurikulum pembinaan berkelanjutan. Hasil karya warga binaan juga akan dikembangkan untuk memiliki nilai ekonomis,” jelas Eko.

Kegiatan ini menjadi bukti sinergi positif antara lapas dengan sektor industri dalam membangun kepedulian lingkungan. Ke depan, program akan diperluas dengan pelatihan berkelanjutan dan kemitraan yang lebih banyak untuk memastikan dampak positif bagi warga binaan dan lingkungan di Nunukan. (wan)

« Previous PageNext Page »

  • vb