Langgar Ketentuan Imigrasi, WNI Dipidana

November 21, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Samarinda melakukan tindakan hukum kepada  Warga Negara Indonesia berinisial ABB, diduga melanggar Pasal 124 huruf b Undang-Undang RI No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Perbuatan tersebut meliputi menyembunyikan atau memberikan pemondokan kepada REC, seorang Warga Negara Asing asal Australia, yang diketahui telah habis izin tinggal dan masa berlaku paspornya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Samarinda, Yudhistira Yudha Permana menyampaikan, bermula dari perkenalan ABB dan REC tahun 2012 silam, yang berlanjut hingga pernikahan namun tidak tercatat di KUA atau Catatan Sipil.

Meskipun REC telah memasuki Indonesia dengan visa yang sah, namun telah habis masa berlaku serta paspor yang juga telah habis masa berlakunya sejak 31 Agustus 2019, dan tindakan ABB yang terus memberikan pemondokan dan perlindungan terhadap REC merupakan pelanggaran hukum.

Atas perbuatannya tersebut, 19 November 2026 telah dilaksanakan sidang di Pengadilan Negeri Tenggarong dengan yang menyatakan ABB terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Melindungi dan Memberi Pemondokan kepada Orang Asing yang Izin Tinggalnya Habis Berlaku” serta menjatuhkan pidana kepada Terdakwa dengan pidana kurungan selama 1 bulan.

Sementara kepada REC akan dikenakan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) berupa pendeportasian sehingga hakim berpandangan untuk memenuhi rasa keadilan dalam penegakkan ketentuan hukum dalam perkara ini akan tetapi dengan tetap mempertimbangkan kepentingan dari anak-anak terdakwa ABB yang masih kecil yang masih membutuhkan perlindungan dari seorang ibu yaitu adalah diri terdakwa.

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Samarinda mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan tempat tinggal, perlindungan, atau fasilitas apa pun kepada orang asing yang tidak memiliki dokumen keimigrasian yang sah, guna mencegah pelanggaran hukum dan menjaga ketertiban keimigrasian di wilayah Indonesia.

Pisang Kepok Gerecek Kaltim Diincar Pasar Ekspor

November 21, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

Samarinda — Komoditas pisang Kepok Gerecek asal Kalimantan Timur (Kaltim) terus menunjukkan nilai ekonomi tinggi hingga menarik perhatian pasar ekspor. Namun, ironi muncul karena pisang tersebut belum tercatat sebagai produk hilirisasi Kaltim, melainkan hanya sebagai pasokan bahan baku mentah untuk daerah lain, terutama Jawa Timur.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kaltim, Kosasih, menyebut bahwa pisang Kepok Gerecek kini menjadi primadona di sentra pertanian rakyat. Sentra utamanya berada di Kutai Kartanegara, Paser, dan Kutai Barat dengan luasan mencapai kurang lebih 7 ribu hektare.

“Produksi pisang kita stabil, bahkan menjadi komoditas unggulan nasional. Tetapi kita hanya memasok bahan mentah ke luar daerah, bukan produk jadi,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).

Menurut Kosasih, pisang Kepok Gerecek dari Kaltim rutin dikirim menggunakan kontainer ke pelabuhan Jawa Timur, kemudian diekspor ke sejumlah negara Asia. Namun, pencatatan ekspor tidak atas nama Kaltim.

“Pisangnya ekspor, tapi bukan atas nama kita. Nilainya tercatat di provinsi lain. Kaltim hanya mengirim bahan baku,” ucapnya.

Ia menegaskan, kondisi ini harus menjadi peringatan agar Kaltim tidak hanya menjadi pemasok mentah selamanya. Salah satu langkah penting yang didorong adalah pembangunan industri di sentra desa penghasil pisang, bukan di kota, agar petani menjadi bagian dalam rantai nilai hilirisasi. Langkah tersebut selaras dengan poin pertama Jospol Kaltim tentang hilirisasi industri pertanian melalui peningkatan produktivitas berbasis pertanian modern.

Kosasih juga menyebut bahwa peningkatan kapasitas hilirisasi akan memberi ruang besar bagi UMKM desa. Menurutnya, pisang Kepok Gerecek sangat berpotensi menjadi tepung pisang, keripik, hingga makanan olahan modern yang dapat dipasarkan secara digital. Hal ini mendukung poin keempat Jospol yang mendorong ekonomi inklusif berbasis ekonomi kreatif dan digital.

Ia percaya jika pemerintah daerah mampu membangun industri desa dan memberikan kemudahan investasi sebagaimana tercantum dalam poin kesembilan Jospol, maka Kaltim tidak hanya menjadi pemasok mentah, tetapi turut menikmati nilai tambah ekspor.

“Kita bisa menjadi pusat hilirisasi, bukan hanya gudang bahan baku. Nilai ekonomi terbesar harus dinikmati petani Kaltim,” tutupnya. (yud)

Yamaha Youth Community Regional Stage Masuk Tahap Seleksi Regional

November 20, 2025 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA – Ajang pencarian bakat bagi para kawula muda masa kini, yaitu Yamaha Youth Community (Y2C) Got Talent 2025 kembali melanjutkan keseruannya. Setelah sebelumnya sukses membuka kemeriahan pada Oktober lalu di Bandung dan di sejumlah kota di Indonesia dalam tahap seleksi tingkat sekolah (school audition) dan online audition, kini keseruan Y2C resmi memasuki tahap seleksi tingkat regional (regional stage).

Ratusan peserta yang terdiri dari para siswa dari berbagai perwakilan sekolah, akan kembali saling berkompetisi mengamankan 1 dari 30 tiket untuk melenggang ke tahap seleksi nasional (national stage). Dalam tahap seleksi regional sendiri, para peserta akan kembali menunjukkan bakat terbaik mereka di bidang seni dan hiburan untuk siap menjadi Yamaha Youth Community berikutnya.

“Tidak terasa keseruan Y2C sudah memasuki tahap seleksi regional. Kami mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah berhasil berjuang dan lolos dari audisi sekolah maupun secara online. Program Y2C sendiri, bukan hanya sekadar menjadi ajang pencarian bakat, namun juga menjadi cara kami untuk semakin memahami karakter dan aspirasi anak muda masa kini. Atas itu, melalui tema “Shine & Unstoppable” sebagai spirit Y2C tahun ini, kami ingin semakin mengenal anak muda masa kini dengan memberikan wadah untuk menunjukkan jati diri mereka dan turut menuntun mereka menjadi sinar yang siap membawa dampak baik bagi sesama. Selamat berjuang para Yamaha Youth Community dan sampai bertemu di putaran nasional,” ujar Rifki Maulana, Manager PR, YRA, & Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.

Selain kembali menampilkan bakat terbaik para peserta seperti singing, dancing, stand up comedy, music performance, dan lainnya, Yamaha pun turut memeriahkan gelaran Y2C tahap seleksi regional dengan menghelat sejumlah aktivitas seru di setiap wilayah seperti fun test ride bersama Yamaha AEROX ALPHA, Fazzio, Mio M3, photobooth, quiz challenge berhadiah, dan lainnya. Adapun, acara ini juga dimeriahkan oleh sejumlah public figure di masing-masing wilayah yang tampil menjadi juri Y2C tahap seleksi regional.

Di tahap seleksi regional, Yamaha akan memilih 3 jawara terbaik dari 5 Area (Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Makassar dan Pekanbaru) untuk dapat berkompetisi di tahap seleksi nasional yang akan segera berlangsung di Jakarta. Adapun, ke 15 jawara yang berhasil lolos ke putaran nasional berkesempatan untuk mengikuti ChampZone yang didukung oleh WhiteLab dan Teh Pucuk Harum,serta akan mendapatkan coaching clinic intensif untuk siap tampil di perhelatan Grand Final Y2C.

Sebagai informasi tambahan, pada babak seleksi nasional menuju Grand Final Y2C di Jakarta nanti, 5 peserta yang berhasil keluar menjadi jawara di Grand Final Y2C 2025 akan berkesempatan untuk membawa pulang hadiah spesial berupa 5 unit sepeda motor Yamaha.

Jangan sampai kelewatan! Ayo catat tanggal kemeriahan event seleksi regional Y2C di kotamu:

Bandung          : 15 November 2025, Cihampelas Walk

Makassar        : 15 November 2025, Nipah Park

Pekanbaru     : 15 November 2025, Ciputra Mall

Jakarta             : 22 November 2025, Kuningan City

Yogyakarta    : 23 November 2025, Teras Malioboro 1

Jangan lupa juga untuk ikuti terus keseruan Y2C dengan follow akun Instagram @stageofyouth. Untuk informasi lebih lanjut terkait produk, event, dan layanan Yamaha lainnya, silahkan kunjungi langsung website berikut ini https://www.yamaha-motor.co.id/

Pedagang Seblak Menuai Mimpi,  Harapan yang Hidup dari Gratispol

November 19, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Senyum itu muncul perlahan, seolah menembus kelelahan yang sudah lama dipikul. Muhammad Aliuddin, pria yang telah berpisah cukup jauh dari bangku kuliah, tiba-tiba merasakan hidupnya punya kesempatan kedua. Semua berawal dari satu kalimat singkat yang disampaikan seorang staf kampus UINSI Samarinda bahwa ada program beasiswa bernama Gratispol.

Kalimat yang bagi Aliuddin bukan sekadar informasi. Bagi Dirinya yang hidup dari dagangan seblak “Jajanan Anack Bapack,” kabar itu layaknya pintu yang terbuka di tengah tembok batas ekonomi.

“Rasanya seperti mendapat secercah harapan,” kenangnya, Rabu (19/11/2025).

Bukan harapan untuk sekadar kembali ke dunia akademis, tetapi harapan bahwa mimpinya tidak harus mundur hanya karena usia atau isi dompet.

Saat dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa Gratispol, ia tidak mengungkapkan panjang-lebar. Ia hanya berkata, “Sangat bahagia sekali.” Namun di balik kalimat pendek itu, ada rasa syukur yang meluap karena program ini bukan hanya mengurangi beban biaya kuliah, tetapi benar-benar menyelamatkan mimpi yang telah lama sengaja ditanggalkan.

Dengan pendanaan yang selama ini menjadi penghalang utama, Ali kini bisa duduk kembali di ruang kelas S2 Program Komunikasi dan Penyiaran Islam UINSI Samarinda, tanpa harus menggadaikan cita-cita pada keterbatasan.

Ali datang dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang sederhana. Dalam pikirannya dulu, melanjutkan jenjang kuliah adalah sesuatu yang rasanya sulit Ia kejar. Terlebih, sudah ada jeda 11 tahun antara dirinya dan pendidikan formal. Usia yang tidak lagi muda membuat mimpi itu terasa semakin jauh.

Ia sempat yakin bahwa pendidikan tinggi hanya milik mereka yang mampu secara finansial. Ia pun memilih berdagang seblak sebagai jalan hidup yang realistis. Namun kini jalan itu berbelok. Dari depan wajan panas, ia justru kembali memeluk ilmu.

“Program ini mengubah ketidakmungkinan menjadi kenyataan,” ucapnya pelan seperti berbicara pada dirinya sendiri.

Gratispol, baginya, bukan sekadar bantuan pemerintah, tapi bukti bahwa negara hadir memberi kesempatan yang adil untuk belajar.

Kini Aliuddin memikul tekad baru, tidak hanya menyelesaikan studinya, tetapi membawa manfaat dari ilmu yang ia pelajari. Harapannya pun tumbuh untuk generasi berikutnya. Ia berharap Gratispol tidak berhenti pada satu angkatan atau satu periode jabatan.

“Jika program ini konsisten, kita dapat meminimalisir angka pengangguran dan meningkatkan daya berpikir kritis di tengah masyarakat,” tuturnya penuh keyakinan.

Kini di antara aroma cabai dan bumbu seblak yang ia masak setiap hari, ada harapan yang sedang ia ramu. Dari tangan yang terbiasa mengaduk wajan, kini ia juga mengaduk semangat untuk berkontribusi sebagai insan terdidik. Perjalanan ini tidak datang cepat, tidak pula terlambat.

Aliuddin berjalan pada waktunya, dengan Gratispol sebagai jembatan, dan Pemprov Kaltim sebagai kontraktornya serta seblak sebagai saksi bahwa perjuangan tidak pernah mengenal usia. (Adv/diskominfokaltim/yud)

Indah Temukan Harapan Dari Gratispol

November 18, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

TENGGARONG – Kisah Indah Priana adalah kisah yang berjalan pelan, penuh liku, tapi tetap menyala oleh ketabahan yang tak pernah padam. Mahasiswi semester 1 Prodi Manajemen STIE Tenggarong ini datang dari Muara Kaman, sebuah kecamatan sunyi yang jauh dari keramaian kota. Dari sana perjalanan hidupnya dimulai, perjalanan yang berkali-kali goyah, namun akhirnya menemukan jalan dan harapan kembali melalui sebuah program bernama Gratispol.

Ayahnya seorang tukang urut. Setiap hari, dengan harapan dan tas kecil berisi minyak urut, sang ayah melangkah dari rumah ke rumah, mengandalkan tenaga di kedua tangan untuk menafkahi keluarga. Namun pendapatan yang tak menentu itu bukanlah satu-satunya tantangan. Indah tumbuh dalam rumah yang tak hanya bekerja keras, tapi juga berjuang melawan kesehatan dan waktu.

Indah pernah masa jeda Pendidikan formal selama tiga tahun. Bukan karena malas atau tak tahu arah. Tubuhnya sedang berperang dengan sakit yang diderita.

“Dokter bilang nggak bisa disembuhkan, tapi setidaknya biar nggak makin parah harus rajin minum obat,” ucapnya lirih.

Di masa-masa itu, ketika ia tidak bisa beraktivitas berat, ia membantu neneknya menjahit. Dari situlah ia mengumpulkan uang sedikit demi sedikit, uang yang ia siapkan untuk kuliah. Namun hidup sering kali memiliki rencana lain. Ayahnya jatuh sakit, dan tabungan yang ia kumpulkan habis untuk biaya berobat.

Indah Priana (Foto Ain)

“Aku ambil cuti dulu, uangnya terpakai untuk bapak,” katanya.

Indah sudah beberapa kali mencoba membuka pintu pendidikan. Ia pernah menjadi mahasiswa baru di universitas lain, tapi UKT membuat langkahnya kembali tertahan.

“Saya maba dari UT, tapi nggak bisa bayar UKT,” ungkapnya.

Sekali lagi, ia menunda mimpi.

Hingga suatu hari, sebuah telepon datang. Kabar yang bahkan membuatnya ragu apakah itu nyata, beasiswa Gratispol, kuliah gratis dari awal sampai lulus.

Kini, setelah merantau dari Muara Kaman ke Tenggarong, Indah tak lagi menanggung beban UKT sekitar Rp4,5 juta per semester. Semua ditanggung Gratispol.

“Saya tinggal kuliah saja,” ujarnya lega.

Di balik perjuangan kuliah, Indah bukanlah gadis yang tinggal diam. Ia tumbuh sebagai pekerja keras sejak kecil. Ia bisa menjahit sejak umur lima tahun. Selepas operasinya pada tahun 2023, ia baru benar-benar mulai memperdalam kemampuan itu. Jahitan demi jahitan mendukung keuangan keluarga, dan bahkan menjadi salah satu sumber harapan ketika kuliah terasa jauh.

Ia sempat membuka usaha sendiri bernama RNI Food, menjual sanga cabe bawang. Usaha itu berjalan, sampai alergi pada jarinya membuat ia harus berhenti sejenak.

“Sekarang gatal banget kalau kena sabun atau makan yang salah. Jadi aku stop dulu,” katanya.

Selain itu, ia sempat membuat konten soal jahit-menjahit. Peluangnya besar, penontonnya banyak, namun HP yang tidak kuat membuat ia memilih berhenti sementara dan fokus memperdalam skill dulu.

“Padahal lagi rame banget, tapi HP-ku nggak kuat. Sekarang aku upgrade skill jahit dulu,” tuturnya.

Indah bermimpi suatu hari nanti membuka usaha permak baju di Tenggarong sambil kembali menjalankan RNI Food. Namun untuk saat ini, ia memilih fokus menjalani kuliah, masa adaptasi yang ia perjuangkan dengan sungguh-sungguh.

Bagi keluarga tukang urut yang hidup dari kerja keras, Gratispol bukan sekadar beasiswa. Program ini adalah pintu masa depan yang sebelumnya tak pernah tampak jelas. Setiap kali melihat ayahnya kembali mengurut pelanggan meski tubuhnya tak selalu kuat, Indah tahu ia harus berhasil.

“Orang tua nggak pusing lagi. Semenjak ada Gratispol, sangat terbantu,” ucapnya.

Ia menitip harapan kepada Gubernur Kaltim agar lebih banyak anak muda bisa meraih kesempatan yang sama.

“Banyak banget yang pengen kuliah di atas 25 tahun. Semoga batas umur bisa sampai 30 tahun,” harapnya.

Indah Priana adalah bukti bahwa takdir bisa berubah ketika kesempatan datang pada waktu yang tepat. Dari Muara Kaman hingga Tenggarong, dari ruang jahit nenek hingga ruang kuliah, dari gap year bertahun-tahun hingga bangku perkuliahan yang akhirnya ia duduki semuanya terhubung oleh tekad, keringat ayahnya, dan sebuah program yang membuka jalan Gratispol.

Selama Gratispol tetap berjalan, akan selalu ada anak-anak di kampung, di keluarga sederhana, di rumah-rumah penuh harapan, yang bisa mengubah hidupnya. (ainul/adv diskominfo kaltim)

« Previous PageNext Page »

  • vb