Warga Antusias Saksikan Reog Ponorogo Meriahkan Bendungan Sepaku Semoi

March 29, 2026 by  
Filed under Nusantara

Vivaborneo.com, NUSANTARA – Bendungan Sepaku Semoi kini mulai hidup sebagai ruang publik di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Pertunjukan Reog Ponorogo yang digelar pada Sabtu (28/03/2026) menarik antusiasme masyarakat sekaligus mendukung fungsi kawasan ini sebagai destinasi rekreasi dan edukasi.

Di halaman bendungan, para penari tampil bergantian. Topeng dadak merak diangkat tinggi, disambut sorak penonton. Kelompok yang tampil adalah Singo Joyo Nusantoro, komunitas seni dari warga asal Ponorogo yang telah lama menetap di Desa Argomulyo, Kecamatan Sepaku.

“Dulu kami transmigrasi dari Ponorogo. Supaya tidak punah, budaya ini tetap kami jalankan di sini,” kata Senen, penasihat kelompok tersebut.

Di antara penonton, Wulan berdiri sambil sesekali merekam pertunjukan di ponselnya. Warga Semoi 4 itu mengaku menyukai tontonan seperti ini.

“Suka saja lihat Reog atau kuda lumping. Bagus kalau terus ada, supaya tidak hilang,” ujarnya.

Menurutnya, acara seperti ini membuat suasana bendungan jadi berbeda. “Jadi lebih ramai. Banyak juga orang dari luar yang datang.”

Hal yang sama dirasakan Sidik, warga Sepaku yang sore itu datang bersama istri dan anak-anaknya. “Senang, ramai. Sudah lama tidak ada acara seperti ini di sini,” katanya.

Seiring meningkatnya kunjungan masyarakat, kawasan Bendungan Sepaku Semoi yang telah dibuka untuk umum mulai dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung.

Salah satunya Kopi Bend’s, yang buka setiap hari dari pukul 08.00 sampai 22.00 WITA. Pengunjung dapat bersantai sambil menikmati kopi atau matcha, ditemani makanan ringan maupun menu seperti grill dan suki.

Farih pengelola Kopi Bend’s, mengatakan kehadiran fasilitas ini merupakan bagian dari upaya menghidupkan kawasan bendungan.

“Bendungan ini sekarang sudah dibuka untuk umum. Kami ingin kawasan ini hidup. Salah satunya dengan menghadirkan Kopi Bend’s, supaya pengunjung bisa bersantai dan menikmati suasana di sini,” ujarnya.

Selain itu, terdapat kebun melon yang dapat dikunjungi. Pengunjung bisa langsung memetik melon dari kebun, pengalaman yang cukup diminati terutama oleh keluarga dan anak-anak.

“Konsep petik melon ini juga kami hadirkan supaya ada aktivitas tambahan. Jadi bukan hanya rekreasi, tapi juga ada sisi edukasinya,” tambahnya.

Kawasan ini pun perlahan tidak lagi sekadar bendungan, tetapi menjadi ruang hidup bagi masyarakat di IKN.(vb/yul/oikn)

War Risk Insurance Dicabut di Hormuz, Jalur Minyak Dunia Terancam Lumpuh

March 27, 2026 by  
Filed under Nusantara

JAKARTA – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang terus meningkat mulai memberikan dampak nyata terhadap sektor pelayaran global. Pengamat maritim Indonesia, Soleman B. Ponto, menilai situasi ini telah melampaui sekadar konflik regional dan berkembang menjadi ancaman serius bagi stabilitas distribusi energi dunia.

Soleman mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan asuransi maritim internasional, seperti Gard, Skuld, NorthStandard, London P&I Club, hingga American Club telah membatasi bahkan mencabut perlindungan risiko perang (war risk insurance) bagi kapal-kapal yang beroperasi di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz.

“Ini bukan sekadar kebijakan administratif. Dampaknya sangat nyata. Kapal tanpa asuransi secara hukum dan komersial dianggap tidak layak berlayar, meskipun secara teknis masih bisa beroperasi,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Ia menambahkan, dalam situasi terkini, sekitar 1.900 kapal komersial dilaporkan tertahan di kawasan Selat Hormuz dan sekitarnya sejak meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada akhir Februari 2026.

Menurut Soleman, dalam rezim pelayaran internasional, asuransi Protection and Indemnity (P&I) merupakan komponen fundamental yang tidak hanya bersifat bisnis, tetapi juga menjadi bagian dari kepatuhan terhadap regulasi global. Tanpa perlindungan tersebut, kapal berisiko melanggar standar keselamatan dan tanggung jawab lingkungan yang diatur dalam berbagai konvensi maritim internasional.

“Asuransi P&I bukan sekadar proteksi, tetapi ‘tiket masuk’ untuk bisa beroperasi secara legal. Tanpa itu, kapal bisa ditolak pelabuhan, tidak mendapat pembiayaan dari bank, dan kehilangan kepercayaan dari penyewa,” jelasnya.

Soleman menjelaskan, sistem asuransi maritim global bekerja dengan pendekatan zonasi risiko. Ketika suatu wilayah dikategorikan sebagai high risk area, perusahaan asuransi berhak menaikkan premi secara signifikan atau bahkan menarik perlindungan sepenuhnya. Dalam konteks saat ini, Selat Hormuz telah masuk dalam kategori kawasan berisiko tinggi akibat eskalasi konflik.

“Begitu status risiko meningkat, premi langsung melonjak tajam, bahkan dalam beberapa kasus tidak lagi ditanggung. Jadi persoalannya bukan kapal tidak bisa berlayar, tetapi menjadi tidak layak secara ekonomi dan hukum,” tegasnya.

Sebagai salah satu jalur energi paling vital di dunia, Selat Hormuz dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global. Kondisi ini menjadikannya choke point utama dalam rantai pasok energi internasional. Pembatasan asuransi di kawasan tersebut, kata Soleman, telah memicu efek domino yang luas.

Sejumlah operator kapal memilih menunda pelayaran, mengalihkan rute distribusi, atau menunggu kepastian situasi keamanan. Di sisi lain, lonjakan premi asuransi risiko perang berdampak langsung pada peningkatan biaya logistik global.

“Ketika biaya logistik naik, harga energi ikut terdorong. Ini yang kemudian memicu tekanan inflasi, tidak hanya di satu negara, tetapi secara global,” ujarnya.

Dalam perspektif ekonomi global, gangguan di Selat Hormuz tidak hanya memengaruhi sektor energi, tetapi juga stabilitas pasar keuangan internasional. Ketidakpastian pasokan minyak berpotensi meningkatkan volatilitas harga, menekan sektor industri, serta memperlambat pertumbuhan ekonomi di berbagai negara.

“Pasar global sangat sensitif. Bahkan tanpa gangguan fisik, hanya dengan meningkatnya persepsi risiko saja, harga minyak sudah bisa melonjak. Ini menunjukkan betapa strategisnya posisi Selat Hormuz,” kata Soleman.

Ia menilai, langkah perusahaan asuransi menarik perlindungan merupakan respons atas meningkatnya ancaman keamanan, termasuk potensi serangan drone dan rudal terhadap kapal tanker, serta eskalasi konflik antara Iran dan negara-negara Barat. Meski belum terjadi penutupan jalur secara fisik, kondisi tersebut sudah cukup menciptakan tekanan serius terhadap aktivitas pelayaran.

Fenomena ini, lanjutnya, mencerminkan perubahan pola konflik modern yang semakin kompleks. “Sekarang tidak perlu menutup jalur secara fisik. Cukup dengan menciptakan risiko tinggi, kapal akan enggan melintas. Ini yang saya sebut sebagai disrupsi berbasis risiko,” ujarnya.

Dalam konteks strategis, Soleman menilai asuransi maritim kini telah menjadi instrumen tidak langsung dalam dinamika geopolitik global. Tanpa konfrontasi militer terbuka, gangguan terhadap sistem asuransi sudah mampu melumpuhkan distribusi energi dunia.

Dampak situasi tersebut juga berpotensi dirasakan Indonesia. Sebagai negara yang masih mengimpor sekitar 1 juta barel minyak per hari, sebagian jalur distribusi energi nasional bergantung pada kawasan Timur Tengah, termasuk Selat Hormuz.

“Kalau gangguan ini berlanjut, dampaknya akan langsung terasa di dalam negeri. Harga BBM bisa naik, subsidi membengkak, inflasi meningkat, dan nilai tukar rupiah tertekan,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa dalam jangka panjang, tekanan tersebut berpotensi mengganggu stabilitas fiskal nasional serta menurunkan daya beli masyarakat.

Menutup analisanya, Soleman menegaskan bahwa dinamika di Selat Hormuz saat ini menjadi pelajaran penting bagi banyak negara, termasuk Indonesia, mengenai urgensi memperkuat ketahanan energi nasional.

“Ini bukan lagi soal blokade fisik, tapi blokade risiko. Ketika jalur energi tidak bisa diasuransikan, distribusi global bisa terganggu tanpa satu peluru pun ditembakkan. Dampaknya langsung ke ekonomi dunia,” pungkasnya. (*)

PT Patra Drilling Contractor Edukasi Karyawan Lewat Health Talk

March 26, 2026 by  
Filed under Nusantara

JAKARTA — Suasana pagi di Town Hall PDC Tower dipenuhi suara riuh karyawan yang antusias mengikuti Health Talk bertajuk “Healing, Growing, Performing: Grow Up Without Leaving Yourself Behind”. Kegiatan ini bukan sekadar seminar biasa; ini menjadi panggung untuk memahami hubungan antara kesehatan mental, anatomi otak dan performa kerja.

Menghadirkan praktisi kesehatan mental Dedi Setiawan dari Kelas Kehidupan, sesi ini membuka wawasan bahwa kesehatan mental tidak hanya soal perasaan, tetapi juga terkait kondisi biologis tubuh, khususnya cara kerja otak. Trauma masa lalu dan stres kronis, kata Dedi, bisa memengaruhi corpus callosum—jembatan saraf yang menghubungkan logika dan emosi. Saat sistem saraf terus-menerus berada dalam mode waspada akibat trauma dan stres kronis, produksi hormon kortisol akan melonjak secara tidak terkendali, memicu gangguan metabolik, hormonal, hingga keluhan psikosomatik seperti ketegangan otot dan gangguan pencernaan.

Kegiatan ini tak sekadar membahas teori. Peserta juga diajak mengenali empat jenis luka masa kecil (inner child wounds)—abandonment, neglect, guilty, dan trust wound—yang kerap membentuk pola perilaku dan reaksi emosional di tempat kerja. Selain itu, melalui pendekatan kepribadian Dominance, Influence, Steadiness, Compliance (DISC), setiap perwira PDC belajar memahami diri sendiri dan rekan kerja, serta bagaimana cara merespons tekanan profesional secara lebih sehat.

Plt. Direktur Utama PDC, Fitra Adriza, dalam sambutannya menyampaikan, kesehatan mental bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi fondasi produktivitas perusahaan. Perwira PDC yang sehat secara mental lebih mampu mengambil keputusan tepat, bekerja optimal dan memimpin tim dengan bijak.

“Investasi pada kesejahteraan mental karyawan adalah investasi bagi masa depan perusahaan,” kata Fitra.

Sebagai solusi praktis, Dedi menekankan pentingnya keseimbangan fisik dan mental. Nutrisi otak yang tepat, teknik pernapasan, serta regulasi emosi melalui jurnal atau meditasi menjadi langkah awal sebelum masuk pada terapi psikologis yang lebih mendalam.

Selain sesi materi, Health Talk juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan, termasuk suntik vitamin C bagi pendaftar tercepat, serta kesempatan melakukan konsultasi pribadi gratis dengan psikolog bagi peserta terpilih.

Acara ini menjadi bukti nyata komitmen PDC untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif, di mana setiap perwira dapat berkembang tanpa meninggalkan kesejahteraan diri sendiri. (*)

 

Ribuan Jamaah Tumpah Ruah di Masjid IKN

March 22, 2026 by  
Filed under Nusantara

Masjid Negara IKN

NUSANTARA – Tonggak sejarah baru tercipta di Ibu Kota Nusantara (IKN). Untuk pertama kalinya, Masjid Negara IKN menyelenggarakan Sholat Idulfitri berjamaah pada 1 Syawal 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026). Momentum ini menjadi simbol dimulainya kehidupan spiritual yang hidup di pusat pemerintahan baru Indonesia.

Pelaksanaan ibadah bersejarah ini dihadiri langsung oleh Kepala Otorita IKN (OIKN), Basuki Hadimuljono. Ia bergabung bersama ribuan jemaah yang memadati area masjid, menciptakan suasana khusyuk dan penuh kebersamaan di tengah kemegahan arsitektur pusat religi IKN tersebut.

Pelaksanaan ibadah Sholat Id dipimpin Imam Ustaz Dr. Ahmad Muzakir, dosen PTIQ Jakarta. Sementara itu, Dekan FUAD UINSI Samarinda, Ustaz Prof. Dr. H. M. Abrar Duraesa, didaulat menyampaikan khotbah Idulfitri.

Dalam khotbahnya, Prof. Abrar menegaskan Idulfitri bukan sekadar perayaan, melainkan simbol kemenangan atas diri sendiri setelah sebulan penuh menempa jiwa di bulan Ramadan. Ia secara khusus mengaitkan semangat spiritual tersebut dengan visi besar pembangunan ibu kota baru.

“Pembangunan Ibu Kota Nusantara secara batiniah bertujuan untuk mewujudkan pemerataan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Mari kita jadikan momentum ini untuk meningkatkan kualitas keimanan,” ujar Prof. Abrar di hadapan ribuan jemaah.

Nada optimisme juga disampaikan Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin. Ia mengajak seluruh jemaah menjadikan Idulfitri sebagai titik balik untuk memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta (Hablum Minallah) sekaligus mempererat hubungan antar-sesama (Hablum Minannas).

“Harapan kita, setelah Sholat Idulfitri ini, marilah kita bersama memperbaiki hubungan kita dengan Allah SWT dan juga sesama manusia,” kata Alimuddin.

Selama Ramadan 1447 H, Masjid Negara IKN memang telah bertransformasi menjadi pusat aktivitas religi yang dinamis. Mulai dari tarawih berjamaah hingga safari Ramadan, seluruh rangkaian kegiatan mencapai puncaknya pada pelaksanaan Sholat Id perdana ini yang berjalan dengan sangat tertib dan lancar.

Kehadiran Masjid Negara IKN diharapkan terus menjadi pilar utama bagi pembangunan kehidupan sosial dan spiritual, serta penguat semangat kebersamaan dalam mewujudkan Nusantara sebagai kota yang inklusif dan harmonis bagi seluruh elemen bangsa.(rls/mn)

Masjid Negara IKN Gelar Salat Idulfitri Perdana

March 20, 2026 by  
Filed under Nusantara

Vivaborneo.com, NUSANTARA – Masjid Negara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Ibu Kota Nusantara (IKN), akan menyelenggarakan Salat Idulfitri berjamaah perdana pada 1 Syawal 1447 Hijriah/2026 Masehi yang direncanakan dimulai pukul 06.30 WITA.

Pelaksanaan Salat Idulfitri ini terbuka bagi masyarakat umum yang ingin melaksanakan ibadah bersama di ibu kota baru Indonesia.

Sebagai bagian dari rangkaian penetapan awal Syawal, pada 19 Maret 2026 akan dilaksanakan kegiatan pemantauan hilal di IKN. Pemantauan ini menjadi bagian dari proses penentuan awal bulan Syawal 1447 Hijriah secara nasional.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, mengatakan bahwa pelaksanaan Salat Idulfitri di Masjid Negara terbuka bagi seluruh masyarakat yang ingin beribadah bersama pada hari kemenangan.

“Salat Idulfitri di Masjid Negara terbuka untuk umum. Kami mengajak masyarakat di IKN dan sekitarnya untuk hadir dan melaksanakan Salat Idulfitri bersama di Masjid Negara,” ujar Troy.

Bertindak sebagai khatib pada pelaksanaan Salat Idulfitri adalah Prof. Dr. H. Muhammad Abzar Duraesa, M.Ag, Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Sementara itu, imam Salat Idulfitri adalah Dr. Ahmad Muzakir, dosen Universitas PTIQ Jakarta. Adapun khatib dan imam cadangan adalah Ust. Dr. M. Aroka Fadli, SQ., M.Ag, dosen STAI Al-Muhajirin Purwakarta.

Pelaksanaan salat Idulfitri juga akan didukung oleh para petugas lainnya, yaitu Ust. M. Rasky Raehan dan Ust. Muhammad Rifki Iksani sebagai bilal, serta Ust. Irfan Rosadi, SH.C.DAI sebagai pembawa acara.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan salat Idulfitri, akses Tol IKN menuju kawasan Masjid Negara IKN akan dibuka mulai pukul 04.30 WITA. Masyarakat yang akan mengikuti salat diimbau datang lebih awal serta mengikuti petunjuk petugas di lapangan.

Otorita IKN juga menyediakan kantong parkir bagi kendaraan jamaah. Masyarakat dapat memarkir kendaraan di basement Masjid Negara. Apabila area tersebut penuh, parkir akan dialihkan ke jalan di sekitar kawasan Masjid Negara sesuai arahan petugas di lapangan.

Selain itu, shuttle bus dalam kota juga melayani perjalanan menuju Masjid Negara melalui halte di Rusun ASN 1, Rusun ASN 2, Rusun ASN 3, Rusun ASN 4, HPK 1, HPK 2, dan Rest Area. Seluruh rute tersebut akan transit di Bundaran Sumbu Timur sebelum menuju kawasan Masjid Negara guna memudahkan mobilitas jamaah. Layanan bus untuk salat Idulfitri beroperasi pada pukul 05.00-09.00 WITA.

Disediakan pula fasilitas mobilitas berupa golf cart bagi kelompok yang membutuhkan, seperti lansia, ibu hamil, serta penyandang disabilitas, guna memudahkan akses menuju lokasi pelaksanaan salat.

Pelaksanaan Salat Idulfitri perdana di Masjid Negara ini menandai semakin hidupnya aktivitas keagamaan di IKN serta menjadi bagian dari perjalanan pembangunan ekosistem sosial dan budaya di ibu kota baru Indonesia.

Melalui momentum Idulfitri ini, Masjid Negara IKN diharapkan dapat menjadi ruang pemersatu umat sekaligus pusat kegiatan keagamaan yang memperkuat nilai-nilai persaudaraan, kebersamaan, dan spiritualitas dalam kehidupan masyarakat.(vb/hms-oikn)

 

« Previous PageNext Page »

  • vb