ASPIKOM Lantik Pengurus Wilayah Jabodetabek

December 20, 2025 by  
Filed under Nusantara

Jakarta – Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Koordinator Wilayah Jabodetabek resmi melantik jajaran pengurus baru dalam rangkaian kegiatan bertajuk “The Future of Communication: AI, Media Integrity, and The Knowledge Ecosystem”.

Kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis (18/12) di Universitas Esa Unggul, Kebon Jeruk, Jakarta, dan dirangkaikan dengan Seminar Nasional serta Bedah Buku.

Acara tersebut dihadiri Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso sebagai keynote speaker yang sekaligus meninjau pameran kewirausahaan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Kehadiran Menteri Perdagangan menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan peran pendidikan tinggi, khususnya di bidang komunikasi dan pengembangan kewirausahaan berbasis inovasi.

Dalam kunjungannya, Menteri Perdagangan meninjau satu per satu stan pameran wirausaha mahasiswa yang menampilkan berbagai produk kreatif dan inovatif.

Pameran ini melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, antara lain Universitas Esa Unggul, Universitas Pakuan, USNI, Universitas Al-Azhar, Universitas Sahid, Unika Atma Jaya, Universitas Pelita Harapan, Universitas Negeri Jakarta, dan London School of Public Relations (LSPR). Produk yang dipamerkan mencakup sektor kuliner, fesyen, kriya, hingga layanan kreatif berbasis media.

Penguatan Sinergi Pemerintah dan Akademisi

Budi Santoso menyampaikan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan akademisi merupakan strategi penting dalam memperkuat pasar dalam negeri sekaligus mendorong UMKM agar siap bersaing di pasar ekspor.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara akademisi, praktisi, dan pemerintah dalam menjawab tantangan masa depan komunikasi, khususnya terkait pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), integritas media, serta pembangunan ekosistem pengetahuan yang berkelanjutan.

Ketua ASPIKOM Jabodetabek Dr. Erna Febriani, S.Si., M.Si. menyatakan bahwa melalui pelantikan pengurus baru, diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih solid antarperguruan tinggi ilmu komunikasi.

“ASPIKOM menjadi wadah strategis untuk memastikan relevansi pendidikan ilmu komunikasi dengan kebutuhan industri dan masyarakat,” jelasnya.

Pandangan Rektor Universitas Esa Unggul

Sementara itu, Rektor Universitas Esa Unggul Arief Kusuma Among Praja menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan kebijakan publik dalam menghadapi tantangan ekonomi dan komunikasi.

“Mahasiswa memiliki peran strategis tidak hanya sebagai akademisi, tetapi juga sebagai bagian dari rantai distribusi dan penggerak produk dalam negeri, termasuk dalam perluasan pasar ekspor UMKM,” ujarnya.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti serta penyerahan plakat apresiasi kepada Pengurus ASPIKOM Korwil Jabodetabek periode 2025–2029 yang diketuai Anang Sujoko.

Melalui pelantikan pengurus baru dan rangkaian forum diskusi ini, ASPIKOM Korwil Jabodetabek diharapkan mampu memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, industri media, dan pemerintah dalam menjawab tantangan komunikasi di era digital, sekaligus menjaga integritas informasi di tengah derasnya arus teknologi. (*)

Pemerintah Percepat Penanganan Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

December 18, 2025 by  
Filed under Nusantara

Abdul Muhari

Jakarta – Pemerintah pusat menunjukkan langkah nyata dalam melindungi warga yang terdampak bencana alam. Melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), respons cepat dan terintegrasi segera dilakukan untuk menangani banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, serta Aceh.

Tak sampai 24 jam sejak kejadian, BNPB telah menerjunkan tim ke daerah terdampak dan membentuk Satuan Tugas (Satgas) penanganan bencana di masing-masing provinsi. Satgas tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BNPB dan Sekretaris Utama BNPB dengan kekuatan lebih dari 300 personel sejak masa awal tanggap darurat.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan resminya, Kamis (18/12/2025).

Ia menegaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi fokus utama BNPB sejak awal penanganan.

“BNPB memprioritaskan percepatan pemenuhan kebutuhan mendesak warga terdampak, terutama logistik dasar yang dikoordinasikan dalam klaster logistik BNPB,” ujar Abdul Muhari.

Pada pelaksanaan tanggap darurat, BNPB memimpin upaya percepatan penanganan yang difokuskan pada lima sektor utama, yakni pencarian dan evakuasi korban, distribusi logistik dasar, pembukaan dan pemulihan akses transportasi, pemulihan jaringan komunikasi, serta pemenuhan kebutuhan energi masyarakat seperti listrik dan bahan bakar minyak.

Abdul Muhari menambahkan, seluruh unsur pemerintah pusat bersama kementerian dan lembaga terkait terus bekerja secara terpadu untuk menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan penanganan banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut sebagai agenda prioritas nasional.

Hingga memasuki pekan ketiga pascabencana, progres penanganan menunjukkan perkembangan positif. Di Sumatera Barat, proses pemulihan telah mencapai kisaran 70 hingga 80 persen. Sementara itu, Sumatera Utara mulai memasuki tahap pemulihan awal atau early recovery.

Adapun di Aceh, BNPB masih memusatkan perhatian pada fase tanggap darurat di sejumlah wilayah dengan dampak paling berat, di antaranya Kabupaten Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Tengah, Pidie, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Fokus utama saat ini adalah membuka kembali akses jalan yang terputus akibat bencana.

“Meskipun terdapat beberapa ruas jalan dan jembatan yang belum dapat dilalui, distribusi bantuan logistik tetap berjalan melalui jalur udara. Kondisi tersebut tidak menghalangi pergerakan tim gabungan di lapangan untuk terus melayani masyarakat,” jelas Abdul Muhari.

Ia menegaskan, BNPB akan terus mengoptimalkan seluruh aspek penanganan agar kehidupan dan mata pencaharian warga terdampak dapat segera pulih dan kembali berjalan normal. (*)

PLN Indonesia Power Resmikan PLTG Tanjung Selor 20 MW

December 18, 2025 by  
Filed under Nusantara

Tanjung Selor – Dalam rangka memastikan keandalan pasokan listrik selama periode Siaga Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, PT PLN Indonesia Power secara resmi meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Tanjung Selor berkapasitas 1 x 20 Megawatt (MW). Peresmian yang digelar di kawasan PLTG Tanjung Selor ini menjadi tonggak penting penguatan sistem kelistrikan Kalimantan Utara sekaligus penegasan kesiapan PLN Indonesia Power dalam menjaga kontinuitas energi nasional, terutama di wilayah strategis perbatasan.

Kehadiran PLTG Tanjung Selor memberikan tambahan pasokan yang signifikan bagi sistem kelistrikan regional seiring meningkatnya kebutuhan energi masyarakat, sektor pelayanan publik, serta aktivitas perekonomian daerah. Pembangkit ini dirancang untuk beroperasi secara andal, stabil, dan responsif, sehingga mampu menopang sistem kelistrikan Kalimantan Utara terutama pada periode beban puncak tinggi seperti akhir tahun yang menuntut kesiapsiagaan maksimal.

Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN Indonesia Power, Purmono, menegaskan bahwa pengoperasian PLTG Tanjung Selor merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan dalam memperkuat ketahanan sistem kelistrikan nasional yang adaptif dan berkelanjutan. Menurutnya, pembangkit ini tidak hanya menambah kapasitas, tetapi juga memperkuat fondasi keandalan pasokan energi bagi masyarakat.

“PLTG Tanjung Selor bukan sekadar penambahan kapasitas, melainkan wujud nyata komitmen PLN Indonesia Power dalam menghadirkan pembangkit yang siap siaga, andal, dan responsif terhadap kebutuhan energi masyarakat. Melalui pembangkit ini, kami memperkokoh fondasi sistem kelistrikan Kalimantan Utara agar tetap stabil, khususnya pada momen strategis seperti periode Siaga Nataru,” ujar Purmono.

Sejalan dengan hal tersebut, Manager PLN Indonesia Power UBP Mahakam, Firman Ramdan, menegaskan bahwa kesiapan PLTG Tanjung Selor telah dipersiapkan secara menyeluruh, mulai dari aspek teknis hingga sumber daya manusia. Langkah ini menjadi bentuk tanggung jawab perusahaan dalam memastikan pasokan listrik yang aman dan berkelanjutan demi mendukung aktivitas masyarakat serta roda perekonomian daerah.

“Kami memastikan PLTG Tanjung Selor 20 MW siap beroperasi secara optimal untuk menjaga pasokan listrik tetap aman, stabil, dan berkelanjutan. Ini adalah komitmen PLN Indonesia Power dalam mendukung kebutuhan energi Kalimantan Utara, khususnya selama periode Siaga Natal dan Tahun Baru,” jelas Firman.

Peresmian PLTG Tanjung Selor ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN Indonesia Power yang disaksikan oleh Direktur Utama PT PLN Indonesia Power Services, Vice President OMP V, Manager PLN Indonesia Power UBP Mahakam, Manager UP3 Kaltara, serta Jajaran PLN Grup. Selain penguatan infrastruktur, PLN Indonesia Power juga menempatkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebagai prioritas utama dalam setiap proses operasional pembangkit.

Dengan beroperasinya PLTG Tanjung Selor 20 MW, PLN Indonesia Power menegaskan komitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal bagi Kalimantan Utara, sekaligus memperkuat sistem kelistrikan selama periode Siaga Natal dan Tahun Baru. Sejalan dengan penguatan infrastruktur, perusahaan juga menunjukkan kepedulian sosial melalui penyerahan santunan kepada anak yatim dan dhuafa, menegaskan bahwa kehadiran pembangkit tidak hanya menghadirkan terang bagi sistem kelistrikan, tetapi juga membawa nilai kemanusiaan bagi masyarakat sekitar.

Universitas Paramadina Evaluasi Arah Pendidikan Tinggi Menuju Kampus Global

December 17, 2025 by  
Filed under Nusantara

JAKARTA – Universitas Paramadina menyelenggarakan Diskusi Publik bertajuk Evaluasi & Outlook Pendidikan Tinggi Riset Menuju Kampus Global sebagai forum refleksi kritis terhadap arah kebijakan pendidikan tinggi Indonesia di tengah persaingan global.

Diskusi ini menghadirkan pemangku kepentingan strategis dari legislatif dan pimpinan perguruan tinggi nasional di Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Diskusi dimoderatori Handi Risza Idris, Wakil Rektor Universitas Paramadina, dengan pembicara  Hetifah Sjaifudian (Ketua Komisi X DPR RI), Didik J. Rachbini (Rektor Universitas Paramadina),  Sofia W. Alisjahbana (Rektor Universitas Bakrie), serta Herry Suhardiyanto (Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung) dan Andi Adriansyah.

Rektor Universitas Paramadina, Didik J. Rachbini, menegaskan bahwa pendidikan tinggi Indonesia tengah menghadapi krisis arah dan kualitas. Ia menyatakan secara lugas bahwa dunia kampus Indonesia telah kehilangan momentum untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi, daya inovasi, riset dan lainnya, apalagi untuk mengejar ketertinggalan kualitas SDM dengan negara-negara tetangga.

Menurut Didik, kualitas perguruan tinggi berbanding lurus dengan daya saing ekonomi suatu bangsa. Ia mengkritik praktik ekspansi masif perguruan tinggi negeri yang mengabaikan kualitas.
Ketika rasio dosen dan mahasiswa dilakukan di kampus negeri, ditemukan rasio yang mencapai 1 : 250. Hal tersebut dinilai tidak sehat bagi ekosistem pendidikan tinggi secara keseluruhan.

Didik menilai pembukaan kelas magister oleh kampus negeri di Jakarta seringkali tidak berkorelasi dengan peningkatan mutu akademik melainkan hanya untuk menambah pendapatan.
Ia menutup dengan seruan agar orientasi perguruan tinggi negeri kembali pada riset dan inovasi, bukan sekadar pengajaran massal.

Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menggarisbawahi tiga isu utama yakni ketersediaan akses, keterjangkauan biaya, serta kualitas perguruan tinggi yang masih terpusat di Pulau Jawa. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi Indonesia perlu bertransformasi menjadi pusat inovasi dan penggerak kemajuan ekonomi.

Dari perspektif transformasi kelembagaan, Herry Suhardiyanto menekankan pentingnya peningkatan kualitas berbasis strategi jangka panjang. Ia mendorong perguruan tinggi untuk bergerak menjadi kampus berdampak yang berkontribusi nyata dalam perumusan kebijakan publik.

Pandangan kritis juga disampaikan Andi Andriansyah terkait perangkingan global. Ia menilai fokus berlebihan pada indikator kuantitatif seperti publikasi dan sitasi telah menimbulkan distorsi.
Ia mengusulkan pergeseran paradigma dari global ranking menuju global relevance, yakni pengakuan dunia terhadap kampus yang relevan dan berdampak nyata bagi masyarakat. (*)

Langkah Nyata PHKT Cetak SDM Lokal Unggul

December 17, 2025 by  
Filed under Nusantara

Marangkayu – PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) menutup pelaksanaan Program Praktik Kerja Industri (Prakerin) Tahun 2025 bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Program yang berlangsung selama hampir empat bulan ini diikuti oleh 10 siswa SMKN 1 Marangkayu dan menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung penguatan sumber daya manusia lokal.

Prakerin tersebut dilaksanakan sejak 6 Agustus hingga 26 November 2025 dengan lokasi pembelajaran utama di Kantor Terminal Santan yang dikelola PHKT Daerah Operasi Bagian Utara (DOBU). Meski berjarak sekitar 6,5 kilometer dari sekolah, para siswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara intensif dan terstruktur, mencakup pembelajaran teknis maupun pengembangan kompetensi non-teknis.

Selain pengenalan dunia kerja industri migas, peserta juga dibekali berbagai keterampilan pendukung seperti etika kerja, komunikasi profesional, hingga kesiapan mental menghadapi lingkungan kerja yang disiplin dan berstandar tinggi. Program ini sekaligus menjadi sarana internalisasi nilai-nilai kepatuhan, etika, serta budaya kesehatan dan keselamatan kerja yang menjadi prinsip utama perusahaan.

Rangkaian Prakerin ditutup melalui kegiatan “PHKT Mengajar” pada Desember 2025, yang melibatkan pekerja PHKT sebagai relawan pengajar. Kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengalaman langsung dari praktisi industri kepada siswa, sekaligus memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan dunia usaha.

Superintendent Production Santan Terminal PHKT, Muhamad Yasin, menyampaikan apresiasi kepada para siswa, pihak sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung keberlangsungan program tersebut. Menurutnya, pengalaman kerja lapangan tidak hanya membentuk kemampuan teknis, tetapi juga karakter dan integritas pribadi.

“Di dunia kerja, karakter, sikap, dan kejujuran menjadi faktor pembeda utama. Kami berharap pengalaman ini dapat membentuk generasi muda yang lebih percaya diri, disiplin, dan siap menghadapi tantangan masa depan sektor energi,” ujarnya.

PHKT, lanjut Yasin, memandang pendidikan sebagai fondasi penting dalam membangun masyarakat yang mandiri dan berdaya saing. Selain Prakerin, perusahaan juga menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial di bidang pendidikan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan institusi lokal di sekitar wilayah operasi.
Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Seksi Pendidikan Menengah Kejuruan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur Wilayah 3, Akhmad Badwi, M.App.Ling., M.CIL. Ia menilai kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan menjadi kunci agar lulusan SMK tetap relevan dengan kebutuhan zaman.

“Penguatan soft skill dan karakter, termasuk kemampuan berbicara di depan publik, masih menjadi tantangan utama. Siswa perlu berani memposisikan diri sebagai calon pemimpin di masa depan,” tegasnya.

Pada sesi akhir kegiatan, perwakilan siswa dari masing-masing jurusan mempresentasikan pengalaman serta hasil pembelajaran yang diperoleh selama mengikuti Prakerin. Para siswa mengaku mendapatkan gambaran nyata mengenai budaya kerja industri migas, standar operasional, serta pentingnya etika profesional, sekaligus berharap kerja sama antara SMKN 1 Marangkayu dan PHKT dapat terus berlanjut.

Melalui program ini, PHKT berharap manfaat yang dihasilkan tidak hanya dirasakan oleh siswa dan sekolah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Program Prakerin dinilai menjadi jembatan strategis dalam menyiapkan generasi muda yang kompeten, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi masa depan Indonesia.

Sebagai informasi, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur merupakan anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) yang beroperasi di Zona 10. PHKT mengelola kegiatan hulu migas di Wilayah Kerja East Kalimantan dan Attaka dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Bersama SKK Migas, PHKT serta afiliasi PHI lainnya juga menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, infrastruktur, dan kebencanaan guna mendukung pembangunan berkelanjutan serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1496383
    Users Today : 4856
    Users Yesterday : 6601
    This Year : 432893
    Total Users : 1496383
    Total views : 13149675
    Who's Online : 42
    Your IP Address : 216.73.216.33
    Server Time : 2026-03-18