Kejuaraan Asia Mini Football 2026 Jadi Magnet di Palembang

January 12, 2026 by  
Filed under Olahraga

Yan Mulia Abidin, Ketua Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI)

PALEMBANG – Palembang diproyeksikan menjadi magnet kegiatan internasional lewat penyelenggaraan serangkaian agenda berskala besar yang terpusat di Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatera Selatan.

Perhelatan Kejuaraan Asia Mini Football 2026 akan dilangsungkan 24 April hingga 4 Mei 2026. Sebanyak 12 negara peserta sudah memastikan kesiapannya untuk beraksi.

“Peserta masih terkonfirmasi sekarang 12 dari 16 negara. Mungkin bisa bertambah tapi kita lihat perkembangan nantinya,” kata Yan Mulia Abidin, Ketua Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI).

Ajang ini tidak hanya berfokus pada pertandingan, tetapi juga pada pengembangan ekosistem olahraga dan pariwisata.

Yan Mulia Abidin, menyebut ada rangkaian agenda pembuka pada awal tahun sebelum Kejuaraan Asia Mini Football 2026 dimulai. Tahap pertama dijadwalkan berlangsung pada Februari 2026 dan menjadi fondasi penting sebelum turnamen utama digelar.

“Ada dua tahap dalam proses kita melaksanakan kejuaraan Asia Mini Football. Yang pertama pada 4 Februari sampai 7 Februari 2026. Kami akan rapat dan melakukan pengundian sekaligus mencari format untuk tim-tim masuk di grup mana,” kata Yan.

Beragam kegiatan pendukung telah disiapkan, mulai dari konser musik, festival budaya, festival UMKM, laga sepak bola mini yang mempertemukan para duta besar negara sahabat dengan figur selebritas, hingga penutup berupa fun run yang ditargetkan diikuti sekitar 100 ribu peserta.

Dari sisi teknis penyelenggaraan, Ketua Panitia Pelaksana, Agung Kurniawan memastikan koordinasi lintas sektor telah dilakukan secara intensif. Menurutnya, hal tersebut karena Kejuaraan Asia Mini Football 2026, butuh dukungan dari semua pihak.

“Kita telah bekerja sama erat dengan Pemerintah Kota Palembang, dinas-dinas relevan, penyelenggara konser, komunitas lokal, serta pihak internasional untuk memastikan setiap detail acara berjalan lancar, aman, dan memberikan pengalaman tak terlupakan bagi seluruh peserta dan pengunjung,” ujar Agung.

Sementara itu, kesiapan infrastruktur di JSC juga menjadi perhatian utama pengelola kawasan. Direktur Utama PT Jakabaring Sport City Meina Fatriani Paloh menyampaikan bahwa seluruh fasilitas telah dipersiapkan secara optimal.

“Kami telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan penyempurnaan terhadap infrastruktur mulai dari stadion untuk Piala Asia, lapangan mini football, area pameran untuk festival-festival, hingga ruang konser. Aksesibilitas, fasilitas pendukung, dan keamanan menjadi prioritas utama agar JSC dapat menjadi tuan rumah yang luar biasa bagi seluruh rangkaian acara ini,” ucap Meina.

Konsep besar yang diusung dalam Kejuaraan Asia Mini Football 2026 adalah sport tourism. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang tengah mendorong pengembangan pariwisata berbasis olahraga.

Selain pertandingan, Kejuaraan Asia Mini Football 2026 juga akan diramaikan dengan berbagai aktivitas pendukung. Penyelenggara menyiapkan ruang bagi pelaku UMKM serta hiburan musik yang dijadwalkan berlangsung hampir setiap hari.

Sekjen Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI) Daeng Supriyanto menegaskan keseriusan panitia dalam mengawal seluruh tahapan kegiatan. Ia ingin Kejuaraan Piala Asia Mini Football 2026 digarap secara maksimal karena banyak mata yang tertuju ke sana.

“Kami akan mengoptimalkan segala upaya mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga penutupan agar seluruh agenda dapat berlangsung sukses dan memberikan manfaat maksimal,” kata Daeng Supriyanto. (*)

Oni Junianto Pimpin FAJI Pusat

January 6, 2026 by  
Filed under Olahraga

JAKARTAterpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (PB FAJI) periode 2025–2029 melalui Musyawarah Nasional (Munas) FAJI yang digelar di Jakarta, Minggu (4/1/2025).

Oni terpilih secara aklamasi setelah menjadi calon tunggal dan memperoleh dukungan penuh dari seluruh peserta Munas yang hadir, terdiri atas 19 Pengurus Provinsi (Pengprov) serta satu Pengurus Besar FAJI. Ia menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Saud F. Tambatua, yang memimpin PB FAJI pada periode 2021–2025.

Pada pemaparan visi dan misinya, Oni menegaskan komitmen untuk membawa FAJI menjadi organisasi yang kuat, bermartabat, dan memberikan dampak nyata bagi bangsa. Menurutnya, peran FAJI tidak hanya terbatas pada pencapaian prestasi olahraga, tetapi juga mencakup pengembangan pariwisata arung jeram, kesiapsiagaan kebencanaan, serta pelestarian lingkungan sungai.

Untuk mewujudkan visi tersebut, PB FAJI di bawah kepemimpinannya akan memperkuat pembinaan atlet berkelanjutan, membangun sistem kompetisi yang solid, serta meningkatkan dukungan manajemen dan sport science yang modern. Selain itu, FAJI juga akan memperkuat perannya dalam pengembangan wisata arung jeram berbasis keselamatan, kualitas, dan keberlanjutan lingkungan sungai.

“Kami menegaskan empat pilar utama FAJI, yakni prestasi, pariwisata, lingkungan, dan kebencanaan. Pilar-pilar ini menjadi arah kebijakan agar FAJI tidak hanya berbicara soal olahraga dan prestasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi bangsa dan negara. FAJI harus menjadi organisasi yang relevan dan berkelanjutan,” tegas Oni.

Dalam sambutannya usai terpilih, Oni menyampaikan harapannya agar seluruh elemen FAJI dapat terus menjaga soliditas dan bekerja bersama untuk memajukan olahraga arung jeram Indonesia.

“Amanah ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Saya mengajak seluruh Pengprov, atlet, pelatih, wasit, dan insan arung jeram Indonesia untuk terus bersatu dan bekerja bersama demi kemajuan FAJI,” ujarnya.

Munas FAJI 2026 dipimpin oleh Edy Candra (FAJI Jambi), Bandi Chairullah (FAJI Kalimantan Selatan), dan Hasballah (FAJI Aceh). Dari total 25 Pengprov FAJI, sebanyak 19 Pengprov hadir, sementara beberapa lainnya berhalangan, ditangguhkan, atau masih dalam proses peninjauan kepengurusan.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Soedarmo, menyampaikan apresiasi atas capaian FAJI selama periode 2021–2025. Ia menilai FAJI berhasil mencatatkan berbagai prestasi membanggakan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Keberhasilan arung jeram tampil pertama kali di PON XXI Aceh–Sumatera Utara, serta pencapaian sebagai runner-up di bawah Ceko pada IRF World Championship 2025 di Malaysia merupakan prestasi luar biasa,” ujar Soedarmo.

Ia juga mengapresiasi konsistensi FAJI dalam melakukan pembinaan, meski tidak memperoleh anggaran pemerintah. Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari tata kelola organisasi yang baik dan soliditas antara pengurus pusat dan daerah.

Soedarmo turut mendorong agar arung jeram tetap dipertandingkan pada PON 2028 Nusa Tenggara Timur–Nusa Tenggara Barat. Ia menyarankan PB FAJI untuk aktif melobi tuan rumah PON agar cabang olahraga arung jeram masuk dalam daftar pertandingan resmi.

“FAJI perlu berkomunikasi dengan KONI NTT dan NTB, karena mereka memiliki kewenangan dalam menentukan cabang olahraga tambahan di PON,” ujarnya.

Setelah terpilihnya Ketua Umum PB FAJI periode 2025–2029, Oni Junianto akan didampingi empat tim formatur, yakni Amalia Yunita, Hasballah, Arie Sudharisman, dan Bayu Wira, untuk menyusun kepengurusan lengkap PB FAJI yang ditargetkan rampung dalam waktu 30 hari ke depan.*

Prestasi Olimpiade Jadi Unggulan Atlet, Pelatih dan Cabor Terbaik SIWO Award 2025

January 5, 2026 by  
Filed under Olahraga

JAKARTA – Prestasi olimpiade menjadi barometer unggulan atlet dan pelatih terbaik SIWO Award 2025. Daftar kandidat yang akan dipilih jadi penerima anugerah olahraga tertinggi itu muncul setelah tim keabsahan SIWO Award 2025 merampungkan proses seleksi ketat terhadap puluhan atlet berprestasi Tanah Air.

SIWO Award diselenggarakan Komisi Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Pusat. Ajang ini sebagai bentuk apresiasi dari SIWO PWI kepada insan olahraga yang telah memberikan dedikasi terbaik.

Total 45 atlet putra dan putri masuk tahap penilaian yang dilakukan tim Keabsahan yang diinisiasi dari tiga unsur: KONI Pusat, mantan atlet, dan wartawan senior.

Penilaian dilakukan berdasarkan torehan prestasi sepanjang tahun 2025, mulai dari Kejuaraan Dunia dan Olimpiade, Asian Games, Kejuaraan Asia, SEA Games, single event Asia Tenggara, turnamen internasional resmi, turnamen invitational, hingga kejuaraan nasional.

Dari jumlah tersebut, tim keabsahan menyaring 29 atlet putra dan putri terbaik, serta 16 atlet junior putra dan putri. Proses seleksi dilakukan oleh tim keabsahan SIWO Award yang dikoordinir Syahnan Rangkuti, dibantu Sekretaris SIWO PWI Pusat, Wina Setyawatie.

Sementara untuk atlet Difabel ada 13 nama yang dijaring dan diseleksi. Mereka terdiri dari 7 atlet difabel putra dan 6 atlet difabel putri. Sementara untuk pelatih difabel ada 5 nama yang dijaring.

Tim Keabsahan terdiri dari wartawan olahraga nasional, unsur KONI Pusat, serta mantan atlet nasional, yakni Femi Diah (detik.com), Putra Tegar (CNN Indonesia), Iwan Kurniawan selaku Ketua Bidang Pengumpulan dan Pengolahan Data (Pullata) serta Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) KONI Pusat, serta Suryo Agung, mantan atlet nasional.

Koordinator Tim Keabsahan SIWO Award, Syahnan Rangkuti, menegaskan proses penentuan dilakukan dengan tolak ukur yang sangat ketat dan objektif.

“Proses ini tidak mudah. Tim bekerja berdasarkan data dan capaian prestasi yang terukur agar peraih penghargaan benar-benar mencerminkan kualitas dan konsistensi atlet serta pelatih,” ujarnya.

Syahnan menambahkan daftar unggulan ini merupakan hasil pengumpulan data berdasarkan algritma yang telah dibuat tim keabsahan.

“Hasil akhirnya ada pada dewan juri,” ungkap Syahnan, pengurus SIWO PWI Pusat.

 

Menurut Ketua SIWO PWI Pusat, Suryansyah, nama-nama yang sudah dijaring dan saring Tim Keabsahan telah diserahkan ke Dewan Juri. Kemudian, akan diseleksi kembali untuk menentukan yang terbaik dari lima nomenen yang terjaring dari Tim Keabsahaan.

“Kami berterima kasih kepada tim keabsahan yang telah bekerja maraton sejak November 2025. Mereka menjaring dan menyaring prestasi para atlet Indonesia yang berkompetisi sepanjang tahun 2025. Tim juga membuat ranking, namun siapa pemenangnya akan ditentukan oleh Dewan Juri,” ucap Suryansyah.

Untuk Dewan Juri sendiri terdiri dari Gungde Ariwangsa (wartawan senior), Mohamad Kusnaeni (pengamat olahraga nasional), serta Gugun Yudinar, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Pusat.

Berikut nama-nama unggulannya:

Lima Unggulan Atlet Putra Terbaik SIWO Award 2025 (berdasarkan abjad)

  1. Kiromal Katibin – Panjat Tebing
  2. Rashif Amila Yaqin – Triathlon
  3. Rizki Juniansyah – Angkat Besi
  4. Robi Syianturi – Atletik
  5. Seraf Naro Siregar – Wushu

Unggulan Atlet Putri Terbaik SIWO Award 2025 (berdasarkan abjad)

  1. Desak Made Rita Kusuma Dewi – Panjat Tebing
  2. Dina Aulia – Atletik
  3. Janice Tjen – Tenis
  4. Martina Pratiwi – Triathlon
  5. Odekta Naibaho – Atletik

Unggulan Atlet Harapan Putra SIWO Award 2025 (berdasarkan abjad)

  1. Ardana Cikal Damarwulan – Panjat Tebing
  2. Basral Graito Hutomo – Skateboard
  3. Evandra Florasta – Sepak Bola
  4. Jason Donovan Yusuf – Renang
  5. Moh. Zaki Ubaidillah – Bulutangkis

Unggulan Atlet Harapan Putri SIWO Award 2025 (berdasarkan abjad)

  1. Alma Ariella Tsany – Panjat Tebing
  2. I Gusti Ayu Kristabella – Basket
  3. Kayla Nadia Shafa – Triathlon
  4. Luluk Diana Tri Wijayan – Angkat Besi
  5. Masniari Wolf – Renang

Unggulan Pelatih Terbaik SIWO Award 2025 (berdasarkan abjad)

  1. Cali Amaral – Pelatih Triathlon
  2. Dwi Janarto – Pelatih Atletik
  3. Hendra Basir – Pelatih Panjat Tebing
  4. Nova Ariyanto – Pelatih Sepak Bola
  5. Triyatno – Pelatih Angkat Besi

Unggulan Atlet Putra Difabel (berdasarkan Abjad)

  1. Abdil Majid Rahma (Pararenang)
  2. Hikmat Ramdani (Parabadminton)
  3. I Kadek Dwi Purwana (Paraatletik)
  4. Ken Swagumilang (Parapanahan)
  5. Muhammad Bintang Satria Herlangga (Boccia)
  6. Tifan Abid Alana (Paracycling)
  7. Yayang Gunaya (Paratenismeja)

Unggulan Atlet Putri Difabel

  1. A Delima Yunia Susanti (Parapowerlifting)
  2. Gischa Zayana (Boccia)
  3. Karisma Evi Tiarani (Paraatletik)
  4. Leli Marlina (Paratenismeja)
  5. Qonitah Ikhtiar Syakuroh (Parabadminton)
  6. Siti Alfiah (Pararenag)

Unggulan Pelatih Terbaik Difabel

  1. Abdul Azis, Paraatletik
  2. Andrian Margatha Kasih (Boccia)
  3. Bangun Sugito (Paratenis meja)
  4. Dinda Ayu Sekartaji (Pararenang)
  5. Hary Susanto (Parabadminton)

Unggulan Cabang Olahraga (Cabor) Terbaik

  1. Angkat Besi
  2. Atletik
  3. Dayung
  4. Judo
  5. Panjat Tebing
  6. Triathlon
  7. Wushu

Unggulan Atlet Inpsiratif (berdasarkan abjad)

  1. Basral Graito (skateboard)
  2. Dewi Laila Mubarokah(menembak)
  3. Hendro Yap (atletik)
  4. Janice Tjen (tenis)
  5. Rilus Siko (sepak bola amputasi)

Untuk penghargaan SIWO Award 2025 kali ini, SIWO PWI Pusat menambahkan satu penghargaan lagi, yakni Atlet Inspirasi.

“Penghargaan ini melihat perjuangan atlet yg bisa memberikan motivasi atau dorongan positif dalam mencapai prestasi lewat semangat, ketekunan dan nilai-nilai luhur,” ungkap Suryansyah lagi.

Dengan daftar unggulan ini, persaingan menuju SIWO Award 2025 dipastikan semakin sengit. Publik olahraga nasional kini tinggal menunggu satu momen paling ditunggu. Insan olahraga terbaik akan dinobatkan sebagai penerima SIWO Award 2025 pada 8 Februari 2026 saat peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Serang, Banten.

Munas FAJI Agendakan Pemilihan Ketua Umum

January 5, 2026 by  
Filed under Olahraga

JAKARTA – Menandai berakhirnya masa kepengurusan Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (PB FAJI) periode 2021–2025, FAJI akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) PB FAJI pada 4–5 Januari 2026 di Jakarta. Agenda utama Munas tersebut adalah pemilihan Ketua Umum PB FAJI periode 2025–2029.

Tahapan penjaringan calon Ketua Umum PB FAJI telah dilaksanakan sejak 27 November hingga 25 Desember 2025. Selanjutnya, peserta diberikan waktu perbaikan administrasi pada 26–29 Desember 2025, sebelum memasuki tahap verifikasi dokumen yang berlangsung pada 30–31 Desember 2025.

Salah satu syarat utama pencalonan adalah memperoleh dukungan minimal dari lima pengurus provinsi (Pengprov) FAJI serta menyertakan surat izin dari atasan langsung bagi calon yang berstatus aparatur negara atau prajurit aktif. Selain itu, calon juga wajib memenuhi ketentuan administratif lainnya. FAJI tidak menetapkan batasan usia maupun latar belakang pengalaman di cabang olahraga arung jeram.

Dalam proses penjaringan tersebut, tercatat enam orang mengambil formulir pendaftaran calon Ketua Umum PB FAJI periode 2025–2029. Namun hingga batas akhir pengembalian formulir, hanya satu kandidat yang menyerahkan berkas pendaftaran.

Pada 1 Januari 2026, Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) secara resmi mengumumkan hasil verifikasi bakal calon Ketua Umum PB FAJI. Hasilnya, Mayor Jenderal TNI (Mar) Oni Junianto dinyatakan lolos verifikasi dan memenuhi seluruh persyaratan pencalonan.

“Saudara Oni telah memenuhi persyaratan secara administratif. Ia mendapatkan dukungan dari 14 Pengprov dari total 25 Pengprov FAJI, dan seluruh surat dukungan dinyatakan sah. Mengingat beliau merupakan anggota aktif TNI, surat izin dari Pangkormar juga telah dipenuhi,” ujar Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan PB FAJI, Hendri Wijaya, Minggu (4/1/2026).

Sebelum memasuki agenda pemilihan Ketua Umum PB FAJI yang baru, Munas terlebih dahulu akan mengagendakan penyampaian laporan pertanggungjawaban Ketua Umum PB FAJI periode 2021–2025, Mayjen TNI (Purn.) Saud F. Tambatua, yang dilanjutkan dengan pandangan umum peserta sidang.

Selama empat tahun masa kepengurusan, PB FAJI telah melaksanakan berbagai kegiatan strategis baik di dalam maupun luar negeri. Sejumlah program kerja nasional di antaranya Rapat Kerja Nasional (Rakernas) serta Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Arung Jeram 2022 di Sungai Pekalen, Probolinggo. Babak Kualifikasi PON di 2023, Kejurnas 2024 di Sungai Ciliwung, Jakarta, yang juga menjadi bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh–Sumatera Utara 2024.

 

Pada PON XXI Aceh–Sumut 2024, cabang olahraga arung jeram untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam ajang multievent olahraga nasional. PB FAJI turut berperan aktif dalam pelaksanaan kejuaraan tersebut dengan menerapkan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Di luar bidang kompetisi olahraga, PB FAJI juga memperluas perannya melalui kerja sama kebencanaan dan pelatihan. Kolaborasi dilakukan bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Palang Merah Indonesia (PMI) dalam pelatihan swift water rescue dan pembentukan Satuan Tugas Banjir dan Kebencanaan FAJI (FASTRAC).

Kemudian Koordinasi Respon Bencana Banjir (2022-2025), Rescue Insiden di Arus Deras, dan juga partisipasi dalam kegiatan konservasi.

Selain itu, PB FAJI terlibat dalam penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bagi pemandu arung jeram, berperan dalam pembuatan Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 6 Tahun 2025 tentang Standar Kegiatan Usaha, Tata Cara Pelaksanaan Pengawasan, dan Sanksi Administratif pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Pariwisata, serta peningkatan kualitas sistem pendataan dan informasi atlet, wasit, dan pelatih sebagai bagian dari penguatan tata kelola organisasi.

Kemudian di level internasional, PB FAJI juga berperan untuk pendampingan IRF Assesor WRC 2027, lalu dukungan juri, course design, wasit & volunter IRF WRC 2025. PB FAJI juga membawa kontingen Tim Arung Jeram Indonesia World Rafting Championship 2025 yang digelar di Sungai Kampar, Perak, Malaysia pada 2–6 Desember 2025.

Tim arung jeram Indonesia diwakili oleh FAJI DKI Jakarta, FAJI Lumajang, FAJI Gresik, FAJI Sidoarjo, dan FAJI Surabaya, FAJI Kabupaten Tangerang, dan FAJI OKU Selatan. Di Kejuaraan Dunia, Indonesia mencatat prestasi luar biasa dengan menempati peringkat kedua klasemen umum, di bawah Republik Ceko, setelah mengumpulkan total 5 emas, 10 perak, dan 7 perunggu di berbagai nomor.

Salah satu pencapaian historis dalam kejuaraan dunia tersebut adalah emas pertama Indonesia di nomor open putri slalom, yang sebelumnya hampir selalu dikuasai oleh tim Eropa, Amerika Latin, atau New Zealand.

Munas PB FAJI 2025 diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penentu arah pembinaan arung jeram Indonesia untuk periode empat tahun ke depan.*

Olahraga Virtual Kian Diminati Generasi Digital

January 1, 2026 by  
Filed under Olahraga

Perkembangan teknologi kesehatan digital mendorong perubahan signifikan dalam cara masyarakat menjaga kebugaran. Wearable technology seperti smartwatch dan fitness tracker yang terintegrasi dengan aplikasi personalisasi diet dan olahraga virtual kini semakin diminati, terutama oleh generasi muda yang menginginkan pendekatan kesehatan yang praktis, fleksibel, dan berbasis data.

Perangkat wearable memungkinkan pengguna memantau kondisi tubuh secara real time, mulai dari jumlah langkah, detak jantung, kualitas tidur, hingga estimasi kalori yang terbakar. Data tersebut kemudian diolah oleh aplikasi kesehatan untuk menyusun rekomendasi olahraga dan pola makan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.

Tren ini diperkuat oleh hasil penelitian ilmiah. Studi systematic review yang dipublikasikan dalam The Lancet Digital Health pada 2022 mengungkapkan penggunaan wearable activity tracker terbukti mampu meningkatkan aktivitas fisik harian hingga sekitar 20–30 persen, dibandingkan individu yang tidak menggunakan perangkat serupa. Penelitian tersebut menilai ribuan partisipan dari berbagai negara dengan durasi pemantauan jangka menengah hingga panjang.

Sementara itu, riset lain yang dirilis Journal of Medical Internet Research (JMIR) menyebutkan bahwa pemantauan detak jantung, aktivitas fisik, dan pola tidur melalui wearable device berkontribusi pada peningkatan kesadaran kesehatan serta kepatuhan terhadap gaya hidup aktif. Aplikasi yang terhubung dengan perangkat tersebut dinilai efektif membantu pengguna mengatur ritme olahraga dan asupan nutrisi secara lebih terukur.

Manfaat wearable technology juga disoroti oleh American Heart Association (AHA). Dalam publikasinya, AHA menyatakan bahwa pemantauan detak jantung dan aktivitas fisik secara konsisten dapat membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, terutama bila dikombinasikan dengan perubahan gaya hidup sehat yang berkelanjutan.

Tren olahraga virtual ini turut dirasakan langsung oleh kalangan muda. Ira (23), mahasiswa sekaligus pekerja lepas di Samarinda, mengaku terbantu dengan penggunaan smartwatch dan aplikasi olahraga digital dalam menjaga kebugarannya.

“Awalnya cuma pengin lebih rajin gerak. Tapi setelah pakai smartwatch dan aplikasinya, jadi lebih sadar sama pola makan dan jam olahraga. Rekomendasinya juga sesuai kondisi tubuh, jadi nggak asal ikut tren,” ujar Ira saat diwawancarai.

Menurut Ira, pendekatan personal menjadi keunggulan utama dibandingkan metode olahraga konvensional. “Rasanya kayak punya pelatih pribadi virtual. Kalau kurang tidur atau aktivitas lagi turun, aplikasinya langsung ngasih saran yang lebih realistis,” tambahnya.

Dari sisi ilmiah, personalisasi berbasis data dinilai lebih efektif dibandingkan program diet dan olahraga yang bersifat umum. Studi dalam jurnal Nature Digital Medicine menjelaskan bahwa respons tubuh terhadap pola makan dan latihan sangat bervariasi antarindividu. Oleh karena itu, rekomendasi yang disesuaikan dengan data biometrik pengguna cenderung meningkatkan kepatuhan dan hasil kesehatan jangka panjang.

Meski demikian, para ahli mengingatkan pentingnya literasi digital dalam pemanfaatan teknologi kesehatan. Data yang dihasilkan wearable device sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya acuan, terutama bagi individu dengan kondisi medis tertentu, tanpa disertai konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.

« Previous PageNext Page »

  • vb