Aisha Kamila Gaungkan Lagu Sunda Lewat Lomba Nyanyi Nasional 2026

February 14, 2026 by  
Filed under Profil

Mini album “Sosobatan” milik Aisha Kamila, sekaligus wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat terbaik mereka dalam membawakan lagu berbahasa Sunda.

Vivaorneo.com, Bandung – Industri musik Tanah Air kembali diramaikan dengan hadirnya Lomba Nyanyi Nasional bertajuk “Suaramu Jadi Juaranya”. Lomba nyanyi lagu berbahasa Sunda yang digagas oleh label TemanHebat Records bersama BelajarMusiks tersebut berkenaan dengan rilisnya mini album “Sosobatan” milik Aisha Kamila, sekaligus wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat terbaik mereka dalam membawakan lagu berbahasa Sunda.

Pendaftaran lomba resmi dibuka mulai 15 Februari 2026 dan pendaftarannya tidak dipungut biaya alias gratis. Peserta berusia 5–17 tahun dapat mengirimkan video bernyanyi lagu bebas ke nomor 081914577088 serta mengikuti akun Instagram @aishakamilasuperkids dan @lomba.nyanyi, dengan batas akhir pengiriman pada 30 Maret 2026.

Babak Grand Final akan digelar secara live melalui Instagram @lomba.nyanyi pada 5 April 2026. Para finalis wajib membawakan salah satu lagu dari album Sosobatan untuk memperebutkan total hadiah jutaan rupiah dan kesempatan rekaman eksklusif bersama label.

Setelah sukses meluncurkan mini album Sosobatan, Aisha Kamila kini bersiap menghadirkan video klip resmi yang memadukan kekayaan budaya Sunda dengan sentuhan modern yang chic dan relevan bagi generasi masa kini. Video klip tersebut tidak hanya menjadi pelengkap karya musiknya, tetapi juga dirancang sebagai media promosi budaya yang kuat secara visual.

Dengan konsep artistik yang kental nuansa Pasundan namun tetap segar dan stylish, video klip tersebut diharapkan mampu mempertegas pesan persahabatan dan identitas budaya yang terkandung dalam mini album tersebut. Perpaduan harmonis antara musik berkualitas dan estetika budaya Sunda akan menjadi suguhan istimewa yang sayang untuk dilewatkan.

Bagi Aisha Kamila, atau yang akrab disapa Neng Pasundan, merilis album berbahasa Sunda adalah kebanggaan yang tak terlukiskan. “Rasa bangganya luar biasa, bahkan sulit diungkapkan dengan kata-kata. Album ini adalah cara Aisha berkata, ‘Ini saya, Neng Pasundan’, dan saya bangga dengan jati diri saya,” ungkapnya penuh haru.

Di tengah dominasi lagu berbahasa Indonesia dan asing, Aisha justru merasa terpanggil untuk menghadirkan warna berbeda melalui bahasa daerah. Menurutnya, bahasa Sunda memiliki estetika yang lembut dan indah, serta dapat dikemas secara modern tanpa kehilangan ruh tradisinya. Melalui Sosobatan, ia ingin membuktikan bahwa lagu daerah tidak pernah kuno dan tetap relevan di telinga generasi muda.

Lewat ajang Lomba Nyanyi Nasional Bahasa Sunda, Aisha juga menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda agar tidak pernah merasa malu menggunakan bahasa daerah. “Bahasa daerah adalah kekayaan yang tidak dimiliki bangsa lain. Kalau bukan kita yang melestarikan lewat karya, siapa lagi?” ujarnya penuh semangat, mengajak anak-anak muda untuk tampil percaya diri.

Aisha juga menegaskan bahwa musik adalah bahasa universal yang mampu menjangkau berbagai kalangan tanpa batas. Ia berharap gerakan bersama melalui musik dapat membuat budaya Sunda tetap hidup dan berkembang di tengah arus globalisasi. Baginya, lomba tersebut bukan sekadar kompetisi, tetapi ajang silaturahmi untuk memperkuat akar budaya di mana pun berada.

Dukungan penuh juga datang dari sang ayah, Sendi Setia Permadie, yang merasa terharu melihat putrinya konsisten membawa identitas Sunda dalam setiap karya. “Di tengah gempuran budaya luar yang begitu kuat, melihat Aisha membawa misi melestarikan budaya Sunda adalah sebuah anugerah,” tuturnya bangga.

Sejak kecil, keluarga Aisha memang menanamkan nilai-nilai Sunda dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui bahasa maupun sikap. Fondasi tersebutlah yang membentuk Aisha menjadi pribadi modern yang tetap berakar kuat pada budaya asalnya, menjadikan musik sebagai jembatan antara tradisi dan masa depan.

Sementara itu, Rulli Aryanto selaku Produser Aisha Kamila dan pemilik TemanHebat Records bersama BelajarMusiks menjelaskan bahwa produksi album Sosobatan merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam mempromosikan karya lokal. Lomba nyanyi yang digelar menjadi program rutin yang terbukti efektif dalam memperkenalkan artis dan karya mereka ke masyarakat luas.

Menurutnya, peran industri musik dalam menjaga eksistensi bahasa daerah sangatlah penting, terutama di era digital saat sekarang ini. Bahasa adalah identitas, dan melalui lagu, bahasa ibu dapat diperkenalkan hingga ke panggung global tanpa harus menutup diri dari bahasa asing.

Rulli pun optimistis bahwa masyarakat Sunda di seluruh Indonesia akan memberikan dukungan penuh terhadap ajang tersebut. Dengan potensi besar dan kekayaan budaya yang luar biasa, ia meyakini bahwa musik dapat menjadi langkah nyata dalam mengangkat bahasa Sunda ke level yang lebih luas dan membanggakan.

“Jangan lewatkan kemeriahan Lomba Nyanyi Nasional Bahasa Sunda dan peluncuran video klip terbaru Aisha Kamila. Mari bersama-sama merayakan karya, budaya, dan semangat persahabatan dalam balutan musik Sunda yang modern dan membanggakan,” ujar Rulli. (Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

Link Album Sosobatan milik Aisha Kamila: https://www.youtube.com/playlist?list=PL0sHtBUBXtxv6cmqxRgvwdeUFOexjHS8M

 

Ratu Magdalena, Sosok Tangguh di Balik Ormas DPP Kawan Gepak

July 30, 2025 by  
Filed under Profile

SAMARINDA – Sosok perempuan tangguh bernama lengkap Ratu Magdalena kini dikenal luas sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Kawan Gepak, sebuah organisasi masyarakat (ormas) yang aktif di Kalimantan. Lahir di Balikpapan, 12 Desember 1982, ia menghabiskan masa kecil hingga dewasa di Kota Samarinda, tepatnya di kawasan Sempaja Lestari, Kecamatan Samarinda Utara.

Ratu Magdalena

Darah kebangsawanan Kutai mengalir dari garis ibunya, almarhumah Aji Rusmiah, yang merupakan kerabat Kerajaan Kutai. Sedangkan sang ayah, almarhum Abdullah Sani, berasal dari suku Dayak Bakumpai, salah satu suku asli Kalimantan yang dikenal dengan karakter keras dan penuh loyalitas.

Meski berasal dari latar belakang keluarga yang kuat secara kultural, perjalanan Ratu Magdalena bukan tanpa perjuangan. Sejak kecil ia sudah dibentuk lingkungan yang menuntut kemandirian. Salah satu kenangan masa kecil yang masih membekas adalah saat ia belajar mengendarai sepeda dan terjatuh ke selokan.

“Badan penuh lumpur. Tapi justru dari situ saya belajar bangkit,” ujarnya sambil tersenyum.

Pendidikan formalnya pun tak main-main. Ratu telah menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum di salah satu universitas ternama di Indonesia. Saat ini, ia juga sebagai master hypnotherapist ilmu yang ia dalami agar membantu orang-orang yang bergelut dengan tekanan hidup dan stres berat.

“Saya ingin menjadi tempat pulang bagi mereka yang kehilangan arah. Setidaknya bisa membantu dengan pendekatan yang lebih menyentuh sisi batin,” katanya.

Namun, dunia spiritual bukanlah hal baru baginya. Selama 12 tahun terakhir, ia dikenal sebagai praktisi spiritual Kalimantan yang kerap dimintai bantuan dalam berbagai urusan non-medis. Dari penyembuhan energi hingga terapi trauma, Ratu menjalankannya sebagai bentuk pelayanan sosial.

Ratu Magdalena, sosok tangguh dibalik ormas DPP Kawan Gepak

Sejak 2016, ia mulai serius terjun di dunia organisasi masyarakat. Bukan sekadar formalitas, tetapi benar-benar sebagai jalan perjuangan.

“Saya ingin Kawan Gepak tidak hanya hadir sebagai simbol, tapi menjadi ruang aman dan kuat untuk semua lapisan masyarakat, terutama perempuan,” tegasnya.

Baginya, perempuan di era modern harus mampu menjadi pribadi yang kuat, tangguh, dan multitalenta. Ia percaya, setiap perempuan memiliki kekuatan tersembunyi yang perlu dibangkitkan.

“Harapan saya, ke depan Kawan Gepak bisa jadi wadah bagi perempuan-perempuan yang dulu dianggap lemah untuk bangkit dan mandiri,” ucapnya.

Ratu Magdalena bukan hanya seorang pemimpin organisasi. Ia adalah refleksi dari semangat perempuan Kalimantan yang mengakar pada budaya, terbang tinggi dengan ilmu, dan memimpin dengan empati. Dari selokan masa kecilnya, kini ia berdiri tegak menginspirasi, menggerakkan, dan terus menyalakan cahaya harapan bagi banyak orang. (yud)

Rahmi Zahratunnisa, Siswi Berbakat Wakili Samarinda di Ajang Putri Muslimah Kalimantan Timur

May 27, 2025 by  
Filed under Profile

Rahmi Zahratunnisa

SAMARINDA – Rahmi Zahratunnisa, seorang siswi Madrasah Aliyah Negeri 2 Samarinda, terpilih sebagai salah satu dari 12 finalis Putri Muslimah Kalimantan Timur 2025 yang mewakili Kota Samarinda. Ajang ini akan berlangsung hingga Grand Final pada Jumat, 30 Mei 2025 di Lamin Etam, Komplek Kantor Gubernur.

Rahmi, yang lahir 10 Oktober 2007, memiliki berbagai prestasi dan aktivitas yang membanggakan. Ia adalah seorang atlet FOPI Kota Samarinda yang aktif mengikuti kejuaraan provinsi dan berhasil membawa Kota Samarinda ke podium. Selain itu, ia juga memiliki hobi berlari, bulutangkis, dan panahan.

Selain sebagai atlet, Rahmi juga aktif dalam organisasi sekolah, seperti Ketua 2 OSIS, Koordinator PMR, dan kepanitiaan event-event sekolah. Ia juga dipercaya sebagai Sekretaris Bidang Syiar Media di IRMA Masjid Jami’ Al Maruf Kota Samarinda. Rahmi memiliki keahlian di bidang desain grafis dan editing konten, serta minat pada bahasa Arab yang membuatnya diamanahkan menjadi Ketua Ekstrakurikuler Bahasa Arab di MAN 2 Samarinda.

Dalam ajang Putri Muslimah Kalimantan Timur 2025, Rahmi telah mengikuti karantina di Grand Verona Hotel pada 12-13 Mei 2025 dengan materi public speaking, personal branding, pariwisata, kesehatan gigi, dan kecantikan kulit, serta psikologi, interview, dan beauty class. Ia juga mengikuti latihan koreografi untuk malam grand final bersama Coach Dolly.

Rahmi juga berhasil menjadi winner Top 3 Video Profile Putri Muslimah Kalimantan Timur 2025 dan membawakan tarian Mandau pada saat Talent Show di Mall City Centrum pada 17 Mei 2025.

Dengan berbagai prestasi dan aktivitas yang telah diraihnya, Rahmi Zahratunnisa diharapkan dapat membawa nama baik Kota Samarinda dalam ajang Putri Muslimah Kalimantan Timur 2025. Grand Final akan diselenggarakan pada Jumat, 30 Mei 2025 di Lamin Etam, Komplek Kantor Gubernur. (**)

Emansipasi Perempuan Tak Pernah Padam

April 25, 2025 by  
Filed under Profile

Raden Ajeng Kartini adalah sosok pahlawan nasional Indonesia yang dikenal sebagai pelopor emansipasi wanita. Ia memperjuangkan kesetaraan hak dan kesempatan bagi perempuan di tengah masyarakat yang membatasi peran mereka. Perjuangannya pada saat itu sangat menginspirasi gerakan perempuan hingga saat ini. Salah satunya adalah Intan Vicky Maharani, perempuan masa kini yang semangat dan perjuangannya seakan menjadi cerminan nilai-nilai yang pernah diperjuangkan Kartini.

Intan, perempuan asal Yogyakarta yang lahir pada 1 Juni 1998, merupakan seorang istri dan ibu dari satu anak yang kini bekerja di industri sawit yang kerap didominasi oleh laki-laki. Bekerja di PT Sumber Kharisma Persada (SKP) dan PT Cipta Narada Lestari (CNL), anak usaha dari PT Astra Agro Lestari (AAL), ia memulai karirnya pada Desember 2022.

Intan Vicky Maharani

Dalam perannya sebagai Asisten Keuangan, Intan bertanggung jawab mendukung tugas-tugas administrasi dan operasional di bidang keuangan, mulai dari pengelolaan pembayaran, penyusunan laporan keuangan, hingga memastikan setiap detail keuangan perusahaan berjalan dengan baik. Tugas tersebut menuntut ketelitian, konsistensi, dan komunikasi yang efektif.

Bekerja di kebun sawit bukanlah hal mudah, apalagi bagi seorang perempuan. Intan menghadapi tantangan tersendiri, terutama ketika harus memimpin tim yang jauh lebih berpengalaman. Namun, alih-alih gentar, ia menjadikan tantangan ini sebagai peluang untuk belajar dan bertumbuh. “Tantangan terbesar saya adalah saat harus memimpin orang-orang yang pengalamannya jauh lebih banyak dari saya. Tapi justru dari sana saya belajar bagaimana menjadi pemimpin yang mendengar, bijak, dan tangguh,” ungkapnya. Dari sini pula, lahir kekuatan baru dalam dirinya.

Pengalaman di kebun membentuk pandangan dan jiwanya. Rutinitas pagi yang berbeda menjadi bagian yang paling berkesan. “Bangun sebelum fajar, menyaksikan kabut menyelimuti pohon-pohon sawit, dan ditemani suara burung menjadi pengalaman yang sulit ditemukan di kantor biasa. Di sini, alam menjadi rekan kerja yang setia,” katanya.

Keputusan untuk tetap berkarier jauh dari keluarga tentu bukan hal mudah. Namun bagi Intan, inilah bentuk tanggung jawab dan pengabdian. “Bekerja di lingkungan yang mayoritas laki-laki dan jauh dari keluarga itu berat. Tapi saya percaya, dengan tekad dan semangat belajar, kita bisa berkembang di mana pun. Jarak bukan penghalang, tapi motivasi,” ujarnya penuh keyakinan. Keyakinan itu terus ia genggam, terlebih saat dihadapkan pada pandangan yang sering kali menempatkan perempuan dalam batasan-batasan sempit.

Sebagai seorang istri dan ibu, Intan sering dihadapkan pada pandangan konservatif bahwa perempuan sebaiknya berada di rumah. Namun ia menyikapi hal ini dengan bijak. “Setiap perempuan berhak memilih jalan hidupnya. Ada yang bahagia dan merasa terpenuhi dengan mengurus rumah dan keluarga sepenuhnya. Ada juga yang menemukan makna hidupnya lewat kariernya. Keduanya sah, asalkan keputusan itu diambil dengan sadar dan bukan karena tekanan sosial,” katanya. Menurutnya bekerja bagi perempuan bukan hanya soal ekonomi, tapi bentuk kontribusi terhadap diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Emansipasi bukan sekadar kebebasan fisik, tapi kebebasan memilih dan tumbuh tanpa kehilangan jati diri.

Dilema antara tanggung jawab keluarga dan keinginan untuk terus berkarir pernah dirasakannya. Namun, ia belajar bahwa kunci utamanya adalah penyusunan prioritas dan komunikasi yang sehat dengan keluarga. Menurutnya, kualitas waktu bersama anak dan keluarga jauh lebih penting dibanding kuantitas semata. Prinsip inilah yang membuatnya tetap mampu menjalani dua peran dengan harmonis.

Emansipasi perempuan, dalam pandangan Intan, bukan hanya soal bekerja atau kebebasan untuk beraktivitas di luar rumah, melainkan tentang kebebasan untuk menentukan pilihan hidup sendiri tanpa kehilangan jati diri. Ia percaya bahwa menjadi mandiri dan tetap terhubung secara emosional dengan keluarga adalah bentuk kekuatan khas perempuan.

Di lingkungan kerja yang penuh tantangan, ia membuktikan bahwa perempuan juga mampu menunjukkan kinerja profesional, memberikan solusi, dan tetap tenang di bawah tekanan. Keberadaannya di sektor yang mayoritas diisi oleh laki-laki sudah menjadi bentuk kontribusi terhadap perubahan pola pikir masyarakat. Sebuah proses yang perlahan, tapi terus menunjukkan hasil nyata.

Komentar negatif dan stereotip terhadap peran perempuan dalam dunia kerja tidak luput ia hadapi. Namun, ia memilih untuk tetap tenang dan memberikan pemahaman bahwa keputusan yang diambil adalah hasil kesepakatan bersama dalam keluarga, bukan semata-mata keputusan pribadi. “Saya katakan, setiap keluarga punya cara masing-masing. Ini pilihan kami, dan kami menjalaninya dengan saling percaya,” ucap Intan.

Bagi perempuan lain yang masih ragu mengejar impian karena merasa terhalang oleh peran domestik, Intan memberikan pesan bahwa mimpi tidak perlu dimatikan. Ia percaya bahwa keduanya bisa berjalan beriringan selama dijalani dengan kesadaran, komunikasi, dan rasa cinta yang tulus.

Menurutnya, cara terbaik agar perempuan tetap berdaya tanpa mengabaikan nilai-nilai keluarga adalah dengan menjadikan keluarga sebagai motivasi utama. Mandiri bukan berarti menjauh, tetapi justru memperkuat pondasi keluarga melalui pencapaian yang membawa dampak positif.

Saat ditanya apa yang akan dikatakan R.A. Kartini jika melihat perjalanannya hari ini, mata Intan tampak berkaca. “Mungkin beliau akan bilang, kamu tidak hanya meneruskan perjuanganku, tapi telah membawanya ke tempat yang lebih tinggi,” kata Intan. Sebuah refleksi yang menandakan bahwa perjuangan Kartini tak pernah benar-benar selesai, tetapi terus hidup dalam jiwa-jiwa seperti Intan.

Intan tahu, ia tidak sempurna. Ia bukan pahlawan. Tapi ia adalah simbol bahwa perempuan bisa kuat tanpa harus kehilangan kelembutan, bisa rindu tanpa kehilangan semangat, bisa menjadi istri dan ibu yang penuh cinta sekaligus profesional yang berdedikasi. (*)

Alfia Rahmah dari Kaltim, Juara 4 MTQ Internasional Tijan Annur 2024 Qatar

February 28, 2025 by  
Filed under Profile

MTQ Internasional Tijan Annur Qotar, adalah ajang MTQ Internasional yang digelar setiap tahun. Dilaksanakan di Doha, Qatar. Ajang ini untuk mencari bakat para Qari/Qariah tingkat anak-anak, usia 9 – 13 tahun. Ajang ini bisa diikuti oleh peserta dari berbagai negara. Peserta bisa mendaftar secara mandiri. Tidak melalui jalur Pemerintah.

Alfia mengikuti MTQ internasional tijannur pada bulan Januari 2024

MTQ Internasional ini diawali Bulan Agustus 2023, Alfia Rahmah, asal Samarinda, Kalimantan Timur, termasuk salah satu peserta dari lebih sepuluh ribu peserta dari 50 negara di dunia. Pada tahap awal kegiatan dilaksanakan secara daring.

Dari peserta yang mengikuti seleksi secara daring (online), panitia memilih 16 besar dari berbagai negara. Seingat Alfia ada 9 negara yang masuk peringkat 16 besar, yaitu Indonesia, Amerika, Mesir, Maroko, Irak, Filipina, Suriah, Bangladesh, dan Malaysia. Dari Indonesia yang masuk 16 besar (babak semi final) sebanyak 6 orang.

Negara Indonesia merupakan peserta terbanyak. Selebihnya yang 10 orang berasal dari 8 (delapan) negara.Seluruh  peserta yang lolos 16 besar diundang untuk mengikuti seleksi per kelompok 4 orang. Masing-masing kelompok diambil terbaik satu untuk dipertandingkan pada babak final.

Pada babak final, walaupun belum memperoleh peringkat pertama. Alfia sudah bisa membuktikan, anak Kaltim mampu menembus peringkat empat di ajang MTQ Internasional Tijan Annur. Ia mampu menyisihkan ribuan peserta dari 50 negara di  dunia, yang berlangsung di Qatar. Sebuah Negara Timur Tengah, yang terletak di Semenanjung Arab, Asia Barat.

Dikatakan Alfia menjelaskan, peserta yang masuk 16 besar semua biaya pesawat PP dari negara asal dan akomodasi ditanggung panitia, termasuk satu orang pendamping/orang tua. Kebahagiaan tersebut bukan hanya Alfia rasakan, tapi juga dirasakan ayah Alfia, sebagai pendamping.

Alfia juga sempat diundang dan diterima Duta Besar Indonesia untuk Qatar, Ridwan Hassan beserta istri di kediaman resmi, di Doha, Qatar.

“Wah senang sekali,” aku Alfia.

Ajang MTQ Internasional Tijan Annur Qotar tingkat anak-anak tidak membedakan kelompok putra dan putri, jadi saingannya cukup ketat. Keluar sebagai juara pertama, Muhammad Najmi Alvaro, dari Barito Timur, Kalimantan Tengah (Indonesia). Juara kedua, Muhammad Asgar dari Filipina. Juara ketiga, Muhammad Ahib dari Suriah, dan juara keempat, Alfia Rahmah, dari Samarinda, Kaltim (Indonesia). Alfia, satu-satunya peserta perempuan yang masuk babak final (empat besar).

Berapa hadiah sebagai juara keempat?

“20 ribu riyal,” kata Alfia.

Jika dikurskan dengan nilai rupiah per satu riyal sama dengan 4.300 rupiah, maka hadiah tersebut setara dengan Rp.86 juta. (MJE)

Next Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1343948
    Users Today : 5979
    Users Yesterday : 5462
    This Year : 280458
    Total Users : 1343948
    Total views : 12201533
    Who's Online : 42
    Your IP Address : 216.73.216.15
    Server Time : 2026-02-17