Kalangan Pers Berduka, Bendahara Umum PWI dan SMSI Kaltim Tutup Usia

September 27, 2021 by  
Filed under Profile

Henny

SAMARINDA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI ) Provinsi Kalimantan Timur dan kalangan pers di seluruh provinsi di Tanah Air berduka.

Henny binti Amir Jafar Thalib, bendahara umum PWI dan SMSI Kaltim meninggal dalam usia 45 tahun di Rumah Sakit Samarinda Medika Citra (SMC), Minggu, (26/9/2021) karena penyakit yang dideritanya belakangan ini.

Almarhumah lahir di Samarinda 7 Maret 1976. Selain menjabat sebagai bendahara umum PWI Kaltim, juga menjabat sebagai Senior Manager Kaltim Post. Ia juga dipercaya sebagai bendahara umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Timur.

Ketua PWI Kaltim Endro S. Efendimengucapkan belasungkawa dan ikut berduka cita atas wafatnya pengurus terbaik PWI Kaltim ini. “Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhumah dan memberi tempat terbaik,” ujarnya.

Tersebarnya kabar meninggalnya Henny melalui jaringan komunikasi organisasi WhatsApp PWI Pusat dan PWI Peduli, diwarnai pernyataan duka cita serta doa untuk Henny, mulai dari Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari dan Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi hingga jajaran pengurus lainnya.

“Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Semoga almarhumah mendapat tempat di sisiNya. Aamiin,” demikian Atal S. Depari turut mendoakan Henny.

Bagi Endro, almarhumah sosok yang sangat bertanggung jawab. Di sela-sela kesibukannya sebagai direktur Senior di Kaltim Post, almarhumah masih menyempatkan diri membantu jalannya organisasi PWI Kaltim.

Abdurrahman Amin, Ketua SMSI Kaltim juga merasa kehilangan sosok yang memiliki integritas tinggi dan loyal terhadap organisasi.

“Dalam menjalankan tugas pekerjaan di perusahaan dan organisasi selalu dilaksanakan dengan tanggung jawab penuh,” kata Abdurrahman.

Berita duka itu juga menyebar di jaringan komunikasi online organisasi SMSI. Pengurus SMSI dari berbagai provinsi juga menyatakan kehilangan atas meninggalnya Henny.

“Keluarga Besar SMSI Sumatera Utara Turut Berdukacita. Semoga Keluarga yang ditinggalkan tetap kuat dan tabah,” tulis sekretaris SMSI Sumatera Utara, Erris Julietta Napitupulu.

“Insya Allah almarhumah husnul khotimah,” sambung Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus.

Sementara sekretaris PWI Kaltim, WIwid Marhaendra Wijaya sangat berduka dan kehilangan rekan kerja di organisasi. Henny menjabat bendahara umum PWI periode 2009-2014 dan periode 2019-2024 di bawah kepemimpinan Endro S. Efendi.

Pada periode sebelumnya, Henny menjabat sebagai wakil bendahara dan menggantikan menggantikan bendahara umum yang juga wafat.

Beberapa minggu terakhir, Henny sempat disibukkan dengan kegiatan vaksinasi massal yang melibatkan 4 ribu orang.

“Henny juga mengkoordinir wartawan dan keluarganya yang belum mendapatkan vaksin,” kata Wiwid.

Aktivitas Henny dalam bidang sosial dan organisasi seperti di PWI dan SMSI, yang menjadi jalan ibadah sosial baginya, semoga menjadi bekal yang meneranginya. Selamat jalan Henny. Doa semua rekan-rekan pers menyertaimu. (*)

Kisah Suka dan Duka Anto Jadi Ojol Saat Pandemi

September 27, 2021 by  
Filed under Profile

Mariyanto

Memakai jaket hijau hitam, dia turun dari motor roda dua dan mampir di warung kopi di Samarinda. Ia kemudian memesan mie goreng dan segelas kopi.

Dia adalah Mariyanto laki- laki kelahiran Samarinda, 13 Oktober 1988 itu yang kesehariannya menjadi ojek online di kota Samarinda.

Usai menyantap mie goreng, Anto sapaan akrabnya menyalakan rokoknya sambil berbincang dengan media ini. Ia bercerita tentang suka dan duka menjadi ojek online selama pandemi.

“Awal corona tahu 2020 bulan Maret. Penghasilan gojek menurun drastis. Karena banyak resto atau warung yang tutup karena kebijakan pemerintah,” cerita suami Evitakasmawati

Ayah dua anak ini melanjutkan ceritanya, sebelum wabah Covid-19, biasanya dia jadi gojek antar dan jemput anak – anak sekolah. Namun kegiatan rutin itu tidak ada lagi dimasa pandemi ini.

“Warung dan restoran juga sepi awalnya dan sekolah diliburkan. Itu benar-benar masa sulit,” Kata Ayah Kayla dan shaka itu.

Bahkan, dirinya dan teman-teman ojek online (Ojol) yang kredit motor nyaris menunggak pembayaran.

“Saya sempat cari pinjaman untuk bayar bulanan motor. Dan kasihna sebagian rekan ojol lain harus mengembalikan motor ke daeler karena tak sanggup bayar,” terangnya sambil mengisap rokoknya

Beruntung ada perubahan dari 2020 akhir menuju pertengahan bulan di tahun 2021, meskipun masih suasana pandemi namun penghasilannya berangsur membaik.

“Alhamdulillah di tahun 2021 gojek bisa bernafas lega banyak resto yang buka kembali walaupun dibatasin jam kerja sampai jam 9 malam,” jelasnya

Ada kisah dirinya yang mendapatkan oderan orang lagi Isolasi Mandiri (Insoman). Karena gojek tidak tau ternyata castemer Isoman, apa lagi kalau castamer lupa menggunakan gopay atau yang dimaksud bayar tranfer.

“Kalau boleh jujur ya takut, tetapi kami harus harus menunggu tranfer dari castemar itu,” kisahnya

Terkadang ketemu yang parah terjangkit corona pesan gofood lupa menggunakan gopay dan uang di ATM pun tidak ada dengan alasan belum di tranfer, mau tidak mau dia harus ikhlas.

“Sesekali berbuat baik aja kalau sudah begitu,” jelasnya sambil tersenyum

Dia pun menyampaikan, yang paling disenangi dia dan ojol lainnya ketika bertemu castemer yang memberikan tips lebih itu momen yang di tunggu semua Ojol.

“Berangkat kerja pukul 09.00 Wita pagi sampai pukul 21.00 wita malam. Dan kalau sampai rumah jaket di taruh didepan rumah dan mandi hanya melihat anak-anak dan istri saja,” imbuhnya

“Untuk kedepan nya semoga pemerintah lebih perhatian ke masyarakat kecil, dan kebijakan yang jelas. Berikan solusi yang pasti,” harapnya. (Man)

Tiga Pelajar Kaltim Ikuti Pertukaran Pelajar ke Amerika Serikat

September 7, 2021 by  
Filed under Profile

Wagub Kaltim Hadi Mulyadi bersama Amyra Zahwa Wicaksana, pelajar Kaltim yang mendapat kesempatan untuk mengikuti program pertukaran pelajar ke Amerika Serikat. (ARIF MAULANA/)

SAMARINDA – Tiga Pelajar Kalimantan Timur Kaltim mendapat beasiswa beasiswa Kennedy Lugar Youth Exchange and Study (KL-YES) atau pertukaran pelajar. Pelajar tersebut berasal dari Samarinda 1 orang dan dari Balikpapan 2 orang dan akan bergabung bersama pelajar Indonesia yang berjumlah 80 pelajar dari 34 provinsi di Indonesia.

Amyra Zahwa Wicaksana, pelajar kelas XII SMAN 10 Samarinda berkesempatan bertemu Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi di rumah jabatan Wagub Kaltim Jalan Milono 1 Samarinda, Kamis (2/9/2021).

Hadi Mulyadi mengatakan menjadi kebanggaan masyarakat dan pemerintah daerah di Benua Etam, karena ada pelajar kelas XII SMAN 10 Samarinda yang mampu bersaing dengan 10.000 pendaftar lainnya untuk menuntut ilmu ke Amerika Serikat (USA).

“Saya bangga ananda Amyra bisa mengikuti program pertukaran pelajar ke luar negeri,” ungkap Wagub Hadi Mulyadi.

Selain berpesan bagaimana menjaga jati diri sebagai orang Indonesia, juga muslimah selama berada di negeri orang, mantan legislator Karang Paci dan Senayan ini pun meminta Amyra agar tidak lalai dan konsisten menjalankan berbagai kewajibannya.

“Salatnya dijaga, jangan lalaikan salat. Kalau di perjalanan dijamak. Sebab menempuh waktu cukup lama,” pesan Hadi.

Wagub Hadi juga mengingatkan bagaimana pentingnya Amyra tetap mengutamakan belajar, tidak terganggu karena kegiatan lain.

“Tetap belajar ya, termasuk pelajari budaya dan berbagai hal negara yang kamu datangi. Semoga ada anak-anak Kaltim seperti Amyra, nantinya jadi pejabat di kedutaan Indonesia di luar negeri,” ucapnya menyemangati Amyra yang datang didampingi kedua orang tuanya.

Usai bertemu Wagub, Amyra Zahwa Wicaksana mengaku sangat bahagia dan bangga didukung serta disemangati orang nomor dua Benua Etam ini.

“Alhamdulillah Bapak Wagub sangat mensupport. Akan saya ingat dan ikuti pesan beliau,” ujar Amyra seraya menambahkan dirinya satu dari tiga pelajar Kaltim yang mendapatkan beasiswa KL-YES. (samsul)

Reporter TVRI Terbaik Berpulang, PWI Berduka

September 4, 2021 by  
Filed under Profil

Wartawan senior TVRi Aceh Saiful Bahri, tutup usia diumur 59 tahun.

Vivaborneo.com, Banda Aceh – Seorang wartawan senior yang periang dan mudah bergaul itu kini telah tiada. Itulah sosok Saiful Bahri, reporter kawakan TVRI Aceh ini meninggal dunia dalam usia 59 tahun, akibat kelenjar getah bening yang dideritanya.

Kabar duka kepergian almarhum tersiar luas lewat pesan singkat Whatsh App pada Kamis (2/9/2021) sore. Almarhum meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, sekitar pukul 17.00 WIB.

Almarhum adalah seorang anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh dan telah lama malang melintang sebagai reporter TVRI Aceh. Di PWI Aceh almarhum merupakan pengurus yang mengetuai seksi Media Televisi.
Sosok kelahiran 17 Agustus 1962 ini memiliki nama lengkap Drs Saiful Bahri bin Zakaria. Almarhum meninggalkan seorang istri Safrina dan seorang anak semata wayang, Muhammad Aulia.

Saiful yang konsisten sebagai reporter sejak diangkat menjadi karyawan TVRI Aceh sejak 1 Maret 1991. Dalam karirnya, ia sempat menjabat posisi strategis yakni Kabid Program di TVRI Aceh pada 2007. Pada 2010 ia dipercaya dalam posisi yang sama di TVRI Jawa Timur.

Almarhum yang tak gentar terjun ke lapangan langsung saat konflik bersenjata di Aceh terjadi, sempat menobatkannya sebagai reporter terbaik TVRI kala itu. ia mendapat penghargaan dari Penguasa Darurat Militer Daerah (PDMD) kala itu, Mayjen Endang Suwarya dan Kapolda Aceh Irjen Yusuf Manggabarani.

Teuku Ferry yang selama ini kerab mendampinginya sebagai kameramen saat bertugas mengatakan, pada Kamis 2 September itu, almarhum bersama istri hendak berobat ke RS Darmais, Jakarta. Untuk menjalani operasi kelenjar getah bening yang di deritanya.

Hanya saja, saat masih di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, almarhum tak sadarkan diri. Pihak keluarga langsung melarikan almarhum ke RSUZA untuk mendapat pertolongan medis.
“Namun, sesampai di RS pihak medis menyatakan almarhum sudah meninggal,” kisah Ferry.

Menurut Ferry, kasus pingsan atau tak sadarkan diri ini, bukanlah kali pertama yang dialami almarhum. Sejak kelenjar getah bening terdeteksi menggerogoti tubuhnya, sudah beberapa kali mengalami hal yang sama. Namun, almarhum bisa segera siuman saat dirawat medis di RS Meuraxa Banda Aceh.

“Biasanya, kalau almarhum pingsan, kami sering bawa ke RS Meuraxa,” jelas Ferry.

Kelenjar getah bening ini, mulai terdeteksi saat almarhum mencopot dua gigi grahamnya. Kelenjar getah bening ini sempat di operasi di RSUZA Banda Aceh dan Darmais Jakarta. Kepergian almarhum kala itu ke Jakarta, guna menjalani operasi kedua kalinya di RS di ibukota republik ini.

Ketua PWI Aceh, Tarmilin Usman mengaku merasa kehilangan atas meninggalnya Saiful Bahri. Sebagai Ketua seksi media televisi dan memiliki anggota Fajariana dan Jufrizal.

“Semoga almahum husnul khatimah. Kita PWI Aceh merasa kehilangan dengan berpulang kerahmatullah sahabat kita,” ujar Tarmilin.[*]

Harun, Pejuang Veteran 1964 Ingin Miliki Rumah

August 31, 2021 by  
Filed under Profile

Muhammad Harun Ibrahim

SAMARINDA – Di Hari Kemerdekaan Indonesia ke-76, ada kisah tersendiri bagi menjadi Veteran yang berjuang di era tahun 1964 melawan Malaysia di perbatasan. Dia adalah, lelaki yang lahir 27 Februari 1944 . Hingga kini dia belum mendapatkan tempat tinggal yang jelas, meski dia menerima penghargaan dari Presiden Soeharto dan Panglima TNI pada tahun 1970.

“Di luar negeri, nasib veteran diperhatikan. Tapi di Indonesia, khususnya di Samarinda, mohon pemerintah jenguk kami dan lihat keadaan kami, sejahtera atau tidak,” ujarnya saat ditemui media ini

Lebih lanjut, Harun sapaan akrabnya menceritakan pada tahun 1964 dirinya bersama 120 rekannya berangkat berperang ke Malaysia, dirinya berangkat dari Komando Daerah Militer VI/Mulawarman (Kodam VI/Mulawarman) dari Balikpapan menuju Malaysia

“Banyak teman-teman saya yang gugur di medan perang, karena dalam perang Malaysia dibantu Inggris dan Selandia Baru. Seingat saya ada 40 orang yang gugur,” cerita Harun sambil menangis

Dia mengaku saat perang, mereka hanya bisa memakamkan temannya dengan sederhana mungkin. Hanya disholatkan tanpa diganti pakaiannya langsung dikubur dihutan yang kini tidak diketahui dimana rimbanya.

“Kalau ingat peristiwa itu, saya pasti menangis karena kecintaan kami kepada negara ini yang harus kami bela walapun nyawa taruhannya. Tiga tahun kami berada dihutan dan 1967 kami keluar dari hutan,” jelasnya

“Kami tidak menuntut banyak dari pemerintah, kami memiliki keperluan sehari-hari, dan kami berharap adanya perhatian dari pemerintah terhadap kami yang dulu pernah berjuang demi bangsa ini,

Di Hari Kemerdekaan Indonesia ke-76 dirayakan pada Selasa, 17 Agustus 2021 lalu, dirinya mengaku tidak diundang oleh pemerintah seperti biasanya dan tidak ada undangan maupun bantuan dari pemerintah.

“Selama dua tahun ini, kami tidak pernah diundang kalau karena covid-19 kami harus maklum dan tidak ada juga bantuan dari pemerintah seperti biasanya,” terangnya

Meskpun tidak ada undangan para veteran yang berjumlah 28 orang itu tetap melaksanakan tabur bunga di Makam Pahlawan Samarinda untuk mengenang para pahlawan yang telah gugur.

“Kami tetap melaksanakan tabur bunga acara sendiri bersama teman-teman veteran,” jelasnya lagi

Anaknya (Yusi) sempat kuliah namun berhenti karena tidak ada biaya dan kini kerja. Rumah tidak punya dan hanya tinggal di gedung Joaeng serta menjadi tukang bersih-bersih ditempat ini. Meskipun ada uang jasa dari pemerintah senilai Rp2.800.000 tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari seperti makan, listrik, air dan lain.

“Selama Covid -19 ini tidak ada santuan lagi dari pemerintah. Entah lupa atau apa mereka tidak menemui kami disini,” ujar suami dari Mustani

“Jangan lupa sejarah seperti apa yang disampaikan oleh pak Presiden Soekarno. Kami hanya berharap ada rumah dan pendidikan untuk keluarga kami,” harapnya

Sekadari diketahui, warga negara yang telah ditetapkan menjadi Veteran RI ini, berhak mendapat tanda kehormatan, tunjangan dan hak-hak lain sesuai PP Nomor 23 Tahun 2016 tentang Perubahan atas PP Nomor 67 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2012, Peraturan Menhan yang menjadi peraturan pelaksanaannya, yakni Nomor 35 Tahun 2014 tentang pemberian tanda kehormatan, Nomor 36 Tahun 2014 tentang dukungan pembina administrasi Veteran, dan Nomor 37 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan pemakaman Veteran. (Man)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1475178
    Users Today : 3532
    Users Yesterday : 4620
    This Year : 411688
    Total Users : 1475178
    Total views : 13002701
    Who's Online : 72
    Your IP Address : 216.73.216.164
    Server Time : 2026-03-14