Suliono, Kepala Desa Tulungrejo Batu Kolektor Gramaphone Antik

February 16, 2022 by  
Filed under Profile

Suliono Kepala Desa Tulungrejo Batu, mengoleksi gramaphone antik buatan Amerika peninggalan Belanda

Kaum milineal (Kawula muda) mungkin tidak kenal dengan namanya “gramaphone“ . Bagi sebagian orang mendengar kata gramophone mungkin masih terdengar asing. Apalagi bagi generasi muda saat ini.

Gramophone adalah alat untuk memutar musik atau lagu dari piringan hitam. Alat ini lazim digunakan untuk memutar musik pada zaman dahulu, jauh sebelum munculnya kaset, DVD bahkan Mp3 seperti saat ini.

Bagi pemburu barang-barang antik, gramophone menjadi salah satu buruan para kolektor. Gramophone kini menjadi incaran para kolektor benda-benda antik.

Salah penggemar Gramaphone adalah Suliono, kepala desa Tulungrejo Kecamatan Bamuaji Kota Batu – Jawa Timur.

Suliono menyebutkan  gramophonenya  yakni gramophone langka buatan tahun 1911 dari Amerika Serikat yang merupakan koleksi orang Belanda yang menempati villa yang kini menjadi kantor Desa Tulungrejo.

“Barang ini merupakan kelengkapan dari orgamen Villa milik Mr. Provos orang Belanda. Villanya yang kini menjadi kantor Desa Tulungrejo. Dulu sempat dibeli orang, kemudian saya beli kembali hingga saat ini,“ papar Suliono sambil memutar Gramaphone yang masih bisa dipergunakan, dengan musik lagu Belanda, Selasa (15/2/2022).

Dijelaskannya juga, ketika memiliki Gramaphone, perawatan rutin memang harus dilakukan. Hal yang sederhana adalah membersihkan setiap bagian dari Gramaphone agar tidak berdebu maupun tidak terdapat goresan, utamanya pada piringan hitam.

Saat mendengarkan piringan hitam, juga tak bisa sembarangan. Terlebih lagi ketika memainkan dengan turntable  yang mengharuskan memakai jarum di atas piringan hitam. Perlu kehati-hatian dalam meletakkan pada piringan untuk menghindari goresan.

“Perawatannya benar-benar ekstra, tidak sembarangan,” pungkasnya

Jika kita mengenal istilah “ Grammy Award “ . Kata Grammy yang digunakan oleh The National Academy of Recording Arts & Sciences untuk anugerah musik berasal dari “gramophone“. Bahkan pada awalnya, 1959, nama lengkap anugerah itu adalah Gramophone Award.

Gramofon, atau pemutar pirigan hitam, diciptakan oleh Thomas Alva Edison pada 1877 lalu dikembangkan oleh Alexander Graham Bell. Pemutar musik ini juga dinamai phonograph dan turn table. Meski dilindas oleh musik digital, piringan hitam dan pemutarnya masih dijual.

Piringan hitam album Adele 21 dari Adele, misalnya, di Indonesia dijual Rp 350 ribu. Alat pemutarnya, misalnya Denon DP-29F, berharga sekitar Rp2,1 juta.

Nama Gramophone (Gramopon) berasal dari Emilie Berliner yang pada tahun 1888 menemukan piringan hitam jenis baru dan mematenkannya di bawah label Berliner Gramaphone.

Pada tahun 1918 masa pematenan berakhir, semua label pun berlomba-lomba untuk memproduksi piringan hitam. Pada masa itu, kebanyakan pemilik gramophone masih terbatas pada kalangan menengah atas saja.

Sejarah piringan hitam diawali oleh Leon Scott yang menemukan dan mematenkan “phonautograph” pada tahun 1857 yang menggunakan diafragma bergetar dan stylus untuk grafis yang merekam gelombang suara. Pada waktu itulah rekaman suara pertama kali mulai dikenal. Pada tahun 1860, Scoot membuat “phonautograms”yang merekam nyanyian dan pidato.

Pada tahun 1877, Thomas Alfa Edison menemukan “phonograph” yang berbeda dengan “phonautograph”, di mana alat ini mampu merekam dan mereproduksi suara. Pada satu dekade kemudian Edison mengembangkan “gramophone”.

Sebenarnya gramophone dan phonograph adalah sama, hanya saja gramophone adalah istilah yang lazim dipakai di Inggris sedang Phonograph adalah istilah yang lazim dipakai di Amerika Serikat.

 

Ada tiga ukuran piringan hitam dalam hitungan rpm (rotation per minute) yaitu 78, 45, 33 1/3. Piringan hitam 78 dan 45 untuk plat berdiameter 25 cm, sedangkan 33 1/3 untuk plat berdiameter 30 cm. 78, 45, 33 1/3 rpm maksudnya adalah, setiap satu menit piringan hitam itu berputar sebanyak angka yang menjadi ukurannya (78, 45, 33 1/3). Semakin besar diameter platnya, semakin kecil ukuran untuk memutarnya.

Selain Gramaphone peninggalan Belanda, di ruang kerja Suliono yang menjabat kepala desa sudah 8 tahun ini, ada meja kerja dan ukiran asli tinggalan Belanda serta tempat tunggu pemanas, yang kini sudah ditutup.

“Ini meja kayu jati asli tinggalan Belanda, sampai sekarang masih utuh dan kuat. Pintu yang ada di Balai desa tetap, hanya kita sesuaikan dengan kondisi sekarang, seperti lantai kita ganti keramik,“ jelasnya..

Suliono rupanya gemar mengoleksi barang-barang antik lainnya. Seperti Ukiran zaman Kerajaan Mojopahit, Gepyok Mataram dan lainnya. Barang yang menjadi koleksinya, banyak peminatnya tetapi dia tidak mau menjual. (Buang Supeno)

Andri Mitra Perwira Peraih Wikan Cakti Pratawa Poltekad TNI AD 2022

February 3, 2022 by  
Filed under Profile

Serda Andri Mitra Perwira Peraih Wikan Cakti Pratawa

BATU – Sesuai namanya Serda Adrian Mitra Perwira S.Tr.T. (27th)  lulusan terbaik dari Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) di Desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu, akhirnya mampu membawanya ke jenjang Perwira. Jenderal TNI Dudung Abdurachman  Kepala Staf Angkatan Darat membuka kran lulusan Poltekad angkatan 2008 -2022 ini otomatis bisa masuk Secapa (Sekolah Calon Perwira) TNI AD.

“Ini bagaikan mimpi tidak terbayangkan bagi saya, bisa lulus Poltekad langsung bisa sekolah Perwira. Saya belum pernah naik pangkat jadi saya baru masuk masih Serda,“ Ungkap pemuda asal Mojokerto – Jawa Timur dengan pangkat Sersan dua (Serda) asal kesatuan Batalyon Arhanud 11 Wirabuanayuda Medan.

Andrian baru berdinas di TNI AD, 4 tahun dan belum merasakan naik pangkat. Oleh karena itu dengan penghargaan yang diberikan Jenderal Dudung Abdurachman , lulusan Poltekad otomatis bisa lanjut sekolah Perwira. Hal ini menurutnya merupakan anugrah yang tidak terhingga harganya.

Saat ditanya apa karena namanya Andri Mitra Perwira, terus dia bisa cepat menjadi perwira. Dengan tersenyum andrian berkata “ hanya Tuhan yang tahu, yang bisa mengabulkan doa dan permintaan  umatnya,“ tambahnya.

Andri Mitra Perwira

Menyandang wisudawan terbaik jurusan elektronika dan Penghargaan Wikan Caksi Pratama (Wisudawan  terbaik Poltekad) dan menyabet Tropi Kasad 2022, bukan pekerjaan muda. Ia lalui dengan semangat tekun belajar dan tidak menggantungkan dengan ilmu yang diperolehnya di Poltekad saja. Ia banyak belajar dari berbagai buku dan dosen- dosen dari perguruan tinggi lainnya di Malang seperti Polenema,  Brawijaya serta Universitas Negeri Malang (UM). Dosen dari perguruan tinggi itulah yang mewarnainya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan di Poltekad ini. Adri  bahkan tidak jarang belajar juga melalui You tube.

Sebagai mahasiswa junior (paling muda) di kelasnya di Poltekad, maka banyak kesibukan yang harus dilaluinya, dibandingkan dengan seniornya.

“Itu menjadi tantangan bagi saya untuk terus belajar lebih banyak dan berusaha lebih daripada lainnya,“ paparnya.

12 Kali Ikut Tes Angkatan

Adri panggilan akrabnya menyebutkan perjuangan masuk angkatan sudah dilalui dengan mengikuti tes sebanyak 12 kali.  Namun selalu gagal.

Disebutkan 12 tes yang diikuti meliputi tes taruna akmil 2 kali, bintara darat 4 kali, bintara laut 2 kali, tes bintara udara  kali dan PSDP.

Andri mencoba mengikuti tes di Universitas Brawijaya Malang, ternyata lulus, kemudian dijalani sampai semester 5. Namun semangatnya untuk menjadi tentara tidak luntur. Dirinya tidak pernah jerah dan patah arang untuk masuk tentara. Memang keinginan untuk masuk angkatan sudah menjadi cita-citanya sejak kecil.

Dengan melihat ada kesempatan pembukaan pendaftaran, dimana peluang ini merupakan kesempatan terakhirnya untuk bisa menjadi bintara TNI AD. Maka diikuti test tersebut, ternyata adri lulus. Bagaimana dengan kuliahnya.

“Sempat cuti kuliah, karena tugas yang tidak bisa ditinggalkan akhirnya out dari UB,“ paparnya.

Alhamdulillah dapat penggantinya kuliah Gratis di Poltekad yang ada di Pendem Junrejo Batu.

Selalu Juara

Dewi Furtuna selalu menyertai Andri Mitra Perwira. Betapa Tidak. Berbagai kejuaraan yang diikuti baik di tingkat Nasional antara Perguruan Tinggi maupun lingkut TNI AD selalu berakhir dengan kemenangan.

Disebutkan dari 7 kompetisi, 6 diantara lomba karya tulis tingkat nasional antar mahasiswa se Indonesia dan yang satunya lomba cipta tehnologi tingkat Angkatan  Darat di Mabesad di Jakarta.

Ada 7 Kejuaraan yang diikuti semuanya meraih penghargaan,  diantaranya juara Pertama Tingkat Nasional dan lainnya juara Dua.

Disebutkan diantara juara tersebut yakni Juara I Karya Tulis Ilmiah (KTI)  Tingkat Nasional di Universitas Negeri Jember, Juara 2 KTI Tingkat Nasional di Politehnik Negeri Jember dan Juara 2 KTI Tingkat Nasional di UIN Alauddin Makasar serta Juara 2 The best paper  Tingkat Nasional  yang diselenggarakan di Politeknik Bangka Belitung

“Semuanya merupakan kebetulan saja dan keberuntungan,“ ungkapnya merendah.

Keluarga Broken Home

Banyak orang tidak tahu bahwa Andri Mitra Perwira merupakan korban broken home. Kondisi ibu dan bapaknya, bercerai sejak kecil. Dia ikut ibunya hingga dewasa. Oleh karena itu dia selalu berupaya bagaimana bisa mengangkat taraf hidup keluarganya.

“Saya ingin membahagiakan ibu dan melindunginya,“ katanya..

Ia pun bertekat menjadi seorang angkatan,yang bisa melindungi keluarga. Berkat doa ibunya, akhirnya Andri bisa masuk dan terwujud cita-citanya menjadi seorang tentara bahkan kuliah gratis di Poltekad dan kini masuk Secapa (Sekolah Calon Perwira) TNI AD tahun ini dengan IPK 3,88 predikat pujian.

Ciptakan Detektor Covid-19

 sebagai ujian akhir di Poltekad ia harus bisa menciptakan karya. Karena masih dalam situasi Pandemi Covid -19 yang belum berakhir dan munculnya varian baru, maka kemudian dia punya ide, bagaimana bisa menciptakan alat yang bisa dipergunakan untuk mendeteksi covid-19. Maka diciptakanlah Polektor atau Poltekad Elektornik Detector.

Polektor atau Poltekad elektronik detector ciptaan Andri yaitu alat yang bisa menentukan resiko covid-19. Alat ini mempunya kecerdasan  buatan yang datanya itu sudah diambil dari riwayat pasien covid tahun Juni 2020 – Juli 2021 di 2 rumah sakit di Kota Malang. Ia membuat kecerdasan buatan sehingga alat itu ketika membaca akan menyimpulkan orang itu termasuk resiko atau tidak. Data bisa diakses secara on line menggunakan smart phone.

“Untuk uji klinik, belum dilakukan tetapi secara akademis sudah dilakukan di Poltekad, selama pengujian berjalan lancar dan sukses tidak pernah error, “ tegasnya.

Adri bertekat akan terus mengembangkan alat yang diciptakan untuk mengakhiri kuliah di Poltekad dengan lebih sempurnah. Sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat. Mengingat perkembangan Virus Covid-19 dengan varian barunya semakin berkembang. Selamat berjuang Andri, semoga terus berkarya demi keselamatan bangsa dan Negara. (Buang Supeno)

Guru Andang – Kalsel Terbang ke Riau,  Siap Tabligh Akbar Keliling Kota Tembilahan

January 31, 2022 by  
Filed under Profile

BARABAI — Ustadz KH Murjani Nurani atau Guru Andang dari Desa Andang, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST),  Kalimantan Selatan (Kalsel),  terbang ke Riau untuk melakukan serangkaian tabligh akbar di Kota Tembilahan.

Ustadz atau Guru Murjani yang Pimpinan Majelis Ta’lim (MT) Sabilal Muhtadin Andang  itu tiba di Pekanbaru, Riau, Ahad siang (30/1/2022) setelah terbang dengan  pesawat dari Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru.

Ustadz KH Murjani Nurani

Kedatangan  Guru Andang  bersama salah satu khadim MT Sabilal Muhtadin Andang  di “Bumi Lancang Kuning”  Riau disambut  oleh utusan warga Tembilahan. Dia langsung meneruskan perjalanan darat ke Kota Tembilahan,  ibukota Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) di Provinsi Riau itu.

“Alhamdulillah,  Abah Guru (sebutan khadim) siang tadi sudah sampai di  Pekanbaru, Riau, untuk Safari Dakwah di Tembilahan,”  ucap khadim yang menyertainya seperti ditulis di akun MT Sabilal Muhtadien Andang, Senin (31/1/2022).

Dihubungi awak media ini, Senin pagi, Guru Andang sendiri merasa bersyukur tetap dalam kondisi sehat. “Alhamdulillah, saya masih sehat. Saya bisa memenuhi undangan warga-warga kita yang ada di  Tembilahan ini,”  ucap Guru Andang.

Ia menambahkan, kehadirannya di Tembilahan selain hendak ceramah atau tabligh akbar keliling,  ustadz ini juga ingin lebih mengeratkan tali silaturrahim dengan warga Kota Tembilahan  yang juriatnya  memang  berasal dari Banjar.

Berapa lama Guru Andang  berada di Tembilahan? “Insya Allah, Ulun  bulik dari Tembilahan tanggal 12 Februari 2022 nanti,” kata Guru Murjani seraya berharap kepada puluhan ribu jamaah pengajiannya untuk ikut mendoakan keselamatan dan kesehatannya.

Guru Murjani merupakan salah satu dari sejumlah muballigh di daerah Pehuluan (Hulu Sungai) Kalsel. Dia sangat aktif mengisi pengajian di berbagai MT di wilayah HST dan HSS, Kalsel, termasuk menggelar tabligh akbar dengan.mengundang ustadz kenamaan seperti misalnya Habib Mustafa Alaydrus dari Surabaya, dan lainnya.

Selain itu, Guru Andang pun  termasuk sosok ulama familiar. Suka bergaul, selalu mengajak dan ingin berbuat baik kepada sesama ummat. Malah, ketika banjir di Kota Barabai, November 2021, misalnya, Guru Murjani pun rela menerobos air bah sebatas pinggang demi membantu meringankan beban warga yang tertimpa bencana. (JJD)

PD Melati Bakti Satya Siap Melangkah dengan Sinergi, Akselerasi dan Aksi

January 6, 2022 by  
Filed under Profile

SAMARINDA – Perusahaan Daerah Melati Bakti Satya (PD MBS) tahun ini genap berusia 26 tahun. Di usianya yang lebih dari seperempat abad ini, perusahaan daerah milik Pemprov Kaltim itu telah menyiapkan rencana bisnis mereka.

“Rencana bisnis kita harus dinamis. Bisa berubah kapan pun sesuai perkembangan bisnis,” kata Direktur Utama PD MBS Aji Abidharta W Hakim saat peringatan HUT ke-26 PD MBS di kantor mereka di Jalan Basuki Rahmat, Rabu (5/1/2022).

Aji Abidharta W Hakim

Abi menjelaskan perusahaan daerah yang ia pimpin itu, saat ini fokus untuk tiga hal, yakni sinergi, akselerasi dan aksi. Sinergi yang dimaksudkan, MBS akan terus bergerak mencari peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dengan sesama perusahaan daerah milik Pemprov Kaltim. Rencana kerja sama dimaksud di antaranya akan dilakukan bersama Perusahaan Daerah Bara Kaltim Sejahtera (BKS) dan PT Migas Mandiri Pratama (MMP) Kaltim.

“Kalau perusahaan daerah yang satu bisa untung, seharusnya yang lain juga bisa untung,” ucap Abi, sapaan akrabnya.

Berikutnya akselerasi atau percepatan. Jika sebelumnya MBS terkenal karena banyak masalahnya, kini  tidak akan fokus dengan masalahnya, tapi mencari solusi dari  masalah tersebut.

“Penyelesaian masalah itu akan menjadi bagian penting dari rencana bisnis yang akan dijalankan MBS,” tegasnya.

Langkah ketiga adalah aksi, dan bukan sekadar wacana. Demi memuluskan rencana bisnis itu, manajemen MBS akan melakukan tiga hal penting yakni pemanfaatan aset yang selama ini belum optimal, sehingga bisa memberikan manfaat  optimal bagi pemerintah provinsi dan masyarakat Kaltim. Kemudian memanfaatkan peluang bisnis dari regulasi yang diterbitkan oleh pemerintah dan tentunya akan lebih menguntungkan daerah. Strategi ketiga, memperkuat kas MBS.

Selama ini penyertaan modal untuk MBS lebih banyak dalam rupa aset. Sehingga masih memerlukan kerja sama dengan pihak ketiga. Ketergantungan dengan mitra kerja itulah yang kemudian menyebabkan minimnya penerimaan MBS, karena setiap keuntungan harus berbagi dengan mitra.

Ke depan, MBS akan mencoba memainkan investasi sendiri tanpa harus berbagi dengan pihak ketiga agar kontribusi terhadap penerimaan asli daerah (PAD) akan semakin meningkat.

“Saat ini sedang berproses. Insyaallah tahun ini penerimaan kita akan naik dua kali lipat,” ungkap Abi.

Hal lain yang juga diuraikannya, kerja perusda selain berkontribusi dalam penerimaan daerah, secara langsung juga telah menjadi agen pembangunan, membuka kesempatan kerja dari berbagai usaha kerja sama dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Berikutnya MBS masih akan mengembangkan usaha di kawasan terminal peti kemas Kariangau dan juga kawasan industri Maloy di Kutai Timur,” tutup Abi. (*/sam)

Kisah Abd Khotib Mengajar Saat Pandemi

December 15, 2021 by  
Filed under Profile

Abd Khotib

SAMARINDA– Kisah Pahlawan tanpa tanda jasa, begitu kita menyebut seorang guru. Berbicara tentang guru memang tiada habisnya, mereka selalu berjuang demi masa depan para generasi penerus bangsa.

Salah satu kisah soal guru datang dari daerah Samarinda, Kalimantan Timur. Abd Khotib lelaki kelahiran Lamongan pada 1978 silam.

Menjadi guru bagi Khotib bukan hanya soal pekerjaan tetapi panggilan hati untuk mengabdi. Menggunakan kendaraan roda dua buatan 2007 dia berangkat ke sekolah untuk mencerdaskan generasi bangsa.

Salah satu tantangan luar biasa bagi Khotib adalah datangnya pandemi covid-19 yang mengharuskan dirinya melakukan kegiatan belajar mengajar jarak jauh nyaris selama 2 tahun lamanya. Dan kini baru 2 bulan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolahnya yang berada di SDN 009 Samarinda Ilir.

Khotib menceritakan kisah suka duka selama mengajar selama online yang mana jaringan menjadi kendala utama dalam mengajar dan tidak maksimal. Dan membuat dirinya harus mendatangi rumah siswa yang terkendala jaringan agar siswanya tetap mendapatkan ilmu pengetahuan dari yang dia sampaikan.

“Waktu belajar daring cukup banyak kendala dan harus membuat kami turun ke rumah siswa untuk mengajar offline,” kata Khotib yang juga aktif menjadi Ketua Gabungan Relawan Peduli  Kelurahan Lempake saat ditemui usai mengajar.

Lanjut bapak dua anak ini, menceritakan rasa bahagai tak bisa dibendung karena sudah 2 bulan pembelajar PTM di laksanakan di Sekolahnya, siswa dan siswa pun terlihat sangat semangat ke sekolah untuk mengikuti pembelajar.

“ini spirit dan semangat baru dalam proses belajar,” sampai sambil meminum kopi dan menghisap rokok yang ada ditangannya

PTM kali ini berbeda dengan pembelajaran sebelum covid-19 terjadi, kebiasaan yang sangat berbeda ada kewajiban memakai masker di sekolah terlebih saat didalam kelas baik guru maupun siswa-siswi, tak ada salaman, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan.

“Pembelajaran hanya 2 jam karena pembalajaran TPM hanya 50 persen saja,” sebut Wali Kelas IV B ini

Dia pun berharap agar Samarinda bebas covid-19 selamamnya dan pembelajaran bisa normal 100 persen. Dia beryukur telah mengabdi honorer 15 tahun dirinnya menjadi guru honor dan Desember 2021 dirinya baru diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Dengan menjaga Protokol kesehatan yang benar, kami yakin covid-19 akan hilang. Dan kepada anak didik tetap semangat dalam proses belajar,” harapnya. (Man)

« Previous PageNext Page »

  • vb