Pasien Penyakit Didominasi Usia 25-34 tahun

February 28, 2026 by  
Filed under Kesehatan

JAKARTA – Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Pusat, Annisa Pohan Yudhoyono mengajak semua peserta Webinar dalam rangka ulang tahun Klub Jantung Sehat (KJS) ke 48 untuk terus menjaga kesehatan jantung. Imbauan ini disampaikan dihadapan ribuan peserta webinar dari Sabang sampai Merauke yang diikuti oleh para Pengurus YJI Pusat, YJI Cabang Provinsi, maupun YJI Cabang Kabupaten/Kota serta Klub-Klub Jantung Sehat di seluruh Indonesia.

Menariknya, Annisa Pohan yang juga sebagai istri Menko Infrastruktur dan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan data yang cukup mencengangkan. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023, jumlah pasien penyakit jantung berdasarkan kelompok usia 25-34 tahun mendominasi dengan jumlah 140.206 orang. Jumlah ini sedikit di atas kelompok usia 15-24 tahun yang mencapai 139.891 orang.

Fakta ini tentu saja sangat memprihatinkan, mengingat penyakit jantung biasanya didominasi pada usia yang lebih tua. Namun kenyataan menunjukkan bahwa kelompok usia muda, khususnya usia 25-34 tahun dan usia 15-24 tahun menjadi kelompok yang paling banyak terkena penyakit jantung. Salah satu faktor yang menjadi penyebab tingginya penderita penyakit jantung di kalangan anak muda adalah gaya hidup yang tidak sehat. Seperti kurangnya aktivitas fisik. Budaya ”mager”, malas gerak. Pola makan yang tidak seimbang, serta tingginya konsumsi alkohol dan rokok, termasuk rokok elektrik.

Pada bagian lain, Prof. Dr. dr. Dede Kusmana, Sp.JP., FACC., salah satu pendiri Klub Jantung Sehat (KJS) pada tanggal 28 Februari Tahun 1978 menjelaskan, bahwa selama 1 tahun, anggota KJS Jakarta baru sebanyak 35 orang, dan saat ini sudah puluhan ribu jumlah anggotanya di seluruh Indonesia.

Prof. Dede diangkat sebagai guru besar Universitas Indonesia pada Tahun 2003 dan mendedikasikan pada pengayaan ilmu kedokteran di almamaternya, yaitu Universitas Indonesia. Saat ini Prof Dede di kepengurusan YJI didaulat sebagai Pembina.  Prof. Dede telah berusia 83 tahun. Pria yang cukup relegius masih enerjik ini sudah ratusan kali menjadi pembicara pada seminar atau pertemuan nasional maupun internasional dan tidak terhitung lagi publikasi ilmiah di bidang kesehatan jantung. Beliau banyak menjelaskan tentang sejarah berdirinya Yayasan Jantung Indonesia sejak Tahun 1974 hingga sekarang.

Pembicara kedua, dr. Bambang Dwiputra. Dokter Bambang adalah seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang sangat berpengalaman. Sehari-hari bekerja di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta. Ia memiliki keahlian di bidang kardiologi intervensi. Selain itu, dr. Bambang juga aktif dalam berbagai organisasi profesional, seperti Indonesia Heart Association dan European Society of Cardiology. Beliau juga telah banyak melakukan penelitian dan publikasi ilmiah di bidang kardiologi, terutama tentang rehabilitasi jantung dan pencegahan penyakit kardiovaskular.

Pada sesi kedua ini, dr. Bambang mengawali paparan dengan menampilkan slide, bahwa makanan enak dan terkenal di dunia pada peringkat satu dan dua, berasal dari Indonesia, yaitu makanan rendang dan nasi goreng.  Beliau hanya mengingatkan bahwa pola makan itu dapat mempengaruhi kesehatan jantung.

Menurut dr. Bambang, banyak faktor resiko yang menyebabkan seseorang terkena penyakit jantung di Indonesia. Prevalensi terbesar adalah akibat kurang aktivitas, atau ”mager”, malas gerak mencapai 34,3%, obesitas (kegemukan/over weight) sebesar 30,5%, hipertensi atau tekanan darah tinggi sebesar 29,6%, merokok 28,3% dan karena diabetis melitus sebesar 1,8%.

ia menjelaskan bahwa ada tanda-tanda atau gejala seseorang terkena penyakit jantung. Di antaranya, (1) nyeri dada atau dada tidak nyaman; (2) sempoyongan/pusing, mual atau muntah; (3) nyeri menjalar pada rahang, leher atau tembus ke punggung; (4) nyeri menjalar hingga ke lengan/bahu kiri; dan (5) sesak nafas.

Dr. Bambang menyarankan agar rutin berolahraga aerobik (lari, jalan, senam) setiap minggu antara 150 – 300 menit atau kalau dirata-ratakan setiap hari sekitar 30 menit. Namun dua hari di antaranya diselingi dengan olahraga beban, supaya kekuatan otot tetap terjaga.

Di akhir paparannya, dr. Bambang menjelaskan mengapa Ramadhan baik untuk jantung? Pertama, karena perubahan pola makan. Makan menjadi teratur dan ada saatnya istirahat tidak makan untuk jangka waktu tertentu. Ini dapat memperbaiki metabolisme. Kedua, saat puasa tubuh mengalami beberapa perubahan positif, seperti proses pembersihan sel-sel rusak, membuat tubuh lebih sehat. Ketiga, membantu kontrol gula darah dan membantu peningkatan pembakaran lemak. Pada akhirnya puasa dapat membantu menurunkan berat badan. Tidak kalah pentingnya puasa menjadi momentum membentuk kebiasaan sehat.

Terakhir, dr. Bambang memberikan tips tentang bagaimana sahur yang ramah jantung? ”Makan karbo hidrat kompleks (oat, nasi merah). Protein cukup (telur, ikan, tahu/tempe). Makanan berserat tinggi (sayur dan buah-buahan). Hindari garam dan gorengan berlebihan”, pungkas dr. Bambang Dwiputra, dokter spesialis jantung dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta.

Webinar yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam diikuti oleh seluruh peserta dengan sangat antusias. Karena kapasitas atau kuota zoom meeting tidak mampu menampung seluruh peserta, maka dari YJI Pusat juga menyediakan fasilitias melalui YouTube YJI live streaming.

Jauhar Efendi selaku Sekretaris YJI Kaltim, melaporkan bahwa Pengurus YJI Kaltim termasuk Kabupaten/Kota dan Klub-Klub Jantung Sehat yang ada di Kaltim juga turut menyimak dengan sungguh-sungguh. Setelah paparan dua narasumber, kemudian diberikan kesempatan sesi tanya jawab.

Di akhir webinar, Panitia yang diketuai dr. Gobind membagikan doorprize sebanyak 20 untuk dipilih secara acak kepada seluruh peserta, khususnya peserta dari Klub Jantung Sehat. #MJE

PT TCM Lakukan Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Gratis

February 18, 2026 by  
Filed under Kesehatan

SENDAWAR – PT Trubaindo Coal Mining (TCM), melaksanakan kegiatan sosialisasi Kesehatan, dengan melakukan pemeriksaan Kesehatan dan pengobatan gratis, serta menjalankan program  Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) pilar kesehatan, di wilayah kampung binaannya.

Kegiatan ini untuk memperingati bulan Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) Nasional dan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dengan melibatkan tiga kampung binaannya, yaitu Kampung Damai Kota, Damai Sebrang dan Mendika, Rabu (18/2/2026).

ER East Kalimantan Coordinator Area PT TCM, Wahyu Ferianto mengatakan, perusahaan akan melaksanakan kegiatan Sosialisasi Kesehatan, Pemeriksaan dan Pengobatan gratis dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional Tahun 2026, sekaligus pelaksanaan Program PPM Pilar Kesehatan PT Trubaindo Coal Mining.

“Kami menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan merupakan nilai inti perusahaan,” ujarnya.

Ia menyebut, dalam operasional pertambangan, aspek K3 adalah prioritas utama, namun komitmen tersebut tidak berhenti di area kerja, melainkan perusahaan wujudkan juga dalam bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat sekitar wilayah operasional.

Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) pilar kesehatan tahun 2026, perusahaan berupaya memberikan kontribusi nyata yang terukur dan berkelanjutan.

“Kegiatan kami hari ini merupakan bagian dari komitmen tersebut,”katanya.

Diharapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat dan pencegahan penyakit. Selain itu juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan sebagai langkah deteksi dini. Perusahaan juga menyediakan pengobatan yang dapat membantu meringankan beban masyarakat, dan memperkuat kolaborasi antara perusahaan, pemerintah kecamatan, fasilitas kesehatan, dan masyarakat.

“Kami memahami kesehatan adalah fondasi utama kesejahteraan, tanpa masyarakat yang sehat, pembangunan sosial dan ekonomi tidak akan berjalan optimal. Karena itu, perusahaan memandang program kesehatan sebagai investasi sosial jangka panjang,” bebernya.

Ia menyebut, perusahaan juga menyadari keberlanjutan operasional perusahaan sangat bergantung pada hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Oleh sebab itu, perusahaan berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program PPM yang relevan, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata.

“Kami berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat, dan menjadi awal dari penguatan budaya hidup sehat di lingkungan kita bersama,”tandasnya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Damai dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga upaya kecil hari ini menjadi bagian dari langkah besar menuju masyarakat yang lebih sehat, lebih kuat, dan lebih sejahtera.

Sementara itu CD Head Jones Silas menambahkan, kegiatan ini dalam rangka peringatan K3, dengan melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis yang meliputi cek hipertensi, tes gula darah, kolesterol dan asam urat, sekaligus membagikan obat obatan sesuai dengan penyakit yang di deritanya.

“Kami melibatkan tiga kampung binaan, dengan katagori hanya bisa diikuti kaum lansia umur 45 tahun keatas,”ujarnya.

Ia menyebut, perusahaan secara rutin melaksanakan kegiatan seperti ini setiap tahun, di hari hari seperti bulan K3 nasional, dan sekaligus melaksanakan program PPM kesehatan, dan Kegiatan ini berpusat di Kantor Camat.

“Kegiatan serupa akan kami laksanakan juga dengan melibatkan external dan para subcont yang ada di perusahaan kami, akan di laksanakan di empat kecamatan binaan dengan program PPM pilar kesehatan perusahaan,”bebernya.

Ia berharap kepada semua masyarakat perduli akan kesehatan nya, terutama yang mengalami hipertensi atau darah tinggi, dan masyarakat kadang malas untuk memeriksakan nya, padahal kalau mereka rutin ke puskesmas untuk memeriksakan itu gratis, tidak di pungut biaya kalau hanya di tensi tekanannya saja. Akan tetapi kebayakan masyarakat abai terhadap hal itu.

“Saya sarankan, periksakan kesehatan secara rutin agar penyakit lebih enak di kontrolnya. Kegiatan ini juga didukung  Deabetasol, Entrasol dan O’live Milk,”ungkapnya.

Camat Damai Iman Setiadi menyampaikan apresiasi kepada PT. Trubaindo Coal Mining (TCM) atas kepedulian dan komitmennya melalui program PPM bidang kesehatan. Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara dunia usaha dan pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Kegiatan ini sangat tepat sasaran karena menyentuh kelompok lansia dan orang tua yang merupakan kelompok rentan dan membutuhkan perhatian khusus,”katanya.

Ia menyebut, penyakit tidak menular seperti hipertensi sering kali tidak disadari, namun memiliki dampak besar terhadap kualitas hidup. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi, pemeriksaan, dan pengobatan seperti ini sangat penting sebagai langkah preventif dan deteksi dini.

 

“Melalui kesempatan ini, saya menyampaikan beberapa arahan dan harapan. Pertama, saya berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada hari ini saja, tetapi dapat menjadi program yang berkelanjutan dengan monitoring terhadap peserta yang terindikasi memiliki tekanan darah tinggi atau penyakit lainnya,” ungkapnya.

Ia mendorong masyarakat semakin sadar akan pentingnya pola hidup sehat, mengurangi konsumsi garam berlebihan, rutin berolahraga, menjaga pola makan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Kedepan saya berharap program serupa dapat dilaksanakan setiap tahunnya dan penanganannya juga bisa lebih variative/luas, bukan cuma penyakit kardiovaskular dan metabolik hipertensi (tekanan darah tinggi), penyakit jantung koroner, dan diabetes melitus sering terjadi karena penurunan fungsi organ tubuh,”tandasnya. (arf).

Kulit Kusam dan Cepat Menua Bisa Jadi Tanda Stres

February 5, 2026 by  
Filed under Kesehatan

Samarinda — Kulit tiba-tiba tampak kusam, mudah berjerawat, atau garis halus terasa muncul lebih cepat sering dianggap akibat salah produk perawatan. Namun, para ahli menyebut, stres kronis dapat mempercepat penuaan kulit dan menurunkan kualitas regenerasi sel, bahkan pada usia muda.

Dalam dunia dermatologi, stres dikenal memicu pelepasan hormon kortisol, yang berdampak langsung pada kesehatan kulit. Kortisol berlebih dapat, menurunkan produksi kolagen dan elastin, memperlambat regenerasi sel kulit, meningkatkan peradangan, dan memperlemah skin barrier.

Sejumlah penelitian menunjukkan, stres berkepanjangan berkaitan dengan kulit lebih kering, tampak kusam, dan munculnya tanda penuaan lebih dini, seperti garis halus dan warna kulit tidak merata. Dalam kondisi stres, kulit juga lebih sensitif terhadap polusi dan sinar UV.

Selain itu, stres juga sering berdampak tidak langsung melalui, kurang tidur, pola makan tidak teratur, kebiasaan menyentuh wajah berlebihan, dan malas merawat diri.

Banyak Gen Z mengaku menyadari perubahan kulitnya justru saat sedang berada di fase hidup yang berat.

“Skincare nggak ganti, tapi mukaku tiba-tiba kusam. Pas kupikir-pikir, itu pas lagi capek mental dan kurang tidur,” ujar Sri.

Kulit kusam akibat stres bukan hanya soal penampilan. Dalam jangka panjang, gangguan skin barrier bisa membuat kulit lebih rentan terhadap jerawat, iritasi, dan infeksi ringan.

Bagi generasi muda, kondisi ini sering menurunkan kepercayaan diri dan memperburuk stres itu sendiri menciptakan lingkaran yang sulit diputus.

Sulit Tidur Bisa Jadi Sinyal Stres

February 5, 2026 by  
Filed under Kesehatan

Samarinda — Sulit tidur kerap dianggap hal sepele, apalagi di kalangan anak muda. Begadang, scrolling tanpa henti, atau pola tidur berantakan sering dinormalisasi. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan, gangguan tidur bisa menjadi penanda stres psikologis yang tidak tertangani, terutama pada generasi muda yang hidup di tengah tekanan akademik dan tuntutan produktivitas.

Penelitian di bidang kesehatan tidur menunjukkan, stres memengaruhi sistem saraf dan produksi hormon seperti kortisol, yang berperan besar dalam mengatur siklus tidur-bangun. Ketika stres meningkat, kadar kortisol cenderung tetap tinggi pada malam hari, sehingga tubuh sulit memasuki fase tidur nyenyak.

Studi yang dipublikasikan oleh National Sleep Foundation dan sejumlah jurnal kedokteran menyebutkan, individu dengan tingkat stres tinggi lebih rentan mengalami insomnia, tidur tidak nyenyak, dan sering terbangun di malam hari. Kondisi ini bukan hanya mempersingkat durasi tidur, tetapi juga menurunkan kualitasnya.

Pakar kesehatan menjelaskan, saat stres, otak berada dalam mode siaga (hyperarousal). Secara fisik, tubuh mungkin berbaring dan memejamkan mata, tetapi secara mental, pikiran terus bekerja memikirkan tugas, masa depan, atau hal-hal yang belum selesai. Akibatnya, seseorang bisa, sulit terlelap meski sudah lelah, sering terbangun di tengah malam, bangun tidur dengan tubuh tetap terasa capek.

Jika berlangsung lama, kondisi ini dapat berkembang menjadi kelelahan kronis dan berdampak pada kesehatan mental maupun fisik.

Fenomena ini banyak dirasakan langsung oleh Gen Z. Yanti, perempuan berusia 23 tahun itu kerap merasakan sulit tidur.

“Badanku capek banget, tapi pas mau tidur otak malah muter. Mikirin kerjaan, mikirin hidup. Akhirnya tidur cuma 2–3 jam,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).

Kurang tidur akibat stres tidak hanya berdampak pada rasa kantuk. Dalam jangka panjang, kondisi ini dikaitkan dengan, penurunan konsentrasi dan memori, emosi lebih mudah meledak, imunitas menurun, hingga meningkatnya risiko gangguan kecemasan dan depresi.

Bagi generasi muda, hal ini berpotensi mengganggu produktivitas, relasi sosial, dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Gangguan tidur bisa menjadi alarm paling halus yang diberikan tubuh saat stres sudah terlalu lama dipendam. Bukan sekadar sinyal kelelahan, tetapi peringatan, pikiran dan tubuh membutuhkan jeda.

Stres Bukan Cuma Bikin Pusing, Bisa Picu Masalah Lambung dan Usus

February 5, 2026 by  
Filed under Kesehatan

Samarinda — Banyak orang mengira stres hanya berdampak pada suasana hati atau tidur. Padahal, studi terbaru menunjukkan, stres juga bisa memengaruhi sistem pencernaan, termasuk meningkatkan risiko gastritis, refluks, dan sindrom iritasi usus (IBS). Kondisi ini kerap dibahas oleh generasi muda yang mengalami tekanan hidup sehari-hari.

Para ilmuwan menemukan, keadaan stres memengaruhi brain-gut axis, jalur komunikasi antara otak dan usus sehingga dapat mengubah motilitas usus, sensitivitas perut, dan respons imun di saluran cerna. Perubahan ini bisa memicu gejala seperti nyeri lambung, kembung, diare, hingga konstipasi yang merupakan ciri khas IBS.

Penelitian lain juga menunjukkan, stres dapat meningkatkan produksi asam lambung, yang apabila berulang kali terjadi bisa mengiritasi mukosa lambung dan memicu gastritis radang pada lapisan lambung yang sering dialami oleh mahasiswa dan pekerja muda yang berada di bawah tekanan pekerjaan atau studi.

Para pakar gastroenterologi menjelaskan, saat stres, tubuh memicu respon “fight or flight” yang menyebabkan perubahan hormon dan neurotransmitter. Hal ini tidak hanya berdampak pada denyut jantung dan napas, tetapi juga motilitas usus, yaitu kemampuan saluran pencernaan dalam menggerakkan makanan di sepanjang sistem pencernaan. Perubahan ini bisa menyebabkan, peningkatan asam lambung, sensasi pedih ulu hati, rasa kembung, dan perubahan frekuensi buang air besar.

Dengan kata lain, stres bisa memicu gangguan pencernaan meskipun pola makan sebenarnya sudah diperhatikan sebuah tantangan yang banyak dialami generasi muda di tengah tekanan akademik maupun profesional.

Hal ini dirasakan oleh Adit, pria berusia 23 tahun itu kerap merasakan gangguan pencernaan ketika sedang stres.

“Waktu kerjaan numpuk banget, nggak cuma pusing, perutku sering mules, kayak ada pedih sampai ke kerongkongan. Itu bukan gara-gara makan pedas doang,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).

“Stres bikin aku sering kembung dan sering bolak-balik toilet. Awalnya kupikir cuma masuk angin, eh pas baca ternyata bisa karena stres juga,” tambahnya.

Gangguan pencernaan akibat stres bukan sekadar rasa tidak nyaman. Jika terus berulang, kondisi seperti gastritis atau IBS dapat mengganggu kualitas hidup, pola makan, dan produktivitas seseorang terutama pada mereka yang berada di rentang usia produktif.

Para ahli merekomendasikan beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan, seperti, m anajemen stres melalui olahraga ringan, meditasi, atau hobi, rutinitas makan sehat, teratur dan seimbang, hindari pola makan ekstrem saat stres, dan konsultasi medis jika gejala frekuentif atau kambuh berkepanjangan.

Next Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1453597
    Users Today : 503
    Users Yesterday : 5108
    This Year : 390107
    Total Users : 1453597
    Total views : 12811903
    Who's Online : 50
    Your IP Address : 216.73.216.167
    Server Time : 2026-03-10