Dinkes Kaltim Gelar Diskusi Restorative Justice Penanganan Napza

December 4, 2024 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) mengadakan diskusi strategis bertema Restorative Justice dalam Penanganan Penyalahgunaan Napza di Kalimantan Timur. Acara ini bertempat di Hotel Haris Samarinda. Rabu (4/12/2024).

Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik melalui Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, dr. Jaya Mualimin, menyoroti seriusnya permasalahan narkotika di wilayah tersebut. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan peredaran narkoba terus menjadi ancaman nyata bagi generasi muda di Kalimantan Timur.

“Data Polda Kaltim menunjukkan pada tahun 2023 terdapat 1.710 kasus narkoba yang terungkap, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan masifnya peredaran narkoba di wilayah kita,” ujarnya.

Data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kaltim juga mencatat 5.351 kasus tindak pidana narkotika di Benua Etam selama periode 2021-2023. Selain itu, terdapat 46.382 jiwa dengan prevalensi penyalahgunaan narkoba dalam satu tahun terakhir, di mana sekitar 5.798 orang membutuhkan layanan rehabilitasi.

Dirinya menekankan pentingnya pendekatan yang lebih manusiawi dalam menangani kasus penyalahgunaan narkotika.

“Rehabilitasi adalah langkah preventif dan kuratif yang harus diutamakan. Melalui pendekatan Restorative Justice, kita tidak hanya fokus pada hukuman, tetapi juga pemulihan korban, pelaku, dan masyarakat terdampak,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Nusantara (IKN) di masa depan, yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjawab tantangan penyalahgunaan napza.

Pada diskusi tersebut, beberapa poin strategis yang diharapkan dapat dirumuskan antara lain memperkuat sinergi antar pihak, termasuk aparat penegak hukum, NGO, komunitas, dan individu, untuk menciptakan sistem penanganan yang efektif dan berkeadilan. Selain utu juga merumuskan strategi implementasi Restorative Justice yang sesuai dengan karakteristik lokal. Rumusan lainnya dengan meningkatkan kesadaran kolektif bahwa penyalahgunaan narkotika adalah ancaman bersama yang memerlukan solusi bersama pula.

Dr. Jaya juga memberikan apresiasi kepada Yayasan SEKATA atas inisiatif menyelenggarakan diskusi ini. Diskusi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat komitmen bersama untuk menangani permasalahan narkotika di Kalimantan Timur secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Saya percaya hasil diskusi ini akan menjadi masukan berharga bagi pemerintah provinsi dalam menyusun kebijakan yang lebih progresif,” pungkasnya. (yud)

Kasus DBD di Kaltim Jadi Sorotan

December 3, 2024 by  
Filed under Kesehatan

nyamuk aedes aegypti

SAMARINDA – Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Kaltim), dr. Jaya Mualimin, mengungkapkan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi perhatian utama, terutama dengan tingginya curah hujan yang memicu peningkatan habitat nyamuk. Dalam pertemuan di Hotel Mercure Samarinda. Selasa (3/12/24).

“Kita harus gencarkan penerapan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang, ditambah langkah-langkah lainnya seperti memastikan lingkungan bebas genangan air. Selain itu, kami mendorong setiap rumah memiliki Juru Pemantau Jentik (Jumantik) agar masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujar dr. Jaya.

Menurut data Dinas Kesehatan Kaltim, wilayah dengan kasus DBD tertinggi adalah Kutai Kartanegara, Balikpapan, dan Samarinda. Meski demikian, angka kematian akibat DBD di provinsi ini masih di bawah ambang batas nasional, yaitu 0,21 persen.

“Kami bersyukur fasilitas kesehatan di Kaltim sudah cukup baik, sehingga angka fatalitas (case fatality rate) dapat ditekan. Standar keberhasilan adalah di bawah 0,5 persen, dan kita berhasil mencapai angka tersebut,” jelasnya.

Wilayah dengan kasus terendah berada di Mahakam Ulu, yang masih masuk zona hijau. Namun, terdapat beberapa daerah dengan tingkat kasus tinggi, bahkan mencapai 300 per 100.000 penduduk.

Selain upaya pencegahan, Dinas Kesehatan juga terus mendorong vaksinasi DBD sebagai langkah proteksi. Vaksinasi saat ini diprioritaskan untuk anak-anak usia di bawah 12 tahun, namun rencana perluasan untuk dewasa sedang disiapkan.

“Kami mengimbau masyarakat yang memenuhi syarat untuk segera mendaftarkan diri di puskesmas terdekat. Vaksinasi ini dapat meningkatkan kekebalan tubuh, khususnya pada kelompok umur yang rentan terkena DBD,” tambahnya.

Dr. Jaya juga meminta dukungan dari media untuk menyosialisasikan pentingnya pencegahan DBD dan vaksinasi kepada masyarakat.

“Media punya peran penting untuk mengedukasi masyarakat. Dengan informasi yang benar, kita bisa memutus mata rantai penularan nyamuk,” tutupnya.

Pemprov Kaltim berharap upaya terpadu ini dapat menekan kasus DBD dan memastikan kesehatan masyarakat tetap terjaga di tengah tantangan cuaca yang berubah-ubah. (yud/adv)

Universitas Mulawarman Latih Kader Posyandu Lansia

November 28, 2024 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Tim dosen Universitas Mulawarman (Unmul) melaksanakan pelatihan coaching kader posyandu lansia. Pelatihan ini melibatkan peran aktif kader kesehatan lansia, dosen dan mahasiswa Universitas Mulawarman.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Bahtiar menyampaikan kader diberikan pelatihan mengelola posyandu lansia sesuai standar dan pelatihan keterampilan layanan home visit. Ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat kepada kader posyandu lansia dan merupakan salah satu bentuk Tri Darma perguruan tinggi yang dilaksanakan tim pengabdian masyarakat Universitas Mulawarman dengan dana hibah pengabdian masyarakat dari Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek RI.

Dijelaskan Bahtiar, pelatihan kepada kader posyandu lansia ini merupakan bentuk peningkatan kapasitas, kemampuan dan keterampilan bagi kader agar bisa lebih baik lagi. Kader merupakan salah satu ujung tombak kesehatan di masyarakat sehingga mereka perlu diberikan pembimbingan dan pengetahuan tentang manajemen pengelolaan posyandu yang selama ini masih sangat jarang diberikan kepada para kader kesehatan.

“Terselenggara atas dukungan anggota tim, yaitu Khumaidi dan Andi Ismail Lukman, sehingga pengabdian tersebut berjalan lancar dan sukses,” kata Bahtiar.

Kegiatan itu turut melibatkan mahasiswa Program Studi (Prodi) D3 keperawatan dan S1 Keperawatan, Fakultas kedokteran Unmul.

“Keterlibatan mahasiswa ini sebagai bentuk implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kolaborasi dilakukan dengan mitra Posyandu Lansia Melati Lempake tepian Kelurahan Gunung Lingai Kota Samarinda,” tuturnya.

Pengabdian tersebut dilaksanakan selama dua hari, pada Kamis (10/10)  dan  Rabu (16/10) di Posyandu Melati Lempake Tepian yang diikuti oleh 5 orang kader posyandu lansia. Pelatihan hari pertama dimulai dengan pendalaman masalah dengan pendekatan coaching melalui instrumen yang telah diberikan tim pengabdi. Selanjutnya diakhiri dengan menyimpulkan bersama masalah yang akan diatasi bersama agar tata kelola posyandu lansia lebih baik.

Pada pelatihan hari kedua yakni memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai layanan kunjungan home care melalui kemampuan melakukan pemeriksaan tekanan darah, asam urat, gula darah dan kolesterol. Selain itu, dilakukan pula serah terima alat-alat kesehatan untuk melengkapi sarana dan prasarana posyandu lansia melati lempake tepian.

“Penyediaan alat-alat kesehatan dasar bagi posyandu lansia melati diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan di posyandu dan pada  saat melakukan kunjungan rumah bagi lansia yang sakit dan tidak mampu berkunjung ke posyandu lansia,” pungkasnya. (**)

Dinkes Kaltim Pastikan Tidak Ada Laporan Kasus Keracunan Jajanan Impor Latiao

November 27, 2024 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Menyusul penarikan jajanan impor asal China, Latiao, dari pasaran oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI akibat kontaminasi bakteri Bacillus cereus, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur memastikan belum ada laporan kasus keracunan terkait produk tersebut di wilayah Kaltim.

“Hingga saat ini tidak ada laporan kasus keracunan makanan impor di Kalimantan Timur. Meski demikian, kami tetap meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terjadi di wilayah ini,” ujar Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, Selasa (26/11/2024).

Kelapa Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin

Bakteri Bacillus cereus diketahui dapat menghasilkan racun yang menyerang sistem saraf, menyebabkan gejala seperti mual, muntah, diare, hingga sesak napas. Produk yang terkontaminasi bakteri ini diduga menjadi penyebab beberapa Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan di beberapa daerah di Indonesia.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kaltim mengandalkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) atau Early Warning Alert Response System (EWARS) untuk memantau potensi ancaman kesehatan.

“SKDR memungkinkan kami untuk mendeteksi dan merespons lebih cepat jika terjadi kasus yang berpotensi menjadi wabah atau KLB, termasuk keracunan makanan,” jelas  Jaya.

Sistem ini dirancang untuk memantau penyakit menular, risiko makanan, serta kondisi lingkungan yang dapat memicu masalah kesehatan masyarakat. Dengan SKDR/EWARS, Dinkes Kaltim optimistis mampu menjaga keamanan pangan dan mencegah ancaman kesehatan di Kaltim.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan memastikan masyarakat Kaltim terlindungi dari potensi bahaya kesehatan,” tutupnya. (jal)

Dinas Kesehatan Kaltim Dorong Edukasi Gizi Sebagai Solusi Jangka Panjang Cegah Stunting

November 27, 2024 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) menegaskan pentingnya edukasi tentang gizi kepada masyarakat, terutama pada keluarga dengan anak-anak usia dini dalam upaya menekan angka stunting. Kepala Dinkes Kaltim, Dr. dr. H. Jaya Mualimin, mengungkapkan, rendahnya kesadaran terhadap pengolahan makanan bergizi menjadi salah satu penyebab utama stunting.

“Banyak keluarga yang masih belum paham cara mengelola makanan bergizi. Hal ini mengakibatkan anak-anak mereka tidak mendapat nutrisi yang cukup meskipun makanannya terlihat sehat,” ujar Dr. Jaya, Selasa (26/11/2024).

Ia menyoroti pentingnya mengajarkan pola makan sehat kepada masyarakat, terutama ibu hamil dan ibu dengan anak usia balita. Menurutnya, salah pengolahan makanan sering kali menghilangkan kandungan gizi penting, sehingga kebutuhan nutrisi anak tidak terpenuhi secara optimal.

“Edukasi ini harus menyentuh hal-hal dasar seperti cara memasak yang benar dan pentingnya bahan makanan berkualitas. Dengan begitu, anak-anak akan tumbuh dengan gizi yang cukup dan risiko stunting dapat ditekan,” tambahnya.

Selain literasi gizi, Dinkes Kaltim juga menekankan pola asuh yang baik, seperti pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama, serta makanan pendamping ASI yang sesuai. Ia juga mengingatkan perlunya menjaga lingkungan rumah yang bersih dan sehat untuk mendukung tumbuh kembang anak.

“Kita perlu pendekatan menyeluruh, mulai dari peningkatan pola pikir hingga pola asuh dan lingkungan. Ketiganya harus berjalan beriringan agar upaya pencegahan stunting lebih efektif,” jelasnya.

Melalui program edukasi gizi yang terus digalakkan diharapkan masyarakat Kaltim dapat lebih sadar akan pentingnya nutrisi dalam mendukung pertumbuhan anak, sehingga generasi mendatang dapat tumbuh lebih sehat dan berkualitas. (adv diskominfo kaltim)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1495868
    Users Today : 4341
    Users Yesterday : 6601
    This Year : 432378
    Total Users : 1495868
    Total views : 13146815
    Who's Online : 46
    Your IP Address : 216.73.216.33
    Server Time : 2026-03-18