Program Magister Administrasi Rumah Sakit Unud Siapkan Pemimpin Kesehatan Masa Depan

December 12, 2025 by  
Filed under Kesehatan

DENPASAR — Universitas Udayana resmi meluncurkan Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS), sebuah program pascasarjana yang dirancang untuk menjawab kebutuhan industri kesehatan akan pemimpin rumah sakit yang adaptif dan berdaya saing global. Kehadiran program ini menjadi respons terhadap meningkatnya kompleksitas tata kelola rumah sakit, terutama di tengah transformasi digital dan tuntutan layanan kesehatan yang semakin tinggi.

Program MARS dirancang untuk mengintegrasikan ilmu administrasi, kebijakan kesehatan, serta teknologi digital dalam pengelolaan fasilitas kesehatan. Dengan kurikulum berbasis standar nasional dan internasional, program ini menaruh perhatian pada isu-isu mendesak seperti manajemen krisis kesehatan, keberlanjutan finansial rumah sakit, hingga penguatan etika kepemimpinan.

Dalam keterangannya, pihak universitas menyampaikan bahwa program ini memiliki visi menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dalam tata kelola administrasi rumah sakit dan kesehatan wisata yang unggul, bertanggung jawab, dan berkelanjutan di Indonesia. Upaya ini diperkuat melalui penyelenggaraan pendidikan berbasis outcome, penelitian lintas disiplin, serta pembangunan jejaring kerja sama dengan berbagai lembaga pemerintah maupun non-pemerintah di tingkat lokal, nasional, dan internasional.

Program ini berada di bawah arahan Direktur Pascasarjana Prof. I Nyoman Suprapta Winaya, S.T., M.A.Sc., Ph.D., bersama Koordinator Program Studi Dr. Luh Seri Ani, SKM., M.Kes., serta Ketua Task Force Prof. Dr. dr. Cokorda Bagus Jaya Lesmana, S.Ked., Sp.KJ (K), MARS. Kehadiran tim pengajar multidisiplin dari berbagai bidang kesehatan, manajemen, industri rumah sakit, teknik, ekonomi, hingga farmasi memperkuat kualitas akademik program ini. Beberapa di antaranya adalah Prof. Dr. Ir. I Wayan Budiasa, S.P., M.P., IPU, ASEAN Eng.; Dr. dr. I Ketut Suarjana, S.Ked., MPH; Dr. dr. I Wayan Gede Artawan Eka Putra, M.Epid.; DR. dr. Ni Made Sri Noviyanti, MPH; DR. dr. I B Fajar Manuaba, SpOG; serta sejumlah akademisi dan pakar lainnya.

Program MARS akan mulai berjalan pada Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 dengan kuota perdana sebanyak 30 mahasiswa. Pendaftaran dibuka hingga 6 Januari 2026 melalui situs resmi Universitas Udayana. Kurikulum mencakup 54 SKS yang terdiri atas mata kuliah inti seperti Manajemen Strategis Rumah Sakit, Analisis Kebijakan Kesehatan, serta Praktikum Lapangan di sejumlah rumah sakit mitra. Lulusan program ini diproyeksikan untuk dapat mengisi posisi strategis seperti direktur rumah sakit, manajer operasional, konsultan kebijakan kesehatan, hingga peran di BPJS, Kementerian Kesehatan, maupun sebagai akademisi.

Peluncuran MARS turut menandai penguatan kolaborasi Universitas Udayana dengan berbagai institusi layanan kesehatan, termasuk RSPTN Unud, RSUD Wangaya, RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, RSUD Bali Mandara, Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI), serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kolaborasi ini memastikan bahwa kurikulum dan pelaksanaan pendidikan tetap relevan dengan dinamika lapangan.

Dengan kehadiran Program Magister Administrasi Rumah Sakit ini, Universitas Udayana menegaskan komitmennya dalam mencetak pemimpin kesehatan masa depan yang siap menjawab tantangan industri dan kebutuhan masyarakat. (*)

Dua Rumah Sakit Baru Percepat Pemerataan Layanan Kesehatan Kaltim

December 2, 2025 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Upaya Kalimantan Timur meningkatkan kualitas layanan kesehatan memasuki fase baru. Pemerintah Provinsi Kaltim memastikan pembangunan dua rumah sakit di Kutai Barat dan Samarinda menjadi prioritas strategis, sejalan dengan agenda Jospol yang menekankan pemerataan fasilitas kesehatan modern di seluruh wilayah.

Alih-alih semata menambah bangunan baru, Pemprov menegaskan, proyek ini dirancang agar menjawab ketimpangan akses layanan kesehatan yang selama ini masih dirasakan masyarakat daerah hulu hingga perkotaan.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menjelaskan, rumah sakit di Kutai Barat disiapkan sebagai pusat layanan kesehatan besar pertama di wilayah Bongan. Proyek tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp297 miliar, dibangun di atas lahan seluas sekitar 70 hektare. Saat ini, proses hibah lahan dari Kementerian Transmigrasi terus dipercepat agar pembangunan dapat dimulai sesuai jadwal.

“Begitu status lahan menjadi milik Kabupaten Kutai Barat, proses hibah ke Pemprov bisa langsung diproses,” jelas Jaya, Selasa (2/12/25).

Sementara itu, di Samarinda, Pemprov memulai pembangunan RS AMS II Korpri dengan anggaran sekitar Rp200 miliar. Rumah sakit yang awalnya berstatus kelas D ini akan dikembangkan menjadi kelas B. Peningkatan kapasitas ini diharapkan mampu mengurangi penumpukan pasien di RSUD AWS yang selama ini menjadi rujukan utama se-Kaltim.

Pemerintah juga menegaskan, pengembangan fasilitas tidak hanya pada fisik bangunan. Sedikitnya 24 layanan spesialistik, termasuk jantung dan hemodialisis, akan disiapkan untuk memastikan fungsi rujukan berjalan lebih optimal.

“Bangunan hanya awalnya. Yang penting, layanan profesional dan lengkap akan tersedia,” kata Jaya.

Agar rumah sakit di Kutai Barat, kebutuhan tenaga kesehatan juga cukup besar. Pemprov memperkirakan sedikitnya 70 dokter dari berbagai spesialis harus direkrut melalui mekanisme ASN, termasuk membuka peluang bagi dokter lokal yang ingin kembali mengabdi. Kedua RS ini nantinya akan dikelola melalui skema BLUD agar fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan pelayanan.

Keberadaan dua rumah sakit tersebut diharapkan menjadi titik balik pemerataan layanan kesehatan Kaltim, terutama bagi warga di daerah pedalaman yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh demi mendapat layanan rujukan.

Pembangunan ini disebut sebagai bukti komitmen Jospol dalam mempercepat transformasi layanan publik, menghadirkan fasilitas kesehatan modern yang tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi tersebar merata di seluruh kawasan Kaltim. (Adv/diskominfokaltim/yud)

Kaltim Siapkan Fasilitas Kesehatan Baru di Tahun 2026

December 2, 2025 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Dorongan pemerataan layanan kesehatan di Kalimantan Timur memasuki fase krusial. Setelah beberapa tahun berkutat pada proses administrasi dan penyusunan perencanaan teknis, dua proyek rumah sakit baru di Samarinda dan Kutai Barat kini berada di ambang pelaksanaan konstruksi pada 2026. Pemerintah Provinsi Kaltim memastikan seluruh dokumen persiapan dipercepat agar pembangunan fasilitas kesehatan skala besar itu dapat dimulai sesuai target.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menyebut proses awal seperti feasibility study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) sedang dipercepat agar masa konstruksi dapat dimulai sesuai jadwal.

“Targetnya 2026 FS sudah selesai. Kalau DED rampung, pertengahan atau akhir tahun itu pembangunannya bisa dimulai,” ujarnya, Selasa (2/12/25).

Rumah sakit pertama yang segera dibangun berada di Samarinda, tepatnya di kawasan RS Korpri, Kompleks Gelora Kadrie Oening. Lahan di sisi kiri dan belakang rumah sakit telah disiapkan sebagai area perluasan.

Lewat pengembangan ini, RS Korpri yang saat ini berstatus kelas D akan ditingkatkan menjadi rumah sakit kelas B dengan nama RS AMS II Korpri, sehingga mampu melayani pasien rujukan dengan fasilitas yang lebih lengkap.

“Bangunannya sudah terlihat, sebagian area sudah berpagar biru. Statusnya akan ditingkatkan setara RSUD AWS,” kata Jaya.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi beban RSUD Abdul Wahab Syahranie yang selama ini menjadi pusat rujukan terbesar di Kaltim.

Proyek rumah sakit kedua akan berdiri di Kecamatan Bongan, Kutai Barat. Lahan seluas sekitar 70 hektare telah disiapkan, meski masih menunggu proses pengalihan status dari Kementerian Transmigrasi agar dapat dihibahkan kepada Pemprov.

“Kami akan rapat di Jakarta untuk mempercepat pencabutan HPL. Jika sudah jadi hak milik Kabupaten Kubar, lahannya bisa langsung dihibahkan,” jelasnya.

Pemprov menegaskan, pembangunan dua rumah sakit ini merupakan bagian dari agenda Jospol, program yang mendorong pemerataan infrastruktur layanan kesehatan di seluruh Kaltim. Pemerintah menilai langkah ini penting agar memastikan fasilitas kesehatan tidak hanya berkembang di kota besar, tetapi juga menjangkau kawasan pedalaman.

Dengan pembangunan serentak di dua daerah tersebut, Pemprov berharap akses layanan kesehatan modern dapat dirasakan lebih merata masyarakat Kaltim. (Adv/diskominfokaltim/yud)

YJI Cabang Kaltim Siapkan Pelantikan Pengurus

November 26, 2025 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kaltim diakui sedang menyiapkan Pelantikan Kepengurusan Masa Bakti 2025 – 2030. Pelantikan dijadwalkan awal Desember 2025 menyesuaikan kesiapan Ketua Umum YJI Pusat Annisa Larasati Pohan.

“Ini rapat awal rencana pelantikan kepengurusan baru kita. Semoga prosesnya lancar sesuai jadwal yang direncanakan minggu pertama atau minggu kedua Desember,” ucap Ketua YJI Cabang Kalimantan Timur Hj Wahyu Seno saat memimpin Rapat Persiapan Pelantikan Kepengurusan YJI Cabang Kalimantan Timur Masa Bakti 2025 – 2030, di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Selasa (25/11/2025).

Sebagai langkah awal, kepengurusan membentuk panitia untuk pembagian tugas persiapan pelaksanaan pelantikan mendatang. Ini agar persiapannya terukur dan ditetapkan penanggung jawabnya. Termasuk berkoordinasi ke Sekretariat YJI Pusat terkait penjadwalan dan kesiapan hadir, maupun hal-hal lain dibutuhkan saat pelantikan YJI Cabang Kalimantan Timur.

Berkaitan itu, dia berharap keterlibatan aktif segenap pengurus ikut menyukseskan agenda besar YJI kepengurusan baru ini.

“Ini langkah awal kita. Setelah pelantikan banyak tugas-tugas besar menanti,” yakinnya.

Setelah pelantikan ditargetkan akan segera diagendakan rapat kerja daerah untuk membahas program kerja YJI kedepan. Termasuk bila memungkinkan digelar Jambore Daerah (Jamda) sebagai ajang perkenalan dan silaturahmi YJI Cabang Kalimantan dengan YJI Kabupaten/Kota se Kaltim.

“Setelah pelantikan kita berhasil YJI tambah gaspol. Kita akan segera dorong pembentukan YJI Kabupaten/Kota yang masih belum aktif. Target kita minimal 5 dari 10 kabupaten/kota segera terbentuk kepengurusan baru yang aktif,” tandasnya. (AM)

Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kaltim Gelar Senam Massal

November 7, 2025 by  
Filed under Kesehatan

Sekretaris YJI Cabang Kaltim, Moh Jauhar Efendi dalam konferensi pers bersama awak media di Kantor Diskominfo Kaltim, Jumat (7112025)

SAMARINDA – Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kalimantan Timur siap memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 YJI yang akan digelar Sabtu, 9 November 2026, di Kompleks Islamic Center Samarinda.

Perayaan tahun ini mengusung semangat hidup sehat dan berbagi kepada sesama melalui beragam kegiatan yang melibatkan masyarakat luas. Acara puncak akan ditandai dengan Senam Jantung Sehat Massal yang diikuti oleh sekitar 1.000 peserta, terdiri dari klub-klub jantung sehat dari Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk semakin menggerakkan masyarakat agar menjaga kesehatan jantung melalui pola hidup aktif dan olahraga teratur.

Selain kegiatan senam, YJI Kaltim juga melaksanakan aksi sosial berupa penyerahan bantuan kepada 10 anak yatim dan 10 kaum dhuafa sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, sekaligus menegaskan komitmen YJI dalam membangun masyarakat yang sehat dan berdaya.

Rangkaian kegiatan HUT ini juga akan diisi dengan dialog nasional secara daring (Zoom Meeting) bersama Ketua Umum YJI Pusat dan seluruh Ketua Cabang YJI di Indonesia. Dialog ini menjadi ajang silaturahmi dan berbagi inspirasi untuk memperkuat sinergi organisasi dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih peduli terhadap kesehatan jantung.

Tak kalah menarik, masyarakat yang hadir juga berkesempatan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis, termasuk tes EKG (Elektrokardiogram), sebagai langkah deteksi dini penyakit jantung.

Ketua YJI Kaltim Hj Wahyu Hernaningsih menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga bentuk nyata upaya YJI dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan jantung sejak dini.

“Kami ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan hidup sehat sebagai gaya hidup. Senam Jantung Sehat bukan hanya olahraga, tetapi gerakan sosial yang menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian,” ujar Ketua YJI Kaltim, Jum’at (7/11/2025).

Dengan semangat “Don’t Miss a Beat”, peringatan HUT ke-44 YJI diharapkan dapat memperkuat

komitmen bersama dalam mencegah penyakit jantung, meningkatkan kesadaran hidup sehat, serta menebar kebaikan bagi sesama. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb