Dua Mahasiswa KPI UINSI Beri Materi Publik Speaking di Sebulu

December 16, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

KUTAI KARTANEGARA – Dua Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda menjadi pemateri dalam Kegiatan Publik Speaking Komunitas Emak Perduli Anak (Kemak) Kecamatan Sebulu. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati hari ibu, bertujuan membangun rasa percaya diri perempuan untuk hadir dan mendukung pembangunan daerah dilaksanakan di Desa Segihan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis, (15/12/2022).

Ketua Kemak yang sekaligus mahasiswa KPI Pascasarajana UINSI Samarinda Ria Atia Dewi mengatakan, perempuan harus ikut berkontribusi dan aktif dalam pembangunan daerah. Melalui komunikasi, perempuan dapat lebih aktif dan produktif.

“Kecenderungan perempuan yang suka berbicara dengan banyak kosa kata harus terarah, sehingga memudahkan perempuan dalam menyampaikan ide, pemikiran, dan gagasan,” ucapnya.

Ria menambahkan, melalui komunikasi yang dibangun dengan baik maka akan menghasilkan hubungan yang baik. Dengan peran perempuan sebagai istri, ibu yang juga aktif dalam lingkungan sosial masyarakat harus dibekali dengan kemampuan komunikasi yang baik.

Sementara itu, Selamat Said Sanib dalam materinya menyampaikan, dalam melakukan komunikasi seseorang harus percaya diri. Dengan kepercayaan diri yang dimiliki, maka pesan yang disampaikan akan mudah untuk dipahami.

“Dengan belajar cara berkomunikasi, maka akan membantu dalam penyampaian pesan,” ucapnya.

Selamat Said Sanib dalam kesempatan itu juga menyampaikan, ciri-ciri orang yang mengalami rasa gugup saat berkomunikasi. Dan memberikan teknik mengatasi rasa gugup melalui gerakan tubuh kepada peserta pelatihan publik speaking.

Kegiatan bertambah meriah dengan tampilan musik dari Anggota DPRD Kalimantan Timur Mathinus yang menambah semangat para peserta dalam kegiatan publik speaking. Sehingga suasana menjadi lebih menarik. (*)

 

Marthinus : Perempuan Harus Terus Didukung

December 16, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

KUTAI KARTANEGARA – Komunitas Emak Perduli Anak (Kemak) Sebulu menggelar Pelatihan Publik Speaking yang berkolaborasi bersama Anggota DPRD Kalimantan Timur Mathinus dan Pemerintah Desa Segihan. Kegiatan menghadirkan pemateri Mahasiswa Pascasarjana UINSI Samarinda Selamet Said Sanib di Desa Segihan, Kecamatan Sebulu Kabupaten Kutai Kartanegara, (15/12/2023).

Marthinus mengapresiasi apa yang dilakukan Kemak. Semangat komunitas yang konsen pada perempuan dan anak harus terus didukung. Anggota Komisi 1 bidang Hukum dan Pemerintahan ini juga berkomitmen untuk terus mendukung Kemak untuk dapat terus eksis.

“Hadirnya komunitas dapat menjadi wadah dalam mengekspresikan diri untuk hadir menjadi bagian dalam pembangunan daerah,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Segihan Hendra Wahyudi menyampaikan kehadiran komunitas dapat menjadi peluang bagi para perempuan belajar dan mendapat informasi yang positif. Dengan menambahkan keilmuan dari berbagai bidang, termasuk dalam komunikasi.

“Perempuan memiliki banyak keahlian, sehingga dengan belajar komunikasi dapat menambah pengetahuan dan membangun kepercayaan diri,” tambahnya.

Yudi panggilan akrabnya menambahkan, perempuan harus dapat aktif dan ikut berkontribusi dalam pembangunan. Pendapat perempuan sangat dibutuhkan dan harus di dengar, sehingga dia berharap melalui pelatihan publik speaking dapat menambah wawasan serta rasa percaya diri untuk berani tampil dan berpendapat dalam mendukung pembangunan daerah. (Ria)

Siapkan Training Publik Speaking, Komunitas Kemak Silaturahmi dengan Kades Segihan Kukar

December 13, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

KUKAR – Komunitas Emak Peduli Anak (Kemak) melakukan silaturahmi bersama Kepala Desa Segihan Hendra Wahyudi. Silaturahmi yang dilakukan dalam rangka memperingati Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember 2022, dengan menggelar pelatihan publik speaking yang digagas Kemak  bekerjasama dengan Pemerintah Desa Segihan Kecamatan Sebulu kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (12/12/2022).

Dalam sambutannya, Kades Segihan Hendra Wahyudi mendukung kegiatan yang dilaksanakan Kemak, dia mengatakan pelatihan publik speaking perlu dilakukan. Khususnya pada perempuan dan masyarakat yang aktif dalam berorganisasi.

“Semoga kegiatan pelatihan publik speaking dapat menambah wawasan dan melatih kepercayaan diri,” ucapnya.

Yudi (sapaan akrab Kades Segihan) menambahkan, masyarakat memiliki potensi dalam mendukung pembangunan suatu daerah namun sering kali terhalang hanya karena komunikasi. Banyak masyarakat yang memiliki ide dan semangat, namun tidak bisa mengungkapkan maksudnya.

“Saat masyarakat ingin menyampaikan sering kali malu menyampaikan atau gugup saat ingin mengutarakan maksudnya, padahal ide yang ingin disampaikan justru yang dibutuhkan,” sambungnya.

Ia pun berharap, dengan kegiatan yang dilaksanakan komunitas dapat menjadi daya tarik masyarakat untuk semakin aktif dan produktif. Dengan dukung dengan sumber daya masyarakat yang mumpuni dapat mencapai keberhasilan daerah.

Sementara itu, Ketua Kemak Ria Atia Dewi mengatakan, banyak permintaan masyarakat yang sudah disampaikan pada komunitas untuk dapat dilakukan. Seperti pelatihan publik speaking dan diskusi bersama psikolog menjadi usulan yang sering disampaikan.

“Pelan-pelan kami akan menyesuaikan kegiatan komunitas, sehingga tidak selalu dengan seminar. Namun ada juga dalam bentuk pelatihan,” ucapnya.

Perempuan berhijab ini mengatakan, komunitas Kemak memang berfokus pada kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Sehingga dapat membangun interaksi dengan masyarakat, kebutuhan masyarakat akan terus diupayakan. Dia juga menambahkan, saat ini komunitas sudah mulai banyak dikenal. Sehingga jumlah peminat yang hadir lebih banyak.

“Saat ini komunitas memang sudah mulai dikenal, beberapa kali kegiatan juga melakukan kolaborasi bersama pemerintah dan legislatif,” tambahnya.

Ia berharap, dengan keaktifan masyarakat untuk ikut serta dalam kegiatan komunitas dapat memberikan dampak yang positif dan membuka peluang bagi masyarakat.(ri/*)

 

Baznas Berau Serahkan Bantuan Gempa Cianjur

December 8, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Berau menyerahkan bantuan gempa Cianjur senilai Rp 50 juta melalui Ketua Baznas Provinsi Kalimantan Timur H. Ahmad Nabhan dan didampingi Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kaltim Andi Ishak . Penyerahan secara simbolis dilaksanakan pada acara pembukaan Bimbingan Teknis Penyusunan dan Pengesahan Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) 2022 di Hotel Selyca Mulia Samarinda, Rabu, (07/12/2022).

Ketua Baznas Kabupaten Berau H. Busransyah menyampaikan, bantuan gempa Cianjur merupakan wujud kepedulian kepada masyarakat yang terdampak gempa. Sebelumnya Baznas Kabupaten Berau sudah mengirimkan bantuan berupa pakaian layak pakai dari Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD) dengan nilai bantuan mencapai Rp 60 Juta.

“Sampai saat ini Baznas Berau masih terus menerima donasi untuk Cianjur,” ucapnya.

Busransyah menambahkan, bantuan yang diserahkan merupakan hasil pengumpulan dari masyarakat dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid di Kabupaten Berau. Baznas Kabupaten Berau berharap dapat terus berkontribusi membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak gempa di Cianjur.

Busransyah mengucapkan terimakasih kepada masyarakat dan masjid-masjid di Berau yang telah menyisihkan sebagian infaq Jumat  untuk korban gempa Cianjur. (Ria)

IAI – Balai Besar POM Samarinda Bahas Bisfenol-A

December 7, 2022 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Samarinda bersama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) di Samarinda, menggelar Focus Group Discusion (FGD) di Hotel Aston Samarinda, Rabu (7/12/2022)

Ketua PC IAI Samarinda apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc. sekaligus ketua panitia kegiatan mengatakan, kegiatan ini untuk memberikan informasi terkait bahaya Bisfenol-A (BPA) yang merupakan bahan atau monomer dalam produksi plastik Polikarbonat (PC) dan resin epoksi. BPA memang memiliki fungsi menjadikan plastik kuat, mudah dibentuk dan tahan panas. Namun rentan tercerai akibat terpaan panas dan gesekan, dan bermigrasi ke air, sehingga berdampak pada kesehatan.

Kepala Balai Besar POM di Samarinda, apt Drs Sem Lapik MSc, menyampaikan, dampak dan akibat dari keberadaan kandungan BPA di dalam air minum dalam kemasan (AMDK) mungkin tidak dirasakan saat ini. Dampak BPA akan muncul dalam masa-masa ke depan, terutama berdampak ke anak-anak dan kaum perempuan, sehingga harus diantisipasi dan dicegah sejak dini. Perlu upaya dan sinergisitas dengan stakeholder dalam rangka meningkatkan pengawasan dalam upaya melindungi kesehatan masyarakat serta menjamin perdagangan yang jujur dan bertanggung jawab.

Ketua PD IAI Kaltim apt. Arsyik Ibrahim, M.Si. menyambut baik kegiatan ini sebagai upaya preventif dan edukasi pada masyarakat yang nantinya akan dihasilkan rekomendasi terbaik dari forum group discussion ini. Mengingat kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama.

Kegiatan menghadirkan 4 narasumber, yaitu: apt. Anisyah, S.Si., MP sebagai Direktur Standardisasi Pangan Olahan BPOM RI, dr. Muh. Anggit Nugroho, SpOG yang juga dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Samarinda, dr. Diane Meytha Supit, SpA (K) Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kalimantan Timur) dan apt. Fajar Prasetya, M.Si., PhD. sebagai Founder PT. Fajar Biofarmaka Nusantara, Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, dipandu moderator apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc.

Semua Pemateri menyampaikan pesan akan bahaya dari kontaminasi atau cemaran dari Bisphenol A (BPA) dari perspektif bidang keahlian mereka masing-masing. Sosialisasi terhadap bahaya BPA ini semakin memberikan pencerahan kepada masyarakat bahwa ancaman yang mungkin terjadi pada saat ini dan masa mendatang jika potensi masalah BPA ini tidak dilakukan pengendalian yang tepat. Secara umum pengaruh BPA dari sisi kesehatan dan aspek kimia farmasi yaitu terjadi pelepasan atau migrasi partikel BPA ke makanan atau minuman yang bersinggungan langsung dengan kemasan primer, sehingga partikel BPA dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman tersebut. Berisiko pada berbagai penyakit berkaitan gangguan endokrin, yaitu gangguan pada hormonal sistem, perkembangan saraf, dan mental pada anak-anak.

Rekomedasi, untuk upaya pengawalan keamanan pangan bagi masyarakat ini pihak Perguruan Tinggi Farmasi, Organisasi Profesi Kesehatan, dan Balai Besar POM di Samarinda berkomitmen melakukan kegiatan pengabdian masyarakat untuk membangun penyadaran melalui komunitas – komunitas, dan masyarakat, termasuk dilakukannya edukasi dan peningkatan kesadaran pada masyarakat untuk memilih produk makanan dan minuman yang kemasannya bebas BPA.

Rekomendasi berikutnya, perlu dilakukan pendampingan terhadap produsen makanan dan minuman untuk menghasilkan produk yang aman bagi kesehatan, dalam meningkatkan customer awareness serta produsen makanan memiliki ijin edar juga diwajibkan berkomitmen dan bertanggungjawab dalam menjamin keamanan produknya dengan melakukan studi pasca edar terkait migrasi BPA. Terakhir, dukungan terhadap Balai POM untuk melakukan regulatory lewat labelisasi BPA pada kemasan.

Hadir pada kegiatan tersebut yang menjadi audience yaitu Perguruan Tinggi Farmasi di Kaltim yaitu: Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda (STIKSAM), Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Kaltim (UMKT), Fakultas Farmasi UNU, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dirgahayu Samarinda, juga Dinkes Prov Kaltim, Dinkes Kota Samarinda, PD IAI Kaltim, beberapa ketua PC IAI di Kaltim, Himpunan Seminat Farmasi (Hisfarsi, Hisfardis, Hisfarkesmas, dan Hisfarma), LPPOM MUI Kaltim, BM Kimia Farma Apotek Samarinda dan Badan penyelesaian sengketa konsumen provinsi Kaltim, serta sejumlah Organisasi Profesi Kesehatan Kota Samarinda seperti IDI, PDGI, PPNI, IBI dan IAKMI. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb