LPTQ Kaltim Gelar Sertifikasi Calon Dewan Hakim

January 12, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Sri Wahyuni

BALIKPAPAN – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kaltim menyelenggarakan kegiatan Sertifikasi Calon Dewan Hakim MTQ/STQH. Kegiatan sertifikasi diikuti  120 orang peserta dari 9 kabupaten/kota. Terbagi dalam sembilan bidang, yaitu Bidang Tilawah, Bidang Qira’at, Bidang Tahfidz, Bidang Tafsir, Bidang Fahmil Qur’an, Bidang Syarhil Qur’an, Bidang Kaligrafi, Bidang Karya Tulis Ilmiah Qur’an-Hadist atau KTIQ-H dan Bidang Hadist.

Kegiatan Sertifikasi berlangsung di Swiss-Bell Hotel, Balikpapan selama tiga hari, sejak 9 hingga 11 Januari 2026. Seluruh peserta sertifikasi wajib mengikuti pre test sesuai bidang kompetensi yang diikuti. Selanjutnya, peserta diberikan pembekalan oleh narasumber yang kompeten di bidangnya masing-masing.

Usai materi pembekalan disampaikan, termasuk tanya jawab dan pendalaman materi, baru dilanjutkan dengan simulasi atau pratik penilain melalui e-scoring. Terakhir peserta diwajibkan mengikuti uji kompetensi, untuk mengukur sejauh mana tingkat kompetensi peserta sebagai calon dewan hakim.

Kegiatan Sertifikasi Dewan Hakim dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni yang juga sebagai Ketua LPTQ Kaltim, tanggal 9 Januari 2026. Hadir memberikan arahan Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Muchlis Muhammad Hanafi, yang juga sebagai Sekretaris LPTQ Nasional.

Sri Wahyuni mengucapkan terima kasih atas kehadiran Direktur Penerangan Agama Islam dan Kepala Sub Direktorat Tilawah dan Musabaqah Al-Qur’an, Rijal Ahmad Rangkuti, serta para narasumber yang semuanya merupakan Dewan Hakim Tingkat Nasional.

Sri Wahyuni berharap ke depan kualitas penyelenggaraan MTQ bisa meningkat, diikuti oleh peningkatan kualitas dewan hakim melalui kegiatan sertifikasi dewan hakim. ”Terima kasih kepada peserta sertifikasi dewan hakim, karena Bapak Ibu menjadi bagian untuk mewujudkan generasi emas, generasi Qur’ani,”pungkas Sri Wahyuni.

Sementara Direktur Penais memberikan apresiasi yang tinggi terhadap LPTQ Kaltim yang telah menyelenggarakan Sertifikasi Dewan Hakim. Ia menekankan, bahwa salah satu kunci sukses MTQ dipengaruhi oleh kualitas Dewan Hakim MTQ. Lebih lanjut dikatakan, dewan hakim selain memiliki kompeteni teknis, ia harus memiliki integritas, obyektifitas, moral Qur’ani, keteladanan. Dewan hakim juga harus siap menjaga keadilan.

”Dewan hakim harus siap diaudit, bukan hanya oleh dewan pengawas, tetapi juga oleh publik secara terbuka”, tegas Muchlis Muhammad Hanafi.

Ia pun mengibaratkan dewan hakim adalah jantungnya MTQ. Ketika proses rekrutmen dewan hakim tidak didasarkan pada integritas dan kompetensi, MTQ beresiko kehilangan maknanya. Berubah menjadi ajang duniawai semata.

Wakil Ketua I LPTQ, yang sehari-hari juga menjabat sebagai Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Kaltim, Abdul Kholiq, melaporkan kegiatan Sertifikasi Dewan Hakim merupakan salah satu program kerja LPTQ Kaltim. Lebih lanjut dikatakan, bahwa kegiatan sertifikasi dewan hakim bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dewan hakim, baik pada level kabupaten/kota maupun provinsi.

Rangkaian acara ditutup oleh Jauhar Efendi, Wakil Ketua III LPTQ Kaltim, mewakili Ketua Umum LPTQ Kaltim, yang juga sebagai Sekda Prov. Kaltim. Penutupan ditandai dengan penombolan sirine. Didampingi Kasubdit Tilawah dan Musabaqah Al-Qur’an, mewakili Dirjen Bimas Islam Kemenag, Rijal Ahamad Rangkuti, Kabag Bina Mental Spiritual, Muhammad Hamsyani, mewakili Kepala Biro Kesra Setda Prov. Kaltim.

Jauhar Efendi dalam sambutan penutupan menyampaikan apresiasi kepada semua narasumber yang juga sebagai Hakim MTQ Tingkat Nasional dan Ketua Majelis Hakim pada bidangnya masing-masing yang telah berbagi ilmu pengetahuan kepada para peserta sertifikasi. Jauhar juga merasa bangga, karena banyak peserta yang masih muda dan berasal dari para peserta lomba MTQ/STQH, sehingga proses pengkaderan dewan hakim dapat berjalan dengan baik. (mj)

Gen Z Pimpin Indeks Toleransi Beragama Indonesia 2025

January 11, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Di tengah masyarakat Indonesia yang semakin beragam, sikap toleran menjadi elemen penting dalam menjaga harmoni sosial. Perbedaan keyakinan, cara beribadah, hingga tradisi keagamaan kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang menuntut sikap saling menghargai. Menariknya, cara generasi muda memandang perbedaan tersebut menunjukkan kecenderungan yang semakin terbuka.

Berdasarkan data yang dilansir dari GoodStats Data, Generasi Z mencatatkan tingkat toleransi beragama tertinggi pada 2025 dengan skor 80,03. Angka ini berada di atas generasi lain, yakni Gen X (78,97), Baby Boomers (78,81), dan Milenial (78,77).

Data tersebut berasal dari Survei Indeks Kualitas Kehidupan Beragama Umat Islam Tahun 2025 yang dirilis Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam bekerja sama dengan Alvara Strategic Research. Survei dilakukan secara kuantitatif terhadap 1.208 responden Muslim di 34 provinsi menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error 2,89 persen.

Penilaian toleransi beragama dalam survei ini mencakup sejumlah indikator, antara lain penerimaan terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, sikap tidak mencela keyakinan berbeda, penolakan terhadap tindakan persekusi, serta tidak menyebarkan ujaran kebencian berbasis agama.

Tingginya tingkat toleransi Gen Z juga tercermin dari pandangan generasi muda terhadap perbedaan keyakinan. Nadya (22), salah satu Gen Z, menilai keberagaman agama seharusnya tidak menjadi sumber konflik.

“Menurutku, agama itu urusan masing-masing sih. Yang penting saling menghormati dan nggak ikut campur keyakinan orang lain,” ujarnya.

Karena itu, penguatan nilai toleransi tetap perlu dijaga melalui pendidikan, keteladanan tokoh masyarakat, serta kebijakan yang mendorong kerukunan. Sikap terbuka Gen Z dinilai dapat menjadi modal sosial penting bagi masa depan Indonesia yang lebih harmonis, tanpa mengesampingkan nilai-nilai keimanan yang diyakini setiap pemeluk agama. (intan)

Ngemil Es Batu, Bahaya yang Sering Dianggap Sepele

January 10, 2026 by  
Filed under Kesehatan

Kebiasaan ngemil atau mengunyah es batu yang sering dianggap menyegarkan ternyata memiliki dampak negatif yang serius bagi kesehatan, terutama kesehatan gigi dan tubuh. Para ahli kesehatan gigi dan penelitian medis menunjukkan kebiasaan ini dapat menyebabkan kerusakan gigi, gangguan rahang, hingga menjadi tanda kondisi medis lain yang mendasar.

Salah satu penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal medis Medical Hypotheses menunjukkan, kebiasaan pagophagia, istilah medis untuk keinginan kompulsif mengunyah es batu sering dikaitkan dengan defisiensi zat besi atau anemia.

Studi ini menemukan, pada individu dengan anemia defisiensi besi, rasa ingin mengunyah es batu lebih tinggi dibandingkan dengan orang tanpa anemia, dan dalam beberapa kondisi dapat meningkatkan aliran darah ke otak sehingga meningkatkan respons kognitif pada subjek anemik yang diuji dalam penelitian tersebut.

Kajian lain yang tersedia melalui PubMed juga menggambarkan pagophagia sebagai kondisi yang sering terlihat pada pasien dengan anemia defisiensi besi, dan kebiasaan ini menerima perhatian di kalangan medis karena dampaknya pada kesehatan serta kemungkinan koneksinya dengan perubahan fisiologis tubuh.

Dampak Kesehatan yang Terbukti

1. Kerusakan Enamel dan Retakan Gigi
Menurut Cleveland Clinic, kebiasaan mengunyah es batu secara berulang dapat merusak lapisan pelindung gigi (enamel), menyebabkan retakan kecil yang lama-kelamaan berkembang menjadi keretakan besar, bahkan membuat gigi pecah atau membutuhkan perawatan restoratif yang kompleks seperti mahkota atau saluran akar.

2. Sensitivitas Gigi dan Nyeri
Es batu yang sangat dingin dan keras dapat menyebabkan sensitivitas pada gigi, membuat seseorang merasakan nyeri tajam saat mengonsumsi makanan panas atau dingin lainnya. Kerusakan enamel juga meningkatkan risiko pembentukan lubang gigi.

3. Gangguan Sendi Rahang (TMJ)
Tekanan yang berulang dari mengunyah es batu dapat menambah beban pada otot dan sendi temporomandibular (TMJ), yang dapat menyebabkan nyeri rahang kronis atau masalah fungsi rahang jangka panjang.

4. Tanda Potensial Masalah Kesehatan Lainnya
Kebiasaan yang kompulsif ini bisa menjadi tanda kondisi medis tertentu, seperti kekurangan zat besi atau anemia. Para peneliti menunjukkan bahwa pagophagia sering muncul bersamaan dengan kondisi kekurangan zat besi, meskipun mekanisme pastinya belum sepenuhnya dipahami secara ilmiah.

Berbeda dengan sebagian orang yang menghindari kebiasaan tersebut, Mariam, 23 tahun, justru mengaku gemar mengunyah es batu dalam kesehariannya. Menurutnya, kebiasaan itu muncul tanpa disadari dan terasa sulit dihentikan.

“Mungkin karena sensasi dingin dan renyahnya, jadi kecanduan dan akhirnya jadi kebiasaan,” ujar Mariam saat diwawancarai.
Namun, Mariam menyadari, kebiasaan tersebut bukan tanpa risiko, terutama setelah mengetahui dampak kesehatannya dari berbagai informasi medis.

Mariam pun memberi pesan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak meniru kebiasaannya secara berlebihan.

“Tapi ini nggak recommended ya. Bahaya juga soalnya buat kesehatan kalau lama-lama dan jadi kebiasaan,” tutupnya. (intan)

Upaya Pemenuhan Dokter Spesialis, Kukar Jalin Kerja Sama Dengan Unhas

January 8, 2026 by  
Filed under Kesehatan

MAKASSAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya memenuhi kebutuhan dokter spesialis dan subspesialis di Rumah Sakit di daerah ini. Salah satu upaya yang dilakukan dengan menjalin kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dengan Universitas Hasanuddin yang tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama Nomor: B-1627/KS/KSDN/074-10/07/2023 dan Nomor 16122/UN4.1/HK.07/2023.

Menindaklanjuti perjanjian kerja sama, Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri melakukan kunjungan kerja ke Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar. Selasa (6/1/2026).

Aulia menjelaskan, kunjungan kerja tersebut dilaksanakan dalam rangka evaluasi pelaksanaan kerja sama yang telah berjalan sekaligus koordinasi rencana perluasan kerja sama ke depan.

“Kerja sama ini sangat strategis untuk mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kukar, khususnya dalam pemenuhan dokter spesialis dan subspesialis yang masih menjadi kebutuhan utama di rumah sakit daerah,” ujarnya.

Selain evaluasi, pertemuan juga membahas rencana pengembangan kerja sama dalam bentuk penyiapan dan pengembangan kompetensi putra-putri daerah sebagai tenaga layanan kesehatan, pengembangan kompetensi dokter spesialis, serta riset pemetaan kebutuhan tenaga kesehatan Pemerintah Daerah.

Menurut Bupati, langkah ini sejalan dengan komitmen Pemkab dalam Kukar Idaman Terbaik untuk meningkatkan layanan kesehatan yang berkualitas dan merata sesuai kebutuhan masyarakat.

“Melalui kolaborasi dengan UNHAS, kita berharap dapat mencetak SDM kesehatan unggul dari daerah sendiri serta memperkuat layanan kesehatan di seluruh wilayah Kukar,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus diperkuat dan diperluas demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang prima bagi seluruh masyarakat Kukar. (kk04)

Polres Mahakam Ulu Gelar Doa Bersama Lintas Agama

December 31, 2025 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Mahakam Ulu – Polres Mahakam Ulu menggelar kegiatan doa bersama lintas agama sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap para korban bencana alam yang terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lingkungan Polres Mahakam Ulu dan dihadiri unsur Forkopimda, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta personel Polres Mahakam Ulu, Rabu (31/12/2025)

Doa bersama lintas agama dipimpin perwakilan tokoh agama, dengan tujuan memohon keselamatan, kekuatan, serta ketabahan bagi saudara-saudara yang terdampak bencana alam, sekaligus sebagai wujud kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Mahakam Ulu.

Kapolres Mahulu AKBP Eko Alamsyah juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta mendoakan para korban, khususnya menjelang perayaan malam Tahun Baru.

“Warga masyarakat Mahakam Ulu yang melaksanakan tahun baru di mohon untuk meluangkan waktunya untuk berdoa untuk saudara-saudara kita yang ada di Aceh,” pesan Eko.

Kapolres Mahakam Ulu melalui kegiatan ini menegaskan bahwa kepedulian sosial dan rasa kemanusiaan harus senantiasa dijaga, terutama di tengah musibah yang menimpa saudara-saudara sebangsa dan setanah air.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.

Kegiatan doa bersama berlangsung dengan khidmat, aman, dan tertib, serta diharapkan dapat memberikan kekuatan moril bagi para korban bencana alam serta menumbuhkan rasa empati dan persaudaraan di tengah masyarakat. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb