Dinas Kesehatan Ingatkan Potensi Kenaikan Kasus HIV/AIDS di Kubar

October 9, 2025 by  
Filed under Kesehatan

SENDAWAR – Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi kenaikan kasus HIV/AIDS di daerah ini.

Penanggungjawab HIV/AIDS Dinkes Kutai Barat, Yuvensia Donna menyampaikan, data  data Dinkes Kubar, selama Oktober 2025 terdapat 42 kasus HIV/AIDS. Angka ini cenderung menurun dibanding pada periode 2024 yang mencapai 75 kasus. Meski demikian, Dinkes tetap meningkatkan kesiapsiagaan agar penularan dapat ditekan. Pasien juga difasilitasi mendapatkan layanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau.

“Jumlah kasus HIV/AIDS saat ini berpotensi meningkat hingga tiga persen karena sebagian masyarakat belum melakukan pemeriksaan lanjutan,” ujar Yuvensia Donna, Senin (6/10/2025).

Donna menambahkan, kenaikan kasus diperkirakan terjadi karena belum semua pasien menjalani pemeriksaan tahap kedua. Jika melihat prediksi tersebut, maka jumlah kasus bisa lebih banyak  dari tahun lalu.

Sebagai upaya pencegahan dan pengobatan, Dinkes Kutai Barat telah membentuk 11 klinik PDP (Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan) yang tersebar di seluruh puskesmas. Klinik ini memudahkan pasien mendapatkan pelayanan tanpa harus menempuh jarak jauh ke rumah sakit. Rinciannya 10 klinik PDP dan 1 Klinik VCT di RSUD HIS.

RSUD HIS menjadi RS rujukan apabila klinik PDP mendapatkan ODHIV dengan keadaan umum kurang baik, namun bisa dirujuk.

“Untuk memutus mata rantai sepenuhnya itu tidak bisa, tapi kami berusaha untuk membangun sebuah klinik yang ada di Puskesmas,” katanya.

Layanan klinik PDP memungkinkan penanganan cepat bagi pasien yang hasil pemeriksaan pertama (R1) menunjukkan reaktif. Pemeriksaan tahap kedua (R2) dan ketiga (R3) dapat dilakukan langsung di puskesmas, tanpa harus ke rumah sakit.

Kehadiran Klinik PDP untuk menjawab tantangan geografis di Kutai Barat. Banyak pasien yang harus menempuh perjalanan jauh jika hanya mengandalkan rumah sakit sebagai pusat pelayanan.

Dengan adanya klinik di puskesmas, pasien dapat lebih cepat mendapatkan pengobatan, serta dukungan psikososial yang dibutuhkan. (adv/diskominfo/kbr).

Seluang Mudik, Rangkaian Terakhir Upacara Bepelas

September 28, 2025 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

TENGGARONG – Seluang mudik merupakan rangkaian terakhir kegiatan upacara bepelas yang digelar selama Erau adat berlangsung. Kegiatan ini berlangsung di Museum Mulawarman, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Sabtu (27/9/2025).

Berbeda dengan malam-malam sebelumnya, suasana malam ketujuh Festival Erau berlangsung lebih semarak. Pada malam tersebut, selain ritual bepelas, juga dilakukan beberapa ritual khusus yang hanya diselenggarakan pada malam itu.

Seluang mudik, betebak beras merupakan ritual saling melempar beras di antara para hadirin yang hadir pada malam terakhir bepelas. Ritual ini melambangkan rasa syukur atas anugerah kemakmuran pangan yang diberikan Sang Pencipta kepada Kesultanan Kutai Kartanegara. Beras digunakan sebagai alat melempar karena merupakan makanan pokok masyarakat Kutai sehingga menjadi simbol kemakmuran pangan. Selain sebagai wujud rasa syukur, melalui ritual ini, diharapkan hasil panen masyarakat akan semakin meningkat di masa yang akan datang.

Prosesi seluang mudik betebak beras diawali dengan dipertunjukannya tari kanjur (atau disebut juga kanjar) oleh para kerabat Kesultanan dan Sekda Kukar Dr H Sunggono dan Wakil Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid dinobatkan untuk menari bersama. Kemudian dilanjutkan dengan tari kanjur bini yang dilakukan oleh pihak Kesultanan didampingi istri Bupati Andi Deezca Aulia Rahman, Yulaikah Sunggono dan para tamu.

Setelah itu , dilakukan besawai oleh seorang pawang atau sesepuh yang lalu dilanjutkan dengan menaburkan beras sri weja kuning kepada para hadirin sambil dibacakan doa Shalawat Nabi oleh pihak kesultanan.

Penaburan beras sri weja kuning menjadi penanda dimulainya behambur beras oleh para hadirin sebagai bagian dari seluang mudik betebak beras. Di setiap sudut ruang, pihak Keraton telah menyediakan wadah-wadah berisi beras bagi para hadirin. Semua yang hadir di Ruang Stinggil (Siti Hinggil) Keraton terlibat dalam prosesi tersebut, baik sebagai pelaku maupun target. Tak terkecuali Sultan, sesepuh Kesultanan.

Bupati Kutai Kartanegara dr Aulia Rahman Basri serta tamu kehormatan lainnya juga ikut hanyut dalam kemeriahan prosesi ini. Banyak tamu yang hadir mengambil atau memungut beras yang dilemparkan untuk digunakan sebagai penglaris jualan, dibuat bedak basah (pupur dingin) dan banyak lagi khasiatnya dari beras yang dilemparkan tersebut.Ritual akan berakhir ketika suara alunan gamelan yang mengiringi tari kanjur melemah dan akhirnya berhenti dimainkan. (kk 03)

Qori Asal Kaltim Juara 2 MTQ Internasional di Zagreb Kroasia

September 28, 2025 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Jumarlin Qori asal Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur

ZAGREB – Jumarlin Qori asal Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur juara 2 MTQ Tingkat Internasional yang di gelar 25-27 September 2025, di Zargeb, Kroasia.

“Alhamdulillah anak-anak binaan kita (LPTQ Provinsi Kaltim,Red) kembali mampu berbicara di kancah internasional. Kita mewakili Indonesia dan berhasil menjadi juara 2 di ajang MTQ Internasional Zagreb Kroasia,” ucap Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kaltim Sri Wahyuni penuh syukur ketika dikonfirmasi, Minggu (28/9/2025).

Jumarlin, urainya, tampil pada Sabtu, 27 September 2025 dengan nomor urut enam. Penampilanya cukup memukau sehingga saat acara seremonial penutupan MTQ kembali diminta tampil untuk melantunkan Ayat Suci Alqur’an.

“Total poin penilaian yang didapat 96,05 atau terpaut dua dengan juara 1 Suleyman Talha dari Turkey dengan poin 98,20 dan Jumarlin unggul 2 poin dari Monjur Ahmed dari India dengan poin 94,20,” jelasnya.

Bersamaan Jumarlin wakil Kaltim juga ikut mewakili Indonesia pada ajang MTQ internasional ini, yakni hafidz asal Kabupaten Berau, Muhammad Andi Saputra yang mengikuti Cabang Hifzil 15 Juz.

Ia tampil pada 26 September 2025 dengan nomor urut 17. Dan harus puas berada diperingkat 6 dengan perolehan nilai 96,21 poin.

Pun demikian wakil Indonesia asal Bangka Belitung pada Cabang Hifzil 30 Juz Saudara Ahmad Dasuki masih belum beruntung. Meskipun poin yang didapat mencapai 93,90, tetapi belum berhasil menjadi juara mengunguli peserta yang ada.

“Semoga wakil Indonesia, khususnya Kaltim semakin banyak berprestasi di ajang MTQ Internasional. Kita akan terus lakukan pembinaan secara teratur, terukur, dan terprogram. Sembari terus melakukan pembibitan kader pecinta baca tulis Al-Qur’an dan Hadist,” pungkasnya. (*)

Sultan Bersama Seluruh Lapisan Masyarakat Ikut Beseprah

September 25, 2025 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

TENGGARONG – Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin beserta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kukar dan seluruh lapisan masyarakat ikuti kegiatan “Beseprah” dalam rangka Erau Adat Kutai tahun 2025 bertempat di Sepanjang Jalan Diponegoro Tenggarong, Kamis (25/9/2025).

‎‎Beseprah merupakan tradisi makan bersama sambil duduk bersila di atas tikar oleh Sultan bersama masyarakatnya. Adapun menu Beseprah sendiri ialah makanan, minuman dan jajanan khas kutai.

‎Kegiatan Beseprah dimulai dengan ditandai pemukulan kelontong yang terbuat dari bambu oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura bersama unsur forkopimda Kukar yang hadir seperti Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri, Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin, Sekda Kukar Dr. H Sunggono, serta perwakilan unsur forkopimda Kukar.

‎‎dr. Aulia Rahman Basri mengatakan beseprah adalah warisan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan, sebuah tradisi yang berkaitan dengan makna hakiki kesederajatan dalam masyarakat, dimana menurutnya semua orang tanpa terkecuali, duduk bersila berjejer sama rendah, tanpa mengenal derajat dan jabatan.

‎‎Aulia mengatakan tradisi luhur itu juga mengingatkan pada fitrah kemanusiaan. Beseprah mengajarkan setinggi apapun jabatan dan sekaya apapun, pada akhirnya hanyalah manusia biasa yang memerlukan makan dan minum seperti makhluk tuhan yang lainnya.

‎‎”Ini adalah pelajaran tentang kerendahan hati yang tidak lekang oleh waktu,” ujarnya.

‎Dikatakan Aulia, filosofi tersebur harus dimaknai ke dalam konteks pemerintahan modern, yaitu semangat “pemimpin melayani” harus menjadi jantung dari Visi Misi Kukar Idaman Terbaik. Menurutnya, pembangunan yang dilaksanakan bukanlah untuk penguasa, melainkan untuk kesejahteraan seluruh rakyat Kukar.

‎‎Pada kesempatan itu, Aulia berpesan agar acara Beseprah itu bisa dimaknai bersama, untuk membangun kembali kesadaran akan pentingnya kebersamaan membangun dan memakmurkan daerah.

‎‎”Sebelum kita bersama-sama menikmati hidangan, mari kita resapi kembali makna Beseprah ini dengan sebaik-baiknya. Bawa pulang semangat kesederajatan, jiwa melayani, dan kokohnya kebersamaan hari ini ke dalam tugas kita masing-masing, ” pungkasnya. (kk07).

Pelestarian Budaya  Melalui Olahraga Tradisional

September 25, 2025 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

TENGGARONG – Pelaksanaan Erau pada masa-masa sebelumnya, selain pertunjukan berbagai kegiatan seni dan budaya tradisional, kegiatan Erau juga diisi dengan berbagai lomba olahraga tradisional. Hal tersebut tidak terlepas dari konteks bahwa kegiatan Erau merupakan kegiatan yang memang sangat kental dengan nuansa tradisi lokal atau daerah.

“Untuk itu perlombaan olahraga tradisional harus dilihat bukan sekedar soal pertandingan atau perlombaan semata, melainkan harus dilihat dan disikapi sebagai ajang untuk menjaga, melestarikan dan memperkenalkan kembali kekayaan budaya daerah, khususnya di bidang olahraga, baik olahraga tradisional khas Kutai Kartanegara (Kukar) maupun khas Kalimantan Timur pada umumnya,”kata Asisten III Setkab Kukar Dafip Haryanto, menyampaikan sambutan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, di acara Pembukaan Lomba Olahraga Tradisional, di Halaman Parkir Jembatan Repo – repo, Rabu (24/9/25).

Ia mengajak masyarakat pentingnya, mengingat olahraga tradisional seperti belogo, begasing, ketapel (yang dalam bahasa Kutai lebih dikenal dengan istilah terpelan), dan juga sumpit, sudah sangat jarang ditemui di tengah-tengah masyarakat yang kehidupannya semakin modern. Masyarakat lebih mengenal olahraga-olahraga umum atau modern yang memang tidak hanya bisa mereka lakukan dan saksikan secara langsung di banyak tempat dan kesempatan, tapi juga bisa mereka saksikan di televisi.

“Mengingat pentingnya untuk menjaga dan melestarikan olahraga tradisional di tengah-tengah masyarakat kita yang sudah semakin jarang untuk memainkan atau menyaksikannya, maka perlu kiranya dilakukan berbagai strategi jitu agar kemudian, di masa-masa mendatang olahraga tradisional kembali dikenal dan populer di tengah-tengah masyarakat kita,”serunya.

Ia menegaskan agar sasaran pengenalan olahraga tradisional bisa ditujukan kepada anak-anak, para pelajar dan juga a para mahasiswa. Dari merekalah yang kelak menjaga dan melestarikan warisan budaya dari para pendahulunya. ” Ke depan, saat pertandingan atau perlombaan olahraga tradisional seperti saat ini, hendaknya jadwal pertandingan bisa disebar atau disosialisasikan secara khusus ke sekolah-sekolah dan kampus, sehingga dengan demikian mereka mengetahui adanya pertandingan atau perlombaan ini, kemudian berminat atau tertarik untuk menyaksikannya,”pesan Bupati.

Pemerintah Kabupaten Kukar memiliki komitmen yang tinggi dalam mendukung upaya pelestarian olahraga tradisional ini, bahkan di dalam rancangan RPJMD Kukar, pelestarian budaya menjadi salah satu isu strategis yang secara eksplisit disebutkan. Hal tersebut menandakan betapa seriusnya perhatian Pemerintah Kabupaten Kukar terhadap pelestarian budaya yang di dalamnya terdapat olahraga tradisional.

“Mari bersama-sama kita jaga, pelihara dan lestarikan olahraga tradisional kita sebagai bagian dari warisan budaya yang tak ternilai harganya ini. Terus perkenalkan olahraga tradisional kita di tengah-tengah masyarakat kita. Bahkan jika perlu saya menitipkan pesan, jadikan olahraga tradisional ini menjadi kegiatan rutin di sekolah-sekolah pada moment-moment menjelang pembagian raport yang biasa kita kenal dengan istilah kegiatan class meeting atau saat-saat perayaan ulang tahun sekolah,” pungkasnya.

Acara dirangkai dengan melombakan gasing antara Asisten III Dafip Haryanto, Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni, Camat Tenggarong Sukono dan perwakilan Polres Kukar, selanjutnya juga dilakukan pemberian penghargaan kepada para pemenang lomba. Adapun peserta berasal dari Kabupaten Kukar, Kutim, Kubar, Bontang,Paser dan Kalsel. (kk06)

« Previous PageNext Page »

  • vb