LPTQ Kaltim Gelar Rapat Persiapan MTQ Tingkat Provinsi

June 29, 2025 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

BALIKPAPAN – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-45, Tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang akan berlangsung 10-18 Juli 2025 semakin dekat. Waktu yang sangat singkat ini memerlukan perhatian dan energi yang besar, baik bagi jajaran Pengurus Lembaga Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi, maupun bagi Panitia Daerah agar mempersiapkan diri dan memastikan semua rencana sudah mulai dilaksanakan sesuai dengan tahapan-tahapan rencana yang telah ditetapkan atau disepakati bersama.

Ketua II LPTQ Kaltim, Hj. Dasmiah, mewakili Ketua LPTQ, Sri Wahyuni melakukan rapat secara maraton, di Balikpapan, Sabtu (28/6/2025)

Sesi pertama, Rapat Koordinasi Panitia Provinsi untuk Persiapan MTQ ke-45 Tingkat Provinsi Kaltim.

Sesi kedua, siang sampai menjelang maghrib, Rapat LPTQ Provinsi Kaltim dengan Panitia Daerah (LPTQ Kabupaten Kutim dan Event Organizer) untuk Persiapan MTQ ke 45, tingkat Provinsi Kalimantan Timur, di Sangatta, Kutai Timur, yang akan berlangsung mulai tanggal 10 – 18 Juli 2025.

Jauhar Efendi, Ketua III LPTQ Kaltim menyanpaikan, setelah mendengarkan dengan seksama, paparan Ketua I LPTQ Kutim, Ahmad Barkati dan didampingi Ketua IV,  Abdul Latif, Sekretaris LPTQ, Sarifuddin Nur, Wakil Sekretaris, Syamsuddin Senang menyimpulkan beberapa kesepakatan.

Pertama, mengingatkan kembali pembagian penugasan selama berlangsungnya MTQ tingkat provinsi ke-45, di Sangatta, Kutai Timur dengan tetap mempedomani pembagian tugas yang telah ditetapkan dan disepakati bersama.

Dikatakan Jauhar, hasil rapat juga mengingatkan percepatan penyelesaian Surat Keputusan Gubernur Kaltim tentang Penetapan Dewan Hakim dan Pengawas MTQ, melalui Biro Hukum Setda Provinsi Kaltim.

“Hal ini penting, mengingat Dewan Hakim nanti akan dilantik Gubernur Kalimantan Timur, di Sangatta,” ujarnya.

Jauhar mengakui, SK Dewan Hakim agak terlambat karena harus mengikuti dinamika dewan hakim nasional. Pelibatan Dewan Hakim Nasional untuk menjaga mutu penilaian serta menjaga independensi Dewan Hakim.

Kesepakatan keempat yaitu Panitia MTQ Daerah (Kabupaten Kutai Timur) dipimpin Bupati Kutai Timur akan silaturahmi dan melaporkan kepada Gubernur Kaltim tentang kesiapan Kabupaten Kutai Timur sebagai Tuan Rumah Penyelenggaraan MTQ ke-45 tingkat Provinsi Kalimantan Timur, sekaligus memohon kesediaan Gubernur berkenan membuka dan menutup kegiatan penyelenggaraan MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

“Panitia Provinsi akan melakukan peninjauan lapangan ke Kutai Timur, yang akan dilaksanakan tanggal 3 dan 4 Juli serta peninjauan kesiapan IT tgl 7 Juli 2025,” kata Jauhar.

Disampaikan Jauhar, Ketua Umum LPTQ Kaltim, Sri Wahyuni, yang sehari-hari sebagai Sekda Provinsi Kalimantan Timur, memberikan arahan tentang pentingnya kebersamaan dan kekompakan agar event keagamaan yang cukup besar ini dapat berjalan dengan lancar.

“Bukan hanya sukses penyelenggaraan, tetapi sukses prestasi juga diperlukan untuk menyongsong persiapan  MTQ Nasional ke XXXI Tahun 2026 yang akan datang,” kata Jauhar menyampaikan pesan Sri Wahyuni. (adv diskominfo kaltim)

Musisi Kaltim Diajak Ciptakan Karya Orisinal di Era Digital

June 27, 2025 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA — Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Awang Khalik, mengajak para musisi daerah agar terus berinovasi dan menghasilkan karya orisinal. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam proses penciptaan dan distribusi karya musik.

“Musisi Kaltim harus update dengan kemajuan teknologi, menggunakan digitalisasi, baik dalam pembuatan maupun promosi karya,” ujar Awang saat diwawancarai vivaborneo.com, Kamis (26/6/2025).

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Awang Khalik

Ia menekankan pentingnya pemahaman tentang Hak Kekayaan Intelektual (HKI), termasuk proses pendaftaran lagu melalui lembaga intelektual, publisher, atau agregator digital.

“Jangan sampai hanya menyanyikan lagu orang lain terus,” katanya.

Awang mencontohkan model pengembangan musik seperti di Bandung, di mana banyak musisi seperti Peterpan (sekarang Noah) tumbuh dari panggung-panggung kecil di kafe. Ia berharap hal serupa dapat berkembang di Samarinda, mendorong musisi lokal untuk menampilkan karya sendiri, bukan sekadar membawakan lagu populer.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung pentingnya pendampingan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang musik. Salah satunya dengan program sertifikasi, seperti yang telah dilakukan untuk bidang aransemen lagu.

“Kami kemarin sudah melakukan sertifikasi untuk membuat aransemen lagu. Beberapa asesor juga dari Samarinda. Teman-teman yang sudah berpengalaman seperti Mas David Jalung dan Mas Jondry bisa jadi mentor,” tambahnya.

Awang juga mendorong sinergi antara dunia pendidikan dan komunitas musik. Menurutnya, anak-anak sekolah memiliki potensi besar, namun belum banyak yang mendapat ruang agar berkembang. Ia mengusulkan agar sebelum festival atau lomba musik digelar, diberikan workshop sebagai wadah edukasi dan pembinaan.

“Mungkin sebelum ada perlombaan, ada workshop dulu supaya ekspektasi kita tercapai. Jangan sampai anak-anak berkarya tanpa arahan,” katanya.

Dirinya menyampaikan harapan agar musisi Kaltim bangga dengan karya sendiri dan mampu menembus pasar nasional. Ia juga menyebut pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung subsektor musik dalam peta jalan ekonomi kreatif Kalimantan Timur. (yud/adv diskominfo kaltim)

Hari Musik Jadi Jalan Berkarya dan Berdaya

June 27, 2025 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA — UPTD Taman Budaya Kalimantan Timur di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim menggelar peringatan Hari Musik Sedunia, Kamis (26/6/2025). Kegiatan ini dibuka Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kaltim, Awang Khalik, yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan ekosistem musik dan seni daerah.

Acara tersebut diikuti sekitar 12 sanggar seni dari berbagai daerah di Kalimantan Timur. Plt Kepala UPTD Taman Budaya sekaligus Ketua Panitia, Moh. Hardiansyah, mengapresiasi antusiasme komunitas seni yang hadir dan terlibat.

“Saya juga terima kasih kepada teman-teman yang berusaha mengadakan acara ini,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Awang Khalik menyoroti pentingnya mendorong para pelaku seni untuk lebih serius dalam mengelola karya mereka, terutama dari sisi perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI).

“Banyak karya dari hobi menjadi ‘cuan’ itu artinya menghasilkan uang,” ungkapnya.

Awang menegaskan, pemerintah daerah siap mendampingi proses legalitas karya, baik melalui Dinas Pariwisata, Disperindag, maupun Brida. Ia menjelaskan, pihaknya memiliki kuota pendaftaran HKI yang cukup besar.

“Dinas Pariwisata punya kuota sekitar 60. Kalau satu karya hak cipta sekitar Rp500 ribu, bisa sampai 120 grub yang terbantukan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menggunakan musik pengiring tarian atau sound effect, agar tidak terkena penalti karena pelanggaran hak cipta.

Dirinya menekankan, seluruh kegiatan seni budaya yang digagas pemerintah selalu melibatkan komunitas sebagai pelaku utama, sementara pemerintah hanya berperan sebagai fasilitator.

“Kekuatan kita, setiap kegiatan selalu melibatkan komunitas. Kita hanya sebagai memfasilitasi saja,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan, pemerintah akan mengatur kembali program-program untuk 2026 dengan tetap mengedepankan partisipasi komunitas, dan membuka peluang seluas-luasnya bagi pelaku seni tampil dalam event besar seperti Borneo International Festival.

“Kita sering dapat kritikan, kenapa kasih itu-itu aja. Kita buka Webtoon agar semuanya bisa tampil di FB. Keterbukaan ini penting dalam hal pembinaannya,” tuturnya.

Acara ini juga dihadiri sejumlah pelajar SMA yang menunjukkan semangat kreatif. Awang berharap sistem pembelajaran yang lebih merdeka dapat membentuk karakter pelajar yang berbudaya namun tetap inovatif.

“Mereka masih mempunyai ide-ide cemerlang. Maka dengan itu mungkin sudah berubah cara belajar. Kita belajar merdeka untuk dijadikan sebagai budaya. Ya boleh apa saja, asal jangan meninggalkan budaya warisan,” pungkasnya. (yud/adv diskominfo kaltim)

Pemprov Kaltim Beri Hadiah Religi untuk Penjaga Iman Lintas Agama

June 26, 2025 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji

SAMARINDA — Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam merawat kerukunan antarumat beragama diwujudkan melalui program perjalanan religi gratis bagi para marbot dan penjaga rumah ibadah lintas agama. Program ini bukan hanya bentuk penghargaan, tapi juga pengakuan atas peran penting mereka dalam menjaga kesucian dan ketenangan ruang-ruang ibadah di Kaltim.

Tahun ini, 900 orang dijadwalkan berangkat ke berbagai destinasi religi dunia, dari total kuota 3.200 yang akan dibagikan secara bertahap selama lima tahun. Keberangkatan peserta dijadwalkan mulai Agustus 2025.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyampaikan, tujuan perjalanan tidak hanya ke Tanah Suci Mekkah, tetapi juga ke situs-situs religius seperti Vatikan, Yerusalem, Tiongkok, Thailand, dan India.

“Ini bukan hanya tentang ibadah, tapi juga bentuk penghargaan bagi mereka yang selama ini menjaga rumah ibadah dengan penuh dedikasi dan pengabdian,” ujar Seno usai menghadiri acara Penyerahan Penghargaan Gratispol Umrah dan Perjalanan Religi serta Insentif Guru Jospol di Plenary Hall GOR Kadrie Oening, Samarinda, Rabu (25/6/2025).

Program ini dibiayai melalui hibah sebesar Rp32 miliar per tahun, dikelola Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kaltim. Dana disalurkan secara bergilir agar merata dan adil bagi semua penjaga rumah ibadah.

“Kita ingin seluruh penjaga rumah ibadah punya kesempatan yang sama untuk merasakan pengalaman ini,” tegas Seno.

Yanti Kumaseh

Salah satu penerima manfaat, Yanti Kumaseh, penjaga Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Gunung Cermin, Sempaja, mengaku terharu saat terpilih.

“Perasaan saya luar biasa. Saya sangat senang karena belum pernah sekalipun ke Yerusalem. Ini betul-betul hadiah yang tak terduga, apalagi hari ini bertepatan dengan ulang tahun saya,” ucapnya penuh haru.

Yanti berharap program ini bisa menjangkau lebih banyak orang di masa mendatang.

“Kami ini masyarakat bawah. Untuk pergi ke luar negeri, apalagi ke tempat suci, hampir tak mungkin karena tidak punya dana. Tapi lewat program ini, saya yakin akan makin banyak penjaga rumah ibadah lain yang bisa merasakan kebahagiaan serupa. Semoga pemerintah terus menjalankan program ini dengan lancar dan amanah,” pungkasnya. (yud/adv diskominfo kaltim)

MTQ Sangasanga Harus Mampu bangkitkan Semangat

June 26, 2025 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SANGASANGA – Pelaksanaan MTQ harus mampu membangkitkan semangat untuk seluruh masyarakat Kecamatan Sangasanga. Melalui evaluasi kegagalan-kegagalan pada MTQ yang lalu diharapkan bisa lebih meningkatkan prestasi pada MTQ tingkat kabupaten.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) H Sunggono saat membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) KE-6 Tingkat Kecamatan Tahun 2025 yang berlangsung di Lapangan Taman Palagan, Kelurahan Sangasanga Dalam, Selasa (24/5/2025) malam.

Kecamatan Sangasanga merupakan Kecamatan yang ke-4 yang melaksanakan MTQ Tingkat Kecamatan Tahun 2025. Pada perhelatan MTQ ke-45 Tingkat Kabupaten Kukar Tahun 2024 di Kecamatan Samboja Barat, kafilah dari Kecamatan Sangasanga menduduki peringkat 20 dengan perolehan Juara Harapan 1 dan 2 masing-masing 1 orang dengan jumlah nilai 5 dari 20 Kecamatan.

“Hasil tersebut harus dijadikan cambuk untuk semua agar bisa serius dan bersungguh-sungguh dalam melakukan pembinaan, sehingga pada MTQ ke-46 Tingkat Kabupaten Kukar Tahun 2025 nanti, kafilah Kecamatan Sangasanga mampu meraih prestasi terbaik dan naik peringkat, “pintanya.

Sunggono yang membacakan sambutan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyampaikan, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan untuk mencari siapa yang paling baik bacaannya, paling indah suaranya, atau paling hafal ayat-ayatnya. MTQ adalah momentum penting bagi semua untuk memperkokoh pemahaman dan pengamalan nilai-nilai luhur Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai motivasi buat semua terutama para pemangku kepentingan dan mengapa MTQ Tingkat Kecamatan terus didorong untuk dilaksanakan setiap tahunnya, karena Pemkab Kukar telah memutuskan kecamatan yang tidak menyelenggarakan MTQ tingkat kecamatan tidak boleh mengikuti MTQ tingkat kabupaten. Keberhasilan MTQ tingkat kecaamatan akan mendukung keberhasilan MTQ tingkat kabupaten, Pemkab Kukar telah enam kali berturut-turut meraih Juara Umum MTQ Tingkat Provinsi Kaltim dan kepada para juaranya khususnya Juara pertama mendapatkan hadiah berupa bonus juga diberangkatkan untuk melaksanakan ibadah umroh. Kebijakan berlaku sampai sekarang dan seterusnya.

Ia mengingatkan, bentuk keseriusan dan kesungguhan harus dapat dibuktikan dengan langkah-langkah, bagaimana upaya Camat beserta seluruh Pengurus LPTQ Tingkat Kecamatan melakukan pembinaan Pasca MTQ Tingkat Kecamatan Sangasanga, harus dilaksanakan, seperti melakukan Training Centre (TC) yang dilakukan secara intensif, mengirimkan peserta untuk berlatih secara khusus untuk dilatih, dan tentunya masih banyak cara-cara strategis lainnya untuk bisa menumbuhkan semangat anak-anak.

“Sudah berkali-kali saya sampaikan, segera bangun Rumah Tahfidz (Baitul Tahfidz), disitulah dijadikan markas untuk membentuk dan menggembleng anak-anak kita, sehingga memiliki mental yang kuat ketika tampil pada arena MTQ, yang endingnya adalah mereka dapat tampil terbaik dan akhirnya meraih juara,” pungkasnya. (kk6/adv diskominfo kukar)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1435759
    Users Today : 1329
    Users Yesterday : 3976
    This Year : 372269
    Total Users : 1435759
    Total views : 12703103
    Who's Online : 38
    Your IP Address : 216.73.216.130
    Server Time : 2026-03-06