Kaltim Perkuat Kawasan Tanpa Rokok

July 22, 2025 by  
Filed under Kesehatan

Pertemuan Peningkatan Kapasitas Penerapan KTR dan Advokasi Larangan Iklan Rokok di di Maxone Hotel, Jalan MT Haryono, Balikpapan, Selasa (22/7/2025). (Dinkes Kaltim)

BALIKPAPAN — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong pengendalian konsumsi rokok dengan memperkuat penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, dr. Jaya Mualimin, saat membuka pertemuan peningkatan kapasitas penerapan KTR dan advokasi larangan iklan, promosi, serta sponsorship rokok di Maxone Hotel, Jalan MT Haryono, Balikpapan, Selasa (22/7/2025).

“Rokok adalah faktor risiko utama penyakit tidak menular seperti kanker, jantung, stroke, dan penyakit paru kronis. Dampaknya bukan hanya bagi perokok aktif, tetapi juga bagi perokok pasif, termasuk anak-anak dan ibu hamil,” ujar dr. Jaya.

Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi perokok di Kalimantan Timur tercatat 27,9 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Namun pada 2023, melalui Survei Kesehatan Indonesia, prevalensinya turun menjadi 18,3 persen untuk usia di atas 10 tahun. Untuk perokok remaja usia 10–18 tahun, prevalensinya kini 3,3 persen, lebih rendah dari angka nasional yang mencapai 4,6 persen.

Meski ada penurunan, dr. Jaya menegaskan angka tersebut masih menjadi alarm serius bagi pemerintah dan seluruh masyarakat.

“Generasi muda adalah aset masa depan yang harus kita lindungi. Jangan biarkan rokok merusak masa depan mereka,” tegasnya.

Khusus Kota Balikpapan, yang merupakan pintu gerbang Kalimantan Timur, tantangan pengendalian rokok cukup besar. Meski kesadaran masyarakat meningkat, iklan, promosi, dan sponsorship rokok di berbagai media dan ruang publik masih marak ditemui.

Pemerintah Provinsi Kaltim sudah memiliki regulasi kuat, seperti Peraturan Gubernur Kaltim Nomor 5 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok dan Instruksi Gubernur Nomor 440/2023 tentang penguatan Germas. Namun dr. Jaya menekankan, keberhasilan KTR tak cukup hanya dengan aturan, tetapi butuh komitmen lintas sektor dan pengawasan yang konsisten.

“Perda KTR adalah wujud tanggung jawab kita untuk melindungi masyarakat agar bisa hidup sehat, bebas dari paparan asap rokok, terutama di fasilitas umum dan tempat publik lainnya,” jelasnya.

Ada tujuh kawasan yang wajib menerapkan KTR di Kaltim, yaitu fasilitas pelayanan Kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja serta tempat umum lainnya yang ditetapkan.

Melalui pertemuan ini, ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, Satuan Polisi Pamong Praja, Bappeda, serta masyarakat semakin kuat. Ia juga mengapresiasi Direktorat P2PTM Kementerian Kesehatan dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini.

“Mari kita jadikan Kalimantan Timur sebagai contoh daerah yang sukses menerapkan Kawasan Tanpa Rokok dan melindungi generasi muda dari bahaya rokok,” pungkas dr. Jaya. (lia)

Pemprov Kaltim Gencarkan Imunisasi HPV, Upaya Lindungi Remaja dari Kanker Serviks

July 22, 2025 by  
Filed under Kesehatan

Sosialisasi dan Persiapan Operasional Imunisasi HPV tingkat provinsi, di Hotel Mercure Samarinda

SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Kesehatan berkomitmen mempercepat program imunisasi Human Papilloma Virus (HPV) demi mencegah kasus kanker serviks di masa depan. Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, dr. Jaya Mualimin, menyampaikan hal ini saat membuka pertemuan Sosialisasi dan Persiapan Operasional Imunisasi HPV tingkat provinsi, di Hotel Mercure Samarinda, Jalan Mulawarman,Samarinda Kota, Selasa (22/7/2025).

“Kanker leher rahim menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi bagi perempuan di Indonesia. Setiap harinya, ada lebih dari seratus kasus baru dan lebih dari lima puluh kematian akibat kanker ini,” jelas dr. Jaya.

Ia menyebutkan, hampir seluruh kasus kanker leher rahim disebabkan oleh infeksi HPV, terutama tipe 16 dan 18. Virus ini umumnya menyerang perempuan usia subur dan ditularkan lewat hubungan seksual.

Imunisasi HPV menjadi langkah strategis pemerintah dalam mencegah kanker serviks sejak dini. Melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/2176/2023 tentang Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Leher Rahim, pemerintah menargetkan 90 persen anak usia 15 tahun mendapatkan imunisasi HPV pada 2030.

“Di Kaltim, imunisasi HPV sudah kami mulai sejak 2023 untuk anak perempuan usia 11 dan 12 tahun. Tahun ini, kita perluas cakupannya hingga usia 15 tahun atau setara dengan siswi kelas 3 SMP dan MTs,” ungkapnya.

Namun demikian, pelaksanaan imunisasi HPV tidak bisa berjalan optimal tanpa dukungan lintas sektor. Karena itu, Dinas Kesehatan Kaltim menggandeng Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Dinas Kominfo, serta instansi terkait lainnya untuk menyukseskan program ini.

“Kami harap semua pihak bisa bersinergi, agar Kaltim bisa menjadi contoh baik dalam pelaksanaan imunisasi HPV di Indonesia,” tambah dr. Jaya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan RI, para narasumber, serta seluruh peserta yang terlibat dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini akan menjadi langkah penting untuk melindungi generasi muda dari ancaman kanker serviks di masa depan. (lia)

Fahmil Quran MTQ Kaltim, Kukar Putri Terbaik I dan Putra Terbaik II

July 16, 2025 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SANGATTA – Cabang Musabaqah Fahmil Quran (MFQ) Golongan Putra/Putri pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke 45 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memasuki babak final, Selasa (15/7/2025) siang, di Aula SMA Negeri 2 Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim).

Para peserta kafilah yang tampil pada babak final itu, fahmil quran golongan putra menampilkan Kutai Kartanegara (Kukar), Bontang, dan Samarinda.

Sementara untuk fahmil quran golongan putri menampilkan Kukar, Bontang, dan tuan rumah Kutim, dan Kukar keluar sebagai juara I.

Jalannya cabang fahmil quran (cerdas cermat) baik golongan putra maupun putri berlangsung seru, dan saling kejar mengejar poin/nilai.

Terutama pada final fahmil quran putra yang terjadi antara Kukar dan Bontang, dmana point mereka hanya selisih 5 point, Kukar 1.455 dan Bontang 1.450 dan itu terjadi pada sesi kedua/ pertanyaan rebutan dengan jumlah 15 soal.

Namun, diakhir pertanyaan rebutan kafilah Bontang berhasil, mengungguli Kukar dengan nilai 1.450 point, dan Kukar 1.255 point karena dikurangi 200 point.

Maka hasil akhir final fahmil quran golongan putra, Terbaik I Bontang, II Kukar, dan Samarinda III. Sementara fahmil quran golongan putri, Terbaik I Kukar (1.730), II Kutim (1.555), dan III Bontang.

“Alhamdulillah, puji dan syukur kita panjatkan kepafa Allah SWT karena pada cabang fahmil quran, di golongan putra/putri Kukar raih terbaik I dan II. Terima kasih doa dan dukungan seluruh masyarakat Kukar, para kafilah Kukar (pelatih, pendamping, official, dan pengurus LPTQ Kukar),” ujar Muhammad Zain, pelatih MFQ Kukar.

Turur hadir dan memberikan dukungan dalam kegiatan tersebut, Kabag Prokompin sekaligus Koordinator Official Kafilah Kukar, Ismed, Ketua IV LPTQ Mariatul Kiptiah, Ketua V LPTQ Suprianto serta para official lainnya yang hadir. (kk05/adv diskominfo kukar)

Dinas Kesehatan Kaltim Dorong Penurunan Kasus Malaria

July 16, 2025 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Upaya penanggulangan malaria di Kalimantan Timur (Kaltim) tidak hanya menjadi kerja pemerintah semata, tetapi juga berkat kesadaran masyarakat dan dukungan para pekerja di lapangan. Sinergi inilah yang dalam tiga tahun terakhir berhasil menekan kasus malaria di provinsi ini secara signifikan.

“Data terbaru memperlihatkan tren penurunan yang bagus, mendekatkan Kaltim pada target eliminasi malaria di tahun 2027,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin di Samarinda, Selasa (15/7/2025).

Ia menyebutkan, penurunan tersebut merupakan hasil dari berbagai program intervensi yang dijalankan secara masif.

Berdasarkan laporan SISMAL per 10 Juli, jumlah kasus malaria mengalami penurunan drastis. Pada 2023 tercatat 2.498 kasus, turun 56 persen menjadi 1.096 kasus di 2024. Proyeksi untuk 2025 bahkan menunjukkan penurunan sebesar 51 persen, dengan estimasi hanya 536 kasus.

Selain jumlah kasus, peta endemisitas malaria juga mengalami perbaikan. Pada 2023, terdapat tiga kabupaten dengan status endemis tinggi yakni Paser, Berau, dan Kutai Timur, sementara Penajam Paser Utara (PPU) berada di kategori endemis sedang. Namun di 2024, PPU diproyeksikan tetap endemis sedang, sedangkan Paser, Berau, dan Kutai Timur turun menjadi endemis rendah.

“Target kita di 2025, semua wilayah kabupaten sudah bergeser menjadi endemis rendah,” kata Jaya.

Perhatian khusus diberikan kepada pekerja yang kerap keluar masuk hutan di wilayah endemis. Untuk mereka, disediakan paket hutan oleh petugas kesehatan, yang mencakup minum obat pencegahan malaria, penggunaan kelambu, serta pemakaian losion anti nyamuk atau repellent.

“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Kami terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya langkah-langkah pencegahan ini,” tuturnya.

Keberhasilan ini menjadi cerminan bagaimana komitmen pemerintah daerah, partisipasi masyarakat, serta kepatuhan para pekerja terhadap protokol kesehatan dapat bersama-sama menekan penyakit yang selama ini mengancam produktivitas dan keselamatan warga. (yud/adv diskominfo kaltim)

Dinas Kesehatan Kaltim Ajak Warga Perangi Jentik Nyamuk

July 16, 2025 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Ancaman demam berdarah dengue (DBD) terus menghantui Kalimantan Timur dengan jumlah kasus yang kini mencapai 2.836. Di tengah situasi ini, Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam memerangi wabah ini melalui Gerakan 3M Plus.

“Prinsipnya sangat sederhana, bersihkan sarang nyamuk setiap minggu, jika ada jentik di rumah kita, segera bertindak,” kata Jaya Mualimin di Samarinda, Selasa (15/7/2025).

Gerakan 3M Plus yang dimaksud yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Langkah ini dilengkapi dengan tindakan pencegahan tambahan seperti vaksinasi, pemasangan kelambu, dan penaburan larvasida.

Data Dinas Kesehatan Kaltim menunjukkan kasus terbanyak tercatat di Balikpapan sebanyak 765, disusul Kutai Kartanegara 606 kasus, Kutai Timur 400 kasus, Samarinda 348 kasus, Bontang 211 kasus, Paser 197 kasus, Penajam Paser Utara 150 kasus, Kutai Barat 89 kasus, Berau 62 kasus, dan Mahakam Ulu delapan kasus.

Walaupun beberapa kabupaten/kota berhasil mempertahankan angka kematian akibat DBD di bawah target Renstra (kurang dari 0,5 persen), namun masih ada daerah yang mencatat kematian.

“Target Renstra CFR Dengue kita adalah kurang dari 0,5 persen. Untuk daerah yang masih di atas ambang, kita akan terus tingkatkan intervensi dan sosialisasi,” ujarnya.

Sejauh ini, Paser mencatat angka kematian tertinggi dengan dua kasus, diikuti Kutai Timur, Berau, Balikpapan, Kutai Kartanegara, dan Penajam Paser Utara masing-masing satu kasus.

Dinkes Kaltim terus menggencarkan promosi kesehatan dan penyuluhan dengan menggandeng lintas sektor maupun komunitas. Upaya ini diharapkan dapat memupuk kesadaran masyarakat agar pencegahan DBD menjadi kebiasaan sehari-hari.

“Kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga lingkungan kita bersih dari jentik nyamuk, demi Kaltim yang sehat dan bebas DBD,” tegasnya. (yud/adv diskominfo kaltim)

« Previous PageNext Page »

  • vb