Dinsos Kukar Berikan Perlindungan Sosial Pada Masyarakat

February 28, 2025 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

TENGGARONG – Kemiskinan masih menjadi isu utama yang dihadapi berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Untuk menentukan yang berhak menerima bantuan sosial, pemerintah mengacu pada kriteria yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Sosial (Permensos) Nomor 262/HUK/2022 tentang Kriteria Fakir Miskin.

Plt. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kukar, Yuliandris menjelaskan, standar kemiskinan tidak ditentukan pemerintah daerah, melainkan berdasarkan survei statistik yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Sosial (Kemensos).

Dalam survei tersebut, sejumlah indikator menjadi acuan, seperti kondisi pekerjaan kepala keluarga, konsumsi makanan, kondisi tempat tinggal, hingga akses terhadap fasilitas dasar seperti listrik dan sanitasi.

Plt. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kukar, Yuliandris

“Pemkab Kukar sudah cukup maksimal dalam penanggulangan kemiskinan, baik melalui jaminan sosial maupun pemberdayaan,” kata Plt Kepala Dinsos Kukar, Yuliandris saat diwawancarai via telepon, Rabu (26/2/2025).

“Namun, pemberdayaan lebih spesifik dilakukan oleh OPD lain seperti Dinas Pertanian, Perikanan, dan Perdagangan, sementara pihak kami (Dinas Sosial) sendiri lebih berfokus pada perlindungan sosial,” tambahnya.

Menurutnya, perlindungan sosial yang diberikan Dinsos Kukar bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat miskin. Bantuan yang diberikan mencakup sembako bulanan serta bantuan uang tunai per bulan, baik yang bersumber dari Kementerian Sosial maupun APBD.

“Prioritas utama kami berikan kepada penyandang masalah kesejahteraan sosial, seperti lanjut usia terlantar, penyandang disabilitas, dan anak terlantar,” terangnya.

Disisi lain, Yuliandris juga menyatakan, bawah berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin di Kukar pada 2024 tercatat sebanyak 59.000 jiwa, turun 1.857 jiwa dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 60.857 jiwa. Tingkat kemiskinan di Kukar juga mengalami penurunan, dari 7,61 persen pada 2023 menjadi 7,28 persen pada 2024.

Penurunan ini dianggap sebagai pencapaian positif, meskipun masih ada tantangan dalam memastikan data kemiskinan yang akurat serta penyaluran bantuan yang tepat sasaran.

“Kami terus berupaya memastikan bantuan sosial diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, sehingga dapat meringankan beban hidup masyarakat miskin di Kukar,” pungkas Yuliandris.

Sebagai informasi, di dalam Permensos Nomor 262/HUK/2022 tentang Kriteria Fakir Miskin, itu dideteksi pada :

  1. kepala keluarga atau pengurus kepala keluarga yang tidak bekerja.
  2. pernah khawatir tidak makan atau pernah tidak makan dalam setahun terakhir.
  3. pengeluaran kebutuhan makan lebih besar dari setengah total pengeluaran.
  4. tidak ada pengeluaran untuk pakaian selama 1 (satu) tahun terakhir.
  5. tempat tinggal sebagian besar berlantai tanah dan/atau plesteran.
  6. tempat tinggal sebagian besar berdinding bambu, kawat, papan kayu, terpal, kardus, tembok tanpa diplester, rumbia, atau seng.
  7. tidak memiliki jamban sendiri atau menggunakan jamban komunitas.
  8. sumber penerangan berasal dari listrik dengan daya 450 (empat ratus lima puluh) volt ampere atau bukan listrik. (nur/adv diskominfo kukar)

Anak Usaha Astra Agro Lestari Berikan Bantuan Bagi Korban di Desa Labangka

February 27, 2025 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam, anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) yakni PT Sukses Tani Nusasubur (STN) menyalurkan bantuan kepada korban banjir di Desa Labangka, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Kegiatan ini berlangsung di Kantor Desa Labangka dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan perusahaan serta unsur pemerintah desa dan aparat keamanan.

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di RT 02 dan RT 08 Desa Labangka. Banjir ini menyebabkan kesulitan bagi warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama pangan dan air bersih. Menanggapi kondisi tersebut, PT STN bergerak cepat untuk menyalurkan bantuan berupa sembako guna meringankan beban masyarakat yang terdampak.

Tri Putra, Administratur PT STN, menyampaikan bahwa kegiatan tanggap bencana ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar.

“Kami menyadari bahwa kebutuhan pangan serta obat-obatan menjadi hal yang paling utama bagi warga yang terdampak banjir. Oleh karena itu, kami akan terus melakukan pemantauan melalui tim CSR dan CDO agar dapat memberikan dukungan yang tepat sesuai kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Bantuan yang diberikan oleh PT STN ini mendapat apresiasi dari pemerintah desa. Nasarudin, Kepala Desa Labangka, mengucapkan terima kasih atas kepedulian perusahaan terhadap warganya.

“Kami atas nama pemerintah dan warga Desa Labangka mengucapkan terima kasih kepada pimpinan PT STN yang telah turut berpartisipasi dalam membantu korban bencana banjir di desa kami. Bantuan ini sangat dibutuhkan dan akan segera kami distribusikan kepada warga terdampak di RT 02 dan RT 08,” ujarnya.

Bantuan ini diberikan sebagai respons terhadap permohonan bantuan dari Kepala Desa Labangka yang tertuang dalam surat No. 500.6.18/28/DS:Labangka tertanggal 19 Februari 2025. Sebanyak sembilan kepala keluarga dengan total puluhan jiwa terdampak banjir.

Melalui kegiatan ini, PT STN menegaskan komitmennya untuk terus hadir bagi masyarakat, khususnya dalam kondisi darurat seperti bencana alam. Perusahaan berharap bantuan yang diberikan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memberikan dorongan semangat untuk bangkit kembali setelah musibah. (***)

Dinas Kesehatan Kukar Siap Laksanakan Program Cek Kesehatan Gratis

February 27, 2025 by  
Filed under Kesehatan

TENGGARONG – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kusnandar mengungkapkan, program pemeriksaan kesehatan gratis yang digulirkan pemerintah pusat telah dimulai sejak 10 Februari 2025.

Program ini bertujuan untuk memberikan hadiah kepada masyarakat dalam rangka peringatan ulang tahun Negara Republik Indonesia.

Kusnandar menjelaskan, program ini bisa diakses oleh masyarakat yang memiliki akun Satu Sehat atau mereka yang datang langsung ke Puskesmas.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kusnandar

“Kami sudah melaksanakan program ini, namun dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya saat ditemui awak media di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar, Selasa (25/2/2025).

Kusnandar menyampaikan bahwa pemeriksaan kesehatan gratis ini sebenarnya sudah dilakukan jauh sebelumnya melalui kegiatan skrining di 32 Puskesmas yang ada di Kukar, namun kini program tersebut dikemas dalam bentuk yang lebih menarik, sebagai “kado ulang tahun” bagi masyarakat.

“Program ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan mereka. Meskipun kami tidak melakukan peluncuran formal, namun program ini sudah berjalan sesuai arahan Presiden Republik Indonesia,” jelas Kusnandar.

Terkait dengan sosialisasi, Kusnandar menambahkan bahwa setiap Puskesmas telah menyebarkan informasi mengenai pemeriksaan kesehatan gratis ini. Penyebaran informasi dilakukan melalui flayer-flayer yang dibagikan di media sosial dan media lainnya, tanpa harus melalui Dinas Kesehatan Kukar.

Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat lebih mudah mengakses informasi terkait program tersebut.

Dalam hal pembiayaan, Kusnandar juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Sosial akan menanggung biaya iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat yang memenuhi syarat.

“Iuran BPJS Kesehatan kelas 3 akan tetap berlaku, sesuai dengan ketentuan yang ada. Pemerintah memastikan bahwa masyarakat yang berhak bisa memanfaatkan layanan kesehatan tanpa terbebani biaya,” pungkasnya. (adv/diskominfo kukar)

Anak Usaha Astra Agro Beri Bantuan Sembako untuk Korban Banjir

February 25, 2025 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kutai Timur dalam beberapa hari terakhir menyebabkan luapan Sungai Marah, menggenangi pemukiman warga, khususnya di bantaran sungai. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan kerusakan pada rumah, tetapi juga menyulitkan warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebagai bentuk dukungan kepada Desa Marah Haloq dan Desa Lung Melah, PT Subur Abadi Plantations yang merupakan anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) memberikan dukungan moril dan material secara langsung kepada para korban.

“PT SAP bergerak cepat dalam merespons bencana banjir yang terjadi di awal tahun ini. Intensitas curah hujan yang tinggi berpotensi menyebabkan luapan sungai, yang pada akhirnya berujung pada banjir. Menyadari dampak yang ditimbulkan, kami segera menyalurkan bantuan berupa sembako kepada masyarakat di Desa Marah Haloq dan Lung Melah yang terdampak,” kata Abdus Syukur, Administratur PT SAP.

Kepedulian perusahaan pun mendapat sambutan positif, karena dianggap sebagai wujud nyata dukungan bagi mereka yang tengah berjuang memulihkan kondisi setelah bencana. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan warga dapat lebih terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga kondisi kembali normal.

“Dengan adanya bantuan ini, kami mewakili masyarakat Desa Marah Haloq dan Lung Melah mengucapkan terima kasih kepada PT SAP karena telah ikut membantu warga kami yang terdampak banjir,” ujar Masriyati, Sekretaris Desa Marah Haloq.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PT SAP dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Tidak hanya memberikan bantuan, PT SAP juga terus berkoordinasi dengan pihak desa untuk memastikan kondisi warga dan memberikan dukungan yang dibutuhkan.

“Meski mungkin jumlah bantuan ini tidak terlalu banyak, kami berharap dapat memberikan manfaat serta berkah bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban mereka,” tambah Abdus Syukur.

Harapan serupa juga disampaikan oleh Hendra, Sekretaris Desa Lung Melah. “Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh PT Astra Agro. Semoga berkah dan ini menjadi ikatan yang erat antara kami dan perusahaan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, PT SAP menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat. tidak hanya bantuan bencana alam, PT SAP juga senantiasa memberikan bantuan dalam berbagai bidang, seperti pendidikan,ekonomi, lingkungan, dan sosial.  (*)

Sisternet dan Kementerian PPPA Berdayakan Warga Binaan di 10 Lapas Perempuan Melalui Program SheInspire

February 24, 2025 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

YOGYAKARTA – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) melalui program pemberdayaan perempuan, Sisternet, bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Republik Indonesia resmi memulai program SheInspire Sinergi Berdaya: Bersinar Bangkit Bersama dalam membangun masa depan bersama Perempuan Warga Binaan. Program ini bertujuan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan warga binaan di 10 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dengan membekali mereka keterampilan kewirausahaan, literasi digital, serta pendampingan psikososial guna mempercepat reintegrasi sosial setelah bebas dari lapas.

Dalam program pelatihan yang digelar di Lapas Perempuan Kelas IIB Yogyakarta, Senin (24/2), hadir secara langsung, Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini, Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA RI, Amurwani Dwi Lestariningsih, Direktur of HR Corporate Wings Group sekaligus perwakilan dari Yayasan WINGS Peduli, Meriam Katombo, Direktur Bimbingan Kemasyarakatan Kementrian imigrasi dan Pemasyarakatan, Dr. Ceno Hersusetyo Kartiko, serta Kakanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan DIY, Lili S.H., M.H.

Menteri PPPA RI, Arifah Fauzi, mengatakan, “Saya sangat mengapresiasi inisiatif ini, di mana reintegrasi sosial bagi perempuan warga binaan merupakan tantangan besar, terutama dalam mengatasi stigma dan diskriminasi di masyarakat. Program ini menjadi jembatan harapan, membekali mereka dengan keterampilan yang tak hanya mendukung kemandirian ekonomi, tetapi juga memulihkan harga diri dan kepercayaan diri untuk kembali menjadi bagian yang produktif dalam masyarakat. Kami berharap inisiatif ini dapat menginspirasi lebih banyak perusahaan dan organisasi lainnya untuk turut serta dalam upaya pemberdayaan perempuan. Dengan dukungan dan intervensi yang tepat, perempuan warga binaan dapat memiliki masa depan yang lebih baik dan berdaya secara ekonomi.’’

Sementara itu, Dian Siswarini, menegaskan komitmen perusahaan dalam memberdayakan perempuan melalui teknologi dan pelatihan keterampilan. “Kami percaya bahwa setiap perempuan, termasuk mereka yang berada dalam lingkungan Lapas, memiliki potensi besar untuk bangkit dan membangun masa depan yang lebih baik. Melalui program ini, kami berharap dapat memberikan bekal keterampilan yang nyata, baik dalam kewirausahaan maupun digitalisasi, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan setelah bebas. Banyak perempuan yang keluar dari lapas menghadapi keterbatasan akses terhadap peluang ekonomi dan stigma sosial yang menghambat proses adaptasi mereka di masyarakat. Program ini hadir sebagai solusi dengan pendekatan komprehensif yang mencakup aspek keterampilan, kepercayaan diri, serta jaringan sosial yang mendukung.

Dian menambahkan, program pelatihan ini memiliki empat tujuan terukur. Pertama, meningkatkan keterampilan kewirausahaan melalui pelatihan intensif bagi perempuan eks-narapidana agar dapat mengembangkan usaha sendiri. Kedua, membangun kepercayaan diri melalui seminar dan sesi motivasi agar mereka siap beradaptasi dengan lingkungan sosial dan dunia usaha. Ketiga, memfasilitasi jaringan sosial dengan menciptakan kesempatan untuk membangun koneksi dengan mentor, komunitas wirausaha, dan dunia usaha. Serta keempat, memberikan dukungan moral dan sosial bagi para peserta untuk menghadapi tantangan setelah bebas dari lapas.

Sementara itu, Direktur of HR Corporate Wings Group sekaligus perwakilan Yayasan WINGS Peduli, Meriam Katombo, mengungkapkan, “Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk bangkit dan bertransformasi menjadi versi terbaiknya. Khususnya perempuan yang memiliki peran penting dalam membangun masa depan keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Kesamaan spirit dengan XL Axiata inilah yang melatarbelakangi kolaborasi kami untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik melalui pemberdayaan masyarakat di bidang lingkungan, kesehatan, pendidikan, dan kemanusiaan.”

Rangkaian program SheInspire Sinergi Berdaya ini akan dilaksanakan di sembilan Lapas perempuan di berbagai kota lainnya, yaitu Tangerang, Medan, Bandung, Lampung, Lombok, Kerobokan, hingga Makassar. Pemilihan lokasi ini dilakukan berdasarkan hasil assessment yang dilakukan oleh KemenPPPA dan XL Axiata sesuai kebutuhan dan kesiapan fasilitas di masing-masing Lapas.

Program ini terdiri dari dua jenis pelatihan utama, yaitu soft skill dan hard skill, guna membekali peserta dengan keterampilan yang komprehensif. Kelas soft skill yang dilaksanakan secara online, menghadirkan materi seputar public speaking, kewirausahaan, literasi finansial, dan kesehatan mental. Sementara itu, kelas hard skill yang dilakukan secara langsung, fokus pada pelatihan praktis, seperti  pembuatan dan pemasaran roti dan kue, serta keterampilan seni dekorasi berbasis kain yang memiliki nilai jual tinggi atau yang dikenal dengan tufting. Melalui kombinasi kedua pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan mental dan kemampuan manajerial untuk mendukung kemandirian ekonomi di masa depan.

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Yogyakarta, Amiek Diyah Ambarwati, menambahkan, dengan adanya program pelatihan, Perempuan warga binaan diharapkan bisa memperoleh keterampilan baru yang dapat membantu mereka dalam beradaptasi setelah kembali ke masyarakat, serta memberi dampak positif dalam kehidupan mereka di masa depan. Program pelatihan semacam ini juga dapat memperbaiki kesejahteraan mental dan meningkatkan rasa percaya diri mereka.

Amiek mengucapkan terima kasih kepada ibu Menteri PPPA dan XL Axiata yang telah peduli terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan khususnya di LPP Yogyakarta dengan pemberian pelatihan dan dukungan ini. Semoga dengan kegiatan ini Warga Binaan Pemasyarakatan mempunyai skill dan bekal untuk kembali ke masyarakat membawa manfaat untuk keluarga dan masyarakat pada umumnya,

Program ini sendiri akan berlangsung hingga bulan Mei 2025 dan difokuskan pada pelatihan inkubasi jangka pendek. Untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitasnya, akan ada ketua pendamping di setiap Lapas yang bertugas membantu dan mendampingi peserta setelah program selesai. Lebih lanjut, XL Axiata tidak hanya berupaya memberikan pelatihan, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung keberlanjutan usaha mereka setelah bebas. Teknologi digital menjadi kunci dalam membuka akses pasar dan tenaga kerja lebih luas bagi mereka.

Sebagai bagian dari inisiatif keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan, program ini juga mendukung beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) seperti kesetaraan gender (SDG 5), meningkatkan kapasitas perempuan dalam kewirausahaan dan kemandirian ekonomi. Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG 8), memberikan pelatihan berbasis keterampilan yang dapat mendukung partisipasi perempuan dalam ekonomi. Kemitraan untuk mencapai tujuan (SDG 17), membangun kolaborasi dengan pemerintah dan sektor swasta dalam menciptakan dampak sosial yang lebih luas.

Program SheInspire memberikan dampak positif dengan menyediakan peluang nyata bagi perempuan warga binaan untuk membangun kembali kehidupan mereka. Beberapa manfaat utama yang diperoleh peserta meliputi peningkatan keterampilan dan kompetensi, baik dalam wirausaha maupun digital marketing. Persiapan untuk reintegrasi sosial, dengan membangun kembali kepercayaan diri dan kesiapan mental. Dukungan psikososial, agar mereka dapat menghadapi tantangan hidup dengan lebih baik. Akses ke jaringan usaha dan komunitas, guna memperbesar peluang keberhasilan mereka di dunia bisnis.

Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, program ini menjadi langkah nyata dalam mendukung perempuan warga binaan agar dapat kembali ke masyarakat dengan keterampilan, kepercayaan diri, dan peluang ekonomi yang lebih luas. Kolaborasi antara XL Axiata dan KemenPPPA  serta didukung oleh Yayasan WINGS Peduli ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak yang lebih besar dalam pemberdayaan perempuan di Indonesia. (**)

« Previous PageNext Page »

  • vb