Nanda dan Tara Melaju ke Semifinal Cabang KTIH Putra dan Putri

October 15, 2025 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

KENDARI — Duo peserta dari Kafilah Kaltim Prananda Priandan Mahmud (nomor 224) dan Tara Aqila Humayra (nomor 207) berhasil melaju ke tahap Semifinal Cabang Karya Tulis Ilmiah Hadis (KTIH) Golongan Putra dan Putri Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional XXVIII tahun 2025.

Penetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan Dewan Hakim Cabang KTIH Nomor 01/Kep.MH/MTQ/STQHN-XXVII/2025 tentang penetapan peserta semifinal.

“Alhamdulillah anak- anak kita berhasil masuk semifinal. Selamat atas capaian ini. Semoga terus melaju hingga tahap final dan berhasil menjadi juara,” sebut Ketua Kafilah Kaltim Bunyamin ketika dikonfirmasi, Selasa (14/10/2025)

Penetapan peserta semifinal mengacu hasil perolehan nilai peserta peserta pada tahap penyisihan dan hasil sidang majelis dewan hakim.

Setiap golongan ditetapkan 6 nomor putra dan 6 nomor putri untuk bersaing menjadi 3 terbaik dari yang terbaik melaju ke tahap final.

“Berdasarkan jadwal yang ditetapkan panitia keduanya akan kembali berlomba Rabu besok. Semoga diberikan kelancaran, kemudahan, dan hasil maksimal,” ucapnya.

Berkaitan itu dia meminta seluruh peserta baik yang sudah melaju ke tahap semifinal, maupun peserta lain yang baru akan berlomba untuk  beristirahat cukup dan tetap disiplin sholat berjamaah untuk berdoa bersama agar diberikan kesehatan dan kegiatan, sehingga lancar dan mudah dalam perlombaan.

“Tidak lupa kami memohon doa dan dukungan para pemimpin dan seluruh masyarakat Kaltim untuk hasil dan prestasi terbaik di arena STQH Kendari ini,” pungkasnya.

Untuk diketahui STQH XXVIII Kendari akan mempertandingkan setidaknya 11 cabang dan golongan lomba, yakni seni  baca Alquran 2 golongan (anak-anak putra putri dan dewasa putra putri),  hafalan Al-Quran 5 golongan (1 juz dan Tilawah putra putri, 5 juz dan Tilawah putra putri, 10 juz putra putri, 20 juz putra putri, dan 30 juz putra putri), tafsir Al Quran 1 golongan (bahasa arab putra  putri), dan hadist nabi 3 golongan (100 hadist dan sanad putra putri, 500 hadist tanpa sanad putra putri, dan KTIH putra putri).

Kafilah Kaltim mengikuti seluruh cabang dan golongan lomba dengan kekuatan penuh 22 peserta inti dan 1 orang cadangan. (AM)

Kafilah Kaltim Siapkan Yel-yel Defile Pembukaan STQH Nasional XXVIII

October 12, 2025 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

KENDARI — Kafilah Kaltim yang diakui telah menyiapkan yel-yel unik penuh semangat dan keberkahan saat mengikuti Defile Pembukaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH) XXVIII Nasional 2025, di Arena Eks MTQ/ Tugu Persatuan Sulawesi Tenggara, Sabtu (11/10/2025) malam.

“Ini sebagai penyemangat kita. Dan berharap ridho dan keberkahan ALLAH SWT dengan menanamkan nilai cinta Qur’an dan Cinta Rasulullah Muhammad SAW,” ucap Ketua Kafilah Kaltim Bunyamin.

Qur’an merupakan firman ALLAH SWT sehingga dengan mencintainya menunjukkan cinta kepada ALLAH SWT. Pun demikian dengan cinta Rasulullah Muhammad SAW sudah sepantasnya ditanamkan sejak dini sebagai kekasih ALLAH SWT serta junjungan dan suri tauladan ummat.

“Semoga dengan cinta Qur’an dan cinta Rasulullah kita mendapatkan keberkahan dan pada saatnya anak-anak kita mampu berprestasi gemilan

Adapun yel-yel dimaksud KAFILAH  KALTIM  dijawab LABBAIK dengan mengangkat tangan kanan terbuka, kemudian STQ NASIONAL SULTRA dijawab SUKSES tangan kanan mengepal ke atas dan BERKAH dengan tangan kanan tebuka menempel ke dada kiri, serta KITA ADALAH SAUDARA dijawab YES MERAWAT KERUKUNAN , MELESTARIKAN LINGKUNGAN tangan mengepal menyikut ke belakang,  dilanjutkan selawat pendek ( Shalatullah salamullah ala Thaha Rasulillah, Shalatullah salamullah ala Yasin habibullah) dilanjutkan lambaian tangan.

STQH Nasional XXVIII sendiri dibuka Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Profesor Pratikno dengan didahului sambutan Menteri Agama RI Profesor KH Nasaruddin Umar.

Defile Kafilah Kaltim juga diikuti Kepala Biro Kesra Setprov Kaltim Dasmiah, Sekkab Kutai Kartanegara Sunggono, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekkot Ridwan Tassa, serta para peserta dan pelatih.

Nampak hadir menyertai dan menyemangati dari panggung kehormatan Sekprov Kaltim Sri Wahyuni dan Kakanwil Kemenag Kaltim Abdul Khaliq. (AM)

Warga Serbu Layanan Kesehatan Gratis Kapal Rumah Sakit DoctorShare di Kutai Barat

October 11, 2025 by  
Filed under Kesehatan

SENDAWAR –Ratusan warga memadati area halaman Masjid Besar Sabilussalam, Kelurahan Melak Ilir, sejak pagi hari untuk mengikuti pelayanan pengobatan gratis dari Kapal Rumah Sakit DoctorShare atau dr. Lie Dharmawan III, Selasa(7/10/2025).

Program kemanusiaan ini menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya DoctorShare berlayar dan memberikan pelayanan kesehatan di wilayah perairan Sungai Mahakam, Kabupaten Kutai Barat.

Masyarakat dari berbagai kampung di Kecamatan Melak tampak antusias mengikuti pemeriksaan umum, layanan kebidanan dan kandungan, kesehatan anak, bedah umum, serta laboratorium dan farmasi. Selain itu, tim medis juga membuka konsultasi kesehatan dan promosi hidup sehat yang disampaikan para dokter spesialis yang tergabung dalam yayasan tersebut.

Kapal rumah sakit dr. Lie Dharmawan III berlabuh di Pelabuhan Melak setelah sempat tertunda beberapa hari akibat gelombang tinggi di perairan Kalimantan Timur. Meski demikian, semangat tim DoctorShare tak surut sedikit pun untuk menjangkau masyarakat pedalaman yang kesulitan mendapatkan akses layanan kesehatan.

“Kami datang ke Kutai Barat bukan sekadar membawa pelayanan medis, tetapi juga semangat kemanusiaan untuk menjangkau masyarakat yang sulit dijangkau. Prinsip kami sederhana: jangan menunggu mereka datang kepada kami, tapi kami yang harus datang kepada mereka,” ujar Manager DoctorShare, Juldedi Raya Saragih.

Ia menjelaskan, DoctorShare merupakan organisasi kemanusiaan yang berfokus pada pelayanan kesehatan dan penyembuhan manusia, aktif sejak 2003 dan resmi berdiri sebagai yayasan pada 2009. Organisasi ini didirikan oleh dr. Lie Dharmawan, seorang dokter yang dikenal karena pengabdiannya melayani masyarakat terpencil di berbagai pelosok Indonesia.

Awal kisah berdirinya DoctorShare cukup menyentuh. dr. Lie pernah bertemu pasien yang datang dari pulau sangat jauh demi mendapat pertolongan. Dr Lie sadar, tidak seharusnya masyarakat yang menempuh jarak begitu jauh untuk berobat. Justru tenaga medis, yang harus mendatangi mereka.

“Karena itulah dr Lie menjual rumah pribadinya dan membeli kapal bekas untuk direnovasi menjadi rumah sakit terapung,” tutur Juldedi.

Kini, DoctorShare memiliki empat armada rumah sakit kapal yang beroperasi di berbagai wilayah Indonesia: Nusa Waluya II, dr. Lie Dharmawan I, dr. Lie Dharmawan II, dan dr. Lie Dharmawan III atau Kura-Kura Kolonia yang saat ini melayani masyarakat di Kutai Barat. Selain kapal, yayasan ini juga mengelola klinik darat di Nias, Papua, Kei, dan Jakarta.

“Kapal yang berlayar ke Kutai Barat ini menjadi sejarah baru bagi kami. Ini pertama kalinya DoctorShare melayani masyarakat di daerah aliran sungai. Ukuran kapalnya pun disesuaikan agar bisa melintas di Sungai Mahakam,” ujarnya.

Perjalanan menuju Kutai Barat, kata Juldedi, tidak mudah. Kapal sempat tertahan selama tiga hingga empat hari di Kuala Pertuangan karena cuaca buruk dan arus sungai yang deras.

“Kami mohon maaf atas keterlambatan jadwal pelayanan. Namun berkat kerja sama semua pihak dan doa masyarakat, kapal akhirnya bisa bersandar di Pelabuhan Melak dan pelayanan bisa dimulai,” katanya.

Selama di Kutai Barat, pelayanan medis akan digelar sejak 6 hingga 14 Oktober 2025. Setelah itu, tim akan melanjutkan kegiatan ke beberapa kecamatan lain seperti Muara Pahu, Muara Lawa, dan Jempang. Selain pelayanan kesehatan, kegiatan edukatif juga akan diberikan kepada siswa sekolah dasar melalui kunjungan lapangan (field trip) ke kapal rumah sakit untuk mengenal fasilitas medis dan belajar tentang pentingnya menjaga kesehatan.

“Kami ingin generasi muda mengenal dunia kesehatan sejak dini. Pada tanggal 14 dan 25 Oktober nanti, anak-anak SD kelas 4 sampai 6 akan kami undang naik ke kapal, melihat langsung ruang operasi, ruang perawatan, dan belajar bagaimana tim medis bekerja. Ini bagian dari edukasi dan inspirasi bagi mereka,” kata Juldedi.

Ia menegaskan seluruh pelayanan yang diberikan DoctorShare bersifat gratis tanpa pungutan biaya apa pun.

“Semua kegiatan ini murni kemanusiaan. Tidak ada biaya administrasi, tidak ada obat berbayar. Kami datang ke sini untuk melayani, bukan mencari keuntungan,” ujarnya.

Menurut Juldedi, kehadiran DoctorShare di Kutai Barat juga untuk mendukung upaya pemerintah dalam pemerataan akses layanan kesehatan, terutama di daerah terpencil yang belum terjangkau fasilitas medis memadai.

“Pemerintah kita punya niat baik membangun pelayanan kesehatan di seluruh wilayah, tapi tentu membutuhkan waktu dan sumber daya besar. Karena itu, kami hadir sebagai pelengkap  menutup kekosongan layanan di daerah-daerah yang sulit dijangkau,” jelasnya.

Salah satu warga Melak Ilir, Rima (45), mengaku sangat bersyukur atas pelayanan gratis yang diberikan oleh tim DoctorShare. Ia datang bersama anaknya sejak pagi untuk memeriksakan kesehatan.

“Saya sangat senang, baru kali ini ada pelayanan seperti ini di Melak. Dokternya ramah, pelayanannya cepat, dan semua gratis. Biasanya kalau ke rumah sakit di kota, biayanya mahal dan jauh, jadi kami jarang berobat,” ujar Rima dengan wajah sumringah.

Ia berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara rutin di Kutai Barat. “Banyak warga di kampung kami yang jarang ke dokter karena alasan ekonomi dan jarak. Kalau kegiatan seperti ini sering diadakan, pasti masyarakat makin terbantu,” tambahnya. (adv/diskominfo/kbr).

Kafilah Kaltim Ikuti Tahap Registrasi Ulang

October 9, 2025 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

KENDARI – Sebanyak 23 orang kafilah Kaltim siap berlaga di Arena Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) XXVIII Tahun 2025 di Kendari, Sulawesi Tenggara, 9-19 Oktober 2025.

Memasuki hari kedua kedatangan di “Kota Lulo” para peserta mengikuti tahapan registrasi ulang dan pembagian nomor peserta, di Asrama Haji Sulawesi Tenggara, Kamis (9/01/2025).

“Alhamdulillah registrasi kafilah Kaltim sudah selesai dan lancar,” ujar Wakil Sekretaris II LPTQ Kaltim, Hj. Etty Shanty Yulianingsih ketika dikonfirmasi.

Dengan menggunakan seragam bernuansa motif batik Kaltim berwarna ungu cerah, para peserta tampil percaya diri mengikuti tahapan registrasi ulang. Setelah ini peserta menunggu waktu tampil sesuai jadwal yang ditetapkan panitia.

Dia berharap peserta tetap terus berlatih dan menjaga kesehatan hingga waktu perlombaan yang ditetapkan.

“Kita terus pantau. Alhamdulillah anak-anak kita memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk terus berlatih bersama. Semoga anak-anak sehat dan pada saatnya bisa tampil maksimal,” harapnya.

Dia juga meminta dukungan dan doa agar kafilah Kaltim bisa berprestasi mengharumkan nama daerah di STQH Nasional.

Untuk diketahui STQH XXVIII Kendari akan mempertandingkan setidaknya 11 cabang dan golongan lomba, yakni seni  baca Alquran 2 golongan (anak-anak putra putri dan dewasa putra putri),  hafalan Al-Quran 5 golongan (1 juz dan Tilawah putra putri, 5 juz dan Tilawah putra putri, 10 juz putra putri, 20 juz putra putri, dan 30 juz putra putri), tafsir Al Quran 1 golongan (bahasa arab putra  putri), dan hadist nabi 3 golongan (100 hadist dan sanad putra putri, 500 hadist tanpa sanad putra putri, dan KTIH putra putri).

Kafilah Kaltim mengikuti seluruh cabang dan golongan lomba dengan kekuatan penuh 22 peserta inti dan 1 orang cadangan. (AM)

Dinas Kesehatan Ingatkan Potensi Kenaikan Kasus HIV/AIDS di Kubar

October 9, 2025 by  
Filed under Kesehatan

SENDAWAR – Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi kenaikan kasus HIV/AIDS di daerah ini.

Penanggungjawab HIV/AIDS Dinkes Kutai Barat, Yuvensia Donna menyampaikan, data  data Dinkes Kubar, selama Oktober 2025 terdapat 42 kasus HIV/AIDS. Angka ini cenderung menurun dibanding pada periode 2024 yang mencapai 75 kasus. Meski demikian, Dinkes tetap meningkatkan kesiapsiagaan agar penularan dapat ditekan. Pasien juga difasilitasi mendapatkan layanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau.

“Jumlah kasus HIV/AIDS saat ini berpotensi meningkat hingga tiga persen karena sebagian masyarakat belum melakukan pemeriksaan lanjutan,” ujar Yuvensia Donna, Senin (6/10/2025).

Donna menambahkan, kenaikan kasus diperkirakan terjadi karena belum semua pasien menjalani pemeriksaan tahap kedua. Jika melihat prediksi tersebut, maka jumlah kasus bisa lebih banyak  dari tahun lalu.

Sebagai upaya pencegahan dan pengobatan, Dinkes Kutai Barat telah membentuk 11 klinik PDP (Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan) yang tersebar di seluruh puskesmas. Klinik ini memudahkan pasien mendapatkan pelayanan tanpa harus menempuh jarak jauh ke rumah sakit. Rinciannya 10 klinik PDP dan 1 Klinik VCT di RSUD HIS.

RSUD HIS menjadi RS rujukan apabila klinik PDP mendapatkan ODHIV dengan keadaan umum kurang baik, namun bisa dirujuk.

“Untuk memutus mata rantai sepenuhnya itu tidak bisa, tapi kami berusaha untuk membangun sebuah klinik yang ada di Puskesmas,” katanya.

Layanan klinik PDP memungkinkan penanganan cepat bagi pasien yang hasil pemeriksaan pertama (R1) menunjukkan reaktif. Pemeriksaan tahap kedua (R2) dan ketiga (R3) dapat dilakukan langsung di puskesmas, tanpa harus ke rumah sakit.

Kehadiran Klinik PDP untuk menjawab tantangan geografis di Kutai Barat. Banyak pasien yang harus menempuh perjalanan jauh jika hanya mengandalkan rumah sakit sebagai pusat pelayanan.

Dengan adanya klinik di puskesmas, pasien dapat lebih cepat mendapatkan pengobatan, serta dukungan psikososial yang dibutuhkan. (adv/diskominfo/kbr).

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1189029
    Users Today : 4728
    Users Yesterday : 5952
    This Year : 125539
    Total Users : 1189029
    Total views : 11300842
    Who's Online : 66
    Your IP Address : 216.73.216.159
    Server Time : 2026-01-23