ITM Group Rayakan Natal Persekutuan Oikumene Dengan Karyawan Site Melak Group

January 16, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SENDAWAR – Perayaan Natal Persekutuan Oikumene yang di gelar oleh PT. Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM) group Melak, PT. TCM, BEK, TIS, GPK dan NPR beserta seluruh karyawannya. Perayaan Natal dihadiri Pdt. Yandi Manobe dan dihibur artis rohaniawan Maria Priscilla, di GOR Desnan, Jalan Sendawar Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kamis malam (15/1/2026).

Pendeta Yandi Manobe saat ditemui usai acara menyampaikan,sangat terkesan setelah keliling Indonesia akhirnya bisa tiba di Kutai Barat, dan diberi kesempatan untuk melayani. Menurutnya, berbicara natal itu, secara kasat mata bagus untuk ditonton, tapi sebenarnya natal itu bukan tontonan, tapi tuntunan. Siapapun yang merayakan natal dia mesti dituntun berjumpa dengan Yesus sang bayi natal itu.

“Kalau kita merayakan natal tapi tidak berjumpa dengan Yesus, itu kita hanya merayakan perayaan tontonan atau keramaian. Tapi dia bukan sekadar tuntunan biasa, dia sekaligus adalah tantangan.

Tantangan kita adalah bagaimana kita menghadirkan Kristus di tengah-tengah keluarga, itu tantangannya,” ujarnya.
Ia menyebut, apakah setelah merayakan natal semua orang bisa menghadirkan Kristus dalam keluarga, dan keluarga semua orang bisa diselamatkan oleh Kristus. Keselamatan memperoleh hidup yang kekal maupun kehidupan sehari-hari dan bisa menikmati kasih karunia, pekerjaan atau apapun yang Tuhan izinkan kepada semua orang.

“Secara pribadi saya berterima kasih sekali kepada panitia dan perusahaan, pemerintah dan masyarakat di sini yang saya kira sangat antusias mengikuti acara ini,” ucapnya.

Dikatakannya, ini luar biasa sekali, pasti tempat ini diberkati, semua orang percaya bahwa Tuhan telah memakai orang-orang untuk memakai perusahaan ini untuk menjadi berkah bagi semua orang. Dan bisa di lihat malam ini suasananya penuh persaudaraan, ini luar biasa.

“Kami percaya, perusahaan ini sangat bagus kepada karyawannya, dan perusahaan ini memberi berkat bagi banyak orang. Pesan saya Bagi semua pekerja, bahwa Tuhan memberi makan kepada burung Pipit tetapi tidak melemparkan gandum ke dalam sangkar, justru burung itu mesti keluar dan mencari. Karena itu ketika kita diberi pekerjaan, bersyukurlah, bekerja dengan baik, seperti untuk Tuhan dan manusia.

Sebab melalui pekerjaan itulah Tuhan memelihara kehidupan kita bahkan keluarga kita. Tetap jaga keselamatan kerja, ikuti peraturan yang berlaku, dan semua itu untuk kemuliaan nama Tuhan sekaligus berkat bagi kita,” bebernya.

Ia berpsan, yang suka mabuk-mabukan di perusahaan itu berhenti sudah, yang suka tipu itu stop sudah, kerja saja dengan sukacita dan sepenuh hati, mari terus belajar dari berbagai perbedaan yang ada, mulai dari suku Timor, Jawa, Sulawesi, Sumatra dan lain-lain.

“Tapi yang bekerja di sini pasti bukan kebetulan, itu satu kesempatan dimana kita belajar untuk bekerja bersama-sama dan belajar juga untuk menikmati kehadiran Tuhan di tengah-tengah kita,”tandasnya.

Sementara itu, ketua panitia Natal Persekutuan Oikumene perusahaan, Agustinus ER Head Melak Cluster menyampaikan, yang diharapkan manajemen, adalah antusias dan kehadiran, dengan harapan natal perusahaan ini bisa memberi dampak bagi masyarakat, baik desa desa di sekitar tambang maupun warga dan gereja gereja yang ada di Kutai Barat.

“Dengan Natal ini kami ingin memperkuat silaturahmi dan kerja sama antara perusahaan dengan karyawan maupun masyarakat sekitar terjalin lebih baik lagi ke depannya,”kata dia.
Sehingga ketika ada isu atau hal-hal kontribusi perusahaan dianggap kurang biarlah masyarakat melihat sendiri. Ia menyebut bahwa perusahaan sudah begitu banyak berkontribusi terhadap warga maupun masyarakat Kutai Barat, ke depannya perusahaan akan lebih meningkat lagi untuk tahun 2026.

“Kami juga bersyukur acara ini disambut antusias karena perkiraan kami kehadiran karyawan maupun warga sekitar 2500 tapi yang datang hampir 5000 orang. Dan yang spesial kita kehadiran pak pendeta Yandi Manobe dan penyanyi rohani Maria Priscilla,”ungkapnya.

Management Perusahaan Hirung, AMM Melak Cluster menyampaikan, satu hal yang menjadi catatan dari management, bahwa di tahun 2026 ini. Setiap ada ibadah Oikumene di hari Jumat oleh perusahaan, ia selalau menekankan siapapun yang rajin ibadah akan selalu di catat di buku harian nya, dan siapapun yang tidak rajin ibadah ia pastikan karyawan tersebut tidak akan mendapatkan promosi dari perusahaan.

“Saya pastikan siapapun karyawan yang tidak rajin ibadah Oikumene di hari Jum’at saya akan catat di buku saya, tidak akan ada promosi buat dia,”tegasnya.

Ia menyebut, memang ini kedengarannya agak sadis, agar supaya umat Kristen yang ada di perusahaan rajin ibadah. Karena kalau dia rajin ibadah dia pasti akan takut dengan Tuhan dan juga akan takut kehilangan pekerjaan kalau dia berbuat kesalahan.
“Kalau dia tidak rajin ke gereja gimana dia bisa takut sama pimpinannya,”katanya.
Apabila mereka rajin ibadah ke gereja perusahaan akan kasih bonus dan apresiasi terhadap kinerjanya. Tahun 2025 kemarin kinerja karyawan sudah di apresiasi oleh management ada yang di promosi dan ada yang tidak di promosi.

“Pdt Yandri sudah menjelaskan, jangan sampai hidup kita ini antara perasaan dan hati kita tidak konek, kalau hati kita bermasalah, hidup kita juga pasti bermasalah,”ujarnya.

Ia berharap, sepulang dari ibadah dan mendengar khatbah ini, khusus bagi karyawan ITM group tidak ada yang bermasalah dengan jiwanya, tapi jiwanya terkoneksi dengan Tuhan.
“Saya berjanji untuk tahun yang akan datang, perayaan natal Persekutuan Oikumene akan di gelar lebih meriah dari tahun ini,”janjinya.
Ia berjanji bahwa management akan mensupport masalah bajet dan dana untuk kegiatan kerohanian. Ia sebagai penaggung jawab berjanji akan mendorong teman teman yang Kristen untuk aktif dalam setiap kegiatan yang ada.

Bupati Kutai Barat, Frederik Edwin dalam sambutannya yang di bacakan Asisten I Nopandel menyampaikan, perayaan Natal Oikumene adalah komitmen perusahaan beserta karyawan dan keluarga nya, serta seluruh undangan. Perayaan natal ini adalah merupakan agenda manajemen dan external yang di laksanakan secara rutin setiap tahun. Ini manjadi wujud nyata perusahaan dalam membangun kebersamaan yang harmonis dengan karyawan dan keluarga karyawan, serta seluruh pihak terkait, tidak hanya dalam konteks pekerjaan tetapi dalam kontek kehidupan iman dan sosial.

“Natal malam ini mengusung tema ‘Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga’ Matius I : 21 – 24, tema ini mengingatkan kita akan kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus terbukti kasih Allah yang nyata bagi umat manusia,”ujarnya.

Ia menyebut, keluarga sebagai dasar utama kehidupan, keluarga yang hidup dalam kasih Kristus akan melahirkan pribadi pribadi yang beriman, berintegritas serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
“Melalui perayaan natal bersama ini kita diajak untuk memuliakan Tuhan, beribadah dan merayakan Natal dalam kebersamaan, sekaligus mempererat tali persaudaraan diantara seluruh karyawan dan keluarga nya,”ungkapnya.
Kegiatan ini memberikan manfaat dan kontribusi yang sangat besar, khususnya dalam mempererat kebersamaan kasih Tuhan serta loyalitas dan kebersamaan semua karyawan. Suasana kerja yang harmonis di landasi oleh nilai nilai kasih dan saling menghargai akan tercipta nya kinerja yang lebih baik kedepannya.
“Saya berharap kedepan, nilai nilai natal dapat terus menjadi motivasi bagi kita semua untuk meningkatkan kinerja, menjaga integritas serta menumbuhkan Kepedulian sosial di tengah masayarakat. ,”bebernya.
Dengan demikian keberadaan perusahaan dapat memberikan kontribusi nyata tidak secara ekonomi, tetapi juga secara sosial dan spiritual. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. (arf).

LPTQ Kaltim Gelar Sertifikasi Calon Dewan Hakim

January 12, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Sri Wahyuni

BALIKPAPAN – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kaltim menyelenggarakan kegiatan Sertifikasi Calon Dewan Hakim MTQ/STQH. Kegiatan sertifikasi diikuti  120 orang peserta dari 9 kabupaten/kota. Terbagi dalam sembilan bidang, yaitu Bidang Tilawah, Bidang Qira’at, Bidang Tahfidz, Bidang Tafsir, Bidang Fahmil Qur’an, Bidang Syarhil Qur’an, Bidang Kaligrafi, Bidang Karya Tulis Ilmiah Qur’an-Hadist atau KTIQ-H dan Bidang Hadist.

Kegiatan Sertifikasi berlangsung di Swiss-Bell Hotel, Balikpapan selama tiga hari, sejak 9 hingga 11 Januari 2026. Seluruh peserta sertifikasi wajib mengikuti pre test sesuai bidang kompetensi yang diikuti. Selanjutnya, peserta diberikan pembekalan oleh narasumber yang kompeten di bidangnya masing-masing.

Usai materi pembekalan disampaikan, termasuk tanya jawab dan pendalaman materi, baru dilanjutkan dengan simulasi atau pratik penilain melalui e-scoring. Terakhir peserta diwajibkan mengikuti uji kompetensi, untuk mengukur sejauh mana tingkat kompetensi peserta sebagai calon dewan hakim.

Kegiatan Sertifikasi Dewan Hakim dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni yang juga sebagai Ketua LPTQ Kaltim, tanggal 9 Januari 2026. Hadir memberikan arahan Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Muchlis Muhammad Hanafi, yang juga sebagai Sekretaris LPTQ Nasional.

Sri Wahyuni mengucapkan terima kasih atas kehadiran Direktur Penerangan Agama Islam dan Kepala Sub Direktorat Tilawah dan Musabaqah Al-Qur’an, Rijal Ahmad Rangkuti, serta para narasumber yang semuanya merupakan Dewan Hakim Tingkat Nasional.

Sri Wahyuni berharap ke depan kualitas penyelenggaraan MTQ bisa meningkat, diikuti oleh peningkatan kualitas dewan hakim melalui kegiatan sertifikasi dewan hakim. ”Terima kasih kepada peserta sertifikasi dewan hakim, karena Bapak Ibu menjadi bagian untuk mewujudkan generasi emas, generasi Qur’ani,”pungkas Sri Wahyuni.

Sementara Direktur Penais memberikan apresiasi yang tinggi terhadap LPTQ Kaltim yang telah menyelenggarakan Sertifikasi Dewan Hakim. Ia menekankan, bahwa salah satu kunci sukses MTQ dipengaruhi oleh kualitas Dewan Hakim MTQ. Lebih lanjut dikatakan, dewan hakim selain memiliki kompeteni teknis, ia harus memiliki integritas, obyektifitas, moral Qur’ani, keteladanan. Dewan hakim juga harus siap menjaga keadilan.

”Dewan hakim harus siap diaudit, bukan hanya oleh dewan pengawas, tetapi juga oleh publik secara terbuka”, tegas Muchlis Muhammad Hanafi.

Ia pun mengibaratkan dewan hakim adalah jantungnya MTQ. Ketika proses rekrutmen dewan hakim tidak didasarkan pada integritas dan kompetensi, MTQ beresiko kehilangan maknanya. Berubah menjadi ajang duniawai semata.

Wakil Ketua I LPTQ, yang sehari-hari juga menjabat sebagai Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Kaltim, Abdul Kholiq, melaporkan kegiatan Sertifikasi Dewan Hakim merupakan salah satu program kerja LPTQ Kaltim. Lebih lanjut dikatakan, bahwa kegiatan sertifikasi dewan hakim bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dewan hakim, baik pada level kabupaten/kota maupun provinsi.

Rangkaian acara ditutup oleh Jauhar Efendi, Wakil Ketua III LPTQ Kaltim, mewakili Ketua Umum LPTQ Kaltim, yang juga sebagai Sekda Prov. Kaltim. Penutupan ditandai dengan penombolan sirine. Didampingi Kasubdit Tilawah dan Musabaqah Al-Qur’an, mewakili Dirjen Bimas Islam Kemenag, Rijal Ahamad Rangkuti, Kabag Bina Mental Spiritual, Muhammad Hamsyani, mewakili Kepala Biro Kesra Setda Prov. Kaltim.

Jauhar Efendi dalam sambutan penutupan menyampaikan apresiasi kepada semua narasumber yang juga sebagai Hakim MTQ Tingkat Nasional dan Ketua Majelis Hakim pada bidangnya masing-masing yang telah berbagi ilmu pengetahuan kepada para peserta sertifikasi. Jauhar juga merasa bangga, karena banyak peserta yang masih muda dan berasal dari para peserta lomba MTQ/STQH, sehingga proses pengkaderan dewan hakim dapat berjalan dengan baik. (mj)

Gen Z Pimpin Indeks Toleransi Beragama Indonesia 2025

January 11, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Di tengah masyarakat Indonesia yang semakin beragam, sikap toleran menjadi elemen penting dalam menjaga harmoni sosial. Perbedaan keyakinan, cara beribadah, hingga tradisi keagamaan kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang menuntut sikap saling menghargai. Menariknya, cara generasi muda memandang perbedaan tersebut menunjukkan kecenderungan yang semakin terbuka.

Berdasarkan data yang dilansir dari GoodStats Data, Generasi Z mencatatkan tingkat toleransi beragama tertinggi pada 2025 dengan skor 80,03. Angka ini berada di atas generasi lain, yakni Gen X (78,97), Baby Boomers (78,81), dan Milenial (78,77).

Data tersebut berasal dari Survei Indeks Kualitas Kehidupan Beragama Umat Islam Tahun 2025 yang dirilis Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam bekerja sama dengan Alvara Strategic Research. Survei dilakukan secara kuantitatif terhadap 1.208 responden Muslim di 34 provinsi menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error 2,89 persen.

Penilaian toleransi beragama dalam survei ini mencakup sejumlah indikator, antara lain penerimaan terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, sikap tidak mencela keyakinan berbeda, penolakan terhadap tindakan persekusi, serta tidak menyebarkan ujaran kebencian berbasis agama.

Tingginya tingkat toleransi Gen Z juga tercermin dari pandangan generasi muda terhadap perbedaan keyakinan. Nadya (22), salah satu Gen Z, menilai keberagaman agama seharusnya tidak menjadi sumber konflik.

“Menurutku, agama itu urusan masing-masing sih. Yang penting saling menghormati dan nggak ikut campur keyakinan orang lain,” ujarnya.

Karena itu, penguatan nilai toleransi tetap perlu dijaga melalui pendidikan, keteladanan tokoh masyarakat, serta kebijakan yang mendorong kerukunan. Sikap terbuka Gen Z dinilai dapat menjadi modal sosial penting bagi masa depan Indonesia yang lebih harmonis, tanpa mengesampingkan nilai-nilai keimanan yang diyakini setiap pemeluk agama. (intan)

Polres Mahakam Ulu Gelar Doa Bersama Lintas Agama

December 31, 2025 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Mahakam Ulu – Polres Mahakam Ulu menggelar kegiatan doa bersama lintas agama sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap para korban bencana alam yang terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lingkungan Polres Mahakam Ulu dan dihadiri unsur Forkopimda, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta personel Polres Mahakam Ulu, Rabu (31/12/2025)

Doa bersama lintas agama dipimpin perwakilan tokoh agama, dengan tujuan memohon keselamatan, kekuatan, serta ketabahan bagi saudara-saudara yang terdampak bencana alam, sekaligus sebagai wujud kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Mahakam Ulu.

Kapolres Mahulu AKBP Eko Alamsyah juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta mendoakan para korban, khususnya menjelang perayaan malam Tahun Baru.

“Warga masyarakat Mahakam Ulu yang melaksanakan tahun baru di mohon untuk meluangkan waktunya untuk berdoa untuk saudara-saudara kita yang ada di Aceh,” pesan Eko.

Kapolres Mahakam Ulu melalui kegiatan ini menegaskan bahwa kepedulian sosial dan rasa kemanusiaan harus senantiasa dijaga, terutama di tengah musibah yang menimpa saudara-saudara sebangsa dan setanah air.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.

Kegiatan doa bersama berlangsung dengan khidmat, aman, dan tertib, serta diharapkan dapat memberikan kekuatan moril bagi para korban bencana alam serta menumbuhkan rasa empati dan persaudaraan di tengah masyarakat. (*)

Fenomena “Sukses dengan Cara Gelap”, Psikologi Ungkap Alasan di Baliknya

December 27, 2025 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA — Maraknya kasus penipuan, manipulasi, hingga kebohongan publik yang melibatkan figur-figur berlabel sukses kembali menyita perhatian. Mulai dari dunia bisnis, media sosial, hingga industri hiburan global, publik kerap dibuat terkejut ketika sosok yang dipuja ternyata terseret skandal. Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar, apakah ada tipe kepribadian tertentu yang membuat seseorang bisa terlihat sukses meski dibangun di atas kebohongan?

Dalam psikologi kepribadian, terdapat konsep yang dikenal sebagai Dark Triad, yakni tiga sifat kepribadian yang kerap dikaitkan dengan perilaku manipulatif dan minim empati. Tiga sifat tersebut meliputi narsisme, Machiavellianisme, dan psikopati.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Vocational Behavior mengungkapkan tidak semua sisi gelap kepribadian selalu berujung kegagalan. Namun, dampaknya berbeda-beda terhadap kesuksesan karier.

“Our results suggest that the three dark traits affect career success in a very distinct manner. While narcissism predicts success in a positive way, Machiavellianism is unrelated and psychopathy is negatively related to career success,” tulis para peneliti dalam jurnal tersebut.

Artinya, individu dengan kecenderungan narsistik justru dapat menunjukkan pencapaian karier yang lebih tinggi, terutama karena kepercayaan diri, kemampuan tampil meyakinkan, dan dorongan untuk diakui. Namun, sifat Machiavellian yang manipulatif tidak menunjukkan korelasi kuat dengan kesuksesan jangka panjang, sementara psikopati justru berdampak negatif.

Fenomena ini juga terlihat dalam berbagai kasus yang sempat viral secara global, salah satunya kisah Anna Sorokin yang diangkat dalam film Inventing Anna. Ia berhasil menembus lingkaran elite New York dengan identitas palsu dan hampir memperoleh pendanaan besar sebelum akhirnya terbongkar.

Psikolog menilai, individu dengan sifat Dark Triad cenderung memiliki political skill atau kecakapan sosial strategis yang tinggi. Hal ini membuat mereka mampu membaca situasi, membangun citra, dan memengaruhi orang lain.

Penelitian lain yang dimuat dalam BMC Psychology menyebutkan sifat narsisme dan Machiavellianisme dapat berfungsi sebagai sumber daya personal dalam dunia kerja.

Meski demikian, para ahli menegaskan keberhasilan yang didorong oleh sifat-sifat tersebut sering kali bersifat sementara. Lingkungan kerja yang minim pengawasan, longgar secara etika, dan sangat kompetitif memang memberi ruang lebih besar bagi individu dengan kecenderungan Dark Triad untuk melesat cepat.

Namun, dalam jangka panjang, reputasi, relasi sosial, dan integritas menjadi faktor penentu keberlanjutan karier.

Psikolog juga mengingatkan psikopati bukan semata soal kekerasan fisik seperti yang kerap digambarkan dalam film. Ciri utamanya justru terletak pada ketiadaan rasa bersalah dan empati, yang membuat seseorang mampu melakukan penipuan tanpa beban emosional.

Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat  gemerlap kesuksesan di ruang publik, terutama media sosial, tidak selalu mencerminkan proses yang sehat. Keberhasilan instan yang dibangun tanpa fondasi etika berpotensi runtuh sewaktu-waktu ketika fakta mulai terkuak.

Di tengah derasnya arus pencitraan dan ambisi, para ahli menilai penting bagi masyarakat untuk tidak hanya menilai kesuksesan dari tampilan luar, tetapi juga dari nilai, proses, dan dampak yang ditinggalkan. (intan)

Next Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1216057
    Users Today : 2777
    Users Yesterday : 6271
    This Year : 152567
    Total Users : 1216057
    Total views : 11446771
    Who's Online : 45
    Your IP Address : 216.73.216.87
    Server Time : 2026-01-28