Menapaki Malam Ramadan di Islamic Center

February 23, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Masjid Islamic Centre Samarinda

SAMARINDA — Malam kelima Ramadan di Masjid Islamic Center Samarinda berlangsung khusyuk. Ribuan jamaah memadati area dalam dan pelataran masjid yang berdiri megah di tepi Sungai Mahakam tersebut.

Masjid yang dikenal sebagai salah satu ikon Kota Samarinda itu memiliki arsitektur bergaya Timur Tengah dengan kubah utama besar berwarna hijau kebiruan yang menjulang, dikelilingi menara tinggi yang terlihat dari berbagai sudut kota. Pilar-pilar kokoh serta ruang utama yang luas memberi kesan agung, namun tetap terbuka bagi siapa saja yang datang beribadah.

Diresmikan pada awal 2000-an, masjid ini dibangun sebagai pusat kegiatan keagamaan dan syiar Islam di Kalimantan Timur. Sejak itu, Islamic Center tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang pertemuan umat dalam berbagai momentum keislaman.

Di antara jamaah malam itu, Thalia (24), warga Samarinda Seberang, mengaku baru pertama kali melaksanakan tarawih di masjid tersebut. Ia sengaja datang untuk merasakan langsung suasana ibadah di lokasi yang selama ini hanya ia lihat dari kejauhan.

“Ingin merasakan suasana bertarawih di ikon Kota Samarinda. Sebelumnya belum pernah juga salat di sini, jadi ingin merasakan salat di masjid ini,” ujarnya usai salat.

Menurutnya, suasana tarawih terasa berbeda. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di ruang utama yang luas. Fasilitas kipas angin yang tersebar membuat jamaah tetap nyaman meski jumlahnya cukup banyak.

“Nyaman aja kok, banyak kipas juga jadi enggak gerah,” terangnya.

Tak hanya menjadi ruang spiritual, kawasan sekitar masjid juga hidup dengan aktivitas ekonomi Ramadan. Usai tarawih, jamaah berbaur di area bazar dan Pasar Ramadan yang menawarkan beragam jajanan. Thalia pun memanfaatkan momen tersebut untuk sekadar melihat-lihat dan membeli camilan. (intan)

Hangatnya Buka Puasa di Masjid Nurul Mu’minin Samarinda

February 19, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA — Suasana berbuka puasa di Masjid Nurul Mu’minin, Kota Samarinda, berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Meski tidak membludak, jemaah yang hadir tampak memenuhi koridor masjid dengan tertib, ramai, namun tetap terasa lapang.

Kegiatan buka puasa bersama ini rutin dilaksanakan setiap hari selama Ramadan. Menu yang disajikan tergolong sederhana. Namun, justru dalam kesederhanaan itu, kehangatan terasa lebih nyata. Warga duduk bersila berjejer, saling berbagi tempat dan senyum, meski sebagian besar tidak saling mengenal.

Pada hari itu, panitia menyediakan seporsi sop daging untuk para jemaah. Hidangan hangat tersebut disantap bersama setelah azan Magrib berkumandang. Tidak ada kemewahan dalam sajian, tetapi kebersamaan menjadi bumbu utama yang menguatkan rasa.

Aminah (24), salah satu jemaah, mengaku memilih berbuka di masjid tersebut karena ingin merasakan suasana buka bersama. Sebagai seorang perantau di Samarinda, ia tak ingin menjalani Ramadan seorang diri.

“Biar nggak sepi aja buka puasanya, dan biar bisa sekalian tarawih juga,” ujarnya singkat, Kamis (19/2/2026).

Baginya, berbuka di masjid bukan sekadar mengisi perut setelah seharian berpuasa, tetapi juga mengisi ruang hati yang rindu kebersamaan. Dari deretan saf yang terhampar hingga doa yang dilangitkan bersama, suasana itu menghadirkan rasa pulang meski tanpa ikatan darah. (intan)

Menahan Rindu di Kota Tepian, Kisah Ramadan Perantau Asal Purwakarta

February 19, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA — Menjalani Ramadan jauh dari kampung halaman menjadi pengalaman tersendiri bagi Ira Nur Ajijah, perantau asal Purwakarta yang kini sedang bekerja di Samarinda, Kalimantan Timur. Tahun ini menjadi kali kedua ia menjalani ibadah puasa di Kota Tepian.

Saat ditemui di Pasar Ramadhan, Gor Segiri Samarinda, Ira mengungkapkan perasaannya menjalani Ramadan sebagai anak rantau.

“Ada senang, ada sedih,” ujarnya singkat, Kamis (19/2/2026).

Perempuan yang merupakan anak bungsu di keluarganya itu mengaku kerap merindukan suasana berbuka bersama keluarga, terutama masakan sang ibu di kampung halaman. Menurutnya, Ramadan di rumah selalu identik dengan hidangan yang telah disiapkan sejak sore.

“Kalau di rumah biasanya dimasakin mamah. Kalau di sini terpaksa harus masak sendiri, atau paling pesan makanan online,” terangnya.

Meski demikian, ia tetap berupaya menikmati proses belajar mandiri selama berada di perantauan. Baginya, Ramadan jauh dari keluarga menjadi ruang untuk melatih kedewasaan sekaligus menguatkan diri.

Ira juga menuturkan, Ramadan tahun ini terasa berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Jika tahun lalu ia masih bisa membagi waktu dengan lebih longgar, tahun ini ia merasakan beban yang lebih berat karena pekerjaan yang tengah padat.

Sebagai seorang jurnalis di salah satu media di Kalimantan Timur, ritme kerja yang dinamis membuatnya harus tetap aktif meliput di tengah kondisi berpuasa. Ia tetap turun ke lapangan, mengejar narasumber, dan menyelesaikan tenggat waktu berita.

Kendati demikian, Ira berusaha menjaga semangatnya. Ia menilai pengalaman berpuasa di tanah rantau membentuk ketangguhan dan rasa syukur yang berbeda. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang mengelola rindu dan tanggung jawab dalam waktu yang bersamaan. (intan)

Ratusan Santri Ikuti Khotmil Qur’an Massal IV se-Kecamatan Samarinda Utara

February 16, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Sebanyak 197 santri dan santriwati dari 29 unit TKA/TPA mengikuti Khotmil Qur’an Massal ke-IV se-Kecamatan Samarinda Utara yang digelar pada Minggu (15/2/2026). Kegiatan berlangsung khidmat sejak pukul 08.00 hingga 10.30 WITA di Masjid Nurul Hidayah Tanah Merah.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penguatan pembinaan generasi Qur’ani di wilayah Samarinda Utara. Hadir dalam acara tersebut Camat Samarinda Utara Muhammad Joni, para alim ulama, tokoh masyarakat, pembina TKA/TPA, ustadz dan ustadzah, serta para orang tua santri.

Direktur LPPTKA-BKPRMI Kalimantan Timur, Muhammad Solekhin menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mewakili Ketua DPW BKPRMI Kalimantan Timur, H. Akhmed Reza Fahclevi.

Menurutnya, kehadiran pemerintah kecamatan dalam kegiatan keagamaan seperti ini merupakan bentuk nyata sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat. “Pembangunan tidak hanya soal fisik dan infrastruktur, tetapi juga pembangunan iman dan akhlak generasi muda,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa khatam Al-Qur’an bukanlah akhir, melainkan awal dari komitmen untuk menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, para santri diharapkan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan sumber ketenangan.

Apresiasi juga disampaikan kepada para orang tua santri serta para ustadz dan ustadzah yang selama ini istiqamah membimbing anak-anak dalam pendidikan Al-Qur’an. Dedikasi para pendidik TPA dinilai sebagai investasi penting bagi masa depan peradaban.

Khotmil Qur’an Massal ke-IV ini diharapkan menjadi pemantik kebangkitan ruh Qur’ani di Samarinda Utara, sekaligus melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, mencintai masjid, dan kelak mampu menjadi pemimpin yang membawa keberkahan bagi daerah dan bangsa. (esf)

LPTQ Kaltim Gelar Pemusatan Latihan

February 15, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

BALIKPAPAN – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kaltim menyelenggarakan Pemusatan Latihan (TC) secara off line (tatap muka) Tahap III. Pelatihan berlangsung selama 4 (empat) hari. Mulai tanggal 11 – 14 Februari 2026, di Asrama Haji, Balikpapan.

Pemusatan Pelatihan ini dimaksudkan untuk memilih dan  mempersiapkan calon  kafilah Kaltim mengikuti perhelatan MTQ Tingkat Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah yang akan berlangsung pada Bulan Oktober 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh 104 peserta dan masing-masing cabang diikuti dua orang. Selanjutnya kan dilakukan evaluasi dan eliminasi menjadi satu orang per cabang dan golongan pada TC Tahap IV yang akan datang.

LPTQ Kaltim berupaya mendatangkan pelatih nasional maupun pelatih yang berasal dari daerah sebanyak 19 pelatih. Terdiri atas 12 orang pelatih nasional dan 7 orang pelatih dari Kaltim, dengan keahlian yang berbeda-beda.

Kebijakan ini diambil karena anggaran yang tersedia sangat terbatas, sehingga pada   TC tahap-tahap berikutnya hanya 1 peserta yang diberikan kesempatan untuk mengikuti pemusatan latihan. Tetapi untuk cabang-cabang tertentu terpaksa masih harus diikuti 2 orang, karena memiliki nilai atau bobot yang sama dan atau belum memenuhi standar nasional.

Koordinator Pelatih, Ustadz Hajarul Akbar, mengingatkan para peserta, tentang pentingnya menegakkan disiplin. “Disiplin berlatih dan kurangi waktu untuk main game”, tegas Koordinator Pelatih.

“Tidak mungkin peserta bisa menjadi juara, kalau waktunya habis untuk main game”, pungkas Ustadz Hajarul Akbar.

Sementara itu, Wakil Ketua II LPTQ Kaltim, Dasmiah, yang juga sekaligus sebagai Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Kaltim, saat membuka TC Tahap III (11/2) menyampaikan, bahwa para peserta yang meraih juara nasional, akan diberikan beasiswa penuh oleh Pemerintah Provinsi Kaltim untuk melanjutkan kuliah, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Dasmiah menyampaikan pesan Ketua LPTQ Kaltim, Sri Wahyuni, yang juga sekaligus sebagai Sekda Kaltim, mengingatkan pentingnya para peserta   menjaga adab dan hormat kepada para ustadz/pelatih dan kedua orangtua, sehingga bisa mendapatkan ridha dari para orangtua dan para guru/pelatih.

Hadir saat pembukaan Wakil Ketua I LPTQ Kaltim, Abdul Kholiq, yang juga sebagai Kakanwil Kementerian Agama Prov Kaltim, Wakil Ketua III, Jauhar Efendi, Sekretaris LPTQ, Rudi Kartono, Wakil Sekretaris I, Hamdani, dan Wakil Sekretaris II, Etty Shanti.

Sedangkan Rapat Evaluasi Peserta (13/2) dipimpin Ketua Harian LPTQ Kaltim, M. Syirajuddin, yang juga menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Prov. Kltim dan Koordinator Pelatih, Hajarul Akbar. (mj)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1609134
    Users Today : 3934
    Users Yesterday : 4820
    This Year : 545644
    Total Users : 1609134
    Total views : 13818208
    Who's Online : 90
    Your IP Address : 216.73.216.54
    Server Time : 2026-04-06