Pintu Romantis 338 Masjid Nabawi

February 3, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

MADINAH – Di antara lebih dari 40 pintu yang mengelilingi Masjid Nabawi di Madinah, satu nomor menjadi pembicaraan tersendiri di kalangan jamaah Indonesia, Pintu 338. Tak ada catatan sejarah resmi yang menjulukinya dengan nama tertentu, namun di media sosial dan banyak tulisan perjalanan jamaah, angka ini kerap disebut sebagai “pintu romantis”. Istilah itu muncul bukan karena arsitekturnya, melainkan karena cerita sederhana yang berulang dari banyak pasangan.

Masjid Nabawi memiliki banyak gerbang yang diberi nomor dan warna tertentu untuk memudahkan jamaah mengenali arah dan lokasi. Pintu 338 sendiri berada di sisi selatan bangunan masjid, dekat kawasan perhotelan dan deretan pertokoan di sekitar kompleks Masjid Nabawi.

Secara fungsional, pintu ini tidak berbeda dengan pintu lain. Namun secara praktik, ia menjadi salah satu titik temu yang sering dipilih oleh suami dan istri setelah salat berjamaah. Aturan pemisahan area salat laki-laki dan perempuan membuat sebagian jamaah keluar melalui jalur yang berbeda. Di sinilah Pintu 338 dipilih sebagai tempat bertemu kembali. “Selesai salat, ketemunya di sini saja,” ujar seorang jamaah asal Jawa Barat yang saya temui di luar Masjid Nabawi, menyingkap kebiasaan yang kemudian viral di kanal media sosial.

Fenomena ini kemudian berkembang menjadi simbol yang sederhana dan dekat, kesabaran, kebersamaan, dan keharmonisan dalam ibadah. Tidak ada aturan tertulis, tidak ada ritual khusus. Yang ada adalah praktik berulang yang menjadi semacam kesepakatan tak resmi di antara jamaah.

Bagi saya, sebagai perempuan berusia 23 tahun yang juga pernah berjalan di sekitar Masjid Nabawi, Pintu 338 bukan sekadar angka di denah masjid. Saat itu saya melihat suami yang berdiri menunggu, dengan mata yang sesekali menatap jam tangan, dan istri yang datang dengan senyum ringan sehabis salat.

Momen ini berlangsung beberapa menit, tetapi bagi pasangan itu, sekilas tatap dan langkah bersama terasa seperti pengingat, ibadah dilakukan bersama, meski secara teknis dilakukan terpisah untuk sementara. Moment itu saya ingat bukan sebagai drama romantis, tetapi fragmen kecil kehidupan yang mencerminkan bagaimana manusia menata kebersamaan di tengah kerumunan yang besar.

“Saya ingin suatu hari datang bersama pasangan saya,” ujar seorang teman yang berada disamping saya.

Pintu 338 juga menunjukkan hal lain, bagaimana ruang publik bisa diberi makna oleh pengalaman kolektif. Ia tidak dicatat dalam sejarah, tidak dipatenkan dalam peta resmi sebagai “tempat romantis”, namun dari kebiasaan kecil, lahirlah cerita yang terus dibicarakan. Beberapa pasangan bahkan mengambil foto di depan pintu ini, bukan sebagai bentuk selebrasi emosional, tetapi sebagai tanda, mereka telah mengalami satu fragmen perjalanan spiritual bersama, bertemu kembali setelah sujud, setelah doa, setelah menjalani ritme ibadah yang intens.

Tentu semua itu tetap berlangsung dalam koridor kesopanan dan tatanan sosial yang berlaku. Tidak ada tindakan yang melanggar ketentuan tempat ibadah, semuanya berjalan dengan tertib dan penuh rasa hormat kepada sesama jamaah. (intan)

Sambut Hari Pers Nasional PWI Kubar Akan Gelar Donor Darah

February 2, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SENDAWAR – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutai Barat akan menggelar kegiatan bakti sosial donor darah untuk memperingati Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026 dan Hari Ulang Tahun Ke-80

Ketua PWI Kubar, Alfian Nur acara ini digelar PWI Kubar dengan menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Kutai Barat, Senin 9 Februari 2026.

“Kegiatan donor darah ini menjadi simbol kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab kebutuhan nyata masyarakat, khususnya ketersediaan stok darah, ” ungkapnya, Senin (2/2/2026).

Ia menambahkan, semangat HPN tidak hanya dimaknai sebagai perayaan profesi, tetapi juga momentum memperkuat empati sosial.

Sementara itu Ketua Panitia, yang juga merupakan Sekretaris SIWO PWI Kubar, Kornelius Sunardi menuturkan kegiatan ini adalah wujud kepedulian sosial dan berdampak langsung bagi kemanusiaan, hal inilah yang menjadi alasan PWI Kubar memilih melakukan donor pada puncak peringatan HPN dan HUT PWI ke- 80.

“Melalui aksi donor darah kita ingin masyarakat mengetahui peran pers tak lagi sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat melalui aksi nyata,” tegasnya.

Untuk diketahui hingga saat ini sejumlah instansi pemerintah, BUMD, swasta, dan lembaga kemasyarakatan menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam kegiatan bakti sosial donor darah  tersebut, diantaranya Pemkab Kubar, Polres Kubar, Kodim 0912 Kubar, Kejaksaan Kutai Barat, Diskominfo Kubar, PLN Rayon Melak, Kompi 2 Batalyon B Pelopor Kutai Barat, PT ITM Group TCM, BEK, TIS, NPR, GPK, PT. Perumdam Tirta Sendawar Kubar, PT BISM, RSUD HIS, Ansor Banser Kubar, sejumlah stakeholder lainnya juga menyatakan keikutsertaan dalam kegiatan tersebut. (arf)

Gema Shalawat Peringati Satu Abad NU

February 2, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SENDAWAR – Saling bersinergi Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menggelar istighosah doa bersama dalam rangka peringatan satu abad NU, di Sekretariat Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kubar, Kampung Srimulyo, Kecamatan Sekolaq Darat, Sabtu malam (31/1/2026).

Kegiatan  dihadiri Ketua Rois Syuriah KH Ahmad Asrori yang juga Ketua MUI Kubar, Wakil Ketua Rois Syuriah, KH Khus Syaiful, Kasat Bimas Polres Kubar, Iptu H Syamsul, serta pengurus Nusa NU Kubar, dan Fatayat Muslimah NU Kubar, serta Banom, dan juga Lembaga yang ada dibawah PCNU Kubar.

Plt Ketua PC GP Ansor Kubar, Fahrujiansyah Bachsan mengatakan, kegiatan ini tidak sekadar bersifat seremonial, sesuai dengan tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia”. Hal ini merupakan refleksi perjalanan panjang organisasi sejak berdiri pada 1926, sekaligus penguatan identitas ke NU-an dan semangat kebangsaan di tengah masyarakat bumi Tanaa Purai Ngeriman.

“Kita berkumpul disini untuk membaca manaqib, dzikir dan doa bersama memohon perlindungan, keselamatan, kemaslahatan dan pertolongan Allah SWT disetiap aktifitas keseharian kita. Semoga kegiatan ini menjadikan kita semakin cinta NU dan manjadi kader militian sebagai mana perjuangan para pendiri NU terdahulu,” tuturnya.

Pria akrab disapa Ojiq ini menambahkan, peringatan satu abad NU ini merupakan kegiatan yang istimewa karena hanya akan terulang 100 tahun lagi. Peringatan satu abad ini sebagai momen belajar tentang sejarah NU berdiri. Sebab dalam perjalanan, banyak sejarah yang dilalui organisasi ini.

“Sejak 1926 sampai dengan saat ini NU selalu menegaskan NKRI harga mati. Intinya kegiatan ini kita mengenang dan meneladani para muassis dan masyayikh NU seperti Ansor dan Banser, merupakan pengawal para ulama atau penjaga keutuhan bangsa dan negara ini,” jelasnya.

Ojiq juga mengatakan, pengurus Ansor dan Banser, serta Pagar Nusa, serta Fatayah Muslimah NU Kubar, akan memiliki kegiatan rutin Lailatul Ijtima di Sekretariat PCNU Kubar. Selain itu, ada sejumlah kegiatan sosial yang rutin dilaksanakan setiap tahun, menyesuaikan dengan agenda keagamaan pada bulan Muharram.

“Tidak hanya itu, selama ini kami para pengurus telah rutin memobilisasi pasukan banser untuk pengamanan dalam membantu TNI-Polri diwilayah ini, mulai dari pengamanan rumah ibadah saat para saudara dan saudari kita umat Nasrani dalam menjalankan ibadahnya di gereja yang ada di Ibukota Sendawar,” pungkasnya.

 

Ketua Banser Kubar Musman Seno, yang juga ketua panitia kegiatan tersebut menerangkan, ada beberapa rangkaian kegiatan dalam peringatan satu abad NU di Kubar, yakni doa bersama untuk para pendiri dan pejuang NU, gema shalawat, khaul akbar, pemotongan nasi tumpeng dan doa untuk keselamatan bangsa.

Kegiatan ini seperti ini memiliki potensi yang cukup besar jika dikelola dengan baik. Hal itu salah satunya terbukti dengan kegiatan yang direncanakan secara sederhana ini bisa berjalan dengan baik. Secara efektif kepanitiaan ini dibentuk dan langsung bekerja.

“Kami berharap para pengurus NU, badan otonom dan semua warga NU bisa lebih solid dan kompak saling membantu,” pungkas Seno. (*)

Warga RT 52 Sungai Pinang Dalam Gelar Penjaringan Calon Ketua RT

January 31, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – RT 52  Kelurahan Sungai Pinang Dalam Kecamatan Sungai Pinang menggelar kegiatan penjaringan calon Ketua RT untuk periode mendatang. Pemilihan dijadwalkan akan  dilaksanakan dengan melibatkan partisipasi aktif warga setempat, Rabu (04/2/2026)

Penjaringan calon Ketua RT ini sesuai dengan yang tertuang dalam Kemendagri Nomor 18 tahun 2018 tentang tata cara pemilihan calon ketua RT, bertujuan untuk menjaring warga yang bersedia dan memenuhi kriteria untuk memimpin serta mengoordinasikan kegiatan kemasyarakatan di lingkungan RT 52. Proses penjaringan dilakukan secara terbuka dengan memberikan kesempatan kepada warga untuk mengajukan diri maupun mengusulkan calon yang dianggap layak.

Ketua Panitia Penjaringan, Lurah Sungai Pinang Dalam Novi Kurnia,melalui sekretaris panitia penjaringan Ony Resita menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga transparansi dan demokrasi di tingkat lingkungan.

“Kami berharap melalui penjaringan ini akan muncul calon Ketua RT yang amanah, peduli, dan siap bekerja sama dengan warga,” ujarnya.

Antusiasme warga terlihat dari kehadiran dan partisipasi dalam menyampaikan aspirasi serta usulan calon. Hasil penjaringan ini selanjutnya akan ditindaklanjuti pada tahapan pemilihan Ketua RT sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan proses pemilihan Ketua RT 52 dapat berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa lingkungan menjadi lebih tertib, rukun, dan sejahtera, yang tentunya bisa mencipatakan lingkungannya lebih bersih. (*)

ITM Group Rayakan Natal Persekutuan Oikumene Dengan Karyawan Site Melak Group

January 16, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SENDAWAR – Perayaan Natal Persekutuan Oikumene yang di gelar oleh PT. Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM) group Melak, PT. TCM, BEK, TIS, GPK dan NPR beserta seluruh karyawannya. Perayaan Natal dihadiri Pdt. Yandi Manobe dan dihibur artis rohaniawan Maria Priscilla, di GOR Desnan, Jalan Sendawar Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kamis malam (15/1/2026).

Pendeta Yandi Manobe saat ditemui usai acara menyampaikan,sangat terkesan setelah keliling Indonesia akhirnya bisa tiba di Kutai Barat, dan diberi kesempatan untuk melayani. Menurutnya, berbicara natal itu, secara kasat mata bagus untuk ditonton, tapi sebenarnya natal itu bukan tontonan, tapi tuntunan. Siapapun yang merayakan natal dia mesti dituntun berjumpa dengan Yesus sang bayi natal itu.

“Kalau kita merayakan natal tapi tidak berjumpa dengan Yesus, itu kita hanya merayakan perayaan tontonan atau keramaian. Tapi dia bukan sekadar tuntunan biasa, dia sekaligus adalah tantangan.

Tantangan kita adalah bagaimana kita menghadirkan Kristus di tengah-tengah keluarga, itu tantangannya,” ujarnya.
Ia menyebut, apakah setelah merayakan natal semua orang bisa menghadirkan Kristus dalam keluarga, dan keluarga semua orang bisa diselamatkan oleh Kristus. Keselamatan memperoleh hidup yang kekal maupun kehidupan sehari-hari dan bisa menikmati kasih karunia, pekerjaan atau apapun yang Tuhan izinkan kepada semua orang.

“Secara pribadi saya berterima kasih sekali kepada panitia dan perusahaan, pemerintah dan masyarakat di sini yang saya kira sangat antusias mengikuti acara ini,” ucapnya.

Dikatakannya, ini luar biasa sekali, pasti tempat ini diberkati, semua orang percaya bahwa Tuhan telah memakai orang-orang untuk memakai perusahaan ini untuk menjadi berkah bagi semua orang. Dan bisa di lihat malam ini suasananya penuh persaudaraan, ini luar biasa.

“Kami percaya, perusahaan ini sangat bagus kepada karyawannya, dan perusahaan ini memberi berkat bagi banyak orang. Pesan saya Bagi semua pekerja, bahwa Tuhan memberi makan kepada burung Pipit tetapi tidak melemparkan gandum ke dalam sangkar, justru burung itu mesti keluar dan mencari. Karena itu ketika kita diberi pekerjaan, bersyukurlah, bekerja dengan baik, seperti untuk Tuhan dan manusia.

Sebab melalui pekerjaan itulah Tuhan memelihara kehidupan kita bahkan keluarga kita. Tetap jaga keselamatan kerja, ikuti peraturan yang berlaku, dan semua itu untuk kemuliaan nama Tuhan sekaligus berkat bagi kita,” bebernya.

Ia berpsan, yang suka mabuk-mabukan di perusahaan itu berhenti sudah, yang suka tipu itu stop sudah, kerja saja dengan sukacita dan sepenuh hati, mari terus belajar dari berbagai perbedaan yang ada, mulai dari suku Timor, Jawa, Sulawesi, Sumatra dan lain-lain.

“Tapi yang bekerja di sini pasti bukan kebetulan, itu satu kesempatan dimana kita belajar untuk bekerja bersama-sama dan belajar juga untuk menikmati kehadiran Tuhan di tengah-tengah kita,”tandasnya.

Sementara itu, ketua panitia Natal Persekutuan Oikumene perusahaan, Agustinus ER Head Melak Cluster menyampaikan, yang diharapkan manajemen, adalah antusias dan kehadiran, dengan harapan natal perusahaan ini bisa memberi dampak bagi masyarakat, baik desa desa di sekitar tambang maupun warga dan gereja gereja yang ada di Kutai Barat.

“Dengan Natal ini kami ingin memperkuat silaturahmi dan kerja sama antara perusahaan dengan karyawan maupun masyarakat sekitar terjalin lebih baik lagi ke depannya,”kata dia.
Sehingga ketika ada isu atau hal-hal kontribusi perusahaan dianggap kurang biarlah masyarakat melihat sendiri. Ia menyebut bahwa perusahaan sudah begitu banyak berkontribusi terhadap warga maupun masyarakat Kutai Barat, ke depannya perusahaan akan lebih meningkat lagi untuk tahun 2026.

“Kami juga bersyukur acara ini disambut antusias karena perkiraan kami kehadiran karyawan maupun warga sekitar 2500 tapi yang datang hampir 5000 orang. Dan yang spesial kita kehadiran pak pendeta Yandi Manobe dan penyanyi rohani Maria Priscilla,”ungkapnya.

Management Perusahaan Hirung, AMM Melak Cluster menyampaikan, satu hal yang menjadi catatan dari management, bahwa di tahun 2026 ini. Setiap ada ibadah Oikumene di hari Jumat oleh perusahaan, ia selalau menekankan siapapun yang rajin ibadah akan selalu di catat di buku harian nya, dan siapapun yang tidak rajin ibadah ia pastikan karyawan tersebut tidak akan mendapatkan promosi dari perusahaan.

“Saya pastikan siapapun karyawan yang tidak rajin ibadah Oikumene di hari Jum’at saya akan catat di buku saya, tidak akan ada promosi buat dia,”tegasnya.

Ia menyebut, memang ini kedengarannya agak sadis, agar supaya umat Kristen yang ada di perusahaan rajin ibadah. Karena kalau dia rajin ibadah dia pasti akan takut dengan Tuhan dan juga akan takut kehilangan pekerjaan kalau dia berbuat kesalahan.
“Kalau dia tidak rajin ke gereja gimana dia bisa takut sama pimpinannya,”katanya.
Apabila mereka rajin ibadah ke gereja perusahaan akan kasih bonus dan apresiasi terhadap kinerjanya. Tahun 2025 kemarin kinerja karyawan sudah di apresiasi oleh management ada yang di promosi dan ada yang tidak di promosi.

“Pdt Yandri sudah menjelaskan, jangan sampai hidup kita ini antara perasaan dan hati kita tidak konek, kalau hati kita bermasalah, hidup kita juga pasti bermasalah,”ujarnya.

Ia berharap, sepulang dari ibadah dan mendengar khatbah ini, khusus bagi karyawan ITM group tidak ada yang bermasalah dengan jiwanya, tapi jiwanya terkoneksi dengan Tuhan.
“Saya berjanji untuk tahun yang akan datang, perayaan natal Persekutuan Oikumene akan di gelar lebih meriah dari tahun ini,”janjinya.
Ia berjanji bahwa management akan mensupport masalah bajet dan dana untuk kegiatan kerohanian. Ia sebagai penaggung jawab berjanji akan mendorong teman teman yang Kristen untuk aktif dalam setiap kegiatan yang ada.

Bupati Kutai Barat, Frederik Edwin dalam sambutannya yang di bacakan Asisten I Nopandel menyampaikan, perayaan Natal Oikumene adalah komitmen perusahaan beserta karyawan dan keluarga nya, serta seluruh undangan. Perayaan natal ini adalah merupakan agenda manajemen dan external yang di laksanakan secara rutin setiap tahun. Ini manjadi wujud nyata perusahaan dalam membangun kebersamaan yang harmonis dengan karyawan dan keluarga karyawan, serta seluruh pihak terkait, tidak hanya dalam konteks pekerjaan tetapi dalam kontek kehidupan iman dan sosial.

“Natal malam ini mengusung tema ‘Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga’ Matius I : 21 – 24, tema ini mengingatkan kita akan kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus terbukti kasih Allah yang nyata bagi umat manusia,”ujarnya.

Ia menyebut, keluarga sebagai dasar utama kehidupan, keluarga yang hidup dalam kasih Kristus akan melahirkan pribadi pribadi yang beriman, berintegritas serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
“Melalui perayaan natal bersama ini kita diajak untuk memuliakan Tuhan, beribadah dan merayakan Natal dalam kebersamaan, sekaligus mempererat tali persaudaraan diantara seluruh karyawan dan keluarga nya,”ungkapnya.
Kegiatan ini memberikan manfaat dan kontribusi yang sangat besar, khususnya dalam mempererat kebersamaan kasih Tuhan serta loyalitas dan kebersamaan semua karyawan. Suasana kerja yang harmonis di landasi oleh nilai nilai kasih dan saling menghargai akan tercipta nya kinerja yang lebih baik kedepannya.
“Saya berharap kedepan, nilai nilai natal dapat terus menjadi motivasi bagi kita semua untuk meningkatkan kinerja, menjaga integritas serta menumbuhkan Kepedulian sosial di tengah masayarakat. ,”bebernya.
Dengan demikian keberadaan perusahaan dapat memberikan kontribusi nyata tidak secara ekonomi, tetapi juga secara sosial dan spiritual. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. (arf).

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1459297
    Users Today : 903
    Users Yesterday : 5300
    This Year : 395807
    Total Users : 1459297
    Total views : 12853683
    Who's Online : 52
    Your IP Address : 216.73.216.84
    Server Time : 2026-03-11