PT KED Dukung Pesta Adat Lom Plai Wujudkan Komitmen Astra Agro untuk Harmoni dan Pelestarian Budaya

May 22, 2025 by  
Filed under Wisata

Kutai Timur – PT Astra Agro Lestari Tbk melalui anak usahanya, PT Karyanusa Ekadaya (KED) memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Pesta Adat Lom Plai 2025 yang berlangsung di Kutai Timur, Kalimantan Timur. Kegiatan tahunan yang merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat Dayak ini menjadi wujud pelestarian tradisi sekaligus sarana memperkuat hubungan harmonis antara manusia dan alam, khususnya dalam konteks pertanian.

Administratur PT Karyanusa Ekadaya, Rasid menyampaikan, dukungan terhadap Pesta Adat Lom Plai merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga harmoni dengan masyarakat adat serta melestarikan nilai-nilai budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Pesta Adat Lom Plai adalah warisan budaya yang sarat makna. Kami mendukung penuh pelaksanaannya sebagai bentuk kepedulian kami terhadap pelestarian tradisi serta keharmonisan antara perusahaan dan masyarakat sekitar,” ujar Rasid.

Pesta Adat Lom Plai merupakan tradisi yang diselenggarakan setiap selesai masa panen. Secara harfiah, “Lom Plai” berarti “mengantisipasi agar tidak sakit” atau “selalu sehat, selamat, dan panjang umur”.

Filosofi tersebut tercermin dalam berbagai rangkaian kegiatan, yang juga berfungsi sebagai bentuk penghormatan serta penyembuhan terhadap tanaman, terutama padi, yang dianggap sejajar dengan manusia.

Rangkaian acara telah berlangsung sejak 24 April 2025 dan mencapai puncaknya pada 8 Mei 2025. Pembukaan diwarnai dengan pameran budaya, sementara penutupan diisi dengan berbagai atraksi khas seperti Embos Epaq Plai, pembagian hadiah, penampilan seni Thambunesia, serta Embos Jia yang menggambarkan kekayaan nilai budaya Dayak.

Dukungan dari PT Karyanusa Ekadaya ini menjadi bagian dari komitmen Astra Agro Lestari dalam mendukung pengembangan masyarakat dan pelestarian budaya lokal di wilayah operasionalnya. Perusahaan berharap partisipasi ini dapat memperkuat sinergi antara dunia usaha dan masyarakat adat dalam menjaga nilai-nilai luhur budaya Nusantara.

“Kami percaya bahwa budaya lokal seperti Lom Plai merupakan kekayaan bangsa yang patut dilestarikan. Melalui dukungan ini, kami ingin tumbuh dan berkembang bersama masyarakat,” tambah Rasid.

Dengan kolaborasi ini, Pesta Adat Lom Plai 2025 diharapkan menjadi tidak hanya pesta panen, tetapi juga momentum mempererat solidaritas dan kesehatan sosial masyarakat Kutai Timur. (**)

Festival Nutuk Beham, Edukasi Budaya Generasi Muda

May 11, 2025 by  
Filed under Budaya

KUTAI KARTANEGARA – Festival Nutuk Beham yang digelar di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara, sejak Jumat (9/5/2025), telah menjadi ruang edukatif bagi generasi muda untuk mengenal warisan leluhur secara langsung. Gelaran budaya tahunan ini tidak hanya sebagai atraksi wisata, namun juga sebagai media pembelajaran hidup mengenai nilai-nilai lokal, gotong royong, serta penghormatan pada alam yang terkandung dalam tradisi panen padi masyarakat setempat.

Seremonial pembukaan Festival Nutuk Beham

Camat Kota Bangun Darat, Zulkifli, yang mewakili Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah, menekankan pentingnya melestarikan kearifan lokal bagi generasi muda. Nutuk Beham adalah kearifan lokal yang harus terus dikenalkan kepada anak-anak muda, agar tidak tercerabut dari akar budaya sendiri.

Sementara Kepala Desa Kedang Ipil, Kuspawansyah, menyebutkan, telah berupaya menjadikan festival ini sebagai bagian dari agenda edukasi tahunan, terutama bagi sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Kota Bangun Darat. Berbagai kegiatan dalam Festival Nutuk Beham tahun ini dirancang untuk memberi ruang seluas-luasnya kepada anak muda, termasuk melalui pelatihan seni tari tradisional, lokakarya kerajinan, hingga lomba cerita rakyat yang bersumber dari sejarah desa.

Festival ini tidak hanya edukatif, tetapi juga berdampak nyata bagi ekonomi desa, terutama pelaku UMKM yang memasarkan produk pertanian, kuliner khas, dan kerajinan tangan. Dengan konsep kolaboratif yang melibatkan pemerintah, tokoh adat, pemuda, dan masyarakat luas, Festival Nutuk Beham telah bertransformasi menjadi wahana pembelajaran budaya yang menyenangkan dan membangun. (Adv diskominfo kukar)

Kecamatan Kota Bangun Jadikan Festival Nutuk Beham Penggerak UMKM

May 7, 2025 by  
Filed under Wisata

KUTAI KARTANEGARA – Festival Budaya Kutai Adat Lawas Nutuk Beham di Desa Kedang Ipil Kecamatan Kota Bangun menjadi salah satu sebagai penggerak bagi pertumbuhan UMKM desa, sekaligus pelestarian budaya warisan leluhur yang akan digelar pada 9 hingga 11 Mei 2025.

Festival tahunan yang berakar pada tradisi syukuran panen ini dirancang agar memberi ruang lebih luas bagi pelaku usaha lokal dan pengrajin, sehingga tradisi tidak sekadar lestari, namun juga mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

“Festival Nutuk Beham kini jadi ajang penting bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kutai kepada generasi muda,” ujar Sekretaris Camat Kota Bangun Darat, Iwan Hermawan Iwan usai melakukan peninjauan di lokasi acara bersama jajaran pejabat kecamatan, Selasa (6/5/2025).

Ia memastikan kesiapan seluruh elemen festival, mulai dari prosesi adat hingga area pameran UMKM. Selain itu ia menekankan, sinergi antara budaya dan ekonomi menjadi kunci dalam pengembangan festival ini, sehingga masyarakat tidak hanya terlibat dalam pelestarian tradisi, tetapi juga merasakan manfaat ekonomi yang nyata.

“Setiap tahun kami melihat antusiasme masyarakat makin tinggi, terutama dari para pelaku usaha kecil yang merasakan dampak positif festival ini,” jelas Iwan.

Penyelenggaraan festival yang diinisiasi pemerintah desa mendapat dukungan aktif dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara.

“Dukungan dari OPD ini sangat membantu, terutama dalam penguatan konsep acara agar festival lebih menarik bagi wisatawan,” ungkap Iwan.

Ritual utama Nutuk Beham, sebagai simbol rasa syukur atas panen padi, tetap menjadi pusat perhatian, dipadukan dengan berbagai atraksi seni dan pameran produk kerajinan tangan.

Festival juga menghadirkan aneka hiburan rakyat, seperti pentas tari tradisional dan permainan khas daerah, yang dirancang untuk memberikan pengalaman budaya yang kaya bagi pengunjung dari berbagai kalangan.

“Kami ingin festival ini menjadi sarana pembelajaran budaya bagi anak muda, agar mereka memahami dan bangga dengan warisan leluhur,” ucap Iwan.

Ia berharap kehadiran wisatawan dari dalam dan luar daerah bisa meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan pengrajin lokal. Festival ini memberi peluang besar bagi peningkatan ekonomi desa, terutama di sektor kreatif yang tumbuh pesat seiring meningkatnya kunjungan wisatawan.

Dengan semangat kolaborasi lintas sektor, Festival Nutuk Beham tahun ini diharapkan mampu memperkokoh peran budaya sebagai penggerak ekonomi desa sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Kutai di tengah arus modernisasi.

“Melalui festival ini, kami ingin menunjukkan budaya kita bukan hanya untuk dikenang, tetapi bisa menjadi kekuatan yang memperkuat ekonomi dan jati diri masyarakat,” tutup Iwan Hermawan. (adv diskominfo kukar)

Dinas Pariwisata Kaltim Siapkan Dukungan untuk Duta Wisata di Ajang Nasional

December 4, 2024 by  
Filed under Wisata

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Pariwisata memberikan dukungan penuh kepada pasangan Duta Wisata Arif Noor Gunawan dan Nadya Pradita yang akan mewakili daerah ini di ajang Duta Wisata Indonesia 2024.

Dinas Pariwisata Kaltim memastikan persiapan berjalan lancar, dengan bantuan tiket, akomodasi, serta dukungan moral yang terus mengalir guna mendongkrak semangat keduanya dalam ajang tersebut.

Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi

Ajang bergengsi Duta Wisata Indonesia 2024 akan berlangsung pada 3 hingga 8 Desember 2024 di Kota Palu, diikuti 11 pasang finalis terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia. Arif dan Nadya, sudah mempersiapkan diri untuk tampil di tingkat nasional. Pasangan ini akan membawa program unggulan berupa “Putik Pampang” (Kampung Batik Pampang), sebuah inisiatif untuk mempromosikan batik khas Kaltim yang telah mereka kembangkan.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyampaikan, dukungan yang diberikan tak hanya terbatas pada fasilitas fisik, tetapi juga berupa semangat agar Arif dan Nadya dapat mengharumkan nama Kaltim di tingkat nasional.

“Kami berkomitmen mendukung mereka dalam setiap langkah, tidak hanya menyediakan akomodasi dan tiket, tetapi juga dukungan moral yang sangat penting bagi mental mereka. Kami berharap mereka bisa tampil maksimal di ajang ini,” ujar Ririn.

Dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kaltim, serta semangat dan persiapan matang yang dilakukan oleh Arif dan Nadya, diharapkan akan memberikan hasil terbaik. Ririn pun mengingatkan ajang Duta Wisata Indonesia adalah kesempatan besar untuk mempromosikan pariwisata berkelanjutan di Kaltim, yang pada akhirnya akan memperkuat sektor pariwisata dan pembangunan daerah.

“Semangat, buktikan bahwa kalian bisa membawa nama Kaltim ke puncak, jadikan ini sebagai langkah untuk memajukan pariwisata berkelanjutan yang akan mewarnai pembangunan Kaltim sebagai pusat pemerintahan masa depan,” tegasnya.

Dengan persiapan matang, serta dukungan dari berbagai pihak, Arif dan Nadya siap untuk memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan pariwisata Kaltim, sekaligus membanggakan daerah ini di ajang Duta Wisata Indonesia 2024.(adv)

Dinas Pariwisata Kaltim Gelar Konferensi Ekowisata Maratua

December 2, 2024 by  
Filed under Wisata

Pj. Gubernur Kaltim Akmal Malik

Maratua, Berau – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pariwisata menggelar Konferensi Ekowisata Maratua (Maratua Ecotourism Conference) tahun 2024, dengan tema “Sustainable Tourism Management on Small Islands to Ensure Biodiversity Conservation” atau pengelolaan pariwisata berkelanjutan di pulaupPulau kecil untuk menjamin konservasi keanekaragaman hayati.

Konferensi ini diadakan mulai tanggal 1-4 Desember 2024 di Pulau Maratua, Kabupaten Berau. Kegiatan ini bertujuan untuk mendiskusikan berbagai tantangan dengan para pihak terkait di wilayah Kaltim, mempelajari gagasan dan aksi yang telah dan akan dilakukan, serta mengambil pembelajaran, baik dari kawasan lain yang dapat menginspirasi pengembangan pariwisata di Kaltim menjadi lebih berkelanjutan.

Kaltim di tahapan kali ini sudah harus menentukan prioritas pengembangan pariwisata kedepannya. Dalam sambutan dan arahannya, Pj Gubernur Akmal Malik mengatakan sudah saatnya kita lebih memprioritaskan kualitas daripada kuantitas dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan kedepannya.

“Dalam upaya meningkatkan daya saing pariwisata, faktor pentingnya adalah memprioritaskan kualitas. Indonesia menerapkan pariwisata berkualitas sebagai arah pengembangan yaitu pariwisata berkelanjutan yang mengutamakan kualitas dibandingkan kuantitas,” jelas Akmal.

Beberapa poin yang ditekankan oleh Akmal diantaranya kualitas produk wisata, pelayanan prima, dan fasilitas pariwisata menjadi indikator aksi dari Ekowisata yang berkualitas.

Adapun ekowisata sendiri merupakan kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan tujuan untuk menjaga kelestarian alam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

“Kemas kegiatannya menjadi pengalaman yang berharga tidak hanya karena mereka bisa berwisata tapi ada dampak nyata bagi lingkungan yang bisa juga mereka berikan untuk kita,” imbuhnya.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim Ririn Sari Dewi pun menambahkan, melalui konferensi ini diharapkan dapat menghasilkan gagasan yang positif guna mengembangkan serta meningkatkn upaya-upaya untuk pengelolaan wisata, terutama untuk keberlanjutan keanekaragaman hayati di Bumi Etam.

“Harapannya melalui konferensi ini kita dapat memperoleh tidak hanya rekomendasi kebijakan untuk pengelolaan pariwisata berkelanjutan, namun juga diperoleh kesepakatan antara pihak-pihak terkait, dan hasilnya dapt kita publikasikan agar menjadi informasi yang bermanfaat bagi kita semua,” pungkas Ririn.

Konferensi ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan pemerintah daerah, diantaranya Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemprov Kaltim dan Pemkab Berau, Kepala BI KPw Kaltim, Narasumber yaitu Prof. Jennifer Chan dari Universiti Malaysia Sabah (UMS) sekaligus Board Asian Acotourism Network, Mariglo Laririt selaku Director for Sustainability of the Ten Knots Group ih Palawan Philippines, Puspa Liman dari Tropical Forest Conservation Act Kalimantan (TFCAK), pelaku industri pariwisata, akademisi, organisasi lingkungan dan Pokdarwis serta masyarakat lokal. (adv diskominfo kaltim)

« Previous PageNext Page »

  • vb