Mengubah Maratua Menjadi Destinasi Wisata Premium

November 8, 2024 by  
Filed under Wisata

TANJUNG REDEB – Pulau Maratua sudah sejak lama menjadi destinasi unggulan Kabupaten Berau dan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Keindahan pantai dan bawah laut yang begitu menawan di kawasan itu diyakini masih sangat mungkin diolah menjadi lebih menarik lagi dan bernilai tinggi.

Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik bahkan merencanakan untuk mengubah Maratua menjadi salah satu destinasi premium Kalimantan Timur. Ia pun menempatkan potensi Maratua sebagai salah satu perhatian seriusnya.

Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri itu mengaku memonitor dengan sangat cermat situasi yang berkembang di wilayah ini. Menurutnya, pengembangan wisata premium di Kalimantan Timur memiliki potensi yang sangat bagus di masa depan.

Akmal Malik

“Kita ingin mengembangkan pariwisata yang tidak murah dan tidak murahan. Kita ingin ada klasifikasi wisata yang bisa didatangi secara masif dan ada yang tertentu,” kata Akmal.

Dalam kalkulasinya, Maratua dan Kakaban adalah dua destinasi wisata yang tidak boleh terlalu dibuka secara umum.

“Sebab pengalaman kita, pariwisata yang demikian masif akan cenderung menimbulkan dampak lingkungan yang cukup signifikan,” kritiknya.

Bahkan ia pernah meminta agar wisata ke Pulau Kakaban dihentikan akibat gangguan terhadap ekosistem ubur-ubur di dalam danau tersebut.  Sebagai informasi, diperkirakan sejak Desember 2023, ubur-ubur di danau itu sempat menghilang selama beberapa waktu. Namun penduduk setempat tak mengetahui apa penyebabnya. Namun dua bulan terakhir ini, ubur-ubur terbalik sudah mulai terlihat kembali di danau ini.

Banyak dugaan, ubur-ubur menjauh dari areal yang biasa dikunjungi wisatawan karena krim pelindung tubuh yang biasanya digunakan saat pengunjung berenang bersama ubur-ubur yang tidak menyengat itu.

“Ini yang cukup membuat kita risau,” keluh Akmal.

Sebab itu, ia pun memerintahkan untuk dilakukan penelitian bekerjasama dengan Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. Penelitian untuk mengetahui penyebab pasti menghilangnya ubur-ubur dari danau Kakaban.

Di sisi lain, Akmal mengapresiasi inisiatif ajang yang sudah rutin digelar di Maratua. Salah satuna, Maratua Jazz Festival. Ajang seperti ini sangat penting untuk lebih mempromosikan pariwisata Maratua, Sangalaki, Kakaban dan Derawan kepada wisatawan domestik dan mancanegara.

“Tapi ke depan ajang seperti ini harus dilakukan dengan pendekatan yang premium. Jangan lagi pendekatan yang masif. Kita harapkan tidak mengganggu ekosistem lingkungan Maratua sendiri,” kata Akmal.

“Kita mendukung pariwisata yang betul-betul enveromental approach (pendekatan lingkungan). Tentunya dukungan masyarakat Maratua dan sekitarnya menjadi sangat penting,” ulasnya.

Selanjutnya ia akan meminta dinas terkait di Pemprov Kaltim dan Pemerintah Kabupaten Berau untuk melakukan langkah komunikasi yang baik agar partisipasi masyarakat bisa diarahkan untuk menjadikan Maratua dan Kakaban sebagai wisata premium, bukan lagi murahan.

“Kita ingin mendorong langkah-langkah yang konstruktif dan partisipatif, sehingga masyarakat bisa merasakan dampaknya langsung,” tegas Akmal.

“Kita ingin bangun imej yang baik tentang Maratua. Imej yang betul-betul premium untuk Maratua,” pungkasnya. (sam)

Dinas Pariwisata Kaltim Komitmen Tingkatkan Kualitas Destinasi

November 1, 2024 by  
Filed under Wisata

SAMARINDA – Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur (Kaltim) terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas destinasi dan memperkuat ekonomi kreatif (Ekraf). Potensi dan pesona daerah sangat potensial untuk terus dikembangkan. Melalui berbagai program dan kolaborasi, Dispar bertekad menjadikan Kaltim sebagai “Destinasi Berkualitas” yang mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Kadis Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyoroti pentingnya pertumbuhan ekonomi yang sejalan dengan pembangunan infrastruktur yang cepat. Menurutnya, investasi yang besar dalam infrastruktur telah membawa dampak positif yang nyata.

Data menunjukkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Kaltim mencapai 30 hingga 40 persen. Saat momen liburan angka tersebut meningkat sebagai bukti Kaltim mulai diperhitungkan sebagai tujuan wisata yang menarik.

“Hadirnya Ibu Kota Negara (IKN) di Kaltim, dan ini akan mengubah pola pergerakan dan kunjungan wisatawan. Sehingga, pengembangan infrastruktur pariwisata yang berkelanjutan menjadi prioritas,” ucap Ririn Pada, Jum’at (1/11/2024).

Disebutkan, upaya yang akan dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut tidak hanya melibatkan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, tetapi juga memastikan bahwa kebutuhan masyarakat lokal diperhatikan dan kesejahteraan mereka terjaga.

Dengan demikian, pariwisata tidak hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan sosial dan ekonomi komunitas setempat. Dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, kualitas infrastruktur dan pelayanan pariwisata akan terus ditingkatkan.

“Kami percaya dengan kerja sama yang solid, kita dapat menciptakan destinasi yang tidak hanya menarik, tetapi juga berkelanjutan dan memberi manfaat bagi semua pihak,” tambahnya.

Keberhasilan dalam memajukan sektor pariwisata diharapkan tidak hanya akan memberikan dampak positif bagi ekonomi daerah, tetapi juga akan menjadikan Kaltim sebagai salah satu ikon pariwisata yang diperhitungkan di Indonesia. (adv Diskominfo Kaltim)

Pjs Bupati Kutai Kartaranegara Hadiri Ngulur Naga dan Belimbur

September 30, 2024 by  
Filed under Wisata

TENGGARONG – Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Bambang Arwanto menghadiri prosesi Ngulur Naga dan Belimbur sebagai tanda akan berakhirnya perhelatan Erau Adat Pelas Benua tahun 2024. Prosesi digelar di Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura atau Museum Mulawarman, Minggu (28/9/2024).

Bambang Arwanto bersama Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Sultan H. Aji Muhammad Arifin dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta para Kepala OPD menyaksikan jalannya prosesi ngulur naga yang diawali turunnya replika Naga Laki dan Naga Bini menuju Sungai Mahakam untuk dibawa ke Kutai Lama Kecamatan Anggana.

Bambang Arwanto mengatakan prosesi Ngulur Naga ini bukan sekadar acara seremonial belaka, melainkan bagian penting dalam seluruh rangkaian ritual Erau Adat Kutai yang sarat makna. Prosesi mengulur Naga Laki dan Naga Bini ke Kutai Lama, dan dilanjutkan prosesi Belimbur adalah simbol keabadian adat leluhur dan keberlangsungan tradisi di Tanah Kutai.

Disebutkannya prosesi mengulur Naga ini, bukanlah sekadar acara simbolik. Ini adalah ritual sakral yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang. Di saat tubuh naga dilarung di Kutai Lama, Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura akan melaksanakan ritual Beumban, Begorok, dan Rangga Titi  sebagai wujud persiapan spiritual sebelum pelaksanaan ritual adat Belimbur.

Ritual adat Belimbur merupakan ritual penyucian diri yang dilakukan setelah Air Tuli (air suci dari Kutai Lama) tiba di Tenggarong bersama kepala dan ekor naga. Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura, beserta seluruh kerabat kesultanan dan masyarakat, akan memercikkan Air Tuli ke tubuh menggunakan Mayang Pinang serta memercikkannya ke empat penjuru mata angin, sebagai simbol pembersihan diri dari segala pengaruh jahat dan permohonan perlindungan dari Yang Maha Kuasa.

Pemkab Kukar juga telah menyediakan air bersih untuk memastikan bahwa ritual adat Belimbur ini dilaksanakan dengan cara yang higienis dan sesuai dengan nilai-nilai kesehatan.

“Tentunya, dengan penuh keyakinan dan khidmat, kita bersama-sama harus menjaga ketertiban, menghormati nilai-nilai luhur adat istiadat Kutai, agar ritual ini dapat terlaksana sesuai dengan harapan dan cita-cita kita bersama.” Imbaunya.

Sementara itu Sultan Aji Muhammad Arifin dalam sambutannya yang disampaikan Pangeran Noto Negoro Heriansyah, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kukar dan seluruh pihak yang terlibat dalam acara tersebut, sehingga pelaksanaan Erau Adat Pelas Benua 2024 dapat terlaksana dengan lancar dan aman.

Disebutkannya Erau sebagai festival rakyat adalah bukti kekayaan dan keberagaman yang dimiliki oleh masyarakat Kutai Kartanegara yang merepresentasikan identitas bangsa Indonesia dengan kearifan lokal sebagai kekayaan budaya. (kk01).

Sultan Kutai Jalani Bepelas Malam Ketiga

September 24, 2024 by  
Filed under Wisata

TENGGARONG – Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura XXI, H. Adji Moehammad Arifin melakukan Bepelas malam ketiga, di ruang Stinggil Keraton Kesultanan Kutai Kertanegara (museum mulawarman), Senin (23/9/2024) malam.

Sebelum acara bepelas dimulai para dewa belian melakukan upacara Merangin, sambil membaca mantra-mantra para dewa belian langsung memasuki Keraton untuk melakukan rangkaian acara Bepelas.

Bepelas merupakan salah satu upacara sakral yang wajib dilaksanakan Kesultanan Kutai Kartanegara, pada setiap malam selama berlangsungnya pesta adat erau.

Selama berlangsungnya upacara adat ini, sejumlah tarian sakral disuguhkan kepada kerabat Kesultanan Kutai. Mereka menari sambil mengelilingi tiang Ayu atau Sangkoh Piatu yang telah berdiri tegak.

Setelah mengelilingi tiang Ayu, sejumlah kerabat kesultanan Kutai tampil membawakan tari-tarian seperti dewa memanah, Beganjur laki dan bini.

Turut hadir dalam acara tersebut, sejumlah perwakilan OPD dilingkup Pemkab Kukar, tokoh agama, masyarakat, dan sejumlah kerabat Kesultanan Kutai Kertanegara ing Martadipura.

Upacara Bepelas berlangsung khitmad, pada malam ketiga tersebut Sultan menginjakkan kakinya tiga kali ke gong Raden Galuh.

Jumlah dentuman meriam selaras dengan acara Bepelas pada malam hari tersebut. Karena malam ini adalah malam ketiga. Maka meriam yang diledakkan adalah sebanyak tiga kali, begitu seterusnya.

Pada akhir sesi upacara sakral ini, para tamu dan kerabat Kesultanan kembali di ajak menari dengan diiringi lantunan musik pengiring yang terdiri dari gamelan, gong dan aneka alat musik lainnya yang dimainkan oleh anak-anak muda masih dari kerabat Kesultanan.

Rangkaian acara Bepelas pun akan terus dilangsungkan hingga berakhirnya Erau Adat Pelas Benua 2024. (kk5)

Jembatan Sambaliung Jadi Ikon Baru Wisata Berau

September 22, 2024 by  
Filed under Wisata

Jembatan Sambaliung di Tanjung Redeb Berau (Foto : Hudais TP)

TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau sebagai ikon pariwisata Kalimantan Timur akan semakin menarik dengan kehadiran element estetis Jembatan Sambaliung di Tanjung Redeb. Element estetis Jembatan Sambaliung Berau karya desainer/seniman John Martono (Kapten John) merupakan hasil program corporate social responsibility (CSR) PT Berau Coal.

Penjabat (Pj)  Gubernur Kaltim Akmal Malik berkisah awal kunjungannya ke Kabupaten Berau pada tujuh bulan lalu. Ia sangat terpesona dengan daerah ini yang luar biasa wisatanya. Kabupaten paling utara Benua Etam dan menyandang daerah tujuan wisata Kalimantan Timur sangat layak dijadikan destinasi wisata premium.

“Hanya belum ada premiumnya. Premiumnya baru dari Allah SWT. Itu adalah Maratua, Derawan, Kakaban, dan beberapa tempat lainnya,” katanya, Sabtu (21/9/2024).

Akmal Malik yang juga Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri ini berharap pemerintah daerah harus berkolaborasi dengan pemangku kepentingan setempat menciptakan destinasi wisata premium.

“Element estetis Jembatan Sambaliung ini sangat ikonik. Karena menampilkan banyak ikon-ikon lokal, ada penyu, ada rutun (tanaman khas), juga ukiran ornamen enggang dan peta kecamatan,” bebernya.

Akmal Malik meyakini element estetis Jembatan Sambaliung akan menjadi salah satu destinasi wisata premium di Berau, khususnya Tanjung Redeb. Jika orang datang ke sini, meski tidak ke Maratua, Derawan atau Kakaban akan tetap senang karena bisa melihat dan berfoto selfie di element estetis,

“Terlebih ketika malam hari,” kata Akmal Malik.

Bupati Berau Sri Juniarsih mengatakan apresiasinya atas dukungan Pemerintah Provinsi Kaltim dan PT Berau Coal atas diresmikannya element estetis Jembatan Sambaliung Berau

“Ide-ide dan dukungan semua pihak membuat kami semakin bersemangat mempercantik Kabupaten Berau, terlebih kami juga mitra Ibu Kota Nusantara,” ujarnya.

Sri Juniarsih berkeyakinan hiasan yang menjadi identitas dan kekayaan budaya Berau semakin menarik minat wisatawan datang ke Bumi Batiwakkal.

“Kami terus berbenah, terlebih adanya dukungan Pemprov Kaltim dan stakeholders di Berau,” akunya.

Direktur Operasional dan HSE PT Berau Coal Arief Wiedhartono mengungkapkan Berau Coal turut bangga bisa menjadi bagian dari perkembangan dan kemajuan Kabupaten Berau dan Provinsi Kaltim.

“Dalam perjalanan perusahaan (Berau Coal) hingga saat ini, terus aktif menjadi mitra pemerintah daerah dalam pembangunan strategis di Berau maupun Kaltim hingga nasional,” jelasnya.

Kemitraan diwujudkan melalui berbagai program dan pemberdayaan masyarakat dari berbagai pilar, mulai infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial budaya dan lingkungan, termasuk mendorong kemajuan pariwisata Kabupaten Berau.

“Kami meyakini kehadiran element estetis ini akan memberikan sentuhan estetika yang menginspirasi dan memperkaya pengalaman masyarakat dan wisatawan,” harapnya.

Launching element estetis Jembatan Sambaliung ditandai penekanan sirine dan penandatanganan prasasti.

Hadir jajaran Forkopimda Kabupaten Berau, asisten, staf ahli bupati dan pimpinan perangkat daerah Kabupaten Berau, pimpinan perangkat daerah Pemprov Kaltim, jajaran manajemen PT Berau Coal, Bankaltimtara, camat dan lurah. (mas/sam)

« Previous PageNext Page »

  • vb